<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498</id><updated>2012-02-15T23:35:59.653-08:00</updated><category term='s'/><title type='text'>RONI KURNIAWAN KOLEKSI</title><subtitle type='html'>1.jadikan olah raga sebagai kegiatan rutinmu tiap hari minimal 5 menit
2.makan makanan yang cukup mengandung gizi, dalam hal ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing
3.mulai belajar berfikiran jernih dalam menghadapi segala permasalahan apapun itu bentuknya
4.meningkatkan ketaqwaan pada sang pencipta yang menjadikan dasar segala sesuatu pasti kembali padaNya
5.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-133601962587417394</id><published>2010-06-10T02:17:00.001-07:00</published><updated>2010-06-10T02:17:33.733-07:00</updated><title type='text'>pediculus humanus</title><content type='html'>Pediculus Humanus Capitis (kutu rambut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parasit pada umumnya mempunyai sifat yang tidak baik. Hidupnya menumpang dan bertempat tinggal di tempat yang ditumpanginya dan merugikan bagi host yang ditumpanginya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peduculosis adalah gangguan pada rambut kepala yang disebabkan oleh infeksi kutu rambut, yang disebut Pediculus humanus capitis atau Pediculus hamnus var capitis (Ph.capitis).  Pediculosis telah dikenal sejak jaman dahulu dan ditemukan kosmopolit (di seluruh dunia). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kutu rambut ini merupakan ektroparasit bagi manusia. Tempat-tempat yang disukainya adalah rambut bagian belakang kepala, yang paling sering menggigit pada bagian belakang kepala dan kuduk. Gigitannya akan menyebabkan iritasi pada kulit yang disebabkan oleh air liur yang dikeluarkan pada waktu menghisap darah penderita. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiap manusia memiliki kepekaan yang berlainan. Lesi kutan yang ditimbulkan oleh gigitan Pediculus humanus capitis memberikan reaksi yang sangat gatal. Menggaruk besar menambah peradangan dan karena infeksi sekunder oleh bakteri terbentuklah pustel crusta dan proses penanahan. Rasa gatal merupakan gejala pertama dan yang paling penting, tanda bekas garukan merupakan tanda yang khas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kutu rambut kepala hidup berkembang biak pada rambut kepala lebih suka pada rambut yang kotor, lembab, jarang disisir dan dikeramas. Menginfeksi manusia yang tidak menjaga kebersihan rambut kepala. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kutu rambut kepala dapat bergerak dengan cepat dan mudah berpindah dari satu hospes ke hospes lain. Mudah ditularkan melalui kontak langsung atau dengan perantara barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya sisir, sikat rambut, topi dan lain-lainnya. Sangat banyak ditemukan diantara anak sekolah terutama gadis-gadis yang kurang menjaga kebersihan rambut kepala. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anak-anak yang tinggal di pegunungan dengan udara dingin di pagi hari menjadikan enggan atau malas untuk mandi ataupun mencuci rambut saat mereka bersiap-siap pergi ke sekolah. Disamping itu kesadaran masyarakat dan orang tua akan kesehatan dan kebersihan diri anak-anaknya masih tergolong kurang baik. Sebagian besar dari mereka mengeluh dengan rasa gatal yang hebat pada rambut kepala dan adanya borok. Akibat garukan pada kulit kepala mereka. Rasa gatal adalah gejala pertama dan bekas garukan adalah gejala yang khas dari infeksi pediculus humanus capitis. &lt;br /&gt;Pediculus humanus capitis merupakan ektoparasit yang menginfeksi manusia, termasuk dalam famili pediculidae yang penularannya melalui kontak langsung dan dengan perantara barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya : sisir, sikat rambut, topi, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Taxonomi&lt;br /&gt;Phylum : Artropoda, Kelas : Insekta, Ordo : Phthiraptera, Sub Ordo : Anoplura, Famili : Pediculidae, Genus : Pediculus, Spesies : Pediculus humanus. Capitis.&lt;br /&gt;Morfologi &lt;br /&gt;Kutu rambut dewasa&lt;br /&gt;Kutu rambut dewasa berbentuk pipih dan memanjang, berwarna putih abu-abu, kepala ovoid bersudut, abdomen terdiri dari 9 ruas, Thorax dari khitir seomennya bersatu. Pada kepala tampak sepasang mata sederhana disebelah lateral, sepasang antenna pendek yang terdiri atas 5 ruas dan proboscis, alat penusuk yang dapat memanjang. Tiap ruas thorax yang telah bersatu mempunyai sepasang kaki kuat yang terdiri dari 5 ruas dan berakhir sebagai satu sapit menyerupai kait yang berhadapan dengan tinjolan tibia untuk berpegangan erat pada rambut. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kutu rambut jantan berukuran 2mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V”. Sedangkan kutu rambut betina berukuran 3mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf “V” terbalik. Pada ruas abdomen terakhir mempunyai lubang kelamin di tengah bagian dorsal dan 2 tonjolan genital di bagian lateral yang memegang rambut selama melekatkan telur. Jumlah telur yang diletakkan selama hidupnya diperkirakan 140 butir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nimfa&lt;br /&gt;Nimfa berbentuk seperti kutu rambut dewasa, hanya bentuknya lebih kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Telur&lt;br /&gt;Telur berwarna putih mempunyai oper culum 0,6-0,8 mm disebut “nits”. Bentuknya lonjong dan memiliki perekat, sehingga dapat melekat erat pada rambut. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari.&lt;br /&gt;Siklus Hidup&lt;br /&gt;Lingkaran hidup kutu rambut merupakan metamorfosis tidak lengkap, yaitu telur-nimfa-dewasa. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari sesudah dikeluarkan oleh induk kutu rambut. Sesudah mengalami 3 kali pergantian kulit, nimfa akan berubah menjadi kutu rambut dewasa dalam waktu 7-14 hari. Dalam keadaan cukup makanan kutu rambut dewasa dapat hidup 27 hari lamanya. &lt;br /&gt;Epidemiologi &lt;br /&gt;Kutu rambut merupakan parasit manusia saja dan tersebar di seluruh dunia. Tempat-tempat yang disukainya adalah rambut pada bagian belakang kepala. Kutu rambut kepala dapat bergerak dengan cepat dan mudah berpindah dari satu hospes ke hospes lain. Kutu rambut ini dapat bertahan 10 hari pada suhu 5oc tanpa makan, dapat menghisap darah untuk waktu yang lama, mati pada suhu 400c. Panas yang lembang pada suhu 600c memusnahkan telur dalam waktu 15-30 menit. Kutu rambut kepala mudah ditularkan melalui kontak langsung atau dengan perantara barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya sisir, sikat rambut, topi dan lain-lain. &lt;br /&gt;Pada infeksi berat, helaian rambut akan melekat satu dengan yang lainnya dan mengeras, dapat ditemukan banyak kutu rambut dewasa, telur (nits) dan eksudat nanah yang berasal dari gigitan yang meradang. Infeksi mudah terjadi dengan kontak langsung. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kepala. &lt;br /&gt;Patologi dan Gejala Klinik &lt;br /&gt;Lesi pada kulit kepala disebabkan oleh tusukan kutu rambut pada waktu menghisap darah. Lesi sering ditemukan di belakang kepala atau kuduk. Air liur yang merangsang menimbulkan papula merah dan rasa gatal yang hebat. &lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;Diagnosis ditegakkan jika terdapat rasa gatal-gatal yang hebat dengan bekas-bekas garukan dan dipastikan jika ditemukan Pediculus humanus capitis dewasa, nimfa dan telurnya. &lt;br /&gt;Macam-Macam Pengobatan&lt;br /&gt;Pemberantasan kutu rambut kepala dapat dilakukan dengan menggunakan tangan, sisir serit atau dengan pemakaian insektisida golongan klorin (Benzen heksa klorida). Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan rambut kepala. Pada pemeriksaan teknik yang digunakan yaitu pemeriksaan langsung. Teknik ini merupakan paling mudah dikerjakan dan waktu yang dibutuhkan sedikit. Keuntungan lain yang tidak menggunakan reagen yang merusak parasit dan reagen yang digunakan sedikit. Formalin berfungsi untuk mematikan parasit. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Macam-macam obat untuk Pediculus humanus capitis (Kutu rambut):&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Shampo Lidane 1%. Gamma benzene heksa klorid atau piretrin. Dosis, shampo rambut biarkan 4-10 menit, kemudian dibilas piretrin. Pakai sampai rambut menjadi basah, biarkan 10 menit kemudian dibilas. (Tindak lanjut periksa rambut 1 minggu setelah pengobatan untuk telur dan kutu rambut).       &lt;br /&gt;Selep Lindang (BHC 10%) ; atau bedak DDT 10% atau BHC 1% dalam pyrophylite; atau Benzaos benzylicus emulsion. Dosis, epala dapat digosok dengan salep Lindane (BHC 1%) atau dibedaki dengan DDT 10% atau BHC 1% dalam pyrophlite atau baik dengan penggunaan 3 – 5 gram dari campuran tersebut untuk sekali pemakaian. Bedak itu dibiarkan selama seminggu pada rambut, lalu rambut dicuci dan disisir untuk melepaskan telur. Emulsi dari benzyl benzoate ternyata juga berhasil (Brown.H.W, 1983). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cair / Peditox / Hexachlorocyclohexane 0,5%. Dosis, osokkan pada rambut dan kepala sampai merata biarkan semalam kemudian dicuci lalu dikeringkan.&lt;br /&gt;Kesadaran tentang pentingnya perawatan badan dan rambut perlu ditanamkan baik kepada orang tua maupun para siswa sendiri. Pengobatan juga harus dilakukan jika siswa sudah terjangkit yang ditandai dengan rasa gatal-gatal di kepala.&lt;br /&gt;Studiku&lt;br /&gt;PUSTAKA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anonim, 2004. Teori Parasitologi. Semarang: Akademi Analisis Kesehatan. Universitas Muhamadiyah Semarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Brown, H. W, 1983. Dasar Parasitologi Klinik. Jakarta: PT. Gramedia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ganda Husada, S, 1992. Parasitologi Kedokteran. Jakarata: Fakultas Kedokteran. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Garcia &amp; Bruener, 1986. Diagnosa Parasitologi Kedokteran. Cetakan 1. Jakarta: EGC.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Prabu, B.D.R, 1990. Penyakit-penyakit Infeksi Umum. Edisi I. Jakarta: Widya Medica.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Soedarto, 1983. Ontemologi Kedokteran. Surabaya: Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. &lt;br /&gt;studiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-133601962587417394?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/133601962587417394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/pediculus-humanus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/133601962587417394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/133601962587417394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/pediculus-humanus.html' title='pediculus humanus'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-4704520309540552853</id><published>2010-06-10T02:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T02:13:42.079-07:00</updated><title type='text'>lalat tse tse</title><content type='html'>African Trypanosomiasis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;I. AFRICAN TRYPANOSOMIASIS                      &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.      Identifikasi             &lt;br /&gt;Merupakan penyakit protozoa sistemik. Stadium awal penyakit ditandai dengan terbentuknya ulcus (Chancre) yang sakit sekali yang pada awalnya berkembang dari papula menjadi nodula. Gejala-gejala ini ditemukan pada tempat gigitan lalat tse tse. Gejala lain yang ditemukan adalah demam, sakit kepala yang amat sangat, insomnia, pembengkakan kelenjar limfe tanpa disertai rasa sakit, berat badan menurun, somnolen dan tanda-tanda lain SSP. Penyakit gambiense (ICD9 086.3; ICD-10 B56.0) bisa berlangsung bertahun tahun; sedangkan penyakit rhodesiense (ICD-9 086.4; ICD-10 B56.1) lethal dalam beberapa minggu atau dalam beberapa bulan jika tidak diobati. Kedua bentuk penyakit ini fatal jika tidak diobati. &lt;br /&gt;Diagnosa ditegakkan dengan ditemukannya trypanosoma didalam darah, cairan limfe atau LCS. Untuk penyakit jenis gambiense diperlukan teknik konsentrasi parasit seperti sentrifugasi dengan tabung kapiler, “Quantitative Buffy Coat” (QBC) atau dengan “minianion exchange centrifugation”. Teknik-teknik ini jarang digunakan pada penyakit jenis rhodesiense. &lt;br /&gt;Untuk penyakit jenis rhodesiense terkadang digunakan teknik inokulasi pada tikus percobaan. Spesimen yang diambil dari aspirat kelenjar limfe membantu ditemukannya parasit. Antibodi spesifik dapat diketahui dengan menggunakan teknik pemeriksaan ELISA, IFA dan tes aglutinasi. Titer imunoglobulin yang tinggi terutama IgM umum ditemukan pada penderita tripanosomiasis Afrika “Circulating antigen” dapat dideteksi dengan menggunakan berbagai teknik pemeriksaan imunologis seperti dengan kartu Tryp Tech CIATT, tes aglutinasi tidak langsung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.      Penyebab Penyakit &lt;br /&gt;Penyebab penyakit adalah Trypanosoma brucei gambiense dan T.b. rhodesiense, flagelata darah. Kriteria untuk diferensiasi spesies tidaklah mutlak; isolat yang diambil dari kasus virulen dengan perjalanan penyakit yang sangat progresif dianggap sebagai  T. B rhodesiense, terutama apabila infeksi terjadi di Afrika bagian timur. Sedangkan jika infeksi didapatkan di Afrika bagian barat dan tengah, biasanya perjalanan penyakit lebih kronis biasanya disebabkan oleh T.b. gambiense.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.      Distribusi Penyakit&lt;br /&gt;Penyakit ini menyebar didaerah tropis benua Afrika antara 150LU dan 200LS, sesuai dengan daerah penyebaran lalat tsetse. Di daerah endemis 0,1% - 2% penduduk terineksi. Pada saat terjadi KB prevalensi penyakit ini bisa mencapai 70%. KLB dapat terjadi apabila karena sesuatu hal terjadi peningkatan intensitas kontak antara manusia dan lalat tsetse atau strain tripanosoma yang virulen masuk kedaerah dimana densitas lalat tsetse sangat padat. Masuknya strain virulen dimungkinkan oleh karena adanya pergerakan hospes manusia atau lalat tsetse yang terinfeksi ke suatu daerah. Lalat Glossina palpalis merupakan vector utama, dibagian barat dan bagian tengah Afrika. Infeksi biasanya terjadi disepanjang aliran sungai atau anak sungai yang berbatasan dengan daerah yang berhutan.&lt;br /&gt;Di Afrika bagian timur dan danau victoria vector utamanya adalah kelompok G. Morsitans, infeksi terjadi didaerah savana yang kering. &lt;br /&gt;G. fuscipes yang termasuk dalam kelompok palpalis merupakan vector penular penyakit pada saat KLB penyakit tidur jenis rhodiense yang terjadi di Kenya dan Zaire dan vector ini juga sejak tahun 1976 diketahui sebagai vector pada penularan peridomestik di Uganda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.   Reservoir: Untuk T.b. gambiense, manusia merupakan reservoir utama, sedangkan peranan binatang peliharaan dan binatang buas sebagai reservoir tidak jelas. Binatang buas terutama babi hutan dan sapi peliharaan merupakan reservoir utama T.b. rhodiense.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.      Cara Penularan: Penularan terjadi melalui gigitan lalat tsetse Glossina infektif. Di alam terdapat  6 spesies  yang  berperan sebagai  vektor  utama, G. Palpalis, G. Tachinoides, G. Morsitans, G. Pallidipes, G. Swynnertoni dan G.fuscipes. Lalat tsetse terinfeksi karena menghisap darah manusia atau binatang yang mengandung trypanosoma.&lt;br /&gt;Parasit berkembang biak dalam tubuh lalat selama 12-30 hari, tergantung pada suhu dan faktor-faktor lain, sampai terjadi bentuk infektif didalam kelenjar-kelenjar ludahnya. Sekali terinfeksi lalat tsetse akan tetap infektif selama hidupnya (rata-rata 3 bulan, bisa sampai 10 bulan). Infeksi pada lalat tidak diturunkan ke generasi lalat berikutnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penularan kongenital dapat terjadi pada manusia. Penularan langsung secara mekanis dapat terjadi melalui darah pada probosis Glossina dan serangga penggigit lainnya, seperti lalat kuda, atau karena kecelakaan di laboratorium.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6.   Masa Inkubasi   &lt;br /&gt;Masa inkubasi  infeksi  T.b. rhodiensiense  yang  lebih  virulen, biasanya 3 hari sampai dengan beberapa minggu. Masa inkubasi infeksi T.b gambiense yang lebih kronik, berlangsung lebih lama yaitu beberapa bulan sampai bahkan beberapa tahun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7.      Masa Penularan  &lt;br /&gt;        Penularan kepada lalat tsetse terjadi selama ada parasit didalam darah manusia dan hewan yang terinfeksi. Parasitemia muncul dengan intensitas bervariasi pada saat-saat tertentu pada kasus-kasus yang tidak di obati, parasitemia terjadi pada semua stadium tahapan penyakit. Pada suatu penelitian yang dilakukan terhadap penyakit rhodesiense, parasitemia ditemukan hanya pada 60 % kasus infeksi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.      Kerentanan dan kekebalan &lt;br /&gt;        Semua orang rentan terhadap penyakit ini. Kadang kala terjadi infeksi tanpa gejala baik pada infeksi T b. Gambiense maupun infeksi T.b. rhodesiense. Pernah ada yang melaporkan bahwa ada penderita dengan infeksi jenis gambience tanpa gejala SSP yang sembuh spontan namun laporan ini belum terbukti kebenarannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9.      Cara-cara pemberantasan &lt;br /&gt;A.      Cara-cara Pencegahan &lt;br /&gt;Memilih cara pencegahan yang tepat harus di dasari pada pengetahuan dan pengenalan ekologi dari vektor dan penyebab penyakit disuatu wilayah. Dengan pengetahuan tersebut,  maka suatu daerah  dengan keadaan geografis tertentu, dapat dilakukan satu atau beberapa langkah berikut sebagai langkah prioritas dalam upaya pencegahan :&lt;br /&gt;1).   Berikan Penyuluhan kepada masyarakat tentang cara-cara perlindungan diri terhadap gigitan lalat tsetse.&lt;br /&gt;2).   Menurunkan populasi parasit melalui survei masyarakat untuk menemukan mereka yang terinfeksi, obati mereka yang terinfeksi.&lt;br /&gt;3).   Bila perlu hancurkan habitat lalat tsetse, namun tidak dianjurkan  untuk menghancurkan vegetasi secara tidak merata. Membersihkan semak-semak dan memotong rumput disekitar desa sangat bermanfaat pada saat terjadi penularan peridomestik. Apabila pada wilayah yang telah dibersihkan dari vegetasi liar dilakukan reklamasi dan dimanfaatkan untuk lahan pertanian maka masalah vektor teratasi untuk selamanya.&lt;br /&gt;4)  Mengurangi kepadatan lalat dengan menggunakan perangkap dan kelambu yang sudah dicelup dengan deltametrin serta dengan penyemprotan insektisida residual (perythroid sintetik 5%, DDT, dan dieldrin 3% merupakan insektidida yang efektif). Dalam situasi darurat gunakan insektisida aerosol yang disemprotkan dari udara.&lt;br /&gt;5)       Melarang orang-orang yang pernah tinggal atau pernah mengunjungi daerah endemis di Afrika untuk menjadi donor darah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B.      Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;1)       Laporan kepada Instansi Kesehatan setempat : Di daerah endemis tertentu, kembangkan sistem pencatatan dan pelaporan. Dan galakkan upaya pencegahan dan pemberantasan. Disebagian besar negara penyakit ini bukan penyakit yang wajib di laporkan kelas 3 B (lihat tentang pelaporan Penyakit Menular).&lt;br /&gt;2)       Isolasi: Tidak dilakukan. Cegahlah agar lalat tsetse tidak menggigit penderita trypanosomiasis. Di beberapa negara, diberlakukan peraturan pembatasan gerak dari pasien-pasien yang tidak diobati.&lt;br /&gt;3)    Disinfeksi serentak: Tidak dilakukan&lt;br /&gt;4)       Karantina:  Tidak dilakukan&lt;br /&gt;5)       Imunisasi terhadap kontak: Tidak dilakukan&lt;br /&gt;6)       Investigasi kontak dan sumber infeksi : Bila penderita merupakan anggota dari rombongan wisatawan merupakan anggota dari rombongan wisatawan, maka anggota lain dari rombongan tersebut harus diberi tahu agar berhati-hati dan terhadap mereka dilakukan investigasi.&lt;br /&gt;7)  Pengobatan spesifik: Bila tidak terjadi perubahan gambaran sel dan kadar protein pada LCS, suramin merupakan obat pilihan untuk infeksi T.b. rhodiense  dan pentamidine untuk infeksi T.b. gambiense. Namun obat-obat ini tidak dapat menembus barier darah otak.&lt;br /&gt;        T.b. rhodesiense, mungkin sudah resistens terhadap pentamidine, Melarsoprol (Mel-B®) telah digunakan dengan hasil yang sangat efektif untuk mengobati pasien dengan gambaran LCS abnormal untuk semua jenis parasit, namun efek samping yang berat mungkin dapat terjadi pada 5 % - 10 % dari penderita.&lt;br /&gt;        Suramin dan melarsoprol bisa didapatkan dan tersedia di Depot Farmasi CDC Atlanta untuk tujuan penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Eflornithin (difluoromethylornithine (DFMO), Ornidyl®) lebih baik digunakan untuk pengobatan penyakit gambiense SSP, obat ini sejak tahun 1999 tidak ada dalam persediaan lagi di CDC Atlanta dan penyediaan obat ini oleh WHO dimasa yang akan datang tidak dapat dipastikan. Terhadap semua penderita yang sudah diobati harus dilakukan pemeriksaan ulang 3, 6 dan 24 bulan setelah pengobatan untuk mencegah kemungkinan relaps.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C.      Penanggulangan Wabah&lt;br /&gt;Dalam keadaan KLB lakukkan survei massal yang terorganisasikan dengan baik dan berikan pengobatan bagi penderita yang ditemukan serta lakukan pengendalian lalat tsetse.&lt;br /&gt;Bila terjadi lagi KLB di daerah yang sama walaupun sudah melaksanakan upaya-upaya pemberantasan, maka upaya-upaya yang tercantum pada butir 9A harus dilakukan dengan lebih giat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D.     Implikasi bencana: Tidak ada. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E.      Penanganan Internasional :&lt;br /&gt;Meningkatkan upaya kerjasama lintas sektor di daerah endemis. Penyebar luasan informasi dan meningkatkan tersedianya bahan dan alat diagnosa sederhana untuk skrining dan upaya sederhana pengendalian vektor. &lt;br /&gt;Kembangkan sistem yang efektif pendistribusian reagen dan obat-obatan. Kembangkan sistem pelatihan pada tingkat nasional dan internasional. Manfaatkan pusat-pusat kerjasama WHO.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-4704520309540552853?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/4704520309540552853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/lalat-tse-tse.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4704520309540552853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4704520309540552853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/lalat-tse-tse.html' title='lalat tse tse'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-8644788651645563622</id><published>2010-06-01T22:09:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T22:09:25.308-07:00</updated><title type='text'>Cidera Kepala</title><content type='html'>Askep Klien Dengan Cidera Kepala &lt;br /&gt;KONSEP DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala, tulang tengkorak atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala. (Suriadi &amp; Rita Yuliani, 2001)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Klasifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi trauma kepala berdasarkan Nilai Skala Glasgow (SKG):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• GCS 13 – 15&lt;br /&gt;• Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit.&lt;br /&gt;• Tidak ada kontusio tengkorak, tidak ada fraktur cerebral, hematoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• GCS 9 – 12&lt;br /&gt;• Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.&lt;br /&gt;• Dapat mengalami fraktur tengkorak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Berat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• GCS 3 – 8&lt;br /&gt;• Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam.&lt;br /&gt;• Juga meliputi kontusio serebral, laserasi, atau hematoma intrakranial.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kecelakaan, jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor atau sepeda, dan mobil.&lt;br /&gt;• Kecelakaan pada saat olah raga, anak dengan ketergantungan.&lt;br /&gt;• Cedera akibat kekerasan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Patofisiologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cedera memegang peranan yang sangat besar dalam menentukan berat ringannya konsekuensi patofisiologis dari suatu trauma kepala. Cedera percepatan (aselerasi) terjadi jika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam, seperti trauma akibat pukulan benda tumpul, atau karena kena lemparan benda tumpul. Cedera perlambatan (deselerasi) adalah bila kepala membentur objek yang secara relatif tidak bergerak, seperti badan mobil atau tanah. Kedua kekuatan ini mungkin terjadi secara bersamaan bila terdapat gerakan kepala tiba-tiba tanpa kontak langsung, seperti yang terjadi bila posisi badan diubah secara kasar dan cepat. Kekuatan ini bisa dikombinasi dengan pengubahan posisi rotasi pada kepala, yang menyebabkan trauma regangan dan robekan pada substansi alba dan batang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cedera primer, yang terjadi pada waktu benturan, mungkin karena memar pada permukaan otak, laserasi substansi alba, cedera robekan atau hemoragi. Sebagai akibat, cedera sekunder dapat terjadi sebagai kemampuan autoregulasi serebral dikurangi atau tak ada pada area cedera. Konsekuensinya meliputi hiperemi (peningkatan volume darah) pada area peningkatan permeabilitas kapiler, serta vasodilatasi arterial, semua menimbulkan peningkatan isi intrakranial, dan akhirnya peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan cedera otak sekunder meliputi hipoksia, hiperkarbia, dan hipotensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genneralli dan kawan-kawan memperkenalkan cedera kepala “fokal” dan “menyebar” sebagai kategori cedera kepala berat pada upaya untuk menggambarkan hasil yang lebih khusus. Cedera fokal diakibatkan dari kerusakan fokal yang meliputi kontusio serebral dan hematom intraserebral, serta kerusakan otak sekunder yang disebabkan oleh perluasan massa lesi, pergeseran otak atau hernia. Cedera otak menyebar dikaitkan dengan kerusakan yang menyebar secara luas dan terjadi dalam empat bentuk yaitu: cedera akson menyebar, kerusakan otak hipoksia, pembengkakan otak menyebar, hemoragi kecil multipel pada seluruh otak. Jenis cedera ini menyebabkan koma bukan karena kompresi pada batang otak tetapi karena cedera menyebar pada hemisfer serebral, batang otak, atau dua-duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hilangnya kesadaran kurang dari 30 menit atau lebih&lt;br /&gt;• Kebungungan&lt;br /&gt;• Iritabel&lt;br /&gt;• Pucat&lt;br /&gt;• Mual dan muntah&lt;br /&gt;• Pusing kepala&lt;br /&gt;• Terdapat hematoma&lt;br /&gt;• Kecemasan&lt;br /&gt;• Sukar untuk dibangunkan&lt;br /&gt;• Bila fraktur, mungkin adanya ciran serebrospinal yang keluar dari hidung (rhinorrohea) dan telinga (otorrhea) bila fraktur tulang temporal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hemorrhagie&lt;br /&gt;• Infeksi&lt;br /&gt;• Edema&lt;br /&gt;• Herniasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Laboratorium: darah lengkap (hemoglobin, leukosit, CT, BT)&lt;br /&gt;• Rotgen Foto&lt;br /&gt;• CT Scan&lt;br /&gt;• MRI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum penatalaksanaan therapeutic pasien dengan trauma kepala adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1. Observasi 24 jam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2. Jika pasien masih muntah sementara dipuasakan terlebih dahulu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3. Berikan terapi intravena bila ada indikasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 4. Anak diistirahatkan atau tirah baring.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5. Profilaksis diberikan bila ada indikasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6. Pemberian obat-obat untuk vaskulasisasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 7. Pemberian obat-obat analgetik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 8. Pembedahan bila ada indikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9. Rencana Pemulangan / Discharge Planning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.&lt;br /&gt; Jelaskan tentang kondisi anak yang memerlukan perawatan dan pengobatan.&lt;br /&gt; 2.&lt;br /&gt; Ajarkan orang tua untuk mengenal komplikasi, termasuk menurunnya kesadaran, perubahan gaya berjalan, demam, kejang, sering muntah, dan perubahan bicara.&lt;br /&gt; 3.&lt;br /&gt; Jelaskan tentang maksud dan tujuan pengobatan, efek samping, dan reaksi dari pemberian obat.&lt;br /&gt; 4.&lt;br /&gt; Ajarkan orang tua untuk menghindari injuri bila kejang: penggunaan sudip lidah, mempertahankan jalan nafas selama kejang.&lt;br /&gt; 5.&lt;br /&gt; Jelaskan dan ajarkan bagaimana memberikan stimulasi untuk aktivitas sehari-hari di rumah, kebutuhan kebersihan personal, makan-minum. Aktivitas bermain, dan latihan ROM bila anak mengalami gangguan mobilitas fisik.&lt;br /&gt; 6.&lt;br /&gt; Ajarkan bagaimana untuk mencegah injuri, seperti gangguan alat pengaman.&lt;br /&gt; 7.&lt;br /&gt; Tekankan pentingnya kontrol ulang sesuai dengan jadual.&lt;br /&gt; 8.&lt;br /&gt; Ajarkan pada orang tua bagaimana mengurangi peningkatan tekanan intrakranial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KONSEP KEPERAWATAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A. Pengkajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Riwayat kesehatan: waktu kejadian, penyebab trauma, posisi saat kejadian, status kesadaran saat kejadian, pertolongan yang diberikan segera setelah kejadian.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;• Sistem respirasi : suara nafas, pola nafas (kusmaull, cheyene stokes, biot, hiperventilasi, ataksik)&lt;br /&gt;• Kardiovaskuler : pengaruh perdarahan organ atau pengaruh PTIK&lt;br /&gt;• Sistem saraf :&lt;br /&gt;• Kesadaran à GCS.&lt;br /&gt;• Fungsi saraf kranial à trauma yang mengenai/meluas ke batang otak akan melibatkan penurunan fungsi saraf kranial.&lt;br /&gt;• Fungsi sensori-motor à adakah kelumpuhan, rasa baal, nyeri, gangguan diskriminasi suhu, anestesi, hipestesia, hiperalgesia, riwayat kejang.&lt;br /&gt;• Sistem pencernaan&lt;br /&gt;• Bagaimana sensori adanya makanan di mulut, refleks menelan, kemampuan mengunyah, adanya refleks batuk, mudah tersedak. Jika pasien sadar à tanyakan pola makan?&lt;br /&gt;• Waspadai fungsi ADH, aldosteron : retensi natrium dan cairan.&lt;br /&gt;• Retensi urine, konstipasi, inkontinensia.&lt;br /&gt;• Kemampuan bergerak : kerusakan area motorik à hemiparesis/plegia, gangguan gerak volunter, ROM, kekuatan otot.&lt;br /&gt;• Kemampuan komunikasi : kerusakan pada hemisfer dominan à disfagia atau afasia akibat kerusakan saraf hipoglosus dan saraf fasialis.&lt;br /&gt;• Psikososial à data ini penting untuk mengetahui dukungan yang didapat pasien dari keluarga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Diagnosa keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa keperawatan yang mungkin timbul adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.&lt;br /&gt; Resiko tidak efektifnya bersihan jalan nafas dan tidak efektifnya pola nafas berhubungan dengan gagal nafas, adanya sekresi, gangguan fungsi pergerakan, dan meningkatnya tekanan intrakranial.&lt;br /&gt; 2.&lt;br /&gt; Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan edema serebral dan peningkatan tekanan intrakranial.&lt;br /&gt; 3.&lt;br /&gt; Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan tirah baring dan menurunnya kesadaran.&lt;br /&gt; 4.&lt;br /&gt; Resiko kurangnya volume cairan berhubungan mual dan muntah.&lt;br /&gt; 5.&lt;br /&gt; Resiko injuri berhubungan dengan menurunnya kesadaran atau meningkatnya tekanan intrakranial.&lt;br /&gt; 6.&lt;br /&gt; Nyeri berhubungan dengan trauma kepala.&lt;br /&gt; 7.&lt;br /&gt; Resiko infeksi berhubungan dengan kondisi penyakit akibat trauma kepala.&lt;br /&gt; 8.&lt;br /&gt; Kecemasan orang tua-anak berhubungan dengan kondisi penyakit akibat trauma kepala.&lt;br /&gt; 9.&lt;br /&gt; Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan immobilisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Intervensi Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Resiko tidak efektifnya jalan nafas dan tidak efektifnya pola nafas berhubungan dengan gagal nafas, adanya sekresi, gangguan fungsi pergerakan, dan meningkatnya tekanan intrakranial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Pola nafas dan bersihan jalan nafas efektif yang ditandai dengan tidak ada sesak atau kesukaran bernafas, jalan nafas bersih, dan pernafasan dalam batas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kaji Airway, Breathing, Circulasi.&lt;br /&gt;• Kaji anak, apakah ada fraktur cervical dan vertebra. Bila ada hindari memposisikan kepala ekstensi dan hati-hati dalam mengatur posisi bila ada cedera vertebra.&lt;br /&gt;• Pastikan jalan nafas tetap terbuka dan kaji adanya sekret. Bila ada sekret segera lakukan pengisapan lendir.&lt;br /&gt;• Kaji status pernafasan kedalamannya, usaha dalam bernafas.&lt;br /&gt;• Bila tidak ada fraktur servikal berikan posisi kepala sedikit ekstensi dan tinggikan 15 – 30 derajat.&lt;br /&gt;• Pemberian oksigen sesuai program.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan edema serebral dan peningkatan tekanan intrakranial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Perfusi jaringan serebral adekuat yang ditandai dengan tidak ada pusing hebat, kesadaran tidak menurun, dan tidak terdapat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tinggikan posisi kepala 15 – 30 derajat dengan posisi “midline” untuk menurunkan tekanan vena jugularis.&lt;br /&gt;• Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya&lt;br /&gt;• peningkatan tekanan intrakranial: fleksi atau hiperekstensi pada leher, rotasi kepala, valsava meneuver, rangsangan nyeri, prosedur (peningkatan lendir atau suction, perkusi).&lt;br /&gt;• tekanan pada vena leher.&lt;br /&gt;• pembalikan posisi dari samping ke samping (dapat menyebabkan kompresi pada vena leher).&lt;br /&gt;• Bila akan memiringkan anak, harus menghindari adanya tekukan pada anggota badan, fleksi (harus bersamaan).&lt;br /&gt;• Berikan pelembek tinja untuk mencegah adanya valsava maneuver.&lt;br /&gt;• Hindari tangisan pada anak, ciptakan lingkungan yang tenang, gunakan sentuhan therapeutic, hindari percakapan yang emosional.&lt;br /&gt;• Pemberian obat-obatan untuk mengurangi edema atau tekanan intrakranial sesuai program.&lt;br /&gt;• Pemberian terapi cairan intravena dan antisipasi kelebihan cairan karena dapat meningkatkan edema serebral.&lt;br /&gt;• Monitor intake dan out put.&lt;br /&gt;• Lakukan kateterisasi bila ada indikasi.&lt;br /&gt;• Lakukan pemasangan NGT bila indikasi untuk mencegah aspirasi dan pemenuhan nutrisi.&lt;br /&gt;• Libatkan orang tua dalam perawatan anak dan jelaskan hal-hal yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan tirah baring dan menurunnya kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Kebutuhan sehari-hari anak terpenuhi yang ditandai dengan berat badan stabil atau tidak menunjukkan penurunan berat badan, tempat tidur bersih, tubuh anak bersih, tidak ada iritasi pada kulit, buang air besar dan kecil dapat dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bantu anak dalam memenuhi kebutuhan aktivitas, makan – minum, mengenakan pakaian, BAK dan BAB, membersihkan tempat tidur, dan kebersihan perseorangan.&lt;br /&gt;• Berikan makanan via parenteral bila ada indikasi.&lt;br /&gt;• Perawatan kateter bila terpasang.&lt;br /&gt;• Kaji adanya konstipasi, bila perlu pemakaian pelembek tinja untuk memudahkan BAB.&lt;br /&gt;• Libatkan orang tua dalam perawatan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan demonstrasikan, seperti bagaimana cara memandikan anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Resiko kurangnnya volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Tidak ditemukan tanda-tanda kekurangan volume cayran atau dehidrasi yang ditandai dengan membran mukosa lembab, integritas kulit baik, dan nilai elektrolit dalam batas normal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kaji intake dan out put.&lt;br /&gt;• Kaji tanda-tanda dehidrasi: turgor kulit, membran mukosa, dan ubun-ubun atau mata cekung dan out put urine.&lt;br /&gt;• Berikan cairan intra vena sesuai program.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Resiko injuri berhubungan dengan menurunnya kesadaran atau meningkatnya tekanan intrakranial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Anak terbebas dari injuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kaji status neurologis anak: perubahan kesadaran, kurangnya respon terhadap nyeri, menurunnya refleks, perubahan pupil, aktivitas pergerakan menurun, dan kejang.&lt;br /&gt;• Kaji tingkat kesadaran dengan GCS&lt;br /&gt;• Monitor tanda-tanda vital anak setiap jam atau sesuai dengan protokol.&lt;br /&gt;• Berikan istirahat antara intervensi atau pengobatan.&lt;br /&gt;• Berikan analgetik sesuai program.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Nyeri berhubungan dengan trauma kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Anak akan merasa nyaman yang ditandai dengan anak tidak mengeluh nyeri, dan tanda-tanda vital dalam batas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kaji keluhan nyeri dengan menggunakan skala nyeri, catat lokasi nyeri, lamanya, serangannya, peningkatan nadi, nafas cepat atau lambat, berkeringat dingin.&lt;br /&gt;• Mengatur posisi sesuai kebutuhan anak untuk mengurangi nyeri.&lt;br /&gt;• Kurangi rangsangan.&lt;br /&gt;• Pemberian obat analgetik sesuai dengan program.&lt;br /&gt;• Ciptakan lingkungan yang nyaman termasuk tempat tidur.&lt;br /&gt;• Berikan sentuhan terapeutik, lakukan distraksi dan relaksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya injuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Anak akan terbebas dari infeksi yang ditandai dengan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi: suhu tubuh dalam batas normal, tidak ada pus dari luka, leukosit dalam batas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kaji adanya drainage pada area luka.&lt;br /&gt;• Monitor tanda-tanda vital: suhu tubuh.&lt;br /&gt;• Lakukan perawatan luka dengan steril dan hati-hati.&lt;br /&gt;• Kaji tanda dan gejala adanya meningitis, termasuk kaku kuduk, iritabel, sakit kepala, demam, muntah dan kenjang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Kecemasan orang tua berhubungan dengan kondisi penyakit akibat trauma kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Anak dan orang tua akan menunjukkan rasa cemas berkurang yang ditandai dengan tidak gelisah dan orang tua dapat mengekspresikan perasaan tentang kondisi dan aktif dalam perawatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jelaskan pada anak dan orang tua tentang prosedur yang akan dilakukan, dan tujuannya.&lt;br /&gt;• Anjurkan orang tua untuk selalu berada di samping anak.&lt;br /&gt;• Ajarkan anak dan orang tua untuk mengekspresikan perasaan.&lt;br /&gt;• Gunakan komunikasi terapeutik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan immobilisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Tidak ditemukan tanda-tanda gangguan integritas kulit yang ditandai dengan kulit tetap utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lakukan latihan pergerakan (ROM).&lt;br /&gt;• Pertahankan posisi postur tubuh yang sesuai.&lt;br /&gt;• Rubah posisi setiap 2 jam sekali atau sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak.&lt;br /&gt;• Kaji area kulit: adanya lecet.&lt;br /&gt;• Lakukan “back rub” setelah mandi di area yang potensial menimbulkan lecet dan pelan-pelan agar tidak menimbulkan nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Trauma kepala terdiri dari trauma kulit kepala, tulang kranial dan otak. Klasifikasi cedera kepala meliputi trauma kepala tertutup dan trauma kepala terbuka yang diakibatkan oleh mekanisme cedera yaitu cedera percepatan (aselerasi) dan cedera perlambatan (deselerasi).&lt;br /&gt;Cedera kepala primer pada trauma kepala menyebabkan edema serebral, laserasi atau hemorragi. Sedangkan cedera kepala sekunder pada trauma kepala menyebabkan berkurangnya kemampuan autoregulasi pang pada akhirnya menyebabkan terjadinya hiperemia (peningkatan volume darah dan PTIK). Selain itu juga dapat menyebabkan terjadinya cedera fokal serta cedera otak menyebar yang berkaitan dengan kerusakan otak menyeluruh.&lt;br /&gt;Komplikasi dari trauma kepala adalah hemorragi, infeksi, odema dan herniasi. Penatalaksanaan pada pasien dengan trauma kepala adalah dilakukan observasi dalam 24 jam, tirah baring, jika pasien muntah harus dipuasakan terlebih dahulu dan kolaborasi untuk pemberian program terapi serta tindakan pembedahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Suriadi &amp; Rita Yuliani. Asuhan Keperawatan Pada Anak , Edisi I. Jakarta: CV Sagung Seto; 2001.&lt;br /&gt;• Hudak &amp; Gallo. Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik , Volume II. Jakarta: EGC; 1996.&lt;br /&gt;• Cecily LB &amp; Linda AS. Buku Saku Keperawatan Pediatrik . Edisi 3. Jakarta: EGC; 2000.&lt;br /&gt;• Suzanne CS &amp; Brenda GB. Buku Ajar Medikal Bedah . Edisi 8. Volume 3. Jakarta: EGC; 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-8644788651645563622?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/8644788651645563622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/cidera-kepala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8644788651645563622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8644788651645563622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/cidera-kepala.html' title='Cidera Kepala'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-7443033464839264786</id><published>2010-06-01T22:02:00.001-07:00</published><updated>2010-06-01T22:02:25.496-07:00</updated><title type='text'>Askep ansietas</title><content type='html'>Askep ansietas &lt;br /&gt;Ansietas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan dimana individu/kelompok mengalami perasaan gelisah (penilaian atau opini) dan aktivasi system syaraf autonom dalam berespons terhadap ancaman tidak jelas, non spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Setiap faktor yang mengganggu kebutuhan dasar manusia akan makanan, air, kenyamanan, dan keamanan.&lt;br /&gt;Situasional&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ancaman aktual atau yang dirasakan terhadap konsep diri :&lt;br /&gt; Kehilangan benda-benda yang dimiliki&lt;br /&gt; Kegagalan (atau keberhasilan)&lt;br /&gt; Perubahan dalam status atau prestise&lt;br /&gt; Kurang penghargaan dari orang lain&lt;br /&gt; Dilema etik&lt;br /&gt;Berhubungan dengan kehilangan orang terdekat (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Kematian&lt;br /&gt; Perceraian&lt;br /&gt; Tekanan budaya&lt;br /&gt; Perpindahan&lt;br /&gt; Perpisahan sementara atau permanen&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ancaman integritas biologis (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Menjelang kematian&lt;br /&gt; Serangan&lt;br /&gt; Penyakit&lt;br /&gt; Prosedur invasif&lt;br /&gt;Berhubungan dengan perubahan dalam lingkungan (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Perawatan rumah sakit&lt;br /&gt; Perpindahan&lt;br /&gt; Pensiun&lt;br /&gt; Bahaya terhadap keamanan&lt;br /&gt; Polutan lingkungan&lt;br /&gt;Berhubungan dengan perubahan status sosioekonomi (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Pengangguran&lt;br /&gt; Pekerjaan baru&lt;br /&gt; Promosi&lt;br /&gt;Berhubungan dengan transmisi ansietas orang lain terhadap individu.&lt;br /&gt;Maturasional&lt;br /&gt;Bayi/anak&lt;br /&gt; Berhubungan dengan perpisahan&lt;br /&gt; Berhubungan dengan lingkungan atau orang asing&lt;br /&gt; Berhubungan dengan perubahan hubungan sebaya&lt;br /&gt;Remaja&lt;br /&gt; Berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri :&lt;br /&gt; Perkembangan seksual&lt;br /&gt; Perubahan hubungan dengan teman sebaya&lt;br /&gt;Dewasa&lt;br /&gt; Berhubungan dengan konsep diri :&lt;br /&gt; Kehamilan&lt;br /&gt; Menjadi orang tua&lt;br /&gt; Perubahan karir&lt;br /&gt; Efek penuaan&lt;br /&gt;Lansia&lt;br /&gt; Berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri :&lt;br /&gt; Kehilangan sensori&lt;br /&gt; Kehilangan motorik&lt;br /&gt; Masalah finansial&lt;br /&gt; Perubahan pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang harus ada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peningkatan frekwensi denyut jantung&lt;br /&gt; Insomnia&lt;br /&gt; Kenaikan tekanan darah&lt;br /&gt; Keletihan dan kelamahan&lt;br /&gt; Peningkatan frekwensi pernapasan&lt;br /&gt; Semburat merah atau pucat&lt;br /&gt; Diaforesis &lt;br /&gt;Mulut kering&lt;br /&gt;Dilatasi pupil&lt;br /&gt;Pegal-pegal dan nyeri&lt;br /&gt;Perubahan tinggi suara/suara tremor&lt;br /&gt;Gemetar&lt;br /&gt;Kegelisahan&lt;br /&gt;Palpitasi&lt;br /&gt;Pingsan/pusing&lt;br /&gt;Mual-mual atau muntah&lt;br /&gt;Parestesia&lt;br /&gt;Sering berkemih&lt;br /&gt;Bercak kemerahan&lt;br /&gt;Diare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Klien mengaku tentang&lt;br /&gt;Keprihatinan&lt;br /&gt;Ketidak-berdayaan&lt;br /&gt;Kehilangan kontrol&lt;br /&gt;Kegelisahan&lt;br /&gt;Ketegangan atau menjadi sangat gembira&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk rileks&lt;br /&gt;Ketidakberuntungan yang diantisipasi&lt;br /&gt;Klien memperlihatkan&lt;br /&gt;Peka rangsang/tidak sabar&lt;br /&gt;Mengkritik diri sendiri dan orang lain&lt;br /&gt;Marah meledak-ledak&lt;br /&gt;Menarik diri&lt;br /&gt;Menangis&lt;br /&gt;Kurang inisiatif&lt;br /&gt;Kecenderungan menyalahkan orang lain&lt;br /&gt;Mencela diri sendiri&lt;br /&gt;Reaksi terkejut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kognitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi&lt;br /&gt;Kurang waspada terhadap lingkungan sekitar&lt;br /&gt;Pelupa&lt;br /&gt;Melamun&lt;br /&gt;Berorientasi pada masa lalu&lt;br /&gt;Pikiran buntu&lt;br /&gt;Terlalu perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan :&lt;br /&gt;1. Menggambarkan ansietas dan pola kopingnya&lt;br /&gt;2. Menghubungkan peningkatan psikologi dan kenyamanan fisiologis&lt;br /&gt;3. Menggunakan mekanisme koping yang efektif dalam menangani ansietas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaji ansietas : ringan, sedang, berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberikan ketentraman dan kenyamanan hati&lt;br /&gt;a. Tinggal bersama klien&lt;br /&gt;b. Jangan atau meminta klien untuk membuat keputusan&lt;br /&gt;c. Berbicara dengan tenang dan perlahan, menggunakan kalimat yang pendak dan sederhana&lt;br /&gt;d. Waspada terhadap perhatian anda sendiri dan hindari ansietas yang timbal balik&lt;br /&gt;e. Perlihatkan rasa empati (mis ; datang dengan tenang, menyentuh, membiarkan menangis, berbicara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Singkirkan stimulasi yang berlebih (mis; tempatkan klien di ruangan yang lebih tenang); batasi kontak dengan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila ansietas telah berkurang, bantu klien untuk mengenali ansietas dengan tujuan untuk mulai memahami atau memecahkan masalah&lt;br /&gt;a. Berikan dorongan klien untuk mengingat dan menganalisa peristiwa ansietas serupa.&lt;br /&gt;b. Gali perilaku alternatif apa yang mungkin telah digunakan jika kopingnya maladaptif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bantu klien yang sedang marah&lt;br /&gt;a. identifikasi adanya marah (mis; perasaan frustasi, ansietas, ketidakberdayaan, adanya peka rangsang, berbicara meledak-ledak)&lt;br /&gt;b. Kenali reaksi anda terhadap perilaku klien; waspadai perasaan anda sendiri dalam bekerja dengan individu yang sedang marah.&lt;br /&gt;c. Bantu dalam membuat hubungan antara frustasi dengan perasaan selanjutnya.&lt;br /&gt;d. Sebutkan batasan-batasan dengan jelas; katakan pada individu apa yang benar-benar diharapkan (mis; ”Saya tidak dapat membiarkan anda berteriak”[melempar benda-benda, dsb]).&lt;br /&gt;e. Ketika menyebutkan perilaku yang tidak dapat diterima, berikan suatu alternatif (mis; beri ruangan yang tenang, aktifitas fisik, kesempatan untuk berkomunikasi dari hati ke hati)&lt;br /&gt;f. Kembangkan strategi modifikasi perilaku; bicarakan dengan seluruh personil yang terlibat agar konsisten&lt;br /&gt;g. Lakukan interaksi dengan klien apabila dia tidak banyak menuntut atau manipulatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bila berkenan, berikan aktifitas yang dapat mengurangi ketegangan (mis; aktivitas fisik, permainan-permainan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bantu anak yang sedang marah&lt;br /&gt;a. Berikan dorongan pada anak untuk mengungkapkan kemarahannya (mis; ”Apa yang kamu rasakan ketika disuntik?”, ” Bagaimana perasaanmu jika Mimin tidak mau bermain denganmu?”)&lt;br /&gt;b. Katakan pada anak bahwa marah adalah hal yang biasa (mis;”Saya kadang-kadang marah jika saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan.”)&lt;br /&gt;c. Berikan dorongan dan biarkan anak untuk mengekspresikan marah dalam cara yang dapat diterima (mis; berbicara keras-keras, memukul mainan, berlari keluar mengelilingi rumah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Untuk orang-orang yang diidentifikasi mengalami ansietas kronis dan mekanisme koping maladaptif, rujuk untuk penanganan psikiatrik berkelanjutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-7443033464839264786?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/7443033464839264786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/askep-ansietas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7443033464839264786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7443033464839264786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/askep-ansietas.html' title='Askep ansietas'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-1429341844530918927</id><published>2010-06-01T21:59:00.001-07:00</published><updated>2010-06-01T21:59:21.562-07:00</updated><title type='text'>Diagnosa NANDA : Risiko terhadap infeksi</title><content type='html'>Diagnosa NANDA : Risiko terhadap infeksi &lt;br /&gt;Definisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan dimana seorang individu berisiko terserang oleh agen patogenik dan oportunistik (virus, jamur, bakteri, protozoa, atau parasit lain) dari sumber-sumber eksternal, sumber-sumber eksogen dan endogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt; Berhubungan dengan melemahnya daya tahan tubuh penjamu&lt;br /&gt; Penyakit kronis&lt;br /&gt;Kanker&lt;br /&gt;Gagal ginjal&lt;br /&gt;Artritis&lt;br /&gt;Gangguan hematologi&lt;br /&gt;Diabetes mellitus&lt;br /&gt;Gangguan hepatik&lt;br /&gt;Gangguan pernapasan&lt;br /&gt;Penyakit kolagen&lt;br /&gt;Gangguan yang diturunkan&lt;br /&gt; Alkoholisme&lt;br /&gt;Imunosupresi&lt;br /&gt;Imunodefisiensi&lt;br /&gt;Perubahan atau insufisiensi leukosit&lt;br /&gt;Diskrasia darah&lt;br /&gt;Perubahan sistem integumen&lt;br /&gt;Penyakit periodontal&lt;br /&gt; Berhubungan dengan melemahnya sirkulasi&lt;br /&gt; Limfaedema&lt;br /&gt; Obesitas&lt;br /&gt; Penyakit vaskuler perifer&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt;Berhubungan dengan tempat masuknya organisme&lt;br /&gt; Pembedahan&lt;br /&gt;Dialisis&lt;br /&gt;Nutrisi parenteral total&lt;br /&gt;Adanya saluran invasif&lt;br /&gt;Intubasi&lt;br /&gt;Pemberian makan enteral&lt;br /&gt; Berhubungan dengan melemahnya daya tahan penjamu&lt;br /&gt; Terapi radiasi&lt;br /&gt;Transplan organ&lt;br /&gt;Terapi obat-obatan (mis; kemoterapi, imunosupresan)&lt;br /&gt;Situasional (Personal, lingkungan)&lt;br /&gt; Berhubungan dengan melemahnya daya tahan penjamu&lt;br /&gt; Immobilisasi berkepanjangan&lt;br /&gt;Masa tinggal di rumah sakit meningkat&lt;br /&gt;Malnutrisi&lt;br /&gt;Stres&lt;br /&gt;Merokok&lt;br /&gt;Riwayat infeksi&lt;br /&gt;Berhubungan dengan masuknya organisme&lt;br /&gt; Trauma&lt;br /&gt;Periode postpartum&lt;br /&gt;Gigitan (hewan, manusia, serangga)&lt;br /&gt;Cedera termal&lt;br /&gt;Lingkungan hangat, lembab, gelap (lipatan kulit, bidai)&lt;br /&gt;Berhubungan dengan kontak agen-agen menular (nosokomial atau yang didapat dari komunitas)&lt;br /&gt;Maturisional&lt;br /&gt; (Bayi baru lahir)&lt;br /&gt; Berhubungan dengan peningkatan kerentanan bayi&lt;br /&gt; Kurangnya antibodi maternal&lt;br /&gt; Kurangnya flora normal&lt;br /&gt; Luka terbuka (umbilikus, sirkumsisi)&lt;br /&gt; (Bayi/anak)&lt;br /&gt; Berhubungan dengan kerentanan&lt;br /&gt; Kurang imunisasi&lt;br /&gt; (Lansia)&lt;br /&gt; Berhubungan dengan kerentanan lansia&lt;br /&gt; Kondisi yang melemah&lt;br /&gt; Penurunan respons imun&lt;br /&gt; Penyakit kronis multiple&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu akan :&lt;br /&gt;1. Memperlihat teknik cuci tangan yang sangat cermat.&lt;br /&gt;2. Bebas dari proses infeksi nosokomial selama perawatan di rumah sakit&lt;br /&gt;3. Memperlihatkan kemampuan tentang faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk mencegah infeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Identifikasi individu yang berisiko terhadap infeksi nosokomial&lt;br /&gt;a. Kaji terhadap prediktor&lt;br /&gt;- Infeksi (prabedah)&lt;br /&gt;- Operasi abdomen atau thoraks&lt;br /&gt;- Operasi lebih dari 2 jam&lt;br /&gt;- Prosedur genitouranius&lt;br /&gt;- Instrumentasi (ventilator, pengisap, kateter, nebulizer, trakeostomi, alat pemantau invasif)&lt;br /&gt;- Aestesia&lt;br /&gt;b. Kaji terhadap faktor-faktor yang mengacaukan&lt;br /&gt;- Usia lebih muda dari 1 tahun, atau lebih tua dari 65 tahun&lt;br /&gt;- Obesitas&lt;br /&gt;- Kondisi-kondisi penyakit yang mendasari (PPOK, DM, penyakit kardiovaskuler)&lt;br /&gt;- Penyalahgunaan obat terlarang&lt;br /&gt;- Status nutrisi&lt;br /&gt;- Perokok&lt;br /&gt;2. Kurangi organisme-organisme yang masuk ke dalam tubuh&lt;br /&gt;a. Cuci tangan dengan cermat&lt;br /&gt;b. Teknik antiseptik&lt;br /&gt;c. Tindakan isolasi&lt;br /&gt;d. Diagnostik yang perlu atau prosedur terapeutik&lt;br /&gt;e. Pengurangan mikroorganisme yang dapat ditularkan melalui udara&lt;br /&gt;3. Lindungi individu yang defisit imun dari infeksi&lt;br /&gt;a. Instruksikan individu untuk meminta kepada seluruh pengunjung dan personil untuk mencuci tangan sebelum mendekati individu.&lt;br /&gt;b. Batasi pengunjung bila memungkinkan&lt;br /&gt;c. Batasi alat-alat invasif (IV, spesimen laboratorium) untuk yang benar-benar perlu saja.&lt;br /&gt;d. Ajarkan individu dan anggota keluarga tanda dan gejala infeksi&lt;br /&gt;4. Kurangi kerentanan individu terhadap infeksi&lt;br /&gt;a. Dorong dan pertahankan masukan kalori dan protein dalam diet (lihat Perubahan nutrisi).&lt;br /&gt;b. Pantau penggunaan atau penggunaan berlebihan terapi antimikroba.&lt;br /&gt;c. Berikan terapi antimikroba yang telah diresepkan dalam 15 menit dari waktu yang dijadwalkan&lt;br /&gt;d. Minimalkan lamanya tinggal di rumah sakit&lt;br /&gt;5. Amati terhadap manifestasi klinik infeksi (mis; demam, urine keruh, drainase purulen)&lt;br /&gt;6. Instruksikan individu dan keluarga mengenal penyebab, risiko-risiko dan kekuatan penularan infeksi.&lt;br /&gt;7. Laporkan penyakit-penyakit menular.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-1429341844530918927?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/1429341844530918927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/diagnosa-nanda-risiko-terhadap-infeksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1429341844530918927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1429341844530918927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/diagnosa-nanda-risiko-terhadap-infeksi.html' title='Diagnosa NANDA : Risiko terhadap infeksi'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-1069979355126055503</id><published>2010-06-01T18:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T18:45:11.041-07:00</updated><title type='text'>askep stroke hemoragi</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE &lt;br /&gt;STROKE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Konsep Dasar Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt; Menurut WHO (1997) stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. (Hendro Susilo, 2000)&lt;br /&gt; Menurut Sylvia A. Price (1995) pengertian dari stroke adalah suatu gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologi pada pembuluh darah serebral, misalnya trombosis, embolus, ruptura dinding pembuluh atau penyakit vascular dasar, misalnya aterosklerosis, arteritis, trauma, aneurisma dan kelainan perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Susan Martyn Tucker (1996), definisi Stroke adalah awitan defisit neurologis yang berhubungan dengan penurunan aliran darah serebral yang disebabkan oleh oklusi atau stenosis pembuluh darah karena embolisme, trombosis, atau hemoragi, yang mengakibatkan iskemia otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari beberapa pendapat tentang stroke diatas, maka ditarik kesimpulan bahwa pengertian stroke adalah gangguan sirkulasi serebral yang disebabkan oleh sumbatan atau penyempitan pembuluh darah oleh karena emboli, trombosis atau perdarahan serebral sehingga terjadi penurunan aliran darah ke otak yang timbulnya secara mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke dibagi menjadi dua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Stroke Non Haemoragik&lt;br /&gt; Yaitu gangguan peredaran darah otak tanpa terjadi suatu perdarahan yang ditandai dengan kelemahan pada satu atau keempat anggota gerak atau hemiparese, nyeri kepala, mual, muntah, pandangan kabur dan dysfhagia. Stroke non haemoragik dibagi lagi menjadi dua yaitu stroke embolik dan stroke trombotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Stroke Haemoragik&lt;br /&gt; Yaitu suatu gangguan peredaran darah otak yang ditandai dengan adanya perdarahan intra serebral atau perdarahan subarakhnoid. Tanda yang terjadi adalah penurunan kesadaran, pernapasan cepat, nadi cepat, gejala fokal berupa hemiplegi, pupil mengecil, kaku kuduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Review Anatomi fisiologi&lt;br /&gt;a Otak&lt;br /&gt; Berat otak manusia sekitar 1400 gram dan tersusun oleh kurang lebih 100 triliun neuron. Otak terdiri dari empat bagian besar yaitu serebrum (otak besar), serebelum (otak kecil), brainstem (batang otak), dan diensefalon. (Satyanegara, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Serebrum terdiri dari dua hemisfer serebri, korpus kolosum dan korteks serebri. Masing-masing hemisfer serebri terdiri dari lobus frontalis yang merupakan area motorik primer yang bertanggung jawab untuk gerakan-gerakan voluntar, lobur parietalis yang berperanan pada kegiatan memproses dan mengintegrasi informasi sensorik yang lebih tinggi tingkatnya, lobus temporalis yang merupakan area sensorik untuk impuls pendengaran dan lobus oksipitalis yang mengandung korteks penglihatan primer, menerima informasi penglihatan dan menyadari sensasi warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Serebelum terletak di dalam fosa kranii posterior dan ditutupi oleh duramater yang menyerupai atap tenda yaitu tentorium, yang memisahkannya dari bagian posterior serebrum. Fungsi utamanya adalah sebagai pusat refleks yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot, serta mengubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan sikap tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagian-bagian batang otak dari bawah ke atas adalah medula oblongata, pons dan mesensefalon (otak tengah). Medula oblongata merupakan pusat refleks yang penting untuk jantung, vasokonstriktor, pernafasan, bersin, batuk, menelan, pengeluaran air liur dan muntah. Pons merupakan mata rantai penghubung yang penting pada jaras kortikosereberalis yang menyatukan hemisfer serebri dan serebelum. Mesensefalon merupakan bagian pendek dari batang otak yang berisi aquedikus sylvius, beberapa traktus serabut saraf asenden dan desenden dan pusat stimulus saraf pendengaran dan penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diensefalon di bagi empat wilayah yaitu talamus, subtalamus, epitalamus dan hipotalamus. Talamus merupakan stasiun penerima dan pengintegrasi subkortikal yang penting. Subtalamus fungsinya belum dapat dimengerti sepenuhnya, tetapi lesi pada subtalamus akan menimbulkan hemibalismus yang ditandai dengan gerakan kaki atau tangan yang terhempas kuat pada satu sisi tubuh. Epitalamus berperanan pada beberapa dorongan emosi dasar seseorang. Hipotalamus berkaitan dengan pengaturan rangsangan dari sistem susunan saraf otonom perifer yang menyertai ekspresi tingkah dan emosi. (Sylvia A. Price, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b Sirkulasi darah otak&lt;br /&gt; Otak menerima 17 % curah jantung dan menggunakan 20 % konsumsi oksigen total tubuh manusia untuk metabolisme aerobiknya. Otak diperdarahi oleh dua pasang arteri yaitu arteri karotis interna dan arteri vertebralis. Dan dalam rongga kranium, keempat arteri ini saling berhubungan dan membentuk sistem anastomosis, yaitu sirkulus Willisi.(Satyanegara, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Arteri karotis interna dan eksterna bercabang dari arteria karotis komunis kira-kira setinggi rawan tiroidea. Arteri karotis interna masuk ke dalam tengkorak dan bercabang kira-kira setinggi kiasma optikum, menjadi arteri serebri anterior dan media. Arteri serebri anterior memberi suplai darah pada struktur-struktur seperti nukleus kaudatus dan putamen basal ganglia, kapsula interna, korpus kolosum dan bagian-bagian (terutama medial) lobus frontalis dan parietalis serebri, termasuk korteks somestetik dan korteks motorik. Arteri serebri media mensuplai darah untuk lobus temporalis, parietalis dan frontalis korteks serebri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Arteria vertebralis kiri dan kanan berasal dari arteria subklavia sisi yang sama. Arteri vertebralis memasuki tengkorak melalui foramen magnum, setinggi perbatasan pons dan medula oblongata. Kedua arteri ini bersatu membentuk arteri basilaris, arteri basilaris terus berjalan sampai setinggi otak tengah, dan di sini bercabang menjadi dua membentuk sepasang arteri serebri posterior. Cabang-cabang sistem vertebrobasilaris ini memperdarahi medula oblongata, pons, serebelum, otak tengah dan sebagian diensefalon. Arteri serebri posterior dan cabang-cabangnya memperdarahi sebagian diensefalon, sebagian lobus oksipitalis dan temporalis, aparatus koklearis dan organ-organ vestibular. (Sylvia A. Price, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Darah di dalam jaringan kapiler otak akan dialirkan melalui venula-venula (yang tidak mempunyai nama) ke vena serta di drainase ke sinus duramatris. Dari sinus, melalui vena emisaria akan dialirkan ke vena-vena ekstrakranial. (Satyanegara, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penyebab terjadinya stroke adalah :&lt;br /&gt;a. Stroke Non Haemoragik&lt;br /&gt;1). Trombosis&lt;br /&gt; Trombosis merupakan penyebab stroke paling sering. Trombosis ditemukan pada 40% dari semua kasus stroke yang telah dibuktikan oleh para ahli patologi. Biasanya ada kaitannya dengan kerusakan lokal dinding pembuluh darah akibat aterosklerosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Embolus&lt;br /&gt; Embolisme serebri termasuk urutan kedua dan merupakan 5-15% dari berbagai penyebab utama stroke. Dari penelitian epidemiologi (community based) didapatkan bahwa sekitar 50% dari semua serangan iskemia otak, apakah yang permanen atau yang transien, diakibatkan oleh komplikasi trombotik atau embolik dari ateroma, yang merupakan kelainan dari arteri ukuran besar atau sedang; dan sekitar 25% disebabkan oleh penyakit pembuluh darah kecil di intra cranial dan 20% oleh emboli dari jantung (Lumbantobing, 2001). Penderita embolisme biasanya lebih muda dibanding dengan penderita trombosis Kebanyakan emboli serebri berasal dari suatu thrombus dalam jantung, sehingga masalah yang dihadapi sesungguhnya merupakan perwujudan penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Stroke Haemoragik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Perdarahan serebri&lt;br /&gt; Perdarahan serebri termasuk urutan ketiga dari semua penyebab kasus gangguan pembuluh darah otak dan merupakan persepuluh dari semua kasus penyakit ini. Perdarahan intrakranial biasanya disebabkan oleh ruptura arteria serebri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Pecahnya aneurisma&lt;br /&gt; Biasanya perdarahan serebri terjadi akibat aneurisme yang pecah maka penderita biasanya masih muda dan 20% mempunyai lebih dari satu aneurisme. Dan salah satu dari ciri khas aneurisme adalah kecendrungan mengalami perdarahan ulang (Sylvia A. Price, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Penyebab lain (dapat menimbulkan infark atau perdarahan).&lt;br /&gt;- Trombosis sinus dura&lt;br /&gt;- Diseksi arteri karotis atau vertebralis&lt;br /&gt;- Vaskulitis sistem saraf pusat&lt;br /&gt;- Penyakit moya-moya (oklusi arteri besar intrakranial yang progresif)&lt;br /&gt;- Migran&lt;br /&gt;- Kondisi hyperkoagulasi&lt;br /&gt;- Penyalahgunaan obat (kokain dan amfetamin)&lt;br /&gt;- Kelainan hematologis (anemia sel sabit, polisitemia atau leukemia)&lt;br /&gt;- Miksoma atrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Resiko :&lt;br /&gt;- Yang tidak dapat diubah : usia, jenis kelamin pria, ras, riwayat keluarga, riwayat TIA atau stroke, penyakit jantung koroner, fibrilasi atrium, dan heterozigot atau homozigot untuk homosistinuria.&lt;br /&gt;- Yang dapat diubah : hypertensi, diabetes mellitus, merokok, penyalahgunaan obat dan alcohol, hematokrit meningkat, bruit karotis asimtomatis, hyperurisemia dan dislidemia. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Patofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Otak sendiri merupakan 2% dari berat tubuh total. Dalam keadaan istirahat otak menerima seperenam dari curah jantung. Otak mempergunakan 20% dari oksigen tubuh. Otak sangat tergantung kepada oksigen, bila terjadi anoksia seperti yang terjadi pada CVA di otak mengalami perubahan metabolik, kematian sel dan kerusakan permanen yang terjadi dalam 3 sampai dengan 10 menit (non aktif total). Pembuluh darah yang paling sering terkena ialah arteri serebral dan arteri karotis Interna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adanya gangguan peredaran darah otak dapat menimbulkan jejas atau cedera pada otak melalui empat mekanisme, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penebalan dinding arteri serebral yang menimbulkan penyempitan atau penyumbatan lumen sehingga aliran darah dan suplainya ke sebagian otak tidak adekuat, selanjutnya akan mengakibatkan perubahan-perubahan iskemik otak. Bila hal ini terjadi sedemikian hebatnya, dapat menimbulkan nekrosis.&lt;br /&gt;2. Pecahnya dinding arteri serebral akan menyebabkan bocornya darah ke kejaringan (hemorrhage).&lt;br /&gt;3. Pembesaran sebuah atau sekelompok pembuluh darah yang menekan jaringan otak.&lt;br /&gt;4. Edema serebri yang merupakan pengumpulan cairan di ruang interstitial jaringan otak.&lt;br /&gt;Konstriksi lokal sebuah arteri mula-mula menyebabkan sedikit perubahan pada aliran darah dan baru setelah stenosis cukup hebat dan melampaui batas kritis terjadi pengurangan darah secara drastis dan cepat. Oklusi suatu arteri otak akan menimbulkan reduksi suatu area dimana jaringan otak normal sekitarnya yang masih mempunyai pendarahan yang baik berusaha membantu suplai darah melalui jalur-jalur anastomosis yang ada. Perubahan awal yang terjadi pada korteks akibat oklusi pembuluh darah adalah gelapnya warna darah vena, penurunan kecepatan aliran darah dan sedikit dilatasi arteri serta arteriole. Selanjutnya akan terjadi edema pada daerah ini. Selama berlangsungnya perisriwa ini, otoregulasi sudah tidak berfungsi sehingga aliran darah mengikuti secara pasif segala perubahan tekanan darah arteri. Di samping itu reaktivitas serebrovaskuler terhadap PCO2 terganggu. Berkurangnya aliran darah serebral sampai ambang tertentu akan memulai serangkaian gangguan fungsi neural dan terjadi kerusakan jaringan secara permanen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Skema : &lt;br /&gt;Perdarahan arteri / oklusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan tekanan perfusi vaskularisasi distal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iskemia Pelebaran kontara lateral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anoksia Aktivitas elektrik terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Metabolisme Anaerob Pompa natrium dan kalium gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Metabolisme Asam Natrium dan air masuk ke sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Asidosis lokal Edema intra sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pompa natrium gagal Edema ekstra sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Edema dan nekrosis jaringan Perfusi jaringan serebral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sel mati secara progresif (defisit fungsi otak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Satyanegara, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tanda dan Gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a. Vertebro basilaris, sirkulasi posterior, manifestasi biasanya bilateral :&lt;br /&gt;- Kelemahan salah satu dari empat anggota gerak tubuh&lt;br /&gt;- Peningkatan refleks tendon&lt;br /&gt;- Ataksia&lt;br /&gt;- Tanda babinski&lt;br /&gt;- Tanda-tanda serebral&lt;br /&gt;- Disfagia&lt;br /&gt;- Disartria&lt;br /&gt;- Sincope, stupor, koma, pusing, gangguan ingatan.&lt;br /&gt;- Gangguan penglihatan (diplopia, nistagmus, ptosis, paralysis satu mata).&lt;br /&gt;- Muka terasa baal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; b. Arteri Karotis Interna&lt;br /&gt;- Kebutaan Monokular disebabkan karena insufisiensi aliran darah arteri ke retina&lt;br /&gt;- Terasa baal pada ekstremitas atas dan juga mungkin menyerang wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c. Arteri Serebri Anterior&lt;br /&gt;- Gejala paling primer adalah kebingungan&lt;br /&gt;- Rasa kontralateral lebih besar pada tungkai&lt;br /&gt;- Lengan bagian proksimal mungkin ikut terserang&lt;br /&gt;- Timbul gerakan volunter pada tungkai terganggu&lt;br /&gt;- Gangguan sensorik kontra lateral&lt;br /&gt;- Dimensi reflek mencengkeram dan refleks patologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; d. Arteri Serebri Posterior&lt;br /&gt;- Koma&lt;br /&gt;- Hemiparesis kontralateral&lt;br /&gt;- Afasia visual atau buta kata (aleksia)&lt;br /&gt;- Kelumpuhan saraf kranial ketiga – hemianopsia, koreo – athetosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; e. Arteri Serebri Media&lt;br /&gt;- Mono paresis atau hemiparesis kontra lateral (biasanya mengenai lengan)&lt;br /&gt;- Kadang-kadang heminopsia kontralateral (kebutaan)&lt;br /&gt;- Afasia global (kalau hemisfer dominan yang terkena)&lt;br /&gt;- Gangguan semua fungsi yang ada hubungannya dengan percakapan dan komunikasi&lt;br /&gt;- Disfagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penatalaksanaan umum 5 B dengan penurunan kesadaran :&lt;br /&gt;1) Breathing (Pernapasan)&lt;br /&gt;- Usahakan jalan napas lancar.&lt;br /&gt;- Lakukan penghisapan lendir jika sesak.&lt;br /&gt;- Posisi kepala harus baik, jangan sampai saluran napas tertekuk.&lt;br /&gt;- Oksigenisasi terutama pada pasien tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2). Blood (Tekanan Darah)&lt;br /&gt;- Usahakan otak mendapat cukup darah.&lt;br /&gt;- Jangan terlalu cepat menurunkan tekanan darah pada masa akut.&lt;br /&gt; 3). Brain (Fungsi otak)&lt;br /&gt;- Atasi kejang yang timbul.&lt;br /&gt;- Kurangi edema otak dan tekanan intra cranial yang tinggi.&lt;br /&gt; 4). Bladder (Kandung Kemih)&lt;br /&gt;- Pasang katheter bila terjadi retensi urine&lt;br /&gt; 5). Bowel (Pencernaan)&lt;br /&gt;- Defekasi supaya lancar.&lt;br /&gt;- Bila tidak bisa makan per-oral pasang NGT/Sonde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; b. Menurunkan kerusakan sistemik.&lt;br /&gt; Dengan infark serebral terdapat kehilangan irreversible inti sentral jaringan otak. Di sekitar zona jaringan yang mati mungkin ada jaringan yang masih harus diselamatkan. Tindakan awal yang harus difokuskan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin area iskemik. Tiga unsur yang paling penting untuk area tersebut adalah oksigen, glukosa dan aliran darah yang adekuat. Kadar oksigen dapat dipantau melalui gas-gas arteri dan oksigen dapat diberikan pada pasien jika ada indikasi. Hypoglikemia dapat dievaluasi dengan serangkaian pemeriksaan glukosa darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c. Mengendalikan Hypertensi dan Peningkatan Tekanan Intra Kranial&lt;br /&gt;Kontrol hypertensi, TIK dan perfusi serebral dapat membutuhkan upaya dokter maupun perawat. Perawat harus mengkaji masalah-masalah ini, mengenalinya dan memastikan bahwa tindakan medis telah dilakukan. Pasien dengan hypertensi sedang biasanya tidak ditangani secara akut. Jika tekanan darah lebih rendah setelah otak terbiasa dengan hypertensi karena perfusi yang adekuat, maka tekanan perfusi otak akan turun sejalan dengan tekanan darah. Jika tekanan darah diastolic diatas kira-kira 105 mmHg, maka tekanan tersebut harus diturunkan secara bertahap. Tindakan ini harus disesuaikan dengan efektif menggunakan nitropusid.&lt;br /&gt;Jika TIK meningkat pada pasien stroke, maka hal tersebut biasanya terjadi setelah hari pertama. Meskipun ini merupakan respons alamiah otak terhadap beberapa lesi serebrovaskular, namun hal ini merusak otak. Metoda yang lazim dalam mengontrol PTIK mungkin dilakukan seperti hyperventilasi, retensi cairan, meninggikan kepala, menghindari fleksi kepala, dan rotasi kepala yang berlebihan yang dapat membahayakan aliran balik vena ke kepala. Gunakan diuretik osmotik seperti manitol dan mungkin pemberian deksamethasone meskipun penggunaannya masih merupakan kontroversial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; d. Terapi Farmakologi&lt;br /&gt; Antikoagulasi dapat diberikan pada stroke non haemoragik, meskipun heparinisasi pada pasien stroke iskemik akut mempunyai potensi untuk menyebabkan komplikasi haemoragik. Heparinoid dengan berat molekul rendah (HBMR) menawarkan alternatif pada penggunaan heparin dan dapat menurunkan kecendrungan perdarahan pada penggunaannya. Jika pasien tidak mengalami stroke, sebaliknya mengalami TIA, maka dapat diberikan obat anti platelet. Obat-obat untuk mengurangi perlekatan platelet dapat diberikan dengan harapan dapat mencegah peristiwa trombotik atau embolitik di masa mendatang. Obat-obat antiplatelet merupakan kontraindikasi dalam keadaan adanya stroke hemoragi seperti pada halnya heparin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; e. Pembedahan&lt;br /&gt;Beberapa tindakan pembedahan kini dilakukan untuk menangani penderita stroke. Sulit sekali untuk menentukan penderita mana yang menguntungkan untuk dibedah. Tujuan utama pembedahan adalah untuk memperbaiki aliran darah serebral.&lt;br /&gt;Endarterektomi karotis dilakukan untuk memperbaiki peredaran darah otak. Penderita yang menjalani tindakan ini seringkali juga menderita beberapa penyulit seperti hypertensi, diabetes dan penyakit kardiovaskuler yang luas. Tindakan ini dilakukan dengan anestesi umum sehingga saluran pernapasan dan kontrol ventilasi yang baik dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. TIK meningkat&lt;br /&gt;b. Aspirasi&lt;br /&gt;c. Atelektasis&lt;br /&gt;d. Kontraktur&lt;br /&gt;e. Disritmia jantung&lt;br /&gt;f. Malnutrisi&lt;br /&gt;g. Gagal napas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tindakan Pencegahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah :&lt;br /&gt;a. Pembatasan makan garam; dimulai dari masa muda, membiasakan memakan makanan tanpa garam atau makanan bayi rendah garam.&lt;br /&gt;b. Khususnya pada orang tua, perawatan yang intensif untuk mempertahankan tekanan darah selama tindakan pembedahan. Cegah jangan sampai penderita diberi obat penenang berlebihan dan istirahat ditempat tidur yang terlalu lama.&lt;br /&gt;c. Peningkatan kegiatan fisik; jalan setiap hari sebagai bagian dari program kebugaran.&lt;br /&gt;d. Penurunan berat badan apabila kegemukan&lt;br /&gt;e. Berhenti merokok&lt;br /&gt;f. Penghentian pemakaian kontrasepsi oral pada wanita yang merokok, karena resiko timbulnya serebrovaskular pada wanita yang merokok dan menelan kontrasepsi oral meningkat sampai 16 kali dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok dan tidak menelan pil kontrasepsi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Dampak Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bagi Individu&lt;br /&gt;1). Biologis&lt;br /&gt; Penderita akan mengalami gangguan pernapasan akibat hilannya reflek batuk dan penurunan kesadaran hingga terjadi akumulasi secret. Nyeri kepala akibat infark serebri yang luas, penurunan kesadaran, gangguan kognitif, disorientasi, mual dan muntah, gangguan menelan, tidak bisa menjalin komunikasi karena klien aphasia, terjadi konstipasi akibat tirah baring dan kurangnya mobilisasi, dan dekubitus akibat tirah baring yang lama.&lt;br /&gt;2). Psikologis&lt;br /&gt; Cemas sedang akibat hemiparese, terutama pada penderita yang mempunyai beban tanggung jawab pada keluarganya. Penderita dapat mengalami depresi disamping rasa rendah diri yang bisa dipahami sebagai suatu reaksi emosional terhadap kemunduran kualitas dan keberadaannya.&lt;br /&gt;3). Sosial&lt;br /&gt; Apabila keadaan sakitnya sampai terjadi kelumpuhan dan gangguan komunikasi, klien akan mengalami kesulitan untuk mengadakan interaksi dengan keluarga maupun masyarakat. Mungkin juga klien akan menarik diri dari interaksi sosial karena merasa harga dirinya rendah dan merasa tidak berguna.&lt;br /&gt;4). Spiritual&lt;br /&gt; Penderita mungkin akan mengalami kesulitan didalam melakukan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa karena keterbatasannya. Mungkin juga penderita akan merasa bahwa Tuhan tidak adil kepada dirinya akibat dari depresi. Penderita juga mengingkari dan menolak keberadaan dari Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;b. Bagi keluarga&lt;br /&gt;Penderita akan menjadikan beban bagi keluarga, karena keluarga yang sehat berupaya untuk mencarikan biaya pengobatan, membantu memberikan perawatan, karena penderita sendiri sangat tergantung dalam memenuhi kebutuhannya sendiri. Keluarga akan merasa cemas mengenai keadaannya. Apabila penderita suami atau isteri mungkin menghadapi resiko depresi dan perubahan emosional.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Asuhan Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Pengkajian&lt;br /&gt; Pengkajian merupakan tahap awal dan landasan proses keperawatan untuk mengenal masalah klien, agar dapat memberi arah kepada tindakan keperawatan. Tahap pengkajian terdiri dari tiga kegiatan, yaitu pengumpulan data, pengelompokkan data dan perumusan diagnosis keperawatan. (Lismidar, 1990)&lt;br /&gt;a Pengumpulan data&lt;br /&gt; Pengumpulan data adalah mengumpulkan informasi tentang status kesehatan klien yang menyeluruh mengenai fisik, psikologis, sosial budaya, spiritual, kognitif, tingkat perkembangan, status ekonomi, kemampuan fungsi dan gaya hidup klien. (Marilynn E. Doenges et al, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Identitas klien&lt;br /&gt; Meliputi nama, umur (kebanyakan terjadi pada usia tua), jenis kelamin, pendidikan, alamat, pekerjaan, agama, suku bangsa, tanggal dan jam MRS, nomor register, diagnose medis.&lt;br /&gt;2) Keluhan utama&lt;br /&gt; Biasanya didapatkan kelemahan anggota gerak sebelah badan, bicara pelo, dan tidak dapat berkomunikasi.&lt;br /&gt;3) Riwayat penyakit sekarang&lt;br /&gt; Serangan stroke hemoragik seringkali berlangsung sangat mendadak, pada saat klien sedang melakukan aktivitas. Biasanya terjadi nyeri kepala, mual, muntah bahkan kejang sampai tidak sadar, disamping gejala kelumpuhan separuh badan atau gangguan fungsi otak yang lain.&lt;br /&gt;4) Riwayat penyakit dahulu&lt;br /&gt; Adanya riwayat hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, anemia, riwayat trauma kepala, kontrasepsi oral yang lama, penggunaan obat-obat anti koagulan, aspirin, vasodilator, obat-obat adiktif, kegemukan. (Susan Martin Tucker, 1998)&lt;br /&gt;5) Riwayat penyakit keluarga&lt;br /&gt; Biasanya ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi ataupun diabetes militus, gangguan kejang, kelainan neurologis, kanker, stroke, retardasi mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Riwayat psikososial&lt;br /&gt; Stroke memang suatu penyakit yang sangat mahal. Biaya untuk pemeriksaan, pengobatan dan perawatan dapat mengacaukan keuangan keluarga sehingga faktor biaya ini dapat mempengaruhi stabilitas emosi dan pikiran klien dan keluarga.&lt;br /&gt;7) Pola-pola fungsi kesehatan&lt;br /&gt;a) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat&lt;br /&gt; Biasanya ada riwayat perokok, penggunaan alkohol, penggunaan obat kontrasepsi oral.&lt;br /&gt;b) Pola nutrisi dan metabolisme&lt;br /&gt; Adanya keluhan kesulitan menelan, nafsu makan menurun, mual muntah pada fase akut.&lt;br /&gt;c) Pola eliminasi&lt;br /&gt; Biasanya terjadi inkontinensia urine dan pada pola defekasi biasanya terjadi konstipasi akibat penurunan peristaltik usus.&lt;br /&gt;d) Pola aktivitas dan latihan&lt;br /&gt; Adanya kesukaran untuk beraktivitas karena kelemahan, kehilangan sensori atau paralise/ hemiplegi, mudah lelah.&lt;br /&gt;e) Pola tidur dan istirahat&lt;br /&gt;Biasanya klien mengalami kesukaran untuk istirahat karena kejang otot/nyeri otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Pola hubungan dan peran&lt;br /&gt; Adanya perubahan hubungan dan peran karena klien mengalami kesukaran untuk berkomunikasi akibat gangguan bicara.&lt;br /&gt;g) Pola persepsi dan konsep diri&lt;br /&gt; Klien merasa tidak berdaya, tidak ada harapan, mudah marah, tidak kooperatif.&lt;br /&gt;h) Pola sensori dan kognitif&lt;br /&gt; Pada pola sensori klien mengalami gangguan penglihatan/kekaburan pandangan, perabaan/sentuhan menurun pada muka dan ekstremitas yang sakit. Pada pola kognitif biasanya terjadi penurunan memori dan proses berpikir.&lt;br /&gt;i) Pola reproduksi seksual&lt;br /&gt; Biasanya terjadi penurunan gairah seksual akibat dari beberapa pengobatan stroke, seperti obat anti kejang, anti hipertensi, antagonis histamin.&lt;br /&gt;j) Pola penanggulangan stress&lt;br /&gt; Klien biasanya mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah karena gangguan proses berpikir dan kesulitan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k) Pola tata nilai dan kepercayaan&lt;br /&gt; Klien biasanya jarang melakukan ibadah karena tingkah laku yang tidak stabil, kelemahan/kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Keadaan umum&lt;br /&gt;(1) Kesadaran : umumnya mengalami penurunan kesadaran&lt;br /&gt;(2) Suara bicara : kadang mengalami gangguan yaitu sukar dimengerti, kadang tidak bisa bicara&lt;br /&gt;(3) Tanda-tanda vital : tekanan darah meningkat, denyut nadi bervariasi&lt;br /&gt;b) Pemeriksaan integumen&lt;br /&gt;(1) Kulit : jika klien kekurangan O2 kulit akan tampak pucat dan jika kekurangan cairan maka turgor kulit kan jelek. Di samping itu perlu juga dikaji tanda-tanda dekubitus terutama pada daerah yang menonjol karena klien CVA Bleeding harus bed rest 2-3 minggu&lt;br /&gt;(2) Kuku : perlu dilihat adanya clubbing finger, cyanosis&lt;br /&gt;(3) Rambut : umumnya tidak ada kelainan&lt;br /&gt;c) Pemeriksaan kepala dan leher&lt;br /&gt;(1) Kepala : bentuk normocephalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Muka : umumnya tidak simetris yaitu mencong ke salah satu sisi&lt;br /&gt;(3) Leher : kaku kuduk jarang terjadi (Satyanegara, 1998)&lt;br /&gt;d) Pemeriksaan dada&lt;br /&gt; Pada pernafasan kadang didapatkan suara nafas terdengar ronchi, wheezing ataupun suara nafas tambahan, pernafasan tidak teratur akibat penurunan refleks batuk dan menelan.&lt;br /&gt;e) Pemeriksaan abdomen&lt;br /&gt; Didapatkan penurunan peristaltik usus akibat bed rest yang lama, dan kadang terdapat kembung.&lt;br /&gt;f) Pemeriksaan inguinal, genetalia, anus&lt;br /&gt; Kadang terdapat incontinensia atau retensio urine&lt;br /&gt;g) Pemeriksaan ekstremitas&lt;br /&gt; Sering didapatkan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.&lt;br /&gt;h) Pemeriksaan neurologi&lt;br /&gt;(1) Pemeriksaan nervus cranialis&lt;br /&gt; Umumnya terdapat gangguan nervus cranialis VII dan XII central.&lt;br /&gt;(2) Pemeriksaan motorik&lt;br /&gt; Hampir selalu terjadi kelumpuhan/kelemahan pada salah satu sisi tubuh.&lt;br /&gt;(3) Pemeriksaan sensorik&lt;br /&gt; Dapat terjadi hemiparestesi&lt;br /&gt;(4) Pemeriksaan refleks&lt;br /&gt; Pada fase akut reflek fisiologis sisi yang lumpuh akan menghilang. Setelah beberapa hari refleks fisiologis akan muncul kembali didahuli dengan refleks patologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Pemeriksaan penunjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pemeriksaan radiologi&lt;br /&gt;(1) CT scan : didapatkan hiperdens fokal, kadang-kadang masuk ventrikel, atau menyebar ke permukaan otak.&lt;br /&gt;(2) MRI : untuk menunjukkan area yang mengalami hemoragik. (Marilynn E. Doenges, 2000)&lt;br /&gt;(3) Angiografi serebral : untuk mencari sumber perdarahan seperti aneurisma atau malformasi vaskuler. (Satyanegara, 1998)&lt;br /&gt;(4) Pemeriksaan foto thorax : dapat memperlihatkan keadaan jantung, apakah terdapat pembesaran ventrikel kiri yang merupakan salah satu tanda hipertensi kronis pada penderita stroke.&lt;br /&gt;b) Pemeriksaan laboratorium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pungsi lumbal : pemeriksaan likuor yang merah biasanya dijumpai pada perdarahan yang masif, sedangkan perdarahan yang kecil biasanya warna likuor masih normal (xantokhrom) sewaktu hari-hari pertama. (Satyanegara, 1998)&lt;br /&gt;(2) Pemeriksaan darah rutin&lt;br /&gt;(3) Pemeriksaan kimia darah : pada stroke akut dapat terjadi hiperglikemia. Gula darah dapat mencapai 250 mg dalam serum dan kemudian berangsur-angsur turun kembali.&lt;br /&gt;(4) Pemeriksaan darah lengkap : unutk mencari kelainan pada darah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b Analisa data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Analisa data merupakan kegiatan intelektual yang meliputi kegiatan mentabulasi, mengklasifikasi, mengelompokkan, mengkaitkan data dan akhirnya menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c Diagnosa keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diagnosa keperawatan merupakan suatu pernyataan dari masalah pasien yang nyata ataupun potensial dan membutuhkan tindakan keperawatan sehingga masalah pasien dapat ditanggulangi atau dikurangi. (Lismidar, 1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Gangguan perfusi jaringan otak yang berhubungan dengan perdarahan intracerebral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparese/hemiplagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan penurunan sensori, penurunan penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi darah otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Gangguan eliminasi alvi(konstipasi) berhubungan dengan imobilisasi, intake cairan yang tidak adekuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Resiko gangguan nutrisi berhubungan dengan kelemahan otot mengunyah dan menelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Kurangnya pemenuhan perawatan diri yang berhubungan dengan hemiparese/hemiplegi.&lt;br /&gt;8) Resiko gangguan integritas kulit yang berhubungan tirah baring lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Resiko ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan penurunan refleks batuk dan menelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Gangguan eliminasi uri (inkontinensia uri) yang berhubungan dengan lesi pada upper motor neuron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Perencanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah merumuskan diagnosa keperawatan maka perlu dibuat perencanaan intervensi keperawatan dan aktivitas keperawatan. Tujuan perencanaan adalah untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien. Tahapan perencanaan keperawatan klien adalah penentuan prioritas diagnosa keperawatan,penentuan tujuan, penetapan kriteria hasil dan menentukan intervensi keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rencana keperawatan dari diagnosa keperawatan diatas adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a Gangguan perfusi jaringan otak yang berhubungan dengan perdarahan intra cerebral&lt;br /&gt;1) Tujuan :&lt;br /&gt;Perfusi jaringan otak dapat tercapai secara optimal&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil :&lt;br /&gt;- Klien tidak gelisah&lt;br /&gt;- Tidak ada keluhan nyeri kepala, mual, kejang.&lt;br /&gt;- GCS 456&lt;br /&gt;- Pupil isokor, reflek cahaya (+)&lt;br /&gt;- Tanda-tanda vital normal(nadi : 60-100 kali permenit, suhu: 36-36,7 C, pernafasan 16-20 kali permenit)&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Berikan penjelasan kepada keluarga klien tentang sebab-sebab peningkatan TIK dan akibatnya&lt;br /&gt;Rasional ; keluarga lebih berpartisipasi alam proses penyembuhan.&lt;br /&gt;b) Anjurkan kepada klien untuk bed rest totat&lt;br /&gt;Rasional ; Untuk mencegah perdarahan ulang&lt;br /&gt;c) Observasi dan catat tanda-tanda vital dan kelain tekanan intrakranial tiap dua jam&lt;br /&gt;Rasional : mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada klien secara dini dan untuk menerapkan tindakan yang tepat.&lt;br /&gt;d) Berikan posisi kepala lebib tinggi 15-30 dengan letak jantung ( beri bantal tipis)&lt;br /&gt;Rasional : mengurangi tekanan arteri dengan meningkatkan drainage vena dan memperbaiki sirkulasi serebral.&lt;br /&gt;e) Anjurkan klien untuk menghindari batuk dan mengejan berlebihan&lt;br /&gt;Rasional : batuk dan mengejan dapat meningkatkan tekanan intra cranial dan potensial terjadi perdarahan ulang.&lt;br /&gt;f) Ciptakan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung&lt;br /&gt;Rasional : rangsangan aktivitas yang meningkat dapat meningkatkan kenaikan TIK. Istirahat total dan ketenangan mungkin diperlukan untuk pencegahan terhadap perdarahan dalam kasus stroke/perdarahan lainnya&lt;br /&gt;g) Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian obat neuroprotektor&lt;br /&gt;Rasional : memperbaiki sel yang masih variabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparese/hemiplegia&lt;br /&gt;1) Tujuan :&lt;br /&gt;Klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil&lt;br /&gt;- Tidak terjadi kontraktur sendi&lt;br /&gt;- Bertambahnya kekuatan otot&lt;br /&gt;- Klien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Ubah posisi klien tiap 2 jam&lt;br /&gt;Rasional : menurunkan resiko terjadinya iskemia jaringan akibat sirkulasi darah yang jelek pada daerah yang tertekan&lt;br /&gt;b) Ajarkan klien untuk melakukan latihan gerak aktif pada ekstremitas yang tidak sakit&lt;br /&gt;Rasional ; Gerakkan aktif memberikan massa, tonus dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung dan pernapasan.&lt;br /&gt;c) Lakukan gerak pasif pada ekstremitas yang sakit&lt;br /&gt;Rasional : otot volunter akan kehilangan tonus otot dan kekuatannya bila tidak dilatih untuk digerakkan&lt;br /&gt;d) Berikan papan kaki pada ekstremitas dalam posisi fungsionalnya&lt;br /&gt;Rasional : mencegah terjadinya kontraktur dan memfasilitasi kegunaannya jika berfungsi kembali.&lt;br /&gt;e) Tinggikan kepala dan tangan&lt;br /&gt;Rasional : meningkatkan aliran balik vena dan membantu mencegah terbentuknya edema.&lt;br /&gt;f) Kolaborasi dengan ahli fisioterapi untuk latihan fisik klien&lt;br /&gt;Rasional : program yang khusus dapat dikembangkan untuk menemukan kebutuhan yang berarti/menjaga kekurangan tersebut dalam keseimbangan, koordinasi dan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan penurunan sensori penurunan penglihatan&lt;br /&gt;1) Tujuan :&lt;br /&gt;Meningkatnya persepsi sensorik secara optimal.&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil :&lt;br /&gt;- Adanya perubahan kemampuan yang nyata&lt;br /&gt;- Tidak terjadi disorientasi waktu, tempat, orang&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Tentukan kondisi patologis klien&lt;br /&gt;Rasional : untuk mengetahui tipe dan lokasi yang mengalami gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kaji gangguan penglihatan terhadap perubahan persepsi&lt;br /&gt;Rasional : untuk mempelajari kendala yang berhubungan dengan disorientasi klien.&lt;br /&gt;c) Latih klien untuk melihat suatu obyek dengan telaten dan seksama&lt;br /&gt;Rasional : agar klien tidak kebingungan dan lebih berkonsentrasi.&lt;br /&gt;d) Observasi respon perilaku klien, seperti menangis, bahagia, bermusuhan, halusinasi setiap saat.&lt;br /&gt;Rasional untuk mengetahui keadaan emosi klien&lt;br /&gt;e) Berbicaralah dengan klien secara tenang dan gunakan kalimat-kalimat pendek.&lt;br /&gt;Rasional : memfokuskan perhatian klien, sehingga setiap masalah dapat dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d Gangguan komunikasi verbal yang berhubungan dengan penurunan sirkulasi darah otak&lt;br /&gt;1) Tujuan&lt;br /&gt;Proses komunikasi klien dapat berfungsi secara optimal&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil&lt;br /&gt;- Terciptanya suatu komunikasi dimana kebutuhan klien dapat dipenuhi&lt;br /&gt;- Klien mampu merespon setiap berkomunikasi secara verbal maupun isyarat&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Berikan metode alternatif komunikasi, misal dengan bahasa isyarat.&lt;br /&gt;Rasional : memenuhi kebutuhan komunikasi sesuai dengan kemampuan klien.&lt;br /&gt;b) Antisipasi setiap kebutuhan klien saat berkomunikasi.&lt;br /&gt;Rasional : mencegah rasa putus asa dan ketergantungan pada orang lain.&lt;br /&gt;c) Bicaralah dengan klien secara pelan dan gunakan pertanyaan yang jawabannya “ya” atau “tidak”.&lt;br /&gt;Rasional : mengurangi kecemasan dan kebingungan pada saat komunikasi.&lt;br /&gt;d) Anjurkan kepada keluarga untuk tetap berkomunikasi dengan klien.&lt;br /&gt;Rasional : mengurangi rasa isolasi social dan meningkatkan komunikasi yang efektif.&lt;br /&gt;e) Hargai kemampuan klien dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;Rasional : memberi semangat pada klien agar lebih sering melakukan komunikasi.&lt;br /&gt;f) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk latihan wicara.&lt;br /&gt;Rasional : melatih klien belajar berbicara secara mandiri dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan hemiparese/hemiplegi&lt;br /&gt;1) Tujuan&lt;br /&gt;Kebutuhan perawatan diri klien terpenuhi&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil&lt;br /&gt;- Klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri sesuai&lt;br /&gt; dengan kemampuan pasien. &lt;br /&gt;- Klien dapat mengidentifikasi sumber pribadi/komunitas untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Tentukan kemampuan dan tingkat kekurangan dalam melakukan perawatan diri.&lt;br /&gt;Rasional : membantu dalam mengantisipasi/merencanakan pemenuhan kebutuhan secara individual.&lt;br /&gt;b) Beri motivasi kepada klien untuk tetap melakukan aktivitas dan beri bantuan dengan sikap sungguh.&lt;br /&gt;Rasional : meningkatkan harga diri dan semangat untuk berusaha terus menerus.&lt;br /&gt;c) Hindari melakukan sesuatu untuk klien yang dapat dilakukan klien sendiri, tetapi berikan bantuan sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;Rasional : klien mungkin menjadi sangat ketakutan dan sangat tergantung dan meskipun bantuan yang diberikan bermanfaat dalam mencegah frustasi adalah penting bagi klien untuk melakukan sebanyak mungkin untuk dirinya untuk mempertahankan harga diri dan meningkatkan pemulihan.&lt;br /&gt;d) Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukannya atau keberhasilannya.&lt;br /&gt;Rasional : meningkatkan perasaan makna diri dan kemandirian serta mendorong klien untuk berusaha secara kontinyu.&lt;br /&gt;e) Kolaborasi dengan ahli fisioterapi/okupasi.&lt;br /&gt;Rasional : memberikan bantuan yang mantap untuk mengembangkan rencana terapi dan mengidentifikasi kebutuhan penyokong khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan otot mengunyah dan menelan&lt;br /&gt;1) Tujuan&lt;br /&gt;Tidak terjadi gangguan nutrisi&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil&lt;br /&gt;- Berat badan dapat dipertahankan/ditingkatkan&lt;br /&gt;- Hb dan albumin dalam batas normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Tentukan kemampuan klien dalam mengunyah, menelan dan reflek batuk.&lt;br /&gt;Rasional : menetapkan jenis makanan yang akan diberikan pada klien.&lt;br /&gt;b) Letakkan posisi kepala lebih tinggi pada waktu, selama dan sesudah makan.&lt;br /&gt;Rasional : klien lebih mudah menelan karena gaya gravitasi.&lt;br /&gt;c) Stimulasi bibir untuk menutup dan membuka mulut secara manual dengan menekan ringan diatas bibir/dibawah dagu jika dibutuhkan.&lt;br /&gt;Rasional : membantu dalam melatih kembali sensori dan meningkatkan kontrol muskuler.&lt;br /&gt;d) Letakkan makanan pada daerah mulut yang tidak terganggu.&lt;br /&gt;Rasional : memberikan stimulasi sensori (termasuk rasa kecap) yang dapat mencetuskan usaha untuk menelan dan meningkatkan masukan.&lt;br /&gt;e) Berikan makan dengan berlahan pada lingkungan yang tenang.&lt;br /&gt;Rasional : klien dapat berkonsentrasi pada mekanisme makan tanpa adanya distraksi/gangguan dari luar.&lt;br /&gt;f) Mulailah untuk memberikan makan peroral setengah cair, makan lunak ketika klien dapat menelan air.&lt;br /&gt;Rasional : makanan lunak mudah untuk mengendalikan didalam mulut, menurunkan terjadinya aspirasi.&lt;br /&gt;g) Anjurkan klien menggunakan sedotan meminum cairan.&lt;br /&gt;Rasional : menguatkan otot fasial dan otot menelan dan menurunkan resiko tersedak.&lt;br /&gt;h) Anjurkan klien untuk berpartisipasi dalam program latihan/kegiatan.&lt;br /&gt;Rasional : meningkatkan pelepasan endorfin dalam otak yang meningkatkan nafsu makan.&lt;br /&gt;i) Kolaborasi dengan tim dokter untuk memberikan cairan melalui IV atau makanan melalui selang.&lt;br /&gt;Rasional : mungkin diperlukan untuk memberikan asupan makanan cairan pengganti jika klien tidak mampu untuk memasukkan segala sesuatu ke mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g Gangguan eliminasi alvi (konstipasi) berhubungan dengan imobilisasi, intake cairan yang tidak adekuat&lt;br /&gt;1) Tujuan&lt;br /&gt;Klien tidak mengalami konstipasi&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil&lt;br /&gt;- Klien dapat defekasi secara spontan dan lancar tanpa menggunakan obat&lt;br /&gt;- Konsistensi faeces lunak&lt;br /&gt;- Tidak teraba masa pada kolon ( scibala )&lt;br /&gt;- Bising usus normal ( 15-30 kali permenit )&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Berikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab konstipasi.&lt;br /&gt;Rasional : klien dan keluarga akan mengeti tentang penyebab obstipasi.&lt;br /&gt;b) Auskultasi bising usus.&lt;br /&gt;Rasional : bising usus menandakan sifat aktivitas peristaltik&lt;br /&gt;c) Anjurkan pada klien untuk makan makananan yang mengandung serat.&lt;br /&gt;Rasional : diit seimbang tinggi kandungan serat merangsang peristaltic usus dan eliminasi reguler.&lt;br /&gt;d) Berikan intake cairan yang cukup (2 liter perhari) jika tidak ada kontraindikasi.&lt;br /&gt;Rasional : makanan cairan adekuat membantu mempertahan kan konsistensi faeces yang sesuai pada usus dan membantu eliminasi reguler.&lt;br /&gt;e) Lakukan mobilisasi sesuai dengan keadaan klien.&lt;br /&gt;Rasional : aktivitas fisik reguler membantu eliminasi dengan memperbaiki tonus otot abdomen dan merangsang nafsu makan dan peristaltic.&lt;br /&gt;f) Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian pelunak faeces (laxatif, suppositoria, enema).&lt;br /&gt;Rasional ;pelunak faeces meningkatkan efisiensi pembasahan air usus, yang melunakkan faeces dan membantu eliminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan tirah baring lama&lt;br /&gt;1) Tujuan&lt;br /&gt;Klien mampu mempertahankan keutuhan kulit&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil&lt;br /&gt;- Klien mau berpartisipasi terhadap pencegahan luka&lt;br /&gt;- Klien mengetahui penyebab dan cara pencegahan luka&lt;br /&gt;- Tidak ada tanda-tanda kemerahan atau luka&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan&lt;br /&gt;a) Anjurkan untuk melakukan latihan ROM (range of motion) dan mobilisasi jika mungkin.&lt;br /&gt;Rasional : meningkatkan aliran darah kesemua daerah.&lt;br /&gt;b) Rubah posisi tiap 2 jam.&lt;br /&gt;Rasional : menghindari tekanan yang berlebihan dan meningkatkan aliran darah.&lt;br /&gt;c) Gunakan bantal air atau pengganjal yang lunak di bawah daerah-daerah yang menonjol.&lt;br /&gt;Rasional : menghindari tekanan yang berlebih pada daerah yang menonjol.&lt;br /&gt;d) Lakukan massage pada daerah yang menonjol yang baru mengalami tekanan pada waktu berubah posisi.&lt;br /&gt;Rasional : menghindari kerusakan-kerusakan kapiler.&lt;br /&gt;e) Observasi terhadap eritema dan kepucatan dan palpasi area sekitar terhadap kehangatan dan pelunakan jaringan tiap merubah posisi.&lt;br /&gt;Rasional : hangat dan pelunakan adalah tanda kerusakan jaringan.&lt;br /&gt;f) Jaga kebersihan kulit dan seminimal mungkin hindari trauma, panas terhadap kulit.&lt;br /&gt;Rasional : mempertahankan keutuhan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i Resiko terjadinya ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan menurunnya refleks batuk dan menelan, imobilisasi&lt;br /&gt;1) Tujuan :&lt;br /&gt;Jalan nafas tetap efektif.&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil :&lt;br /&gt;- Klien tidak sesak nafas&lt;br /&gt;- Tidak terdapat ronchi, wheezing ataupun suara nafas &lt;br /&gt; Tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak retraksi otot bantu pernafasan&lt;br /&gt;- Pernafasan teratur, RR 16-20 x per menit&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan :&lt;br /&gt;a) Berikan penjelasan kepada klien dan keluarga tentang sebab dan akibat ketidakefektifan jalan nafas&lt;br /&gt;Rasional ; klien dan keluarga mau berpartisipasi dalam mencegah terjadinya ketidak efektifan bersihan jalan napas.&lt;br /&gt;b) Rubah posisi tiap 2 jam sekali.&lt;br /&gt;Rasional ; perubahan posisi dapat melepaskan secret dari saluran pernapasan.&lt;br /&gt;c) Berikan intake yang adekuat (2000 cc per hari).&lt;br /&gt;Rasional : air yang cukup untuk mengencerkan sekret&lt;br /&gt;d) Observasi pola dan frekuensi nafas.&lt;br /&gt;Rasional : mengetahui ada tidaknya ketidakefektifan jalan napas.&lt;br /&gt;e) Auskultasi suara nafas.&lt;br /&gt;Rasional : mengetahui kelainan suara napas.&lt;br /&gt;f) Lakukan fisioterapi nafas sesuai dengan keadaan umum klien.&lt;br /&gt;Rasional : agar dapat melepaskan secret dan mengembangkan paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j Gangguan eliminasi uri (incontinensia uri) yang berhubungan dengan kehilangan tonus kandung kemih, kehilangan kontrol sfingter, hilangnya isarat berkemih.&lt;br /&gt;1) Tujuan :&lt;br /&gt;Klien mampu mengontrol eliminasi urinya&lt;br /&gt;2) Kriteria hasil :&lt;br /&gt;- Klien akan melaporkan penurunan atau hilangnya&lt;br /&gt; inkontinensia&lt;br /&gt;- Tidak ada distensi bladder&lt;br /&gt;3) Rencana tindakan :&lt;br /&gt;a) Identifikasi pola berkemih dan kembangkan jadwal berkemih sering.&lt;br /&gt;Rasional : berkemih yang sering dapat mengurangi dorongan dari distensi kandung kemih yang berlebih.&lt;br /&gt;b) Ajarkan untuk membatasi masukan cairan selama malam&lt;br /&gt; Rasional pembatasan cairan pada malam hari dapat&lt;br /&gt; mencegah terjadinya enuresis&lt;br /&gt;c) Ajarkan teknik untuk mencetuskan refleks berkemih (rangsangan kutaneus dengan penepukan suprapubik, manuver regangan anal).&lt;br /&gt;Rasional : melatih dan membantu pengosongan kandung kemih.&lt;br /&gt;d) Bila masih terjadi inkontinensia, kurangi waktu antara berkemih pada jadwal yang telah direncanakan&lt;br /&gt;Rasional : kapasitas kandung kemih mungkin tidak cukup untuk menampung volume urine sehingga memerlukan untuk lebih sering berkemih.&lt;br /&gt;e) Berikan penjelasan tentang pentingnya hidrasi optimal (sedikitnya 2000 cc per hari bila tidak ada kontraindikasi).&lt;br /&gt;Rasional : hidrasi optimal diperlukan untuk mencegah infeksi saluran perkemihan dan batu ginjal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-1069979355126055503?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/1069979355126055503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/askep-stroke-hemoragi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1069979355126055503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1069979355126055503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/06/askep-stroke-hemoragi.html' title='askep stroke hemoragi'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-1947752653378455070</id><published>2010-05-29T21:15:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T21:15:15.699-07:00</updated><title type='text'>askep gonorrhea</title><content type='html'>Asuhan Keperawatan Klien dengan Gonorrhea&lt;br /&gt;A. DEFINISI&lt;br /&gt;Gonorhea adalah sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhea  yang penularannya melalui hubungan kelamin baik melalui genito-genital, oro-genital, ano-genital. Penyakit ini menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan konjungtiva.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. PENYEBARAN&lt;br /&gt;Gonore dapat menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lain terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga menyebabkan nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. ETIOLOGI&lt;br /&gt;- Penyebab pasti penyakit gonore adalah bakteri Neisseria gonorrhea yang bersifat patogen.&lt;br /&gt;- Daerah yang paling mudah terinfeksi adalah daerah dengan mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang pada wanita yang belum pubertas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. MANIFESTASI KLINIS&lt;br /&gt;Pada pria:&lt;br /&gt;- Gejala awal gonore biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi&lt;br /&gt;- Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra kemudian diikuti nyeri ketika berkemih&lt;br /&gt;- Disuria yang timbul mendadak, rasa buang air kecil disertai dengan keluarnya lendir mukoid dari uretra&lt;br /&gt;- Retensi urin akibat inflamasi prostat&lt;br /&gt;- Keluarnya nanah dari penis.&lt;br /&gt;Pada wanita:&lt;br /&gt;- Gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi&lt;br /&gt;- Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan (asimtomatis)&lt;br /&gt;- Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Namun, beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat seperti desakan untuk berkemih&lt;br /&gt;- Nyeri ketika berkemih&lt;br /&gt;- Keluarnya cairan dari vagina&lt;br /&gt;- Demam&lt;br /&gt;- Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual&lt;br /&gt;Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubunga seks melalui anus, dapat menderita gonore di rektumnya. Penderita akan merasa tidak nyaman disekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah disekitar anus tampak merah dan kasar serta tinja terbungkus oleh lendir dan nanah.&lt;br /&gt;E. DIAGNOSIS&lt;br /&gt;Diagnosis ditegakkan atas dasar anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan pembantu yang terdiri atas 15 tahap, yaitu:&lt;br /&gt;1. Sediaan langsung dengan pewarnaan gram akan ditemukan diplokokus gram negatif, intraseluler dan ekstraseluler, leukosit polimorfonuklear. &lt;br /&gt;2. Kultur untuk identifikasi perlu atau tidaknya dilakukan pembiakan kultur. Menggunakan media transport dan media pertumbuhan.&lt;br /&gt;3. Tes definitif, tes oksidasi (semua golongan Neisseria akan bereaksi positif), tes fermentasi (kuman gonokokus hanya meragikan glukosa)&lt;br /&gt;4. Tes beta laktamase, hasil tes positif ditunjukkan dengan perubahan warna kuning menjadi merah apabila kuman mengandung enzim beta laktamase&lt;br /&gt;5. Tes Thomson dengan menampung urin pagi dalam dua gelas. Tes ini digunakan untuk mengetahui sampai dimana infeksi sudah berlangsung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;F. KOMPLIKASI&lt;br /&gt;Komplikasi pada pria:&lt;br /&gt;- Prostatitis&lt;br /&gt;- Cowperitis&lt;br /&gt;- Vesikulitis seminalis&lt;br /&gt;- Epididimitis&lt;br /&gt;- Cystitis dan infeksi traktus urinarius superior&lt;br /&gt;Komplikasi pada wanita:&lt;br /&gt;- Komplikasi uretra&lt;br /&gt;- Bartholinitus&lt;br /&gt;- Endometritis dan metritis&lt;br /&gt;- Salphingitis&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;G. PENGOBATAN&lt;br /&gt;1. Medikamentosa&lt;br /&gt;o Walaupun semua gonokokus sebelumnya sangansensitif terhadap penicilin, banyak ‘strain’ yang sekarang relatif resisten. Terapi penicillin, amoksisilin, dan tetrasiklin masih tetap merupakan pengobatan pilihan.&lt;br /&gt;o Untuk sebagian besar infeksi, penicillin G dalam aqua 4,8 unit ditambah 1 gr probonesid per- oral sebelum penyuntikan penicillin merupakan pengobatan yang memadai.&lt;br /&gt;o Spectinomycin berguna untuk penyakit gonokokus yang resisten dan penderita yang peka terhadap penicillin. Dosis: 2 gr IM untuk pria dan 4 gr untuk wanita. &lt;br /&gt;o Pengobatan jangka panjang diperlukan untuk endokarditis dan meningitis gonokokus.&lt;br /&gt;2. Non-medikamentosa&lt;br /&gt;Memberikan pendidikan kepada klien dengan menjelaskan tentang:&lt;br /&gt;o Bahaya penyakit menular seksual&lt;br /&gt;o Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan&lt;br /&gt;o Cara penularan PMS dan perlunya pengobatan untuk pasangan seks tetapnya&lt;br /&gt;o Hindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom jika tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt;o Cara-cara menghindari infeksi PMS di masa yang akan datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;H. ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Diagnosa dan Intervensi&lt;br /&gt;· Nyeri b.d reaksi infeksi&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindakan keperawatan, klien akan:&lt;br /&gt;-  Mengenali faktor penyebab&lt;br /&gt;- Menggunakan metode pencegahan non analgetik untuk mengurangi nyeri&lt;br /&gt;- Menggunakan analgetik sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;- Melaporkan nyeri yang sudah terkontrol&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a) Kaji secara komprehensif tentang nyeri meliputi lokasi, karakteristik, dan onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/beratnya nyeri, dan faktor-faktor presipitasi.&lt;br /&gt;b) Observasi isyarat-isyarat non verbal dari ketidaknyamanan, khususnya ketidakmampuan untuk komunikasi secara efektif.&lt;br /&gt;c) Gunakan komunikasi terapeutik agar klien dapat mengekspresikan nyeri&lt;br /&gt;d) Berikan dukungan terhadap klien dan keluarga&lt;br /&gt;e) Kontrol faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon klien terhadap ketidaknyamanan (ex.: temperatur ruangan, penyinaran, dll)&lt;br /&gt;f)  Ajarkan penggunaan teknik non farmakologik (ex.: relaksasi, guided imagery, terapi musik, distraksi, aplikasi panas-dingin, massage, TENS, hipnotis, terapi aktivitas)&lt;br /&gt;g) Berikan analgesik sesuai anjuran&lt;br /&gt;h) Tingkatkan tidur atau istirahat yang cukup&lt;br /&gt;i)  Evaluasi keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri yang telah digunakan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;· Hipertermi b.d reaksi inflamasi&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindakan keperawatan, klien akan:&lt;br /&gt;- Suhu dalam rentang normal&lt;br /&gt;- Nadi dan RR dalam rentang normal&lt;br /&gt;- Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a) Monitor vital sign&lt;br /&gt;b) Monitor suhu minimal 2 jam&lt;br /&gt;c) Monitor warna kulit&lt;br /&gt;d) Tingkatkan intake cairan dan nutrisi&lt;br /&gt;e) Selimuti klien untuk mencegah hilangnya panas tubuh&lt;br /&gt;f) Kompres klien pada lipat paha dan aksila&lt;br /&gt;g) Berikan antipiretik bila perlu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;· Perubahan pola eliminasi urin b.d proses inflamasi&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt; Setelah dilakukan tindakan keperawatan, klien akan:&lt;br /&gt;- Urin akan menjadi kontinens&lt;br /&gt;- Eliminasi urin tidak akan terganggu: bau, jumlah, warna urin dalam rentang yang diharapkan dan pengeluaran urin tanpa disertai nyeri&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a) Pantau eliminasi urin meliputi: frekuensi, konsistensi, bau, volume, dan warna dengan tepat&lt;br /&gt;b) Rujuk pada ahli urologi bila penyebab akut ditemukan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;· Cemas b.d penyakit&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt; Setelah dilakukan tindakan keperawatan, klien akan:&lt;br /&gt;- Tidak ada tanda-tanda kecemasan&lt;br /&gt;- Melaporkan penurunan durasi dan episode cemas&lt;br /&gt;- Melaporkan pemenuhan kebutuhan tidur adekuat&lt;br /&gt;- Menunjukkan fleksibilitas peran&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a) Kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada tingkat kecemasan (takikardi, takipneu, ekspresi cemas non verbal)&lt;br /&gt;b) Temani klien untuk mendukung kecemasan dan rasa takut&lt;br /&gt;c) Instruksikan klien untuk menggunakan teknik relaksasi&lt;br /&gt;d) Berikan pengobatan untuk menurunkan cemas dengan cara yang tepat&lt;br /&gt;e) Sediakan informasi aktual tentang diagnosa, penanganan, dan prognosis&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;· Risiko penularan b.d kurang pengetahuan tentang sifat menular dari penyakit&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;Dapat meminimalkan terjadinya penularan penyakit pada orang lain&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;Berikan pendidikan kesehatan kepada klien dengan menjelaskan tentang:&lt;br /&gt;- Bahaya penyakit menular&lt;br /&gt;- Pentingnya memetuhi pengobatan yang diberikan&lt;br /&gt;- Jelaskan cara penularan PMS dan perlunya untuk setia pada pasangan&lt;br /&gt;- Hindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom jika tidak dapat menghindarinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;· Harga diri rendah b.d penyakit&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindakan keperawatan, klien akan mengekspresikan pandangan positif untuk masa depan dan memulai kembali tingkatan fungsi sebelumnya dengan indikator:&lt;br /&gt;- Mengindentifikasi aspek-aspek positif diri&lt;br /&gt;- Menganalisis perilaku sendiri dan konsekuensinya&lt;br /&gt;- Mengidentifikasi cara-cara menggunakan kontrol dan mempengaruhi hasil&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;a) Bantu individu dalam mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan&lt;br /&gt;b) Dorong klien untuk membayangkan masa depan dan hasil positif dari kehidupan&lt;br /&gt;c) Perkuat kemampuan dan karakter positif (misal: hobi, keterampilan, penampilan, pekerjaan)&lt;br /&gt;d) Bantu klien menerima perasaan positif dan negatif&lt;br /&gt;e) Bantu dalam mengidentifikasi tanggung jawab sendiri dan kontrol situasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I. BIBLIOGRAFI&lt;br /&gt;Lachlan, MC. 1987. Buku Pedoman Diagnosis dan Penyakit Kelamin. Ilmiah Kedokteran: Yogyakarta.&lt;br /&gt;Natadidjaja, hendarto. 1990. Kapita Selekta Kedokteran. Bina Rupa Aksara: Jakarta.&lt;br /&gt;Prof. DR. Djuanda, Adhi. 1999. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 3. Balai Penerbit FKUI: Jakarta.&lt;br /&gt;Wikinson, Judith M. 2006. Buku saku DIAGNOSIS KEPERAWATAN. Penerbit buku kedokteran EGC.&lt;br /&gt;Carpenito, Lynda J. 2001. Buku saku DIAGNOSA KEPERAWATAN Edisi 8. Penerbit buku kedokteran EGC.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-1947752653378455070?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/1947752653378455070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/askep-gonorrhea.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1947752653378455070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1947752653378455070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/askep-gonorrhea.html' title='askep gonorrhea'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-8854819067106273460</id><published>2010-05-29T20:59:00.001-07:00</published><updated>2010-05-29T20:59:17.425-07:00</updated><title type='text'>ASKEP TORAKOTOMI</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KEGAGALAN PERNAPASAN PADA TORAKOTOMI AKIBAT HEMATOTORAK YANG DIPASANG VENTILATOR MEKANIK&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt; Hematotorak adalah adanya darah pada rongga pleura (Reksoprodjo S, 1995).&lt;br /&gt; Torakotomi adalah tindakan life saving untuk menhentikan kelainan yang terjadi karena pendarahan (Reksoprodjo, S, 1995).&lt;br /&gt; Gagal pernapasan akut (GPA) adalah tidak berfungsinay pernapsan pada derajad dimana pertukaran gas tidak adekuat untuk mempertahankan gas darah secar adekuat ( Hudak and Gallo, 1994).&lt;br /&gt;2. Patofisiologi dikaitkan dengan perubahan kebutuhan dasar manusia.&lt;br /&gt;Kecelakaan Lalulintas&lt;br /&gt;Menyebabkan ruda paksa tumpul pada toraks dan abdoment. &lt;br /&gt; Diikuti dengan patah tulang tertutup.&lt;br /&gt;Trauma torak (Hematotorak) Trauma abdoment Patah tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendarahan jaringan interstitium, Pendarahan Intra alviolar, kolaps arteri dan kapiler, kapiler kecil, hingga tahanan periver pembuluh darah paru naik , aliran darah menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HB turun, sesak napas nyeri dada, pergerakan napas pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Gangguan pertukaran gas.&lt;br /&gt; 2. Pola pernapasan tidak efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kompensasi untuk mengurangi nyeri pasien berbaring dan takut bergerak, takut ngantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Reflek batuk menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Pembersihan jalan nafas tidak efektif. Pecahnya usus sehingga terjadi pendarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Vs : T ? , t ?, DN ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Hipertermi&lt;br /&gt; 5. Resiko defisit volume cairan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nyeri tekanan +, defance muskular +, suara bising usus -, kembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6. Gangguan rasa nyaman (nyeri).&lt;br /&gt; 7. Gangguan pola pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terputusnya / hilangnya kontinuitas dari struktur tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nyeri gerak, deformitas, krepitase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gerakan abnormal di lokasi patah tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8. Gangguan mobilitas&lt;br /&gt;3. Data fokus&lt;br /&gt; 3.1 Aktifitas/istirahat : adanya sesak nafas&lt;br /&gt; 3.2 Sirkulasi : adanya takhikardia, frekuensi denyut nadi tidak teratur, tekanan darah menurun, didapatkan adanya S3 atau S4 /irama gallop&lt;br /&gt; 3.3 Integritas : ketakutan dan gelisah&lt;br /&gt; 3.4 Makanan/cairan : adanya pemasangan infus IV line&lt;br /&gt; 3.5 Nyeri/kenyamanan : Nyeri dada unilateral, meningkat bila bernapas dan batuk, wajah berkerut karena menahan nyeri&lt;br /&gt; 3.6 Pernapasan : takipnea, peningkatan kerja napas, retraksi interkostal, perkusi pekak, palpasi gerakan dada tidak simetri (paradoksal).&lt;br /&gt; Kulit pucat, sianosis, berkeringat&lt;br /&gt; Penggunaan ventilator mekanik&lt;br /&gt; 3.7 Keamanan : riwayat trauma&lt;br /&gt;3. Pemeriksaan diagnostik :&lt;br /&gt; 3.1 Sinar x dada menyatakan adanya akumulasi cairan&lt;br /&gt; 3.2 Analisa gas darah : PaCO2 meningkat &gt; 45, PaO2 menurun&lt; 80, saturasi oksigen menurun 3.3 Kadar Hb menurun &lt; 10 gr % 3.4 Volume tidak menurun &lt; 500 ml 3.5 Kapasital vital paru menurun4. Prioritas keperawatan : 1. Meningkatkan ventilasi dan oksigenisasi secara adekuat 2. Mencegah komplikasi 3. Memberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga 4. Memberikan informasi tentang proses penyakit dan kebutuhan pengobatan5. Rencana keperawatan 5.1 Diagnosa keperawatan : pola pernapasan tidak efektif berhubungan dengan gangguan rasio O2 dan CO2. Data : perubahan frekuensi nafas, retraksi interkostal, penurunan vital kapasitas paru, takipnea atau henti nafas bila ventilator dihentikan, sianosis, penurunan PO2 &lt; 80, peningkatan CO2 &gt; 45, peningkatan saturasi oksigen, gelisah&lt;br /&gt; Tujuan keperawatan : Pola pernapasan efektif melalui ventilator tanpa adanya penggunaan otot bantu pernapasan&lt;br /&gt; Kriteria hasil : Saturasi oksigen normal, tidak ada hipoksia, kapasital vital normal, tidak ada sianosis&lt;br /&gt; Rencana tindakan :&lt;br /&gt; 1. Selidiki penyebab gagal pernapasan, rasional pemahaman tentang penyebab kegagalan pernapasan penting untuk memberikan perawatan.&lt;br /&gt; 2. Observasi pola napas dan catat frekuensi pernapasan, jarak antara pernapasan spontan dan napas ventilator, rasional pasien dengan pemasanagn ventilator dapat mengalami hiperventilasi/hipoventilasi dan pasien berupaya memperbaiki kekurangan oksigen dengan peningkatan pola pernapasan sehingga frekuensi meningkat.&lt;br /&gt; 3. Auskultasi dada secara periodik, catat bila ada kelainan bunyi pernapasan. Rasional : Memberikan informasi tentang adanya obsturksi jalan nafas, perubahan simetrisitas dada menunjukkan tidak tepatnya letak selang endotrakeal.&lt;br /&gt; 4. Jumlahkan pernapasan pasien selama 1 menit penuh dan bandingkan untuk menyusun frekuensi yang diinginkan ventilator. Rasional : Pernapasan pasien cepat menimbulkan alkalosis respiratorik, sednagkan pernapasan pasien lambat menimbulkan asidosis ( peningkatan PaCO2)&lt;br /&gt; 5. Kembangkan balon selang endotrakeal dengan tepat menggunakan tehnik hambatan minimal, periksa pengembangan tiap 4 jam. Rasional : balon harus tepat mengembang untuk meyakinkan ventilasi adekuat sesuai volume tidak yang diinginkan&lt;br /&gt; 6. Periksa selang bila ada sumbatan/lipatan. Rasional lipatan selang menghambat aliran volume udara adekuat. Adanya air memungkinkan tumbuhkan kuman sehingga pencetus terjadinya kolonisasi kuman.&lt;br /&gt; 7. Periksa fungsi alarm ventilator. Rasional : ventilator mempunyai berbagai alarm sehingga kelainan dini bisa terdeteksi misalnya adanya penurunan tekanan gas, saturasi oksigen, rasio inspirasi dan ekspirasi dsb.&lt;br /&gt; 8. Bantu pasien dalm kontorl pernapasan bila penyapihan diupayakan. Rasional melatih pasien untuk bernapas secara lambat denga cara nafas abdomen dan penggunaan tehnik relaksasi sehingga fungsi pernapasan bisa maksimal.&lt;br /&gt; 9. Kolaborasi untuk pemeriksaan analisa gas darah sesuai pesanan. Rasional untuk mengetahui keberhasilan pemberian bantuan napas.&lt;br /&gt; 10. Kaji volume tidal. Rasional untuk menentukan jumlah udara inspirasi dan ekspirasi&lt;br /&gt; 11. Awasi rasio inspirasi den ekspirasi. Rasional : fase ekspirasi biasanya 2 kali panjangnya dari kecepatan inspirasi.&lt;br /&gt;5.2 Diagnosa keperawatan : tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan adanya sekret pada jalan nafas akibat ketidakmampuan batuk efektif.&lt;br /&gt; Data : Perubahan frekuensi nafas, sianosis, bunyi nafas tidak normal (stridor), gelisah&lt;br /&gt; Tujuan keperawatan : Pasien mampu mempertahankan jalan nafas bersih tanpa ada kelainan bunyi pernapasan.&lt;br /&gt; Kriteria hasil : Tidak ada stridor, frekuensi napas normal&lt;br /&gt; Rencana keperawatan :&lt;br /&gt; 1. Observasi bunyi nafas. Rasional : obstruksi disebabkan adanya akumulasi sekret, spasme bronkus, perlengketran muskosa, dan atau adanya masalah terhadap endotrakeal.&lt;br /&gt; 2. Evaluasi gerakan dada. Rasional : gerakan dada simetris dengan bunyi nafas menunjukkan letak selang tepat. Obstruksi jalan nafas bawah menghasilkan perubahan bunyi nafas seperti ronkhi dan whezing.&lt;br /&gt; 3. Catat bial ada sesak mendadak, bunyi alarm tekanan tinggi ventilator, adanya sekret pada selang. Rasional : pasien dengan intubasi biasanya mengalami reflek batuk tidak efektif.&lt;br /&gt; 4. Hisap lendir, batasi penghisapan 15 detik atau kurang, pilih kateter penghisap yang tepat, isikan cairan garam faali bila diindikasikan. Gunakan oksigen 100 % bila ada. Rasional : penghisapan tidak harus ruitn, dan lamanya harus dibatasi untuk mengurangi terjadinya hipoksia. Diamter kateter &lt; diameter endotrakel. 5. Lakukan fisioterapi dada sesuai indikasi. Rasional untuk meningkatkan ventilasi pada semua segmen paru dan untuk drainage sekret. 6. Berikan bronkodilator sesuai pesanan. Rasional untuk meningkatkan ventilasi dan mengencerkan sekret dengan cara relaksasi otot polos bronkus.5.3 Diagnosa keperawatan : Resiko tinggi perubahan membran mukosa oral berhubungan dengan tidak efektifnya bersihan oral. Tujuan keperawatan : Pasien mampu menunjukkan kesehatan mukosa mulut dengan tepat tanpa adanya tanda peradangan. Kriteria hasil : Tanda peradangan mukosa mulut tidak ada, mulut bersih dan tidak berbau. Rencana tindakan : 1. Observasi secara rutin rongga mulut, gigi, gusi terhadap adanya luka atau pendarahan. Rasional : identifikasi dini memberikan kesempatan untuk pencegahan secara tepat. 2. Berikan perawatan mulut secara rutin. Rasional : Mencegah adanya luka membran mukosa mulut dan menurunkan media pertumbuhan bakteri dan meningkatkan kenyamanan. 3. Ubah posisi selang endotrakeal sesuai jadual. Rasional : menurunkan resiko luka pada bibir dan membran mukosa mulut. 4. Berikan minyak bibir. Rasional: mempertahankan kelembaban dan mencegah kekeringan. 5.4 Diagnosa keperawatan : perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan kemampuan mencerna. Data : penurunan berat badan, tonus otot lemah, peradangan pada mulut, bunyi usus lemah. Tujuan keperawatan : Kebutuhan nutrisi cukup Kriteria hasil : berat badan naik, albumin serum normal, tonus otot kuat Rencana keperawatan : 1. Evaluasi kemampuan makan. Rasional : pasien dengan selang endotrakeal harus terpenuhi kebutuhan makannya melalui parenteral atau selang makan. 2. Observai penurunan kekuatan otot dan kehilangan lemak subkutan. Rasional : penurunan jumlah komponen gizi mengakibatkan penurunan cadangan energi pada otot dan dapat menurunkan fungsi otot pernapasan. 3. Timbang berat badan bila memungkinkan. Rasional untuk mengetahui bahwa kehilangan berat badan 10 % merupakan abnormal. 4. Catat masukan oral bila memungkinkan 5. Berikan masukan cairan sedikitnya 2500 cc/ hari. Rasional : untuk mencegah adanya dehidrasi. 6. Awasi pemeriksaan laboratorium : serum, glukosa, dan BUN/kreatinin. Rasional : memberikan informasi tentang dukungan nutrisi adekuat atau tidak.5.5 Diagnosa keperawatan : resiko terhadap infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh. Tujuan keperawatan : pasien menunjukkan tidak terdapat adanya tanda infeksi selama perawatan. Kriteria hasil : daya tahan tubuh meningkat, diff. Count normal, penurunan monosyt tidak ada, lekosit normal : &gt;10.000/mm&lt;br /&gt; Rencana keperawatan :&lt;br /&gt; 1. Catat faktor resiko terjadinya infeksi. Rasional : faktor yang menyebabkan adanya infeksi antara lain; malnutrisi, usia, intubasi, pemasangan ventilator lama, tindakan invasif. Faktor ini harus dibatasi/diminimalkan.&lt;br /&gt; 2. Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan. Rasional untuk mengurangi sekunder infeksi&lt;br /&gt; 3. Pertahankan hidrasi adekuat dan nutrisi. Rasional, membantu peningkatan daya tahan tubuh.&lt;br /&gt; 4. Kolaborasi dengan pemberian antibitika sesuai pesanan. Rasional : untuk membunuh dan mengurangi adanya kuman.&lt;br /&gt; 5.6 Diagnosa keperawatan : resiko tinggi disfungsi respons penyapihan ventilator berhubungan dengan ketidak mampuan untuk penyapihan.&lt;br /&gt; Tujuan perawatan : pasien mampu aktip untuk berpartisipasi dalam proses penyapihan.&lt;br /&gt; Kriteria hasil : tanga gagal nafas tidak ada&lt;br /&gt; Rencana keperawatan :&lt;br /&gt; 1. Kaji faktor fisik dalam proses penyapihan : vital sign. Rasional : penyapihan adalah kerja keras, peningkatan suhu indikasi peningkatan kebutuhan oksigen 7 %, takikardia dan hipertensi menandai jantung kerja keras dalam bekerja sehingga penyapihan tidak diperbolehkan, stres dalam penyapihan mengurangi stamina sehingga daya tahan tubuh menurun.&lt;br /&gt; 2. Tentukan persipan psikologis. Rasional : penyapihan menimbulkan stress.&lt;br /&gt; 3. Jelaskan tehnik penyapihan. Rasional : membantu pasien untuk siap mengadapi penyapihan.&lt;br /&gt; 4. Berikan periode istirahat tanpa gangguan. Rasional : memaksimalkan energi untuk proses penyapihan.&lt;br /&gt; 5. Catat kemajuan pasien. Rasonal : untuk mengetahui perkembangan dalam proses penyapihan.&lt;br /&gt; 6. Awasi respons terhadap aktivitas. Rasional : kebutuhan oksigen berlebih bila aktifitas berlebih.&lt;br /&gt; 7. Kaji foto dada dan analisa gas darah. Rasional : saturasi oksigen harus memuaskan dengan cek analisa gas darah, FIO2 &lt; 40 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Daftar pustaka&lt;br /&gt;Hudak and Gallo, (1994), Critical Care Nursing, A Holistic Approach, JB Lippincott company, Philadelpia.&lt;br /&gt;Marilynn E Doengoes, et all, alih bahasa Kariasa IM, (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;Reksoprodjo Soelarto, (1995), Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah, Binarupa Aksara, Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Suddar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-8854819067106273460?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/8854819067106273460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/askep-torakotomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8854819067106273460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8854819067106273460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/askep-torakotomi.html' title='ASKEP TORAKOTOMI'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-7185001556798531783</id><published>2010-05-29T20:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T20:55:42.282-07:00</updated><title type='text'>HNP</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  HERNIA NUKLEUS PULPOSUS&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt; Diskus Intervertebralis adalah lempengan kartilago yang membentuk sebuah bantalan diantara tubuh vertebra. Material yang keras dan fibrosa ini digabungkan dalam satu kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus disebut nukleus pulposus. HNP merupakan rupturnya nukleus pulposus. (Brunner &amp; Suddarth, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hernia Nukleus Pulposus bisa ke korpus vertebra diatas atau bawahnya, bisa juga langsung ke kanalis vertebralis. (Priguna Sidharta, 1990)&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt; Protrusi atau ruptur nukleus pulposus biasanya didahului dengan perubahan degeneratif yang terjadi pada proses penuaan. Kehilangan protein polisakarida dalam diskus menurunkan kandungan air nukleus pulposus. Perkembangan pecahan yang menyebar di anulus melemahkan pertahanan pada herniasi nukleus. Setela trauma *jatuh, kecelakaan, dan stress minor berulang seperti mengangkat) kartilago dapat cedera.&lt;br /&gt; Pada kebanyakan pasien, gejala trauma segera bersifat khas dan singkat, dan gejala ini disebabkan oleh cedera pada diskus yang tidak terlihat selama beberapa bulan maupun tahun. Kemudian pada degenerasi pada diskus, kapsulnya mendorong ke arah medula spinalis atau mungkin ruptur dan memungkinkan nukleus pulposus terdorong terhadap sakus dural atau terhadap saraf spinal saat muncul dari kolumna spinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hernia nukleus pulposus ke kanalis vertebralis berarti bahwa nukleus pulposus menekan pada radiks yang bersama-sama dengan arteria radikularis berada dalam bungkusan dura. Hal ini terjadi kalau tempat herniasi di sisi lateral. Bilamana tempat herniasinya ditengah-tengah tidak ada radiks yang terkena. Lagipula,oleh karena pada tingkat L2 dan terus kebawah sudah tidak terdapat medula spinalis lagi, maka herniasi di garis tengah tidak akan menimbulkan kompresi pada kolumna anterior.&lt;br /&gt; Setelah terjadi hernia nukleus pulposus sisa duktus intervertebralis mengalami lisis sehingga dua korpora vertebra bertumpang tindih tanpa ganjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi Klinis&lt;br /&gt; Nyeri dapat terjadi pada bagian spinal manapun seperti servikal, torakal (jarang) atau lumbal. Manifestasi klinis bergantung pada lokasi, kecepatan perkembangan (akut atau kronik) dan pengaruh pada struktur disekitarnya. Nyeri punggung bawah yang berat, kronik dan berulang (kambuh).&lt;br /&gt;Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt; 1. RO Spinal : Memperlihatkan perubahan degeneratif pada tulang belakang&lt;br /&gt; 2. M R I : untuk melokalisasi protrusi diskus kecil sekalipun terutama untuk penyakit spinal lumbal.&lt;br /&gt; 3. CT Scan dan Mielogram jika gejala klinis dan patologiknya tidak terlihat pada M R I&lt;br /&gt; 4. Elektromiografi (EMG) : untuk melokalisasi radiks saraf spinal khusus yang terkena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan &lt;br /&gt; 1. Pembedahan&lt;br /&gt; Tujuan : Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik.&lt;br /&gt; Macam :&lt;br /&gt; a. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral&lt;br /&gt; b. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis, memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis, mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks&lt;br /&gt; c. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra.&lt;br /&gt; d. Disektomi dengan peleburan.&lt;br /&gt; 2. Immobilisasi&lt;br /&gt; Immobilisasi dengan mengeluarkan kolor servikal, traksi, atau brace.&lt;br /&gt; 3. Traksi&lt;br /&gt; Traksi servikal yang disertai dengan penyanggah kepala yang dikaitkan pada katrol dan beban.&lt;br /&gt; 4. Meredakan Nyeri&lt;br /&gt; Kompres lembab panas, analgesik, sedatif, relaksan otot, obat anti inflamasi dan jika perlu kortikosteroid.&lt;br /&gt;Pengkajian&lt;br /&gt; 1. Anamnesa&lt;br /&gt; Keluhan utama, riwayat perawatan sekarang, Riwayat kesehatan dahulu, Riwayat kesehatan keluarga&lt;br /&gt; 2. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt; Pengkajian terhadap masalah pasien terdiri dari awitan, lokasi dan penyebaran nyeri, parestesia, keterbatasan gerak dan keterbatasan fungsi leher, bahu dan ekstremitas atas. Pengkajian pada daerah spinal servikal meliputi palpasi yang bertujuan untuk mengkaji tonus otot dan kekakuannya.&lt;br /&gt; 3. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diagnosa Keperawatan yang Muncul&lt;br /&gt; 1. Nyeri b.d Kompresi saraf, spasme otot&lt;br /&gt; 2. Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri, spasme otot, terapi restriktif dan kerusakan neuromuskulus&lt;br /&gt; 3. Ansietas b.d tidak efektifnya koping individual&lt;br /&gt; 4. Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai kondisi, prognosis dan tindakan pengobatan.&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt; 1. Nyeri b.d kompresi saraf, spasme otot&lt;br /&gt; a. Kaji keluhan nyeri, lokasi, lamanya serangan, faktor pencetus / yang memperberat. Tetapkan skala 0 – 10&lt;br /&gt; b. Pertahankan tirah baring, posisi semi fowler dengan tulang spinal, pinggang dan lutut dalam keadaan fleksi, posisi telentang&lt;br /&gt; c. Gunakan logroll (papan) selama melakukan perubahan posisi&lt;br /&gt; d. Bantu pemasangan brace / korset&lt;br /&gt; e. Batasi aktifitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt; f. Ajarkan teknik relaksasi&lt;br /&gt; g. Kolaborasi : analgetik, traksi, fisioterapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri, spasme otot, terapi restriktif dan kerusakan neuromuskulus&lt;br /&gt; a. Berikan / bantu pasien untuk melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif&lt;br /&gt; b. Bantu pasien dalam melakukan aktivitas ambulasi progresif&lt;br /&gt; c. Berikan perawatan kulit dengan baik, masase titik yang tertekan setelah rehap perubahan posisi. Periksa keadaan kulit dibawah brace dengan periode waktu tertentu.&lt;br /&gt; d. Catat respon emosi / perilaku pada immobilisasi&lt;br /&gt; e. Demonstrasikan penggunaan alat penolong seperti tongkat.&lt;br /&gt; f. Kolaborasi : analgetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ansietas b.d tidak efektifnya koping individual&lt;br /&gt; a. Kaji tingkat ansietas pasien&lt;br /&gt; b. Berikan informasi yang akurat&lt;br /&gt; c. Berikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan masalah seperti kemungkinan paralisis, pengaruh terhadap fungsi seksual, perubahan peran dan tanggung jawab.&lt;br /&gt; d. Kaji adanya masalah sekunder yang mungkin merintangi keinginan untuk sembuh dan mungkin menghalangi proses penyembuhannya.&lt;br /&gt; e. Libatkan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai kondisi, prognosis&lt;br /&gt; a. Jelaskan kembali proses penyakit dan prognosis dan pembatasan kegiatan&lt;br /&gt; b. Berikan informasi mengenai mekanika tubuh sendiri untuk berdiri, mengangkat dan menggunakan sepatu penyokong&lt;br /&gt; c. Diskusikan mengenai pengobatan dan efek sampingnya.&lt;br /&gt; d. Anjurkan untuk menggunakan papan / matras yang kuat, bantal kecil yang agak datar dibawah leher, tidur miring dengan lutut difleksikan, hindari posisi telungkup.&lt;br /&gt; e. Hindari pemakaian pemanas dalam waktu yang lama&lt;br /&gt; f. Berikan informasi mengenai tanda-tanda yang perlu diperhatikan seperti nyeri tusuk, kehilangan sensasi / kemampuan untuk berjalan.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1. Smeltzer, Suzane C, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &amp; Suddarth edisi 8 Vol 3, Jakarta : EGC, 2002&lt;br /&gt; 2. Doengoes, ME, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Edisi 2, Jakarta : EGC, 2000.&lt;br /&gt; 3. Tucker,Susan Martin,Standar Perawatan Pasien edisi 5, Jakarta : EGC, 1998.&lt;br /&gt; 4. Long, Barbara C, Perawatan Medikal Bedah, Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran, 1996.&lt;br /&gt; 5. Priguna Sidharta, Sakit Neuromuskuloskeletal dalam Praktek, Jakarta : Dian Rakyat, 1996.&lt;br /&gt; 6. Chusid, IG, Neuroanatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional, Yogyakarta : Gajahmada University Press, 1993&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-7185001556798531783?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/7185001556798531783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/hnp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7185001556798531783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7185001556798531783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/hnp.html' title='HNP'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-4837368300933643224</id><published>2010-05-29T20:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T20:50:34.987-07:00</updated><title type='text'>DEPRESI</title><content type='html'>DEPRESI&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;•  MASALAH UTAMA Gangguan alam perasaan: depresi.   &lt;br /&gt;•  PROSES TERJADINYA MASALAH &lt;br /&gt;Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa -dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. &lt;br /&gt;Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi social dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. &lt;br /&gt;Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain : faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagai­nya. &lt;br /&gt;Depresi biasanya dicetuskan oleh trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedah­an, kecelakaan, persalinan dan sebagainya, serta faktor psikik seperti kehilangan kasih sayang atau harga diri dan akibat kerja keras. &lt;br /&gt;Depresi merupakan reaksi yang normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan faktor pencetusnya. Depresi merupakan gejala psikotik bila keluhan yang bersangkutan tidak sesuai lagi dengan realitas, tidak dapat menilai realitas dan tidak dapat dimengerti oleh orang lain. &lt;br /&gt;perilaku kekerasan,skizofrenia,waham,depresiMASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI &lt;br /&gt;•  Gangguan alam perasaan: depresi &lt;br /&gt;•  Data subyektif: &lt;br /&gt;Tidak mampu mengutarakan pendapat dan malas berbicara.Sering mengemukakan keluhan somatic seperti ; nyeri abdomen dan dada, anoreksia, sakit punggung,pusing. Merasa dirinya sudah tidak berguna lagi, tidak berarti, tidak ada tujuan hidup, merasa putus asa dan cenderung bunuh diri. Pasien mudah tersinggung dan ketidakmampuan untuk konsentrasi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;•  Data obyektif: &lt;br /&gt;Gerakan tubuh yang terhambat, tubuh yang melengkung dan bila duduk dengan sikap yang merosot, ekspresi wajah murung, gaya jalan yang lambat dengan lang­kah yang diseret.Kadang-kadang dapat terjadi stupor. Pasien tampak malas, lelah, tidak ada nafsu makan, sukar tidur dan sering me­nangis. Proses berpikir terlambat, seolah-olah pikirannya kosong, konsentrasi tergang­gu, tidak mempunyai minat, tidak dapat berpikir, tidak mempunyai daya khayal Pada pasien psikosa depresif terdapat perasaan bersalah yang mendalam, tidak masuk akal (irasional), waham dosa, depersonalisasi dan halusinasi. Kadang-kadang pasien suka menunjukkan sikap bermusuhan (hostility), mudah tersinggung (irritable) dan tidak suka diganggu. Pada pasien depresi juga mengalami kebersihan diri kurang dan keterbelakangan psikomotor. &lt;br /&gt;•  Koping maladaptif &lt;br /&gt;•  DS : Menyatakan putus asa dan tak berdaya, tidak bahagia, tak ada harapan. &lt;br /&gt;•  DO : Nampak sedih, mudah marah, gelisah, tidak dapat mengontrol impuls. &lt;br /&gt;Mekanisme koping yang digunakan adalah denial dan supresi yang berlebihan . &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;•  DIAGNOSA KEPERAWATAN &lt;br /&gt;•  Resiko mencederai diri berhubungan dengan depresi. &lt;br /&gt;•  Gangguan lam perasaan: depresi berhubungan dengan koping maladaptif. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;•  RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN &lt;br /&gt;•  Tujuan umum: Klien tidak mencederai diri. &lt;br /&gt;•  Tujuan khusus &lt;br /&gt;•  Klien dapat membina hubungan saling percaya &lt;br /&gt;Tindakan: &lt;br /&gt;•  Perkenalkan diri dengan klien dengan cara menyapa klien dengan ramah, baik verbal dan non verbal, selalu kontak mata selama interaksi dan perhatikan kebutuhan dasar klien. &lt;br /&gt;•  Lakukan interaksi dengan pasien sesering mungkin dengan sikap empati &lt;br /&gt;•  Dengarkan pemyataan pasien dengan sikap sabar empati dan lebih banyak memakai bahasa non verbal. Misalnya: memberikan sentuhan, anggukan. &lt;br /&gt;•  Perhatikan pembicaraan pasien serta beri respons sesuai dengan keinginannya &lt;br /&gt;•  Bicara dengan nada suara yang rendah, jelas, singkat, sederhana dan mudah dimengerti &lt;br /&gt;•  Terima pasien apa adanya tanpa membandingkan dengan orang lain. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;•  Klien dapat menggunakan koping adaptif &lt;br /&gt;•  Beri dorongan untuk mengungkapkan perasaannya dan mengatakan bahwa perawat memahami apa yang dirasakan pasien. &lt;br /&gt;•  Tanyakan kepada pasien cara yang biasa dilakukan mengatasi perasaan sedih/menyakitkan &lt;br /&gt;•  Diskusikan dengan pasien manfaat dari koping yang biasa digunakan &lt;br /&gt;•  Bersama pasien mencari berbagai alternatif koping. &lt;br /&gt;•  Beri dorongan kepada pasien untuk memilih koping yang paling tepat dan dapat diterima &lt;br /&gt;•  Beri dorongan kepada pasien untuk mencoba koping yang telah dipilih &lt;br /&gt;•  Anjurkan pasien untuk mencoba alternatif lain dalam menyelesaikan masalah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;•  Klien terlindung dari perilaku mencederai diri &lt;br /&gt;Tindakan: &lt;br /&gt;•  Pantau dengan seksama resiko bunuh diri/melukai diri sendiri. &lt;br /&gt;•  Jauhkan dan simpan alat-alat yang dapat digunakan olch pasien untuk mencederai dirinya/orang lain, ditempat yang aman dan terkunci. &lt;br /&gt;•  Jauhkan bahan alat yang membahayakan pasien. &lt;br /&gt;•  Awasi dan tempatkan pasien di ruang yang mudah dipantau oleh peramat/petugas. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;4. Klien dapat meningkatkan harga diri &lt;br /&gt;Tindakan: &lt;br /&gt;4.1. Bantu untuk memahami bahwa klien dapat mengatasi keputusasaannya. &lt;br /&gt;4.2. Kaji dan kerahkan sumber-sumber internal individu. &lt;br /&gt;4.3. Bantu mengidentifikasi sumber-sumber harapan (misal: hubungan antar sesama, k eyakinan, hal-hal untuk diselesaikan). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;5. Klien dapat menggunakan dukungan sosial &lt;br /&gt;Tindakan: &lt;br /&gt;5.1. Kaji dan manfaatkan sumber-sumber ekstemal individu (orang-orang terdekat, tim pelayanan kesehatan, kelompok pendukung, agama yang dianut). &lt;br /&gt;5.2. Kaji sistem pendukung keyakinan (nilai, pengalaman masa lalu, aktivitas keagamaan, kepercayaan agama). &lt;br /&gt;5.3. Lakukan rujukan sesuai indikasi (misal : konseling pemuka agama). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;•  Klien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat &lt;br /&gt;Tindakan: &lt;br /&gt;6.1. Diskusikan tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat). &lt;br /&gt;6.2. Bantu menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, cara, waktu). &lt;br /&gt;6.3. Anjurkan membicarakan efek dan efek samping yang dirasakan. &lt;br /&gt;6.4. Beri reinforcement positif bila menggunakan obat dengan benarhttp://rusari.com/image/depresi.gif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-4837368300933643224?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/4837368300933643224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/depresi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4837368300933643224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4837368300933643224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/depresi.html' title='DEPRESI'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-3285343721281833809</id><published>2010-05-29T20:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T20:45:49.786-07:00</updated><title type='text'>Ansietas</title><content type='html'>Ansietas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan dimana individu/kelompok mengalami perasaan gelisah (penilaian atau opini) dan aktivasi system syaraf autonom dalam berespons terhadap ancaman tidak jelas, non spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang berhubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Setiap faktor yang mengganggu kebutuhan dasar manusia akan makanan, air, kenyamanan, dan keamanan.&lt;br /&gt;Situasional&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ancaman aktual atau yang dirasakan terhadap konsep diri :&lt;br /&gt; Kehilangan benda-benda yang dimiliki&lt;br /&gt; Kegagalan (atau keberhasilan)&lt;br /&gt; Perubahan dalam status atau prestise&lt;br /&gt; Kurang penghargaan dari orang lain&lt;br /&gt; Dilema etik&lt;br /&gt;Berhubungan dengan kehilangan orang terdekat (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Kematian&lt;br /&gt; Perceraian&lt;br /&gt; Tekanan budaya&lt;br /&gt; Perpindahan&lt;br /&gt; Perpisahan sementara atau permanen&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ancaman integritas biologis (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Menjelang kematian&lt;br /&gt; Serangan&lt;br /&gt; Penyakit&lt;br /&gt; Prosedur invasif&lt;br /&gt;Berhubungan dengan perubahan dalam lingkungan (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Perawatan rumah sakit&lt;br /&gt; Perpindahan&lt;br /&gt; Pensiun&lt;br /&gt; Bahaya terhadap keamanan&lt;br /&gt; Polutan lingkungan&lt;br /&gt;Berhubungan dengan perubahan status sosioekonomi (aktual atau risti) :&lt;br /&gt; Pengangguran&lt;br /&gt; Pekerjaan baru&lt;br /&gt; Promosi&lt;br /&gt;Berhubungan dengan transmisi ansietas orang lain terhadap individu.&lt;br /&gt;Maturasional&lt;br /&gt;Bayi/anak&lt;br /&gt; Berhubungan dengan perpisahan&lt;br /&gt; Berhubungan dengan lingkungan atau orang asing&lt;br /&gt; Berhubungan dengan perubahan hubungan sebaya&lt;br /&gt;Remaja&lt;br /&gt; Berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri :&lt;br /&gt; Perkembangan seksual&lt;br /&gt; Perubahan hubungan dengan teman sebaya&lt;br /&gt;Dewasa&lt;br /&gt; Berhubungan dengan konsep diri :&lt;br /&gt; Kehamilan&lt;br /&gt; Menjadi orang tua&lt;br /&gt; Perubahan karir&lt;br /&gt; Efek penuaan&lt;br /&gt;Lansia&lt;br /&gt; Berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri :&lt;br /&gt; Kehilangan sensori&lt;br /&gt; Kehilangan motorik&lt;br /&gt; Masalah finansial&lt;br /&gt; Perubahan pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang harus ada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peningkatan frekwensi denyut jantung&lt;br /&gt; Insomnia&lt;br /&gt; Kenaikan tekanan darah&lt;br /&gt; Keletihan dan kelamahan&lt;br /&gt; Peningkatan frekwensi pernapasan&lt;br /&gt; Semburat merah atau pucat&lt;br /&gt; Diaforesis &lt;br /&gt;Mulut kering&lt;br /&gt;Dilatasi pupil&lt;br /&gt;Pegal-pegal dan nyeri&lt;br /&gt;Perubahan tinggi suara/suara tremor&lt;br /&gt;Gemetar&lt;br /&gt;Kegelisahan&lt;br /&gt;Palpitasi&lt;br /&gt;Pingsan/pusing&lt;br /&gt;Mual-mual atau muntah&lt;br /&gt;Parestesia&lt;br /&gt;Sering berkemih&lt;br /&gt;Bercak kemerahan&lt;br /&gt;Diare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Klien mengaku tentang&lt;br /&gt;Keprihatinan&lt;br /&gt;Ketidak-berdayaan&lt;br /&gt;Kehilangan kontrol&lt;br /&gt;Kegelisahan&lt;br /&gt;Ketegangan atau menjadi sangat gembira&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk rileks&lt;br /&gt;Ketidakberuntungan yang diantisipasi&lt;br /&gt;Klien memperlihatkan&lt;br /&gt;Peka rangsang/tidak sabar&lt;br /&gt;Mengkritik diri sendiri dan orang lain&lt;br /&gt;Marah meledak-ledak&lt;br /&gt;Menarik diri&lt;br /&gt;Menangis&lt;br /&gt;Kurang inisiatif&lt;br /&gt;Kecenderungan menyalahkan orang lain&lt;br /&gt;Mencela diri sendiri&lt;br /&gt;Reaksi terkejut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kognitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi&lt;br /&gt;Kurang waspada terhadap lingkungan sekitar&lt;br /&gt;Pelupa&lt;br /&gt;Melamun&lt;br /&gt;Berorientasi pada masa lalu&lt;br /&gt;Pikiran buntu&lt;br /&gt;Terlalu perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan :&lt;br /&gt;1. Menggambarkan ansietas dan pola kopingnya&lt;br /&gt;2. Menghubungkan peningkatan psikologi dan kenyamanan fisiologis&lt;br /&gt;3. Menggunakan mekanisme koping yang efektif dalam menangani ansietas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaji ansietas : ringan, sedang, berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberikan ketentraman dan kenyamanan hati&lt;br /&gt;a. Tinggal bersama klien&lt;br /&gt;b. Jangan atau meminta klien untuk membuat keputusan&lt;br /&gt;c. Berbicara dengan tenang dan perlahan, menggunakan kalimat yang pendak dan sederhana&lt;br /&gt;d. Waspada terhadap perhatian anda sendiri dan hindari ansietas yang timbal balik&lt;br /&gt;e. Perlihatkan rasa empati (mis ; datang dengan tenang, menyentuh, membiarkan menangis, berbicara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Singkirkan stimulasi yang berlebih (mis; tempatkan klien di ruangan yang lebih tenang); batasi kontak dengan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila ansietas telah berkurang, bantu klien untuk mengenali ansietas dengan tujuan untuk mulai memahami atau memecahkan masalah&lt;br /&gt;a. Berikan dorongan klien untuk mengingat dan menganalisa peristiwa ansietas serupa.&lt;br /&gt;b. Gali perilaku alternatif apa yang mungkin telah digunakan jika kopingnya maladaptif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bantu klien yang sedang marah&lt;br /&gt;a. identifikasi adanya marah (mis; perasaan frustasi, ansietas, ketidakberdayaan, adanya peka rangsang, berbicara meledak-ledak)&lt;br /&gt;b. Kenali reaksi anda terhadap perilaku klien; waspadai perasaan anda sendiri dalam bekerja dengan individu yang sedang marah.&lt;br /&gt;c. Bantu dalam membuat hubungan antara frustasi dengan perasaan selanjutnya.&lt;br /&gt;d. Sebutkan batasan-batasan dengan jelas; katakan pada individu apa yang benar-benar diharapkan (mis; ”Saya tidak dapat membiarkan anda berteriak”[melempar benda-benda, dsb]).&lt;br /&gt;e. Ketika menyebutkan perilaku yang tidak dapat diterima, berikan suatu alternatif (mis; beri ruangan yang tenang, aktifitas fisik, kesempatan untuk berkomunikasi dari hati ke hati)&lt;br /&gt;f. Kembangkan strategi modifikasi perilaku; bicarakan dengan seluruh personil yang terlibat agar konsisten&lt;br /&gt;g. Lakukan interaksi dengan klien apabila dia tidak banyak menuntut atau manipulatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bila berkenan, berikan aktifitas yang dapat mengurangi ketegangan (mis; aktivitas fisik, permainan-permainan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bantu anak yang sedang marah&lt;br /&gt;a. Berikan dorongan pada anak untuk mengungkapkan kemarahannya (mis; ”Apa yang kamu rasakan ketika disuntik?”, ” Bagaimana perasaanmu jika Mimin tidak mau bermain denganmu?”)&lt;br /&gt;b. Katakan pada anak bahwa marah adalah hal yang biasa (mis;”Saya kadang-kadang marah jika saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan.”)&lt;br /&gt;c. Berikan dorongan dan biarkan anak untuk mengekspresikan marah dalam cara yang dapat diterima (mis; berbicara keras-keras, memukul mainan, berlari keluar mengelilingi rumah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Untuk orang-orang yang diidentifikasi mengalami ansietas kronis dan mekanisme koping maladaptif, rujuk untuk penanganan psikiatrik berkelanjutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-3285343721281833809?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/3285343721281833809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/ansietas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3285343721281833809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3285343721281833809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/ansietas.html' title='Ansietas'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-6268582341830858777</id><published>2010-05-26T09:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T09:03:09.009-07:00</updated><title type='text'>koleksi ku</title><content type='html'>ASUHAN KEPERAWATAN ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep Anak dengan DM&lt;br /&gt;Askep thipoid&lt;br /&gt;Askep All&lt;br /&gt;Askep AML &lt;br /&gt;Askep Anak dengan Encefalitis&lt;br /&gt;Askep Anak dengan Meningitis&lt;br /&gt;Askep Anak dengan Syndrom Nefrotik&lt;br /&gt;Askep hidrocephalus pada anak&lt;br /&gt;Askep anemia&lt;br /&gt;Askep Asfiksia mekonium&lt;br /&gt;Askep Asthma Bronchiale&lt;br /&gt;Askep Bayi Hiperbilirubinemia&lt;br /&gt;Askep Bayi Lahir sakit&lt;br /&gt;Askep DHF &lt;br /&gt;Askep Diare anak &lt;br /&gt;asfiksia Gagal Nafas Anak&lt;br /&gt;Askep GGK&lt;br /&gt;Askep Hemofilia &lt;br /&gt;Askep Hidrocephalus&lt;br /&gt;Askep Hiperaktif&lt;br /&gt;Askep Hipoglikemia Neonatus&lt;br /&gt;Askep Hirsprung&lt;br /&gt;Askep Hypoglikemia symptomatis&lt;br /&gt;Askep ikterus&lt;br /&gt;Askep Intusepsi&lt;br /&gt;Askep Ispa &lt;br /&gt;Askep Kejang&lt;br /&gt;Askep Kwashiorkor &lt;br /&gt;askep leukemia&lt;br /&gt;askep meningitis&lt;br /&gt;askep meningoencephalitis TB&lt;br /&gt;Askep Morbili&lt;br /&gt;Askep TB Paru Anak&lt;br /&gt;Askep Tetralogi Fallot&lt;br /&gt;Askep Thalasemia&lt;br /&gt;Askep ASD, VSD&lt;br /&gt;Askep BBLR&lt;br /&gt;Askep CTEV&lt;br /&gt;Askep Gagal Nafas&lt;br /&gt;Askep Hiperbilirubinemia&lt;br /&gt;Askep Bronchopneumonia&lt;br /&gt;Askep Pneumonia&lt;br /&gt;BBLR Thermoregulasi&lt;br /&gt;Hemostas&lt;br /&gt;Pemeriksaan perkembangan anak&lt;br /&gt;Penyakit KEP&lt;br /&gt;Sindrome gawat nafas&lt;br /&gt;Susunan Perkembangan anak&lt;br /&gt;Therapi Bermain&lt;br /&gt;askep Tetanus&lt;br /&gt;Tumbuh Kembang Bahasa&lt;br /&gt;Tumbuh kembang Pre School&lt;br /&gt;Tumbuh kembang usia todler&lt;br /&gt;tumbuh kembang usia remaja&lt;br /&gt;askep BBLR&lt;br /&gt;askep diare akut dehidrasi sedang&lt;br /&gt;Askep GNA &lt;br /&gt;Askep Neonatus Infeksi&lt;br /&gt;Askep PJB&lt;br /&gt;Askep Pneumonia dan diphteria&lt;br /&gt;Askep Prematur&lt;br /&gt;Askep Respiratori distress sindrom&lt;br /&gt;GGK&lt;br /&gt;Speech Delayed&lt;br /&gt;Konsep Tumbuh Kembang&lt;br /&gt;Tumbuh Kembang&lt;br /&gt;Permainan dan perilaku bermain&lt;br /&gt;stimulasi perkembangan anak&lt;br /&gt;leaflet Nutrisi&lt;br /&gt;leaflet pencegahan infeksi bblr&lt;br /&gt;panduan pemeriksaan fisik anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  ASUHAN KEPERAWATAN BEDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep Amputasi&lt;br /&gt;Askep apendicitis (APP)&lt;br /&gt;Askep atresia ani&lt;br /&gt;Askep batu ginjal&lt;br /&gt;Askep BPH&lt;br /&gt;Askep Ca Buli&lt;br /&gt;Askep Ca Colon&lt;br /&gt;Askep Ca Mammae&lt;br /&gt;Askep cedera kepala&lt;br /&gt;Askep Combustio &lt;br /&gt;Askep Fr. Femur&lt;br /&gt;Askep Fr. cervical&lt;br /&gt;Askep Fraktur&lt;br /&gt;Askep Hirsprung&lt;br /&gt;Askep Morbus Basedow&lt;br /&gt;Askep Neoplasma pda saluran kemih&lt;br /&gt;Askep obstruksi usus&lt;br /&gt;Askep periapendiks infiltrat&lt;br /&gt;Askep striktur urethtra&lt;br /&gt;Askep trauma kepala&lt;br /&gt;Askep batu saluran kencing&lt;br /&gt;Askep ca buli&lt;br /&gt;Askep hernia&lt;br /&gt;Askep hernia inguinalis&lt;br /&gt;Askep koledoko (batu saluran empedu)&lt;br /&gt;Askep cedera otak berat&lt;br /&gt;Askep hematothoraks&lt;br /&gt;Askep Trauma thoraks&lt;br /&gt;Askep ca colon&lt;br /&gt;Askep ca recti&lt;br /&gt;Askep cancer&lt;br /&gt;Askep cedera kepala sedang&lt;br /&gt;Askep colorectal cancer&lt;br /&gt;Askep efusi pleura&lt;br /&gt;Askep fr humerus&lt;br /&gt;Askep fr alviolaris maxilla&lt;br /&gt;Askep fr.femur&lt;br /&gt;Askep fr. mandibula&lt;br /&gt;Askep GNA&lt;br /&gt;Askep hodgkin&lt;br /&gt;Askep ISK&lt;br /&gt;Askep kateter CVP&lt;br /&gt;Askep kista koledocal&lt;br /&gt;Askep inkontinentia urine&lt;br /&gt;Askep multiple fraktur&lt;br /&gt;Askep peritonitis &lt;br /&gt;Askep post tutup colostomy&lt;br /&gt;Askep stenosis ani&lt;br /&gt;Askep trauma tumpul abdomen&lt;br /&gt;Askep urolihiasis&lt;br /&gt;hernia inguinalis&lt;br /&gt;hemorhoid&lt;br /&gt;perawatan cateter&lt;br /&gt;Askep Hiperthiroid&lt;br /&gt;Askep Post Parathyroidectomy&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT DALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep IMA &amp; chf&lt;br /&gt;Askep  IMA&lt;br /&gt;Askep angina pectoris&lt;br /&gt;Askep asthma&lt;br /&gt;Askep bronkiektasis&lt;br /&gt;Askep broncho pneumonia&lt;br /&gt;Askep ca paru&lt;br /&gt;Askep chest pain&lt;br /&gt;Askep chf&lt;br /&gt;Askep ckd&lt;br /&gt;Askep decomp cordis&lt;br /&gt;Askep delated cardiomiopathy&lt;br /&gt;Askep DHF&lt;br /&gt;Askep Diabetes mellitus&lt;br /&gt;Askep Empiema&lt;br /&gt;Askep endo carditis&lt;br /&gt;Askep gagal ginjal kronis&lt;br /&gt;Askep gagal ginjal acut&lt;br /&gt;Askep gagal jantung&lt;br /&gt;Askep gastro enteritis&lt;br /&gt;Askep Gegantisme&lt;br /&gt;Askep Gout&lt;br /&gt;Askep Hematomesis melena&lt;br /&gt;Askep Hepatitis&lt;br /&gt;Askep Hipertensi&lt;br /&gt;Askep intoksikasi baygon (organofosfat)&lt;br /&gt;Askep  osteo arthritis&lt;br /&gt;Askep PJB&lt;br /&gt;Askep Pneumonia&lt;br /&gt;Askep PPOM&lt;br /&gt;Askep Sirosis Hepatis&lt;br /&gt;Askep SLE&lt;br /&gt;Askep Syock&lt;br /&gt;Askep TB Paru &amp; Hemophtoe&lt;br /&gt;Askep TBC&lt;br /&gt;Askep Tetani&lt;br /&gt;Askep Thalasemia&lt;br /&gt;Askep Tumor Paru&lt;br /&gt;Askep Ventrikel septum defek&lt;br /&gt;Askep Batuk darah&lt;br /&gt;Askep Leptospirosis &lt;br /&gt;Abses paru&lt;br /&gt;cairan dan elektrolit&lt;br /&gt;efusi pleura maligna&lt;br /&gt;flu burung&lt;br /&gt;Insulin&lt;br /&gt;hemangioma&lt;br /&gt;Hemostas&lt;br /&gt;Drug eruption&lt;br /&gt;Leptospirosis&lt;br /&gt;Rematik&lt;br /&gt;Askep HIV-Aids&lt;br /&gt;Askep Post CABG&lt;br /&gt;Fisiologi jantung&lt;br /&gt;nebulezer&lt;br /&gt;hepatoma&lt;br /&gt;leaflet DM&lt;br /&gt;Leaflet rematik&lt;br /&gt;kesehatan lansia&lt;br /&gt;Nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  GAWAT DARURAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep fraktur cervical&lt;br /&gt;Askep cedera otak berat&lt;br /&gt;Askep Chest Pain&lt;br /&gt;Askep gagal nafas&lt;br /&gt;Askep hipoglikemia&lt;br /&gt;Askep intoksikasi organo fosfat&lt;br /&gt;Askep klien dengan CVP&lt;br /&gt;Askep Payah jantung&lt;br /&gt;Askep peritonitis ruptur hepar&lt;br /&gt;Askep Syock&lt;br /&gt;Askep truma thoraks&lt;br /&gt;Askep trauma tusuk abdomen&lt;br /&gt;Askep gagal nafas anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  ICU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep ventilasi mekanik&lt;br /&gt;Askep ca paru-ventilaror&lt;br /&gt;Askep AMI&lt;br /&gt;Askep ARDS + Sepsis&lt;br /&gt;Askep Ca Paru &amp; Ventilator&lt;br /&gt;Askep cedera kepala&lt;br /&gt;Askep cva infark&lt;br /&gt;Askep diabetes ketossidosis&lt;br /&gt;Askep asam basa&lt;br /&gt;Askep Paratiroidectomy&lt;br /&gt;Askep payah jantung&lt;br /&gt;Askep pneumonia + Gagal nafas&lt;br /&gt;Askep respiratory failure&lt;br /&gt;Askep Tetani&lt;br /&gt;Askep Trauma Thoraks&lt;br /&gt;Askep VSD&lt;br /&gt;materi BGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  SARAF/ NEUROGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep cefalgia&lt;br /&gt;Askep hnp (hernia nukleus purposus)&lt;br /&gt;Askep low back pain&lt;br /&gt;Askep meningitis&lt;br /&gt;Askep migrain&lt;br /&gt;Askep penurunan kesadaran&lt;br /&gt;Askep sol&lt;br /&gt;Askep Stroke non hemorhagic&lt;br /&gt;Askep stroke hemorhagic&lt;br /&gt;Askep tumor medula spinalis&lt;br /&gt;Askep otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  MATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep ablasio retina&lt;br /&gt;Askep glaukoma&lt;br /&gt;Askep hifema&lt;br /&gt;Askep katarak&lt;br /&gt;Askep Neuroma Orbita&lt;br /&gt;Askep Trauma tembus mata&lt;br /&gt;Askep ulkus kornea&lt;br /&gt;Askep Infeksi pada mata&lt;br /&gt;Tumor Orbita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  THT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep angio fibroma&lt;br /&gt;Askep ca nasofaring&lt;br /&gt;Askep faringitis&lt;br /&gt;Askep OMSK (otitis media supuratif kronik)&lt;br /&gt;Askep otitis media acut&lt;br /&gt;Askep Presbiakusis&lt;br /&gt;Askep septum deviasi&lt;br /&gt;Askep sinusitis&lt;br /&gt;Askep tumor laring&lt;br /&gt;tumor cavum nasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  KULIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep eritroderma&lt;br /&gt;Askep lupus&lt;br /&gt;Askep pemfigus vulgaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  JIWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Askep delirium&lt;br /&gt;Askep gangguan hubungan sosial&lt;br /&gt;Askep halusinasi dengar&lt;br /&gt;Askep halusinasi perseptual&lt;br /&gt;Askep harga diri rendah&lt;br /&gt;Askep kehilangan&lt;br /&gt;Askep depresi&lt;br /&gt;Askep menarik diri&lt;br /&gt;Askep napza&lt;br /&gt;Askep curiga&lt;br /&gt;Askep mania&lt;br /&gt;Askep perawatan diri kurang&lt;br /&gt;Askep perilaku kekerasan&lt;br /&gt;Askep schizofrenia &lt;br /&gt;Askep suicide&lt;br /&gt;Askep toileting&lt;br /&gt;Askep waham&lt;br /&gt;Askep Menarik diri &lt;br /&gt;terapi aktifitas kelompok&lt;br /&gt;Efek ECT&lt;br /&gt;Kontrol emosi&lt;br /&gt;Terapi lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  MATERNITAS&lt;br /&gt;Askep ab imminen&lt;br /&gt;Askep abortus&lt;br /&gt;Askep ante natal care&lt;br /&gt;Askep ca cervik&lt;br /&gt;Askep eklampsia post partum&lt;br /&gt;Askep ekstraksi vacum&lt;br /&gt;Askep hipertensi-gravida&lt;br /&gt;Askep ca vulva&lt;br /&gt;Askep kistoma ovarii&lt;br /&gt;Askep letak sungsang&lt;br /&gt;Askep makrosomia&lt;br /&gt;Askep mioma uteri&lt;br /&gt;Askep partus macet&lt;br /&gt;Askep persalinan normal&lt;br /&gt;Askep pre eklamsia&lt;br /&gt;Askep primi gravida&lt;br /&gt;Askep ruptur uteri&lt;br /&gt;Askep sc - panggul sempit&lt;br /&gt;Askep sc&lt;br /&gt;Askep serotinus&lt;br /&gt;Askep Post partum (masa nifas)&lt;br /&gt;Askep post partum fisiologis&lt;br /&gt;Alat kontrasepsi&lt;br /&gt;asi eksklusif&lt;br /&gt;ibu hamil&lt;br /&gt;hidramnion&lt;br /&gt;imunisasi&lt;br /&gt;kehamilan matur&lt;br /&gt;kelainan menstruasi&lt;br /&gt;lekore kandidiasis&lt;br /&gt;mola hidatidosa&lt;br /&gt;non strest test&lt;br /&gt;panggul sempit&lt;br /&gt;pemeriksaan fisik ibu hamil&lt;br /&gt;perawatan payudara&lt;br /&gt;plasenta previa&lt;br /&gt;solid ovarium tumor&lt;br /&gt;vulva higiene&lt;br /&gt;senam nifas&lt;br /&gt;leaflet buteki &lt;br /&gt;hidramnion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  MANAJEMEN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;actuating&lt;br /&gt;budgetting&lt;br /&gt;kepemimpinan&lt;br /&gt;kuesioner manajemen nurse&lt;br /&gt;manajemen keperawatan anak&lt;br /&gt;manajemen konflik&lt;br /&gt;pendokumentasian keperawatan&lt;br /&gt;pengawasan&lt;br /&gt;perilaku organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  KOMUNITAS DAN KELUARGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memberi penyuluhan&lt;br /&gt;DM Lansia&lt;br /&gt;Format Pengkajian data komunitas&lt;br /&gt;Format Pengkajian Keluarga&lt;br /&gt;Hipertensi dengan konsep keluarga&lt;br /&gt;Konsep askep komunitas lingkungan kerja&lt;br /&gt;Konsep Keluarga dengan stroke&lt;br /&gt;Leaflet DM&lt;br /&gt;Leaflet Hipertensi&lt;br /&gt;Leaflet Maag&lt;br /&gt;Leaflet Pertumbuhan Remaja&lt;br /&gt;Manajemen puskesmas&lt;br /&gt;Pedoman Wonshield survey&lt;br /&gt;Format Pengkajian 0-1 tahun&lt;br /&gt;Format Pengkajian balita&lt;br /&gt;Format Pengkajian ibu hamil&lt;br /&gt;Format Pengkajian KB&lt;br /&gt;Format Pengkajian lansia&lt;br /&gt;Format Pengkajian nifas dan ibu menyusui&lt;br /&gt;Format Pengkajian remaja&lt;br /&gt;Format Pengkajian usia sekolah&lt;br /&gt;Pre Planning Rematik&lt;br /&gt;Pre Planning Keluarga ibu menyusui&lt;br /&gt;Pre Planning Tumbuh kembang remaja&lt;br /&gt;Puskesmas&lt;br /&gt;SAP Breastcare&lt;br /&gt;SAP Kesehatan Lingkungan&lt;br /&gt;SAP Obesitas&lt;br /&gt;SAP Sumur&lt;br /&gt;Tentang Hipertensi&lt;br /&gt;Konsep keperawatan keluarga&lt;br /&gt;Askep remaja&lt;br /&gt;askep keluarga&lt;br /&gt;konsep keluarga dengan TB Paru&lt;br /&gt;Konsep Keluarga &lt;br /&gt;Leaflet pertumbuhan remaja&lt;br /&gt;Statistik Analisa&lt;br /&gt;Tumbuh Kembang Remaja&lt;br /&gt;Diagnosa keperawatan keluarga dengan hipertensi&lt;br /&gt;Alat Kontrasepsi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-6268582341830858777?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/6268582341830858777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/koleksi-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/6268582341830858777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/6268582341830858777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/koleksi-ku.html' title='koleksi ku'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-267211576398192882</id><published>2010-05-26T08:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T08:41:37.992-07:00</updated><title type='text'>Asuhan Keperawatan Anak Leukimia</title><content type='html'>I. PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukemia merupakan penyakit maligna proliferatif generalisata dari jaringan pembuluh darah, biasanya melibatkan leukosit. (Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2).&lt;br /&gt;Leukemia merupakan penyakit maligna proliferatif generalisata dari jaringan pembuluh darah, biasanya melibatkan leukosit. (Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2).&lt;br /&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukemia adalah proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang tidak normal, jumlahnya berlebihan, dapat menyebabkan anemia, trombositopenia, dan diakhiri dengan kematian (Kapita Selekta Jilid I).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KLASIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Leukimia Mieloid&lt;br /&gt;· Leukimia Limfositik Kronik, adalah suatu penyakit mieloproliferatif yang ditandai dengan produksi berlebih seri granulosit yang relative panjang.&lt;br /&gt;· Leukimia Mieloblastik Akut, adlah suatu penyakit yang merupakan neoplasma unilokal yang berasal dari transpormasi satu atau beberapa sel hematopoetik.&lt;br /&gt;2. Leukimia Limfosid&lt;br /&gt;· Leukimia Limfositik Kronik, adalah suatu gangguan limfoproliferasi yang ditemukan pada kelompok u7mur tua (sekitar 60 tahun) dengan perbandingan 2:1 untuk pria.&lt;br /&gt;· Leukemia Limfoblastik Akut, adalah Leukimia Mieloblastik Akut, adlah suatu penyakit yang merupakan neoplasma unilokal yang berasal dari transpormasi satu atau beberapa sel hematopoetik.&lt;br /&gt;faktor-faktor penyebabnya belum jelas atau tidak dapat diidentifikasi tetapi diduga oleh karena virus onkogenik. Faktor penyebab lain:&lt;br /&gt;· Faktor eksogen: sinar radioaktif, bahan kimia.&lt;br /&gt;· Faktor endogen: ras, kelainan kromosom.&lt;br /&gt;patofisiologi, klik untuk perbesar gambar&lt;br /&gt; patofis-leukimia-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; I. MANIFESTASI KLINIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anak kelihatan pucat.&lt;br /&gt;2. Demam.&lt;br /&gt;3. Anemia.&lt;br /&gt;4. Perdarahan: ptekia, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi.&lt;br /&gt;5. Kelemahan.&lt;br /&gt;6. Nyeri tulang atau sendi dengan atau tanpa pembengkakan.&lt;br /&gt;7. Purpura.&lt;br /&gt;8. Pembesaran hepar dan lien.&lt;br /&gt;9. Gejala tidak khas: sakit sendi atau tulang karena infiltrasi sel-sel ganas.&lt;br /&gt;10. Jika terdapat infiltrasi ke dalam susunan saraf pusat, dapat ditemukan tanda meningitis.&lt;br /&gt;11. Peningkatan cairan cerebrospinal mengandung protein.&lt;br /&gt;12. Penurunan glukosa.&lt;br /&gt;II. PENGKAJIAN&lt;br /&gt;1. Anamnesa&lt;br /&gt;a. Identitas.&lt;br /&gt;b. Keluhan utama.&lt;br /&gt;c. Riwayat kesehatan sekarang.&lt;br /&gt;d. Riwayat kesehatan yang lalu.&lt;br /&gt;e. Riwayat kesehatan keluarga.&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Aktivitas&lt;br /&gt;Gejala : kelelahan, malaise, kelemahan.&lt;br /&gt;Tanda : kelemahan otot, somnolen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sirkulasi&lt;br /&gt;Gejala : palpitasi.&lt;br /&gt;Tanda : Takikardi, membrane mukosa pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Eliminasi&lt;br /&gt;Gejala : diare, nyeri, feses hitam, darah pada urin, penurunan haluaran urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Makanan / cairan&lt;br /&gt;Gejala : anoreksia, muntah, penurunan BB, disfagia.&lt;br /&gt;Tanda : distensi abdomen, penurunan bunyi usus, hipertropi gusi (infiltrasi gusi mengindikasikan leukemia monositik akut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Integritas ego&lt;br /&gt;Gejala : perasaan tidak berdaya / tidak ada harapan.&lt;br /&gt;Tanda : depresi, ansietas, marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Neurosensori&lt;br /&gt;Gejala : penurunan koordinasi, kacau, disorientasi, kurang konsentrasi, pusing, kesemutan.&lt;br /&gt;Tanda : aktivitas kejang, otot mudah terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Nyeri / kenyamanan&lt;br /&gt;Gejala : nyeri abdomen, sakit kepala, nyeri tulang / sendi, kram otot.&lt;br /&gt;Tanda : gelisah, distraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Pernafasan&lt;br /&gt;Gejala : nafas pendek dengan kerja atau gerak minimal.&lt;br /&gt;Tanda : dispnea, takipnea, batuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Keamanan&lt;br /&gt;Gejala : riwayat infeksi saat ini / dahulu, jatuh, gangguan pengihatan, perdarahan spontan, tak terkontrol dengan trauma minimal.&lt;br /&gt;Tanda : demam, infeksi, purpura, pembesaran nodus limfe, limpa atau hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Seksualitas&lt;br /&gt;Gejala : penurunan libido, menoragia, impoten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Darah lengkap: menunjukkan normositik, anemia normositik.&lt;br /&gt;2. PT / PTT: memanjang.&lt;br /&gt;3. LDH: mungkin meningkat.&lt;br /&gt;4. Muromidase serum (lisozim): peningkatan pada leukemia monositik akut dan mielomonositik.&lt;br /&gt;5. Asam urat serum / urine: mungkin meningkat.&lt;br /&gt;6. Copper serum: meningkat.&lt;br /&gt;7. Zinc serum: menurun.&lt;br /&gt;8. Biopsi sumsum tulang belakang: SDM abnormal biasanya 750% atau lebih dari SDP pada sumsum tulang.&lt;br /&gt;9. Foto dad dan biopsy nodus limfe: dapat mengindikasikan derajat keterlibatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nyeri Akut b.d pembesaran organ / nodus limfe, sumsum tulang yang dikemas dengan sel leukemik.&lt;br /&gt;2. Resiko tinggi perdarahan b.d trombositopenia.&lt;br /&gt;3. Resiko tinggi infeksi b.d sel leukosit yang abnormal.&lt;br /&gt;4. Kelelahan / kelemahan umum b.d anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dx. Keperawatan: Nyeri Akut b.d pembesaran organ / nodus limfe, sumsum tulang yang dikemas dengan sel leukemik.&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;· Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×24jam, nyeri dapat berkurang atau terkontrol.&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;· Nyeri terkontrol.&lt;br /&gt;· Menunjukkan perilaku penanganan nyeri.&lt;br /&gt;· Tampak dan mampu istirahat atau tidur.&lt;br /&gt; intervensi&lt;br /&gt;   rasional&lt;br /&gt;  1. Kaji adanya nyeri.&lt;br /&gt;2. Observasi TTV.&lt;br /&gt;3. Posisikan nyaman dan sokong sendi ekstremitas dengan bantal.&lt;br /&gt;4. Evaluasi dan dukung mekanisme koping pasien.&lt;br /&gt;5. Bantu / berikan aktivitas terapeutik, teknik relaksasi.&lt;br /&gt;6. Berikan obat sesuai indikasi: analgesic, contoh: asematinofen (tylenol).&lt;br /&gt;7. Narkotik, misal: kodein, meperdin (demetol), morfin, hidromorfan (dilaudis).&lt;br /&gt;  1. Mengindikasikan terjadinya komplikasi.&lt;br /&gt;2. Dapat membantu mengevaluasi pernyataan verbal dan keefektifan intervensi.&lt;br /&gt;3. Dapat menurunkan ketidaknyamanan tulang dan sendi.&lt;br /&gt;4. Penggunaan persepsi diri / perilaku untuk menghilangkan nyeri dapat membantu pasien mengatasinya lebih efektif.&lt;br /&gt;5. Membantu manajemen nyeri dengan perhatian langsung.&lt;br /&gt;6. diberikan untuk nyeri ringan yang tidak hilang dengan tindakan kenyamanan.&lt;br /&gt;7. Digunakan bila nyeri hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Dx. Keperawatan: Resiko tinggi perdarahan b.d trombositopenia.&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;· Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×24jam, resiko perdarahan berkurang atau tidak terjadi perdarahan.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil:&lt;br /&gt;· TD dan nadi Stabil.&lt;br /&gt;· HB dalam batas normal (&gt;10 g / 100 ml).&lt;br /&gt;· Trombosit dalam batas normal (&gt; 50.000 / ml).&lt;br /&gt; intervensi&lt;br /&gt;   rasional&lt;br /&gt;  1. Kaji keadaan kulit / membran mukosa.&lt;br /&gt;2. Pantau TD dan Nadi.&lt;br /&gt;3. Hindari tindakan yang dapat membuat cidera jaringan / perdarahan.&lt;br /&gt;4. Anjurkan klien untuk diet makanan halus.&lt;br /&gt;5. Awasi pemeriksaan lab, misal: trombosit, HB / HT.&lt;br /&gt;6. Berikan SDM, trombosit.&lt;br /&gt;  1. Untuk mengetahui adanya resiko perdarahan dengan menemukan adanya ptieke, perdarahan gusi.&lt;br /&gt;2. Perubahan dapat menunjukkan sebagai efek hipovolemia (perdarahan).&lt;br /&gt;3. Jaringan rapuh dan trombositopenia meningkatkan resiko perdarahan meskipun trauma minor.&lt;br /&gt;4. dapat mengurangi iritasi gusi.&lt;br /&gt;5. Penurunan jumlah trombosit dan HB / HT mengindikasikan adanya perdarahan.&lt;br /&gt;6. Memperbaiki atau menormalkan jumlah SDM dan kapasitas pembawa O2 untuk memperbaiki anemia, berguna untuk mencegah atau mengobati perdarahan.&lt;br /&gt;  3. Dx. Keperawatan: Resiko tinggi infeksi b.d sel leukosit yang abnormal.&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;· Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24jam, kondisi klien baik dan resiko infeksi berkurang atau tidak terjadi infeksi.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil:&lt;br /&gt;· Suhu dalam batas normal (365-375 oC).&lt;br /&gt;· Leukosit dalam batas normal.&lt;br /&gt;· Pasien dapat mengetahui tindakan yang dapat mencegah atau menurunkan resiko infeksi.&lt;br /&gt; intervensi&lt;br /&gt;   rasional&lt;br /&gt;  1. Kaji adanya nyeri tekan pada area eritema.&lt;br /&gt;2. Observasi suhu tubuh.&lt;br /&gt;3. Berikan mandi kompres.&lt;br /&gt;4. Berikan periode istirahat tanpa gangguan.&lt;br /&gt;5. Berikan makanan tinggi protein dan cairan.&lt;br /&gt;6. Awasi pemeriksan lab: DL terutama SDP, kultur gram / sensitifitas.&lt;br /&gt;7. Berikan obat sesuai indikasi ex: antibiotik.&lt;br /&gt;8. Kaji ulang foto thorak.&lt;br /&gt;  1. Mengindikasikan infeksi lokal.&lt;br /&gt;2. Hipertermia terjadi pada beberapa tipe infeksi.&lt;br /&gt;3. Membantu menurunkan demam.&lt;br /&gt;4. Menghemat energi untuk penyembuhan, regenerasi seluler.&lt;br /&gt;5. Meningkatkan pembentukan antibodi dan mencegah dehidrasi.&lt;br /&gt;6. Penurunan jumlah SDP matur menunjukkan peningkatan resiko infeksi.&lt;br /&gt;7. Mengobati infeksi khusus.&lt;br /&gt;8. Indikator terjadinya atau penyembuhan komplikasi paru.&lt;br /&gt;  4. Dx. Keperawatan: Kelelahan / kelemahan umum b.d anemia.&lt;br /&gt;Tujuan:&lt;br /&gt;· Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24jam, kondisi klien membaik (kelemahan / kelelahan berkurang).&lt;br /&gt;Kriteria Hasil:&lt;br /&gt;· Keadaan umum membaik.&lt;br /&gt;· Mampu beraktifitas.&lt;br /&gt; intervensi&lt;br /&gt;   rasional&lt;br /&gt;  1. Kaji tingkat kelemahan klien.&lt;br /&gt;2. Berikan lingkungan tenang dan periode istirahat tanpa gangguan.&lt;br /&gt;3. Jadwalkan makan sekitar kemoterapi.&lt;br /&gt;4. Kolaborasikan dengan tim medis mengenai pengobatan antiemetik dan penambah darah.&lt;br /&gt;  1. Efek leukemia, anemia dan kemoterapi.&lt;br /&gt;2. Menghemat energi untuk aktifitas dan regenerasi seluler.&lt;br /&gt;3. Dapat meningkatkan pemasukan dan menurunkan mual.&lt;br /&gt;4. Untuk menurunkan mual setelah dilakukan kemoterapi, dan meningkatkan HB sehingga mengurangi kelelahan atau kelemahan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;· “Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga”, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Dep. Kes. R.I, Jakarta, 1993&lt;br /&gt;· “Kapita Selekta” Jilid I&lt;br /&gt;· “Prinsip Keperawatan Pediatrik”, Rosa M. Sacharin Edisi 2, Jakarta, 1994&lt;br /&gt;· “Asuhan Keperawatan” Marylin E. Doengoes&lt;br /&gt;http://catatanperawat.byethost15.com/asuhan-keperawatan/asuhan-keperawatan-anak-leukimia/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-267211576398192882?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/267211576398192882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/asuhan-keperawatan-anak-leukimia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/267211576398192882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/267211576398192882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2010/05/asuhan-keperawatan-anak-leukimia.html' title='Asuhan Keperawatan Anak Leukimia'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-4842467883756181054</id><published>2009-12-18T07:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T07:09:11.280-08:00</updated><title type='text'>pengkajian 2</title><content type='html'>PostHeaderIcon  Pengkajian Keperawatan (2) &lt;br /&gt; April 21st, 2009 &lt;br /&gt;Metode Pengumpulan Data&lt;br /&gt;wawancaraAgar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah, sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan identitas klien, keluhan utama, riwayat kesehatan, keadaan fisik, psikologis, sosial, spiritual, intelegensi, hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya.&lt;br /&gt;Metoda yang digunakan dalam pengumpulan data pada tahap pengkajian adalah&lt;br /&gt;Wawancara (interview), pengamatan (observasi), dan pemeriksaan fisik (pshysical assessment). dan studi dokumentasi.&lt;br /&gt;WAWANCARA&lt;br /&gt;Biasa juga disebut dengan anamnesa adalah menanyakan atau tanya jawab yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. Dalam berkomunikasi ini perawat mengajak klien dan keluarga untuk bertukar pikiran dan perasaannya yang diistilahkan teknik komunikasi terapeutik.&lt;br /&gt;Teknik tersebut mencakup keterampilan secara verbal maupun non verbal, empati dan rasa kepedulian yang tinggi. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka maupun tertutup, menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. Teknik non verbal meliputi mendengarkan secara aktif, diam, sentuhan dan kontak mata. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang perlu dilatih.&lt;br /&gt;Unsur-unsur yang penting dalam mendengarkan secara aktif yaitu :&lt;br /&gt;· Memperhatikan pesan yang disampaikan&lt;br /&gt;· Mengurangi hambatan-hambatan&lt;br /&gt;o Suara yang gaduh (suara radio, tv, pembicaraan di luar)&lt;br /&gt;o Kurangnya privasi&lt;br /&gt;o Adanya interupsi dari perawat lain&lt;br /&gt;o Perasaan terburu-buru&lt;br /&gt;o Klien merasa cemas, nyeri, mengantuk&lt;br /&gt;o Perawat sedang memikirkan hal lain / tidak fokus ke klien&lt;br /&gt;o Klien tidak senang dengan perawat atau sebaliknya&lt;br /&gt;· Posisi duduk sebaiknya berhadapan, dengan jarak yang sesuai.&lt;br /&gt;· Mendengarkan penuh dengan perasaan terhadap setiap yang dikatakan klien&lt;br /&gt;· Memberikan kesempatan klien istirahat&lt;br /&gt;Tujuan Wawancara :&lt;br /&gt;Untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam mengidentifikasi dan merencanakan tindakan keperawatan.&lt;br /&gt;Membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan.&lt;br /&gt;Membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengkajian.&lt;br /&gt;Meningkatkan hubungan antara perawat dengan klien dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;Komunikasi keperawatan digunakan untuk memperoleh riwayat keperawatan. Riwayat keperawatan merupakan data yang khusus dan data ini harus dicatat, sehingga rencana tindakan keperawatan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan klien. Riwayat keperawatan sebaiknya segera didapatkan begitu klien masuk rumah sakit, karena riwayat tersebut akan memudahkan perawat dalam mengidentifikasi kemampuan dan kelemahan klien, resiko terjadinya gangguan fungsi kesehatan, dan masalah-masalah keperawatan yang aktual maupun potensial.&lt;br /&gt;Tahapan Wawancara / Komunikasi :&lt;br /&gt;1. Persiapan&lt;br /&gt;Sebelum melakukan komunikasi dengan klien, perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk terhadap klien, karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien.&lt;br /&gt;Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi, perawat tidak boleh memaksa, atau memberi kesempatan kapan klien sanggup. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara.&lt;br /&gt;2. Pembukaan atau perkenalan&lt;br /&gt;Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.&lt;br /&gt;3. Isi / tahap kerja&lt;br /&gt;a. Fokus wawancara adalah klien&lt;br /&gt;b.Mendengarkan dengan penuh perhatian.&lt;br /&gt;c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien&lt;br /&gt;d.Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien&lt;br /&gt;e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya&lt;br /&gt;f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya&lt;br /&gt;g. Jika situasi memungkinkan kita dapat memberikan sentuhan terapeutik, yang bertujuan untuk memberikan dorongan spiritual, merasa diperhatikan.&lt;br /&gt;4. Terminasi&lt;br /&gt;Perawat mempersiapkan untuk penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara akan berakhir dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;Jadi, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah :&lt;br /&gt;1.       Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya&lt;br /&gt;2.      Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas&lt;br /&gt;3.      Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien&lt;br /&gt;4.      Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian&lt;br /&gt;5.      Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti&lt;br /&gt;6.      Tidak bersifat menggurui&lt;br /&gt;7.      Memperhatikan pesan yang disampaikan&lt;br /&gt;8.      Mengurangi hambatan-hambatan&lt;br /&gt;9.      Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk)&lt;br /&gt;10.   Menghindari adanya interupsi&lt;br /&gt;11.    Mendengarkan penuh dengan perasaan&lt;br /&gt;12.   Memberikan kesempatan istirahat kepada klien&lt;br /&gt;Macam Wawancara :&lt;br /&gt;1.       Auto anamnesa : wawancara dengan klien langsung&lt;br /&gt;2.      Allo anamnesa : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.&lt;br /&gt;Teknik Pengumpulan Data Yang Kurang Efektif :&lt;br /&gt;1.       Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. misalnya : “Apakah Anda makan tiga kali sehari ?“&lt;br /&gt;2.      Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Misalnya : “……………. Anda setuju bukan?”&lt;br /&gt;3.      Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus&lt;br /&gt;4.      Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Misalnya : “Anda tidak bermaksud seperti itu kan?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-4842467883756181054?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/4842467883756181054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/pengkajian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4842467883756181054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4842467883756181054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/pengkajian-2.html' title='pengkajian 2'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-7302513370177885787</id><published>2009-12-18T07:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T07:07:07.936-08:00</updated><title type='text'>pengkajian</title><content type='html'>PostHeaderIcon  Pengkajian Keperawatan &lt;br /&gt; April 20th, 2009 &lt;br /&gt;pengkajian-keperawatanPengkajian merupakan tahap awal proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien.&lt;br /&gt;Tahap pengkajian merupakan pemikiran dasar dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Pengkajian yang lengkap, akurat, sesuai kenyataan, kebenaran data sangat penting untuk merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan respon individu.&lt;br /&gt;Data Dasar adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan terhadap dirinya sendiri, dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;Data Fokus adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan terhadap klien.&lt;br /&gt;Fokus Pengkajian Keperawatan&lt;br /&gt;Pengkajian keperawatan tidak sama dengan pengkajian medis. Pengkajian medis difokuskan pada keadaan patologis, sedangkan pengkajian keperawatan ditujukan pada respon klien terhadap masalah-masalah kesehatan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Misalnya dapatkah klien melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga fokus pengkajian klien adalah respon klien yang nyata maupun potensial terhadap masalah-masalah aktifitas harian.&lt;br /&gt;Pulta (Pengumpulan Data)&lt;br /&gt;Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentukan masalah-masalah, serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien.&lt;br /&gt;Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang terkumpul, didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Selanjutnya data dasar tersebut digunakan untuk menentukan diagnosis keperawatan, merencanakan asuhan keperawatan, serta tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien.&lt;br /&gt;Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment), selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment), serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment).&lt;br /&gt;Tujuan Pengumpulan Data&lt;br /&gt;1.       Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien.&lt;br /&gt;2.      Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien.&lt;br /&gt;3.      Untuk menilai keadaan kesehatan klien.&lt;br /&gt;4.      Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah berikutnya.&lt;br /&gt;Tipe Data :&lt;br /&gt;1. Data Subjektif&lt;br /&gt;adalah data yang didapatkan dari klien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Informasi tersebut tidak bisa ditentukan oleh perawat, mencakup persepsi, perasaan, ide klien tentang status kesehatannya. Misalnya tentang nyeri, perasaan lemah, ketakutan, kecemasan, frustrasi, mual, perasaan malu.&lt;br /&gt;2. Data Objektif&lt;br /&gt;adalah data yang dapat diobservasi dan diukur, dapat diperoleh menggunakan panca indera (lihat, dengar, cium, raba) selama pemeriksaan fisik. Misalnya frekuensi nadi, pernafasan, tekanan darah, edema, berat badan, tingkat kesadaran.&lt;br /&gt;Karakteristik Data&lt;br /&gt;1. Lengkap&lt;br /&gt;Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. Misalnya klien tidak mau makan selama 3 hari. Perawat harus mengkaji lebih dalam mengenai masalah klien tersebut dengan menanyakan hal-hal sebagai berikut: apakan tidak mau makan karena tidak ada nafsu makan atau disengaja? Apakah karena adanya perubahan pola makan atau hal-hal yang patologis? Bagaimana respon klien mengapa tidak mau makan.&lt;br /&gt;2. Akurat dan nyata&lt;br /&gt;Untuk menghindari kesalahan, maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar tidaknya apa yang didengar, dilihat, diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang mungkin meragukan. Apabila perawat merasa kurang jelas atau kurang mengerti terhadap data yang telah dikumpulkan, maka perawat harus berkonsultasi dengan perawat yang lebih mengerti. Misalnya, pada observasi : “klien selalu diam dan sering menutup mukanya dengan kedua tangannya. Perawat berusaha mengajak klien berkomunikasi, tetapi klien selalu diam dan tidak menjawab pertanyaan perawat. Selama sehari klien tidak mau makan makanan yang diberikan”, jika keadaan klien tersebut ditulis oleh perawat bahwa klien depresi berat, maka hal itu merupakan perkiraan dari perilaku klien dan bukan data yang aktual. Diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk menetapkan kondisi klien. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian.&lt;br /&gt;3. Relevan&lt;br /&gt;Pencatatan data yang komprehensif biasanya menyebabkan banyak sekali data yang harus dikumpulkan, sehingga menyita waktu dalam mengidentifikasi. Kondisi seperti ini bisa diantisipasi dengan membuat data komprehensif tapi singkat dan jelas. Dengan mencatat data yang relevan sesuai dengan masalah klien, yang merupakan data fokus terhadap masalah klien dan sesuai dengan situasi khusus.&lt;br /&gt;Sumber Data&lt;br /&gt;1. Sumber data primer&lt;br /&gt;Klien adalah sumber utama data (primer) dan perawat dapat menggali informasi yang sebenarnya mengenai masalah kesehatan klien.&lt;br /&gt;2. Sumber data sekunder&lt;br /&gt;Orang terdekat, informasi dapat diperoleh melalui orang tua, suami atau istri, anak, teman klien, jika klien mengalami gangguan keterbatasan dalam berkomunikasi atau kesadaran yang menurun, misalnya klien bayi atau anak-anak, atau klien dalam kondisi tidak sadar.&lt;br /&gt;3. Sumber data lainnya&lt;br /&gt;1. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;Catatan kesehatan terdahulu dapat digunakan sebagai sumber informasi yang dapat mendukung rencana tindakan perawatan.&lt;br /&gt;2. Riwayat penyakit&lt;br /&gt;Pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan merupakan riwayat penyakit yang diperoleh dari terapis. Informasi yang diperoleh adalah hal-hal yang difokuskan pada identifikasi patologis dan untuk menentukan rencana tindakan medis.&lt;br /&gt;3. Konsultasi&lt;br /&gt;Kadang terapis memerlukan konsultasi dengan anggota tim kesehatan spesialis, khususnya dalam menentukan diagnosa medis atau dalam merencanakan dan melakukan tindakan medis. Informasi tersebut dapat diambil guna membantu menegakkan diagnosa.&lt;br /&gt;4. Hasil pemeriksaan diagnostik&lt;br /&gt;Seperti hasil pemeriksaan laboratorium dan tes diagnostik, dapat digunakan perawat sebagai data objektif yang dapat disesuaikan dengan masalah kesehatan klien. Hasil pemeriksaan diagnostik dapat digunakan membantu mengevaluasi keberhasilan dari tindakan keperawatan.&lt;br /&gt;5. Perawat lain&lt;br /&gt;Jika klien adalah rujukan dari pelayanan kesehatan lainnya, maka perawat harus meminta informasi kepada perawat yang telah merawat klien sebelumnya. Hal ini untuk kelanjutan tindakan keperawatan yang telah diberikan.&lt;br /&gt;6. Kepustakaan.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan data dasar klien yang komprehensif, perawat dapat membaca literatur yang berhubungan dengan masalah klien. Memperoleh literatur sangat membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang benar dan tepat.&lt;br /&gt;Metoda Pengumpulan Data&lt;br /&gt;1. Wawancara&lt;br /&gt;2. Observasi&lt;br /&gt;3. Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;4. Studi Dokumentasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-7302513370177885787?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/7302513370177885787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/pengkajian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7302513370177885787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7302513370177885787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/pengkajian.html' title='pengkajian'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-7094457121384144133</id><published>2009-12-18T07:05:00.001-08:00</published><updated>2009-12-18T07:05:59.715-08:00</updated><title type='text'>pemeriksaan fisik</title><content type='html'>PENGAMATAN / OBSERVASI&lt;br /&gt;Tahap kedua dalam pengumpulan data adalah pengamatan, dan pada praktiknya kita lebih sering menyebutnya dengan observasi. Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien.&lt;br /&gt;Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi :&lt;br /&gt;1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara rinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : “Pak, saya akan menghitung nafas Bapak dalam satu menit“ kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid, karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya.&lt;br /&gt;2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien.&lt;br /&gt;3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.&lt;br /&gt;Contoh kegiatan observasi misalnya : terlihat adanya kelainan fisik, adanya perdarahan, ada bagian tubuh yang terbakar, bau alkohol, urin, feses, tekanan darah, heart rate, batuk, menangis, ekspresi nyeri, dan lain-lain.&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN FISIK&lt;br /&gt;palpasi1Tahap ketiga dalam pengumpulan data adalah pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dalam keperawatan digunakan untuk mendapatkan data objektif dari riwayat keperawatan klien. Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan wawancara. Fokus pengkajian fisik keperawatan adalah pada kemampuan fungsional klien. Misalnya , klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka perawat mengkaji apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atau tidak.&lt;br /&gt;Tujuan dari pemeriksaan fisik dalam keperawatan adalah untuk menentukan status kesehatan klien, mengidentifikasi masalah klien dan mengambil data dasar untuk menentukan rencana tindakan keperawatan.&lt;br /&gt;Ada 4 teknik dalam pemeriksaan fisik yaitu :&lt;br /&gt;1. Inspeksi &lt;br /&gt;Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. Cahaya yang adekuat diperlukan agar perawat dapat membedakan warna, bentuk dan kebersihan tubuh klien. Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh, warna, bentuk, posisi, simetris. Dan perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. Contoh : mata kuning (ikterus), terdapat struma di leher, kulit kebiruan (sianosis), dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Palpasi&lt;br /&gt;Palpasi adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba. Tangan dan jari-jari adalah instrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data, misalnya tentang : temperatur, turgor, bentuk, kelembaban, vibrasi, ukuran.&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang perlu diperhatikan selama palpasi :&lt;br /&gt;· Ciptakan lingkungan yang nyaman dan santai.&lt;br /&gt;· Tangan perawat harus dalam keadaan hangat dan kering&lt;br /&gt;· Kuku jari perawat harus dipotong pendek.&lt;br /&gt;· Semua bagian yang nyeri dipalpasi paling akhir.&lt;br /&gt;Misalnya : adanya tumor, oedema, krepitasi (patah tulang), dan lain-lain.&lt;br /&gt;3. Perkusi &lt;br /&gt;Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri kanan) dengan tujuan menghasilkan suara.&lt;br /&gt;Perkusi bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi jaringan. Perawat menggunakan kedua tangannya sebagai alat untuk menghasilkan suara.&lt;br /&gt;Adapun suara-suara yang dijumpai pada perkusi adalah :&lt;br /&gt;Sonor : suara perkusi jaringan yang normal.&lt;br /&gt;Redup : suara perkusi jaringan yang lebih padat, misalnya di daerah paru-paru pada pneumonia.&lt;br /&gt;Pekak : suara perkusi jaringan yang padat seperti pada perkusi daerah jantung, perkusi daerah hepar.&lt;br /&gt;Hipersonor/timpani : suara perkusi pada daerah yang lebih berongga kosong, misalnya daerah caverna paru, pada klien asthma kronik.&lt;br /&gt;4. Auskultasi&lt;br /&gt;Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung, suara nafas, dan bising usus.&lt;br /&gt;Suara tidak normal yang dapat diauskultasi pada nafas adalah :&lt;br /&gt;Rales : suara yang dihasilkan dari eksudat lengket saat saluran-saluran halus pernafasan mengembang pada inspirasi (rales halus, sedang, kasar). Misalnya pada klien pneumonia, TBC.&lt;br /&gt;Ronchi : nada rendah dan sangat kasar terdengar baik saat inspirasi maupun saat ekspirasi. Ciri khas ronchi adalah akan hilang bila klien batuk. Misalnya pada edema paru.&lt;br /&gt;Wheezing : bunyi yang terdengar “ngiii….k”. bisa dijumpai pada fase inspirasi maupun ekspirasi. Misalnya pada bronchitis akut, asma.&lt;br /&gt;Pleura Friction Rub ; bunyi yang terdengar “kering” seperti suara gosokan amplas pada kayu. Misalnya pada klien dengan peradangan pleura.&lt;br /&gt;Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan :&lt;br /&gt;1. Head to toe (kepala ke kaki)&lt;br /&gt;Pendekatan ini dilakukan mulai dari kepala dan secara berurutan sampai ke kaki. Mulai dari : keadaan umum, tanda-tanda vital, kepala, wajah, mata, telinga, hidung, mulut dan tenggorokan, leher, dada, paru, jantung, abdomen, ginjal, punggung, genetalia, rectum, ektremitas.&lt;br /&gt;2. ROS (Review of System / sistem tubuh) &lt;br /&gt;Pengkajian yang dilakukan mencakup seluruh sistem tubuh, yaitu : keadaan umum, tanda vital, sistem pernafasan, sistem kardiovaskuler, sistem persyarafan, sistem perkemihan, sistem pencernaan, sistem muskuloskeletal dan integumen, sistem reproduksi. Informasi yang didapat membantu perawat untuk menentukan sistem tubuh mana yang perlu mendapat perhatian khusus.&lt;br /&gt;3. Pola fungsi kesehatan Gordon, 1982&lt;br /&gt;Perawat mengumpulkan data secara sistematis dengan mengevaluasi pola fungsi kesehatan dan memfokuskan pengkajian fisik pada masalah khusus meliputi : persepsi kesehatan-penatalaksanaan kesehatan, nutrisi-pola metabolisme, pola eliminasi, pola tidur-istirahat, kognitif-pola perseptual, peran-pola berhubungan, aktifitas-pola latihan, seksualitas-pola reproduksi, koping-pola toleransi stress, nilai-pola keyakinan.&lt;br /&gt;4. DOENGOES (1993)&lt;br /&gt;Mencakup : aktivitas / istirahat, sirkulasi, integritas ego, eliminasi, makanan dan cairan, hygiene, neurosensori, nyeri / ketidaknyamanan, pernafasan, keamanan, seksualitas, interaksi sosial, penyuluhan / pembelajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-7094457121384144133?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/7094457121384144133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/pemeriksaan-fisik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7094457121384144133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/7094457121384144133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/pemeriksaan-fisik.html' title='pemeriksaan fisik'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-210934281558821811</id><published>2009-12-12T18:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-12T18:57:05.493-08:00</updated><title type='text'>HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA</title><content type='html'>HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA&lt;br /&gt; Diposkan oleh yoeyoes      &lt;br /&gt;Hak dan Kewajiban Warga Negara&lt;br /&gt;Negara sebagai suatu entitas adalah abstrak, yang tampak adalah unsur-unsur negara yang berupa rakyat, wilayah, dan pemerintah. Salah satu unsur negara adalah rakyat. Rakyat yang tinggal diwilayah negara menjadi penduduk negara yang bersangkutan. Warga negara adalah bagian dari penduduk suatu negara. Warga negara memiliki hubungan ndengan negaranya. Kedudukannya sebagai warga negara menciptakan hubungan berupa peranan, hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik.&lt;br /&gt;Kewarganegaraan memiliki keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan anatara negara dengan warga negara. Kewarganegaraan adalah segala hal ihlawal yang berhubungan dengan negara.&lt;br /&gt;Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;a. Kewarganegaraan dalam arti Yuridis &lt;br /&gt;Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang –orang dengan negara. Adanya ikatan hukum itu menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, yaitu orang tersebut berada dibawah kekuasaan negara yang bersangkutan. Tanda dari adanya ikatan hukum , misalanya akta kelahiran, surat pernyataan, bukti kewarganegaraan, dsb.&lt;br /&gt;b. Kewarganegaraan dalam arti Sosiologis&lt;br /&gt;Kewarganegaraan dalam arti sosilogis tidak ditandai dengan ikatan hukum. Tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedudukan Warga Negara Dalam Negara&lt;br /&gt;Penentuan Warga Negara&lt;br /&gt;Siapa saja yang dapat menjadi warga negara dar suatu negara? Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal dengan adanya asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan asas kewaraganegaraan berdasarkan perkawinan.&lt;br /&gt;Dalam penentuan kewarganegaraan didasarkan kepada sisikelahiran dikenal dua asas yaitu asas ius soli dan ius sanguinis . Ius artinya hukum atau dalil. Soli berasal dari kata solum yang artinya negari atau tanah. Sanguinis berasal dari kata sanguis yang artinya darah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;a. Asas Ius Soli&lt;br /&gt;Asas yang menyatakan bahawa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana orang tersebut dilahirkan.&lt;br /&gt;b. Asas Ius Sanguinis&lt;br /&gt;Asas yang mennyatakan bahwa kewarganegaraan sesorang ditentukan beradasarkan keturunan dari orang tersebut.&lt;br /&gt;Selain dari sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraan dapat didasarkan pada aspek perkawinan yang mencakupa asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat :&lt;br /&gt;a. Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatan yang tidak terpecahkan sebagai inti dari masyarakat. Dalam menyelenggarakan kehidupan bersama, suami istri perlu mencerminkan suatu kesatuan yang bulat termasuk dalam masalah kewarganegaraan. Berdasarkan asas ini diusahakan ststus kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.&lt;br /&gt;b. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaaraan suami atau istri. Keduanya memiliki hak yang sama untuk menentukan sendiri kewarganegaraan. Jadi mereka dapat berbeda kewarganegaraan seperti halnya ketika belum berkeluarga. &lt;br /&gt;Negara memiliki wewenang untuk menentukan warga negara sesuai dengan asas yang dianut negara tersebut. Dengan adanya kedaulatan ini, pada dasarnya suatu negara tidak terikat oleh negara lain dalam menentukan kewarganegaraan. Negara lain juga tidak bolej menentukan siapa saja yang menjadi warga negara dari suatu negara.&lt;br /&gt;Penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda oleh setiap negara dapat menciptakan problem kewarganegaraan bagi seorang warga. Secara ringkas problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride. Appatride adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Bipatride adalah istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda (rangkap dua). Bahkan dapat muncul multipatride yaitu istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan yang banyak (lebih dari 2)&lt;br /&gt;Warga Negara Indonesia&lt;br /&gt;Negara Indonesia telah menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara . ketentuan tersebut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945 sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara&lt;br /&gt;2. Penduduk ialah waraga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia&lt;br /&gt;3. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang&lt;br /&gt;Beradasarkan hal diatas , kita mengetahui bahwa orang yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah :&lt;br /&gt;a. Orang-orang bangsa Indonesia asli&lt;br /&gt;b. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara&lt;br /&gt;Adapun Undang-Undang yang mengatur tentang warga negara adalah Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Pewarganegaraan adalah tatacara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan . Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh memalului pewarganegaraan.&lt;br /&gt;Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon juika memenuhi persyaratan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Telah berusia 18(delapan belas) tahun atau sudah kawin&lt;br /&gt;2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima)tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut&lt;br /&gt;3. Sehat jasmani dan rohani&lt;br /&gt;4. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&lt;br /&gt;5. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun&lt;br /&gt;6. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Indonesia, tidak menjadi kewarganegaraan ganda&lt;br /&gt;7. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap&lt;br /&gt;8. Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hilangnya Kewarganegaraan Indonesia&lt;br /&gt;Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.&lt;br /&gt;Tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.&lt;br /&gt;Dinyatakan hilang kewarganegaraan oleh Presiden atas permohonannya sendiri , yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan&lt;br /&gt;Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden&lt;br /&gt;Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undngan hanya dapat dijabat oleh warga negara Indonesia&lt;br /&gt;Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut&lt;br /&gt;Tidak diwajibkan tapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yangbersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing&lt;br /&gt;Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.&lt;br /&gt;Bertempat tinggal diluar wilayah negara republic Indonesia selama 5 (liama0 tahun berturut-turut bukan dalam rangaka dinas negara, tanpa alas an yang sah dan dengan sngaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonedia sebelum jangka waktu 5(liama) tahun itu berakhir dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernytaaan ingin tetap menjadi warga Negara Indonesia kepada perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan RItersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.&lt;br /&gt;Perempuan warganegara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga asing kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum negara asal suaminya, kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut.&lt;br /&gt;Laki-laki warganegara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga asing kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum negara asal istrinya, kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut. Atau jika ingintetap menjadi warga negara RI dapat mengajukan surat pernyaataan menganai keinginannya kepada pejabat atau perwakilan RI yang wilayahnya meliputi tempat tinggal perempuan atau laki-laki tersebut , kecuali pengajuan tersebut mengakibatkan kewarganegaraan ganda. Surat pernyataan dapat diajukan oleh perempuan setelah 3(tiga) tahun sejak tanggal perkawinannya berlangsung.&lt;br /&gt;Setiap orang yang memperoleh kewarganegaraan RI berdasarkan keterangan yang kemudian hari dinyatakan palsu atau dipalsukan, tidak benar, atau terjadi kekeliruan mengenai orangnya oleh instansi yang berwenang, dinyatakan batal kewarganegaraannya. Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan RI dalam Berita Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;Asas-asas yang dipakai dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia meliputi :&lt;br /&gt;a. Asas Ius Sanguinis, yiatu asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarakan keturunan bukan negara tempat kelahiran&lt;br /&gt;b. Asas Ius Soli scera terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan berdasarakan negara tempat kelahiran, yang diperuntukkan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang.&lt;br /&gt;c. Asas kewarganegaraan tunggal, yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang&lt;br /&gt;d. Asas kewaraganegaraan ganda terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hak dan Kewajiban waraga Negara Indonesia&lt;br /&gt;Wujud hubungan Warga Negara dan Negara&lt;br /&gt;Wujud hubungan anatara warga negara dengan negara adalah pada umumnya adalah berupa peranan(role). Peranan pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan sesuaidengan status yang dimiliki, dalam hal ini sebagai warga negara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hak dan kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945. Bebarapa hak warga negara Indonesia antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.&lt;br /&gt;b. Hak membela negara&lt;br /&gt;c. Hak berpendapat&lt;br /&gt;d. Hak kemerdekaan memeluk agama&lt;br /&gt;e. Hak mendapatkan pengajaran&lt;br /&gt;f. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia&lt;br /&gt;g. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial&lt;br /&gt;h. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial &lt;br /&gt;Sedangkan kewajiban warga negara Indonesia terhadap negara Indonesia adalah :&lt;br /&gt;a. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan&lt;br /&gt;b. Kewajiban membela negara&lt;br /&gt;c. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara&lt;br /&gt;Selain itu ditentuakan pula hak dan kewajiban negara terhadapwarganegara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. Beberapa ketentuan tersebut, anatara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintah&lt;br /&gt;b. Hak negara untuk dibela&lt;br /&gt;c. Hak negara untuk menguasai bumi, air , dan kekayaan untuk kepentingan rakyat&lt;br /&gt;d. Kewajiban negara untuk menajamin sistem hukum yang adil&lt;br /&gt;e. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara&lt;br /&gt;f. Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat&lt;br /&gt;g. Kewajiban negara meberi jaminan sosial&lt;br /&gt;h. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah&lt;br /&gt;Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang . Bidang –bidang ini antara lain,  Bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; REAKSI: &lt;br /&gt;              &lt;br /&gt; LABEL: HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-210934281558821811?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/210934281558821811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/hak-dan-kewajiban-warga-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/210934281558821811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/210934281558821811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/12/hak-dan-kewajiban-warga-negara.html' title='HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-3446280783979227528</id><published>2009-11-24T14:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T07:22:40.410-08:00</updated><title type='text'>kardoivaskular / jantung</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Syud3zPUAOI/AAAAAAAAAFs/anQe3l3TNMo/s1600-h/jantung4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Syud3zPUAOI/AAAAAAAAAFs/anQe3l3TNMo/s320/jantung4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416596558815953122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;undefined&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-3446280783979227528?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/3446280783979227528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/11/kardoivaskular-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3446280783979227528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3446280783979227528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/11/kardoivaskular-jantung.html' title='kardoivaskular / jantung'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Syud3zPUAOI/AAAAAAAAAFs/anQe3l3TNMo/s72-c/jantung4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-8404504771860779316</id><published>2009-11-17T06:32:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T06:33:00.551-08:00</updated><title type='text'>cara mengajar bayi membaca</title><content type='html'>Mengajar Bayi Anda Membaca (Metode Glenn Doman) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian "Bagaimana otak anak-anak berkembang?". Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang Otak Anak&lt;br /&gt;Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia 'melihat' atau 'mendengar' sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:&lt;br /&gt;1. Sikap dan pendekatan orang tua&lt;br /&gt;Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar adalah:&lt;br /&gt;- Hadiah, bukan hukuman&lt;br /&gt;- Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja&lt;br /&gt;- Bersenang-senang, bukan bersusah payah&lt;br /&gt;- Suatu kehormatan, bukan kehinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang sesuai:&lt;br /&gt;a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)&lt;br /&gt;b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar&lt;br /&gt;c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap-tahap mengajar:&lt;br /&gt;TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)&lt;br /&gt;Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm&lt;br /&gt;2. Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf berjarak kira-kira 1,25 cm&lt;br /&gt;3. Huruf berwarna merah&lt;br /&gt;4. Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)&lt;br /&gt;5. Buatlah hanya 15 kata, misal : IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK (ABI/PAPA/AYAH)&lt;br /&gt;6. Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Pertama&lt;br /&gt;Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.&lt;br /&gt;1. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya&lt;br /&gt;2. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya&lt;br /&gt;3. Katakan dengan jelas 'ini bacaannya IBU/AYAH'&lt;br /&gt;4. Jangan jelaskan apa-apa&lt;br /&gt;5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik&lt;br /&gt;6. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama&lt;br /&gt;7. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan&lt;br /&gt;8. Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok&lt;br /&gt;9. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kedua&lt;br /&gt;1. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali&lt;br /&gt;2. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran&lt;br /&gt;3. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda&lt;br /&gt;4. Jangan lakukan test, belum waktunya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ketiga&lt;br /&gt;1. Lakukan seperti hari ke-2&lt;br /&gt;2. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ketujuh&lt;br /&gt;Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:&lt;br /&gt;1. Pilih kata kesukaannya&lt;br /&gt;2. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas 'ini apa?'&lt;br /&gt;3. Hitung dalam hati sampai sepuluh, Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman&lt;br /&gt;Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan. "Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:&lt;br /&gt;1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)&lt;br /&gt;Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri' karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.&lt;br /&gt;1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang&lt;br /&gt;2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm&lt;br /&gt;3. Huruf dan warna seperti tahap pertama&lt;br /&gt;4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut&lt;br /&gt; lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir&lt;br /&gt;5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua&lt;br /&gt;6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing-masing 5 kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jadi sekarang anda memiliki:&lt;br /&gt; - 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru&lt;br /&gt; - 2 kelompok kata baru dari tahap kedua&lt;br /&gt; - total 5 kelompok kata = 25 kata&lt;br /&gt;8. Lakukan seperti tahap pertama&lt;br /&gt;9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.&lt;br /&gt;10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing satu dalam setiap&lt;br /&gt;kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS:&lt;br /&gt;1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya 'lidah' dengan 'lutut'&lt;br /&gt;2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara&lt;br /&gt;3. Ingat, membaca bukan berbicara&lt;br /&gt;4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KETIGA : (kata-kata 'rumah')&lt;br /&gt;Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.&lt;br /&gt;1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang&lt;br /&gt;2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat&lt;br /&gt;3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua&lt;br /&gt;4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2&lt;br /&gt;suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga,&lt;br /&gt;jendela, dll&lt;br /&gt;5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah&lt;br /&gt;5 kata baru dari tahap ke tiga&lt;br /&gt;6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas,&lt;br /&gt;topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.&lt;br /&gt;7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk,&lt;br /&gt;berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll&lt;br /&gt;8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil&lt;br /&gt;menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakana 'Ibu&lt;br /&gt;melompat', 'kakak melompat', dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEEMPAT :&lt;br /&gt;1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang&lt;br /&gt;2. Ukuran huruf 5 cm&lt;br /&gt;3. Huruf kecil, warna hitam&lt;br /&gt;4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya&lt;br /&gt; 'ini' dan kata 'bola' menjadi 'ini bola'.&lt;br /&gt;5. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)&lt;br /&gt;1. Pilihkan buku sederhana dengan syarat :&lt;br /&gt; Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata&lt;br /&gt;Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm&lt;br /&gt; Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah.&lt;br /&gt; Carilah yang mendekati persyaratan tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat.&lt;br /&gt;4. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.&lt;br /&gt;5. Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.&lt;br /&gt;6. Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.&lt;br /&gt;7. Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)&lt;br /&gt;Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci Keberhasilan&lt;br /&gt;1. Jangan membosankan anak&lt;br /&gt;2. Jangan memaksa anak&lt;br /&gt;3. Jangan tegang&lt;br /&gt;4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu&lt;br /&gt;5. Bergembiralah&lt;br /&gt;6. Ciptakan cara baru&lt;br /&gt;7. Jawablah semua pertanyaan anak&lt;br /&gt;8. Berilah buku bacaan yang bermutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan orangtua pada umumnya adalah :&lt;br /&gt;1. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan&lt;br /&gt;menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.&lt;br /&gt;2. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun&lt;br /&gt;emosional serta rasa ingin tahu yang besar.&lt;br /&gt;3. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya&lt;br /&gt;pertanyaan yg diajukannya.&lt;br /&gt;4. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya&lt;br /&gt;suka membaca.&lt;br /&gt;5. Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana&lt;br /&gt;untuk membaca yang tidak lepas dari buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan buku yg merupakan "JENDELA ILMU", anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku "Mengajar Bayi Membaca" - Glenn Doman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-8404504771860779316?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/8404504771860779316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/11/cara-mengajar-bayi-membaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8404504771860779316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8404504771860779316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/11/cara-mengajar-bayi-membaca.html' title='cara mengajar bayi membaca'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-5740494559716605453</id><published>2009-10-21T21:03:00.001-07:00</published><updated>2009-10-21T21:03:45.917-07:00</updated><title type='text'>sejarah keperawatan</title><content type='html'>SEJARAH KEPERAWATAN &lt;br /&gt;Rabu, 19 Agustus 2009&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perkembangankeperawatan didunia dapat diawali pertama, sejak manusia itu di ciptakan. Diman dasarnya manusia diciptakan memiliki naluri untuk merawat diri sendiri sebagaimana yang dicerminkan pada seorang ibu. Naluri yang sederhana adalah memelihara kesehatan dalam hal ini adalah menyusui anaknya sehingga harapan pada awal perkembangan keperawatan, perawat harus memiliki naluri keibuan kemudian bergeser kezaman purba diman zaman ini orang masih percaya pada suatu tantangan adanya kekuatan mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, kepercayaan ini di kenal dengan nama anisme, diman seseorang yang sakit dapat disebabkan karma kekuatan alam atau pengaruh kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan bahwa jiwa yang jahat akan dapat menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat menimbulkan keasehatan atau kesejahteraan. Pada saat itu peran perawat sebagai ibu yang merawat keluarga yang sakit dengan memberian perawat fisik serta mengobati penyakit dengan menghilangkan pengaruh jahat. Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan dewa-dewa dimana pada masa itu penyakit dianggap disebabkan karena kemarahan dewa sehingga kuil kuil didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang meminta kesembuhan di kuil tersebut dengan bantuan priest physician.setelah itu perkembangn keperawatan terus berubah dengan berubahnya zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN ZAMAN KUNO&lt;br /&gt;Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan&lt;br /&gt;Perkembangan dipengaruhi oleh :Perawatan dan pengobatan zaman purba Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive.Namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Pekerjaan "merawat" dikerjakan berdasarkan naluri (instink) à naluri binatang à "mother instinct" (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah)&lt;br /&gt;Perawatan Dan Pengobatan Secara Praktis Telah Dilakukan Oleh Orang-Orang Primitive, Misalnya :&lt;br /&gt;• Merawat dan mengobati luka-luka&lt;br /&gt;• Menurunkan panas dengan memberikan air minum yang banyak atauperawatannya dengan menggunakan air (kompres)&lt;br /&gt;• Membuka absoes dengan menggunakan batu-batu tajam&lt;br /&gt;• Menhentikan pendarahan dengan menggunakan batu-batu panas&lt;br /&gt;• Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit&lt;br /&gt;Pengaruh kepercayaan terhadap perawatan dan pengobatan Manusia zaman purba menganut kepercayaan/agama "animisme" menghubungkan terjadinya penyakit dnegan kepercayaan animisme ini, sehingga mereka beranggapan bahwa orang menderita sakit disebabkan karena kemasukan arwah-arwah (roh-roh) itu. Orang-orang yang menaruh perhatian terhadap tanda-tanda penyakit orang "ahli" dalam mengambil tindakan pengobatan terhadap orang sakit. Orang ahli tersebut kemudiajn disebut ahli obat-obatan = dukun dalam pengobatannya dukun antara lain memperhatikan aturan-aturan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Ajaran Alam&lt;br /&gt;Suatu kepercayaan yang menganjurkan bahwa alam sendiri memberikan petunjuk-petunjuk tentang obat yang akan dipakai misalnya Luka yang berdarah di beri balutan atau kain yang berwarna merah/daun merah. Apabila sakit kuning di beri obat minum dari akar-akaran atau kulit tumbuhan berwarna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Ajaran Transmigrasi&lt;br /&gt;Suatu ajaran yang mempercayai akan adanya kekeuatanm daya pemindahan. Misal : Pada waktu seorang wanita akan melahirkan, diberi air rendaman daun dan membuka lebar-lebar semua pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan Pada Beberapa Bangsa Dan Negara&lt;br /&gt;A. Mesir&lt;br /&gt;Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur.Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama di mesirKetabiban&lt;br /&gt;Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai tabib ia menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyai pengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang obat-obatan. Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuat kurang lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Babylon dan syiria&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telah diketahui oleh bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satu tulisan yang menyatakan bahwa pada 680 SM orang telah mengetahui cara menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawant pada muka.Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu perawatan atau pengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Yahudi kuno&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir. Misalnya : cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli hygiene. Dibawah pimpinannya bangsa Yahgudi memajukan minatnya yang besar terhadap kebersihan umum dan kebersihan diri.&lt;br /&gt;Undang-undang kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologi zaman sekarang, misalnya :&lt;br /&gt;1. Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan di makan&lt;br /&gt;2. Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia&lt;br /&gt;3. Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkan suatu penyakit&lt;br /&gt;4. Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakit yang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan&lt;br /&gt;D. India&lt;br /&gt;Bangsa India (Hindu) di zaman purba telah memeluk agama Brahmana, disamping memuja dan meminta pertolongan kepada dewa (dikuil) untuk menyembuhkan orang sakit. Di India telah terdapat RS khususnya di Utara saat pemerintahan Rasa Asoka, ± 8 RS dimana sebagian kemudian dijadikan sekolah-sekolah pengobatan dan perawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tiongkok&lt;br /&gt;Bangsa Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranya gonorhoea dan syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SM ilmu urut dan psikoterapi.&lt;br /&gt;Orang-orang yang terkenal dalam ketabiban :&lt;br /&gt;1) Seng Lung&lt;br /&gt;Dikenal sebagai "Bapak Pengobatan, yang ahli penyakit dalam dan telah menggunakan obat-obat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral (garam-garaman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat, Dengar, Tanya, Rasa.&lt;br /&gt;2) Chang Chung Ching ± 200 Sm telah mengerjakan lavement dengan menggunakan bambo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Yunani&lt;br /&gt;Bangsa Yunani zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheisme) dewa yang terkenal adalah dewa yang dianggap sebagai dewa pengobatan putri dan dewa yang bernama hygiene sebagai Dewi kesehatan, maka timbullah perkataan higyene. Untuk pemujaan terhadap para dewa didirikan kuil (1134 SM) yang juga berfungsi sebagai pengobatan orang sakit dan perawatan dikerjakan oleh para budak-budak.&lt;br /&gt;Orang-orang ternama dalam ketabiban antara lain&lt;br /&gt;1. Hippocrates (hidup ± 400 SM) à bapak pengobatan dengan jasa :&lt;br /&gt;• Dasar cara pengobatan sampai sekarang ini&lt;br /&gt;• Penyakit bukan karena setan, melainkan rusaknya undang-undang alam&lt;br /&gt;• Mengembangkan tehnik pemeriksaan badan&lt;br /&gt;• Mengajarkan tentang makanan si sakit&lt;br /&gt;• Menganjurkan supaya penderita sakit jiwa dirawat secara perikemanusiaan&lt;br /&gt;• Mengajarkan tentang semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, , bertanggungjawab terhadap si sakit yang menjadi sumpah hypocrates&lt;br /&gt;2. Plato&lt;br /&gt;ahli filsafat Yunani, otak sebagai pusat kesadaran&lt;br /&gt;3. Aristoteles&lt;br /&gt;Ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu haya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Roma&lt;br /&gt;Rumah sakit Roma zaman purba di sebut valentrumdinari Roma yang terdapat di swiss ditemukan alat-alat perawatan ex. Peralatan untuk huknah pot-pot tempat selep. Juga ditemukan instrument untuk keperluan pembedahan ex : pisau, pincet, klem arteri, speculum. Tokoh terkenal Julius Caesar (101-44 SM). Seorang wali Negara yang pertama-tama mengakui guru-guru hygiene dan menganjurkan tentang kesehatan dan kebersihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Irlandia&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang pengobatan telah diketahui lama SM. Tentang Rumah sakit, Seorang putri raja bernama Macha (abad ke 3) mendirikan rumah sakit untuk orang-orang miskin yang sakit. Nama RS tersebut Broin Beargh àtau rumah kesusahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Amerika&lt;br /&gt;Rumah sakit sederhana telah didirikan dikota besar oleh bangsa Asteken di Amerika Utara, sedang RS yang baik dan merupakan RS pertama didirikan pada tahun 1521 oleh cortez dari Mexico yaitu RS san Jesu Nazareno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PERKEMBANGAN PERAWATAN ZAMAN PERMULAAN MASEHI&lt;br /&gt;Nabi Isa lahir "Agama Baru" agama masehi (Nasrasni/Kristen) perkembangan perawatan bercorak keagamaan ajaran kasih sayang terhadap sesama manusia (perhatian dan perawatan terhadap orang kesusahan – keadaan sakit)&lt;br /&gt;Permulaan diakones&lt;br /&gt;Diakones pembantu pendeta dalam gereja, memberi nasehat, mengobati orang sakit serta mengunjungi tempat tawanan. Diakones menjadi satu lembaga wanita yang pertama dari organisasi agama Kristen yang bekerja dan mengembangkan pekerjaan perawatan perawat penunjang rumah yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Philantrop&lt;br /&gt;Philantrop laki-laki dan wanita yang menjauhkan diri dari keramaian dunia dan berkumpul dalam satu tempat-monastic (laki-laki = monk; wanita = non)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 wanita yang berjasa Morcella, Febicla, Paula Permulaan rumah sakit.&lt;br /&gt;Agama Kristen berkembang di Roma, zaman pemerintahan constantyn yang agung (tahun 325). Mendirikan bangunan/tempat khusus untuk menampung orang terlantar orang sakit yang memerlukan pertolongan dan perawatan xenodocheian = rumah tahu (xeno = tamu) dalam bahasan latin tamu; hospes "Hospital"/rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monastic hospital&lt;br /&gt;Adalah gabungan antara hospital/xenodochoion dnegan monastery. Disini orang yang sakit dirawat oleh non (wanita) dimana monastic hospital yang terkenal didirikan pada tahun 559, mempunyai kurang lebih 200 non. Bentuk dari monastic hospital :&lt;br /&gt;- Bangsal untuk merawat orang sakit&lt;br /&gt;- Bangunan untuk orang yang perlu pertolonga, orang cacat, miskin, yatim piatu&lt;br /&gt;- Bangunan tempat tabib dan tempat monk-monk dan non&lt;br /&gt;- Pekerjaan perawatan dikerjakan oleh non-non&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Penyebaran Agama&lt;br /&gt;Pada permulaan masehi terjadi penyebaran agama kristen di Eropa. Hal ini berdampak positif terhadap perkembangan keperawatan. Kemajuan ini terlihat pada zaman pemerintahan Lord Constandne yaitu dengan :&lt;br /&gt;• XENODHOECIN atau HOSPES (penampungan orang yang membutuhkan pertolongan terutama orang yang menderita sakit)&lt;br /&gt;• Mendirikan Rumah Sakit terkenal di Roma Yaitu MONASTIC HOSPITAL&lt;br /&gt;• Pada pertengahan abad VI Masehi di Asia Barat Daya-Timur Tengah terjadi&lt;br /&gt;penyebaran agama Islam. Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam abd VII&lt;br /&gt;Masehi yang mencakup Afrika, Asia Tenggara, Asia Barat dan sebagian Eropa yaitu&lt;br /&gt;Spanyol dan Turki.&lt;br /&gt;• Pada waktu itu berkembang ilmu pengetahuan : Ilmu pasti, ilmu kimia, ilmu hygiene dan obat-obatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pelayanan keperawatan berkualitas telah di mulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Rufaidah pada zaman Nabi Muhammad SAW, yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan kliennya kaya atau miskin&lt;br /&gt;Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan keperawatan dimasa Islam dan di Arab Saudi khususnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masa Penyebaran Islam/the Islamic period (570-632)&lt;br /&gt;Perkembangan keperawatan masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/Jihad (holy wars), memberikan gambaran keperawatan di masa ini. System kedokteran mengenai pengobatan lebih dilakukan dnegan ke rumah pasien dengan diberikannya resep oleh dokter. Dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW yaitu Rufaidah binti Sa'ad / Rufaidah Al-Asamiya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masa setelah nabi/post-prophetic era (632-1000M)&lt;br /&gt;Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali. Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr. Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang "The reason why some persons and the common people leave a physician even if he is clever" dan "A clever physician does not have power to heal all diseases, for that is not within the realm of possibility". Dimasa ini ada perawat diberi nama "Al Asiyah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masa Late to Middle Ages (1000-1500 M)&lt;br /&gt;Dimasa ini Negara-negara Arab membangun RS dengan baik dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut5 RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan antara ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Perang&lt;br /&gt;• Adanya perang berdampak positif bagi keperawatan oleh karena banyaknya korban perang maka kebutuhan tenaga perawat sangat tinggi.&lt;br /&gt;• Perang salib Banyaknya sukarelawan dijadikan perawat yang terdiri orde-orde agama, para wanita yang mengikuti suami ke medan perang. Pengaruh perang salib terhadap keperawtan adalah mulai dikenal konsep P3K. keberadaan perawat mulai dibutuhkan dalam ketentraman dan timbul peluang kerja bagi perawat dibidang sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hotel Dieu Di Lion&lt;br /&gt;Perawat diambil dari mantan wanita jalanan atau wanita yang telah bertaubat&lt;br /&gt;2. Hotel Dieu di Paris&lt;br /&gt;Perawat diambil dari orde-orde agama sesudah revolusi perancis orde agama dihapuskan dan pekerjaan perawat digantikan oleh orang-orang bebas yang tidak terikat pada agama. Pelopor perawat yang terkenal di rumah sakit ini adalah GENEVIEVE BOUZUET&lt;br /&gt;2. ST. Thomas Hospital&lt;br /&gt;Didirikan pada tahun 1123 M, dirumah sakit inilah FLORENCE NIGHTINGALE memulai karirnya memperbaharui keperawatan.Pada awal abad XIX reformasi sosial masyarakat merubah peran perawat dan wanita secara umum. Perawat mulai dipercaya banyak orang. Contohnya adalah FLORENCE Nightingale yang menjadi pelopor keperawatan dunia.&lt;br /&gt;Florencen Nightingale Lahir tahun 1820 dari keluarga kaya raya dan terhormat meniti karirnya dirumah skait ST. Thomas Hospital ditentang keras oleh keluarganya. Ia diterima mengikuti kursus pendidikan perawat pada usia 31 tahun. Ditunjuk oleh pemerintahan inggris untuk menata asuhan keperawatan rumah sakit militer di turki memberi peluang baginya untuk meraih prestasi (Taylor. C, 1989) Sesudah perang krim Florence nightingale kembali ke Inggris mempelopori berdirinya sekolah-sekolah perawat modern tahun 1840 Kontribusi Florence Nightingale&lt;br /&gt;a. Menetapkan standar manajemen rumah sakit&lt;br /&gt;b. Menegaskan bahwa nutrisi merupakan bagian penting dari asuhan keperawtan&lt;br /&gt;c. Meyakinkan bahwa akupasional merupakan suatu terapi bagi orang sakit&lt;br /&gt;d. Mengidentifikasi kebutuhan personal pasien dan peran perawat untuk&lt;br /&gt;memenuhinya&lt;br /&gt;e. Mengemdbangkan standar okupasi bagi pasien wanita&lt;br /&gt;f. Mengembangkan pendidikan keperawatan&lt;br /&gt;g. Menetapkan 2 komponen keperawatan yaitu kesehatan dan penyakit&lt;br /&gt;h. Meyakinkan bahwa keperawatan berdiri sendiri dan berbeda dnegan rofesi&lt;br /&gt;kedokteran.&lt;br /&gt;i. Menekankan kebutuhan pendidikan lanjut bagi perawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1962-sekarang&lt;br /&gt;Keperawatan mulai berkembang dengan pesat Tahun 1962 mulai banyak berdiri akademi keperawatan (AKPER) tahun 1985 program studi ilmu keperawatan (PSIK) diselenggarakan oleh fakultas kedokteran universitas Indonesia lulusan I tahun 1988&lt;br /&gt;Dampak : Meningkatkan pelayanan keperawatan, pendekatan proses keperawatan dan meningkatkan peran dan fungsi perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA&lt;br /&gt;Perawatan sudah dilaksanakan sejak adanya manusia dan yang jadi sasarannya adalah manusia dari sejak lahir sampai dengan datangnya kematian. Di Indonesia pekerjaan perawat dikerjakan berdasarkan naluri perasaan keibuan untuk merawat anak-anaknya (Mother Instinct). Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia telah banyak di pengaruhi oleh penjajah diantaranya Jepang,Belanda,dan Inggris.Dalam perkembangan di Indonesia di bagi menjadi beberapa bagian diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Kuno&lt;br /&gt;Seperti juga di Negara-negara lainnya keperawatan diserahkan kepada perempuan yang merawat keluarganya&lt;br /&gt;Penyakit dianggap perbuatan setan yaitu dukun&lt;br /&gt;Cara pengobatan dengan menggunakan daun-daunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman penjajahan Belanda&lt;br /&gt;Tahun 1596 Cornelis De Houtman adalah orang Belanda pertama yang datang ke Indonesia pada zaman penjajahan.&lt;br /&gt;Zaman VOC, (1602 – 1799)&lt;br /&gt;Orang-orang Belanda datang ke Indonesia pertama kali dengan maksud untuk berdagang. Dalam usaha perdagangannya itu di bentuklah VOC. Sehubungan dengan adanya staf dan tentara maka dua usaha kesehatan. Untuk itu didirikanlah rumah sakit yang pertama yang bernama " Binnen Hospital " didirikan pada tahun 1641 bertempat di Batavia ( sekarang Jakarta) Tenaga perawatannya diambil dari penduduk pribumi ( Bumi Putera ) yang diberi nama Zieken oppaser ( penjaga orang sakit) Rumah sakit ini dibawah pengawasan dokter militer. Pada tahun 1724-1744) di luar kota didirikan rumah sakit yang kedua yang diberi nama : Buiten Hospital mengantikan Binnen Hospital yang di tutup pada tahun1808. Karena VOC dibubarkan 1799 maka oleh pemerintahan Belanda menyerahkan kepada pemerintah Indonesia yang kemuudian membentuk Organisasi Negara " Hindia Belanda". Pada tahun zaman penjajahan belanda I ( 1799-1811 ) tidak ada usaha kesehatan yang boleh dikatakan menonjol pada umumnya merupakan usaha lanjutan dari apa yang telah ada. Pengaruh kententaraan pada keperawatan mulai ada usaha-usaha dibidang kesehatan yang antara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MGD ( Militaire Gezondsheids Dienst ) - dinas kesehatan tentara&lt;br /&gt;BGD (Burgerlije Gezon Dienst ) – dinas kesehatan rakyat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu pemerintahan Daendels yang terkenal dengan pembuatan jalan Merak Banyuwangi, perlu lebih meningkatkan kesehatan tentaranya. Dibuatlah beberapa Rumah sakit Garnizoen, yaitu di Semarang dan Surabaya. Pelayanannya hanya memperhatikan dinas kesehatan tentara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Penjajahan Inggris Tahun 1811-1816&lt;br /&gt;Gubernur Jenderal Raffles sangat memperhatikan kesehatan rakyat. Usaha-usaha di bidang kesehatan tersebut dinyatakan dalam kata-katanya "kesehatan adalah milik manusia". Usaha-usahanya:&lt;br /&gt;a. Mengadakan vaksinasi umum&lt;br /&gt;b. Memperbaiki perawatan orang sakit gila (jiwa)&lt;br /&gt;c. Memperbaiki perawatan dari orang-orang tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Penjajahan Belanda II (1816-1942)&lt;br /&gt;Setelah pemerintahan diserahkan kembali pada Belanda, maka usaha-usaha kesehatan nampak maju. Prof. Dr. Reinwardt menyusun undang-undang kesehatan, diantaranya tentang praktek dokter, kebidanan, pengobatan dan lain-lain untuk wilayah sekitar Batavia pada 1819 oleh Residen V Pabst didirikan rumah sakit untuk umum di Jakarta, diantara rumah sakit Stadsverban di Glodok. Rumah sakit ini mempunyai perlengkapan yang sederhana. Pada tahun 1919 rumah sakit Stadsverban menjadi CBZ (Central Burgerlijke Ziekeninrichting) yangkemudian dipindahkan di Salemba.&lt;br /&gt;Dr. W. de bosch yang sangat menaruh perhatian terhadap kesehatan mendirikan sekolah dokter jawa (1852), yang kemudian berkembang menjadi STOVIA (1898) dan akhirnya GHS (1927). Ia juga mengadakan persiapan pendidikan kebidanan pada tahun 1852. Tahun 1875 pendidikan kebidanan ini ditutup kembali.Rumah-rumah sakit partikelir(swasta) diadakan oleh Zending.&lt;br /&gt;Muhammadiyah,bala keselamatan. Salah satu yang terkenal adalah rumah sakit di Gang Paal yang sekarang menjadi Rumah Sakit Cikini, didirikan pada tahun 1879. rumah skit yang lain ialah: RS St Carolus di Jakarta, RS St Borromeus di Bandung dan RS Elizabeth di Semarang. Pendidikan perawatan telah ada yang dimulai di RS cikini pada tahun 1900. Pendidikan juru rawat dimulai pada tahun 1906 di RS Glodok pad tahun 1912.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Penjajahan Jepang (1942-1945)&lt;br /&gt;Pada zaman penjajahan jepang keperawatan di Indonesia boleh dikatakan mundur. Pimpinan rumah sakit yang tadinya adalah orang-orang belanda di ambil alih orang-orang jepang dan sebagian oleh bangsa Indonesia. Obat-obatan sangat kurang,oleh karenanya wabah penyakit dimana-mana. Bahan-bahan balutan sangat kurang,sampai dipergunakannya daun pisang dan pelapah pisang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Kemerdekaan (1945-1961)&lt;br /&gt;Keadaan rumah sakit dan perawatan mengalami kekurangan-kekurangan terutama obat-obatan. Semwnjak tahun 1949 pemerintahan mulai membangun dan menyusun kenbali perbaikan-perbaikan di lapangankesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1962- sekarang&lt;br /&gt;Perawatan mulai berkenbang dengan pesat,dengan didirikannya pendidikan akademi keperawatan (AKPER) dan pada tahun 1962 dan Program Studi Ilmu keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonsia di Jakarta (1985),yang membawa dampak positif terhadap pelayanan perawatan. Pendekatan perawatan menggunakan proses perawatan yang berdasarkan pada kebutuhan manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan Penyakit jiwa di Indonesia.&lt;br /&gt;Perawatan penyakit jiwa di Indonesia tidak sama. Ada yang dirawat dengan lemah lembut,ada juga yang secara kasar. Ini tergantung dari kemajuan rakyat di tiap daerah. Perawatan tidak dikerjaan di rumah sakit tetapi di luar rumah sakit,disebabkan belum ada keinsyafan dan pengertain rakyat tentang penyakit jiwa. Baru pada tahun 1800 para penderita penyakit jiwa dikumpulkan di bangsal-bangsal tetapi perawatannya bersifat penjagaan saja.&lt;br /&gt;Rumah-rumah sakit jiwa baru didirikan pada tahun 1875 di Cilendek,Bogor yang merupakan rumah sakit jiwa yang pertama di Indonesia dengan kapasitas 400. Rumah sakit jiwa yang kedua ialah rumah sakit jiwa di Lawang didirikan pada tahun 1894 yang sekarang terdiri dari sumber porong,Pasuruan,Sumpyuh,sehingga merupakan rumah sakit jiwa yang terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 3300. Rumah sakit jiwa ke 3 ialah yang berada di magelang,didirikan pada tahun 1923 dengan kapasitas 1400.Yang lainnya didirikan di Grogol Jakarta.Padang,Palembang,Banjarmasing,Menado,yang masing-masing dngan kapasitas 1.k.60 Perawatan dikerjakan oleh juru rawat-juru rawat dan penjaga orang sakit dibawah pengawasan perawat jiwa bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Pendidikan perawat jiwa baru dibuka pada bulan September 1940 di Cilendek,Bogor. Pendidikan ini berupa "Kursus".Pada mulanya yang diterima hanya orang-orang Belanda dan Indo Belanda;pada tahun 1951 dibuka kursus untuk perawat-perawat bangsa Indonesia.Yang mengikuti banyak yang berasal dari luar Jawa,misalnya : Sumatra,Kalimantan da sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini perawatan penyakit jiwa dikerjakan secara modern dan tidak lagi ditempatkan dalam kamar tertutup,akan tetapi dibangsal-bangsal bebas.Mereka mendapat kebebasan,dihibur dan dapat bergaul dengan sopan sehingga akhirnya insyaf dan sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan dengan jalan diberi shock atau dikagetkan.Pada Zaman pertengahan dengan cara ditakut-takuti atau dijatuhkan kedalam sumur.Juga dipergunakan Hydro-therapie dengan menggunakan air panas atau air dingin. Pengobatan semacam ini hingga sekarang masih dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman modern sekarang pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat-obat tidur,dihibur dengan musik,olahraga,berdansa dan lain-lain.Shock therapie masih dilakukan terutama dengan aliran listrik (ECT).Therapie kerja masih tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;Perkembangan keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi social dan ekonomi yaitu penjajahan pemerintahan colonial Belanda, Inggris dan Jepang serta situasi pemerintahan Indonesia setelah Indonesia merdeka Dibedakan atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sebelum kemerdekaan&lt;br /&gt;Masa penjajahan belanda I Pada masa ini perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut VELPLEGEK dengan sebutan zieken oppaser sebagai penjaga rumah sakit. usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan adalah :&lt;br /&gt;• Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun 1799&lt;br /&gt;• Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital&lt;br /&gt;• Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herds dients)&lt;br /&gt;• Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds dienst)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Penjajahan Inggris&lt;br /&gt;Gubernur jendral Rafles sangat memperhatikan rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik manusia. Usaha-usahanya dibidang kesehatan :&lt;br /&gt;• Pencacaran secara umum&lt;br /&gt;• Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa&lt;br /&gt;• Memperhatikan kesehatan pada para tawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Penjajahan Jepang&lt;br /&gt;Menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran yang juga merupakan zaman kegelapan dunia keperawatan di Indonesia. Kemunduran-kemunduran ini terlihat pada&lt;br /&gt;• pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-orang yang tidak terdidik,&lt;br /&gt;• Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang jepang,&lt;br /&gt;• Obat-obatan sangat kurang&lt;br /&gt;• Wabah penyakit terjadi dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. dan pengobatan zaman purba Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive.Namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Pekerjaan "merawat" dikerjakan berdasarkan naluri (instink) à naluri binatang à "mother instinct" (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah). keibuan kemudian bergeser kezaman purba diman zaman ini orang masih percaya pada suatu tantangan adanya kekuatan mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, kepercayaan ini di kenal dengan nama anisme, diman seseorang yang sakit dapat disebabkan karna kekuatan alam atau pengaruh kekuatan gaib sehingga timbul keyakinan bahwa jiwa yang jahat akan dapat menimbulkan kesakitan dan jiwa yang sehat dapat menimbulkan keasehatan atau kesejahteraan.&lt;br /&gt;SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi perawat yang profesional kita harus tahu tentang sejarah perkembangan keperawatan, karena dengan mengetahui sejarah perkembangankeperawatan kita dapat mengetahui sampai dimana perkembangan keperawatan pada masa dahulu dan dimana letak kekurangan dan kelebihan keperawatan pada masa dahulu sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut hingga menjadi lebih baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Hidayat,A. Aziz alimul.2004.Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.&lt;br /&gt;Jakarta:Salemba Medika&lt;br /&gt;oleh URIP PRATAMA&lt;br /&gt; Diposkan oleh PPNI KABUPATEN KARANGASEM   d&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-5740494559716605453?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/5740494559716605453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/sejarah-keperawatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/5740494559716605453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/5740494559716605453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/sejarah-keperawatan.html' title='sejarah keperawatan'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-1358363006226505564</id><published>2009-10-21T20:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T20:13:22.105-07:00</updated><title type='text'>sejarah indonesia</title><content type='html'>Sejarah Indonesia&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Artikel ini bagian dari seri&lt;br /&gt; Sejarah Indonesia&lt;br /&gt;History of Indonesia.png  Sejarah Nusantara&lt;br /&gt;  Pra-Kolonial (sebelum 1602)&lt;br /&gt;  Pra-sejarah&lt;br /&gt;  Kerajaan Hindu-Buddha&lt;br /&gt;  Kerajaan Islam&lt;br /&gt;  Zaman kolonial (1602-1945)&lt;br /&gt;  Era Portugis&lt;br /&gt;  Era VOC&lt;br /&gt;  Era Belanda&lt;br /&gt;  Era Jepang (1942-1945)&lt;br /&gt;  Sejarah Republik Indonesia&lt;br /&gt;  Proklamasi (17 Agustus 1945)&lt;br /&gt;  Masa Transisi&lt;br /&gt;  Era Orde Lama&lt;br /&gt;  Demokrasi Terpimpin&lt;br /&gt;  Operasi Trikora (1960-1962)&lt;br /&gt;  Konfrontasi Indo-Malaya (1962-1965)&lt;br /&gt;  Gerakan 30 September 1965&lt;br /&gt;  Era Orde Baru&lt;br /&gt;  Gerakan Mahasiswa 1998&lt;br /&gt;  Era Reformasi&lt;br /&gt;  [Sunting]&lt;br /&gt;  Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah oleh "Manusia Jawa" pada masa sekitar 500.000 tahun yang lalu. Periode dalam sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: era pra kolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; era kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; era kemerdekaan, pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta era reformasi yang berlangsung sampai sekarang.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;  [sembunyikan]&lt;br /&gt;1 Prasejarah&lt;br /&gt;2 Era pra kolonial &lt;br /&gt;2.1 Sejarah awal&lt;br /&gt;2.2 Kerajaan Hindu-Buddha&lt;br /&gt;2.3 Kerajaan Islam&lt;br /&gt;3 Era kolonial &lt;br /&gt;3.1 Kolonisasi Portugis&lt;br /&gt;3.2 Kolonisasi VOC&lt;br /&gt;3.3 Kolonisasi pemerintah Belanda&lt;br /&gt;3.4 Gerakan nasionalisme&lt;br /&gt;3.5 Perang Dunia II&lt;br /&gt;3.6 Pendudukan Jepang&lt;br /&gt;4 Era kemerdekaan &lt;br /&gt;4.1 Proklamasi kemerdekaan&lt;br /&gt;4.2 Perang kemerdekaan&lt;br /&gt;4.3 Demokrasi parlementer&lt;br /&gt;4.4 Demokrasi Terpimpin&lt;br /&gt;4.5 Konfrontasi Indonesia-Malaysia&lt;br /&gt;4.6 Nasib Irian Barat&lt;br /&gt;4.7 Gerakan 30 September&lt;br /&gt;5 Era Orde Baru &lt;br /&gt;5.1 Irian Jaya&lt;br /&gt;5.2 Timor Timur&lt;br /&gt;5.3 Krisis ekonomi&lt;br /&gt;6 Era reformasi &lt;br /&gt;6.1 Pemerintahan Habibie&lt;br /&gt;6.2 Pemerintahan Wahid&lt;br /&gt;6.3 Pemerintahan Megawati&lt;br /&gt;6.4 Pemerintahan Yudhoyono&lt;br /&gt;7 Catatan kaki &lt;br /&gt;7.1 Lihat pula&lt;br /&gt;7.2 Sumber dan bacaan lebih lanjut&lt;br /&gt;7.3 Pranala luar&lt;br /&gt;  [sunting]Prasejarah&lt;br /&gt;Artikel utama: Indonesia: Era prasejarah.&lt;br /&gt;Secara geologi, wilayah Indonesia modern (untuk kemudahan, selanjutnya disebut Nusantara) merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik (lihat artikel Geologi Indonesia). Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es, hanya 10.000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Pada masa Pleistosen, ketika masih terhubung dengan Asia Daratan, masuklah pemukim pertama. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni pertama adalah fosil-fosil Homo erectus manusia Jawa dari masa 2 juta hingga 500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa "manusia Flores" (Homo floresiensis)[1] di Liang Bua, Flores, membuka kemungkinan masih bertahannya H. erectus hingga masa Zaman Es terakhir.[2]&lt;br /&gt;Homo sapiens pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu melewati jalur pantai Asia dari Asia Barat, dan pada sekitar 50.000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia.[3] Mereka, yang berciri rasial berkulit gelap dan berambut ikal rapat (Negroid), menjadi nenek moyang penduduk asli Melanesia (termasuk Papua) sekarang dan membawa kultur kapak lonjong (Paleolitikum). Gelombang pendatang berbahasa Austronesia dengan kultur Neolitikum datang secara bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melalui Formosa dan Filipina membawa kultur beliung persegi (kebudayaan Dongson). Proses migrasi ini merupakan bagian dari pendudukan Pasifik. Kedatangan gelombang penduduk berciri Mongoloid ini cenderung ke arah barat, mendesak penduduk awal ke arah timur atau berkawin campur dengan penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta Nusa Tenggara. Pendatang ini membawa serta teknik-teknik pertanian, termasuk bercocok tanam padi di sawah (bukti paling lambat sejak abad ke-8 SM), beternak kerbau, pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun ikat, praktek-praktek megalitikum, serta pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme). Pada abad pertama SM sudah terbentuk pemukiman-pemukiman serta kerajaan-kerajaan kecil, dan sangat mungkin sudah masuk pengaruh kepercayaan dari India akibat hubungan perniagaan.&lt;br /&gt;[sunting]Era pra kolonial&lt;br /&gt;[sunting]Sejarah awal&lt;br /&gt;Lihat pula: Sejarah Nusantara.&lt;br /&gt;Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Bukti fisik awal yang menyebutkan tanggal adalah dari abad ke-5 mengenai dua kerajaan bercorak Hinduisme: Kerajaan Tarumanagara menguasai Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut.&lt;br /&gt;Di saat Eropa memasuki masa Renaisans, Nusantara telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan kerajaan kecil yang sering kali menjadi vazal tetangganya yang lebih kuat atau saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di Maluku).&lt;br /&gt;[sunting]Kerajaan Hindu-Buddha&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era kerajaan Hindu-Buddha&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Prasasti Tugu peninggalan Raja Purnawarman dari Taruma&lt;br /&gt;Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.&lt;br /&gt;[sunting]Kerajaan Islam&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Islam di Indonesia&lt;br /&gt;Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani umayyah di Asia Barat sejak abad 7.[4]&lt;br /&gt;Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha.[5]&lt;br /&gt;Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayang Ullah.&lt;br /&gt;Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.&lt;br /&gt;Penyebaran Islam dilakukan/didorong melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan islam yg datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan/kesultanan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kesultanan/Kerajaan penting termasuk Samudra Pasai, Kesultanan Banten yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram di Yogja / Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur.&lt;br /&gt;[sunting]Era kolonial&lt;br /&gt;[sunting]Kolonisasi Portugis&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah_Nusantara#Zaman_Portugis&lt;br /&gt;[sunting]Kolonisasi VOC&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era VOC&lt;br /&gt;Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Logo VOC&lt;br /&gt;Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.&lt;br /&gt;Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.&lt;br /&gt;VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.&lt;br /&gt;[sunting]Kolonisasi pemerintah Belanda&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Belanda&lt;br /&gt;Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya - baik yang Belanda maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah 1870.&lt;br /&gt;Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Kebijakan Beretika (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;[sunting]Gerakan nasionalisme&lt;br /&gt;Pada 1905 gerakan nasionalis yang pertama, Serikat Dagang Islam dibentuk dan kemudian diikuti pada tahun 1908 oleh gerakan nasionalis berikutnya, Budi Utomo. Belanda merespon hal tersebut setelah Perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecil yang terdiri dari profesional muda dan pelajar, yang beberapa di antaranya telah dididik di Belanda. Banyak dari mereka yang dipenjara karena kegiatan politis, termasuk Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno.&lt;br /&gt;[sunting]Perang Dunia II&lt;br /&gt;Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.&lt;br /&gt;[sunting]Pendudukan Jepang&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Jepang&lt;br /&gt;Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.&lt;br /&gt;Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.&lt;br /&gt;Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.&lt;br /&gt;[sunting]Era kemerdekaan&lt;br /&gt;[sunting]Proklamasi kemerdekaan&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;br /&gt;Mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan seperti itu pada 16 Agustus, Soekarno membacakan "Proklamasi" pada hari berikutnya. Kabar mengenai proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang, Pasukan Pembela Tanah Air (PETA), para pemuda, dan lainnya langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno.&lt;br /&gt;Pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya. Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat dilaksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Agustus dan menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku (termasuk Papua) dan Nusa Tenggara.&lt;br /&gt;[sunting]Perang kemerdekaan&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era 1945-1949&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Teks Proklamasi&lt;br /&gt;Dari 1945 hingga 1949, persatuan kelautan Australia yang bersimpati dengan usaha kemerdekaan, melarang segala pelayaran Belanda sepanjang konflik ini agar Belanda tidak mempunyai dukungan logistik maupun suplai yang diperlukan untuk membentuk kembali kekuasaan kolonial.&lt;br /&gt;Usaha Belanda untuk kembali berkuasa dihadapi perlawanan yang kuat. Setelah kembali ke Jawa, pasukan Belanda segera merebut kembali ibukota kolonial Batavia, akibatnya para nasionalis menjadikan Yogyakarta sebagai ibukota mereka. Pada 27 Desember 1949 (lihat artikel tentang 27 Desember 1949), setelah 4 tahun peperangan dan negosiasi, Ratu Juliana dari Belanda memindahkan kedaulatan kepada pemerintah Federal Indonesia. Pada 1950, Indonesia menjadi anggota ke-60 PBB.&lt;br /&gt;Lihat pula The National Revolution, 1945-50 untuk keterangan lebih lanjut (dalam bahasa Inggris).&lt;br /&gt;[sunting]Demokrasi parlementer&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, Indonesia mengadopsi undang-undang baru yang terdiri dari sistem parlemen di mana dewan eksekutifnya dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen atau MPR. MPR terbagi kepada partai-partai politik sebelum dan sesudah pemilu pertama pada tahun 1955, sehingga koalisi pemerintah yang stabil susah dicapai.&lt;br /&gt;Peran Islam di Indonesia menjadi hal yang rumit. Soekarno lebih memilih negara sekuler yang berdasarkan Pancasila sementara beberapa kelompok Muslim lebih menginginkan negara Islam atau undang-undang yang berisi sebuah bagian yang menyaratkan umat Islam takluk kepada hukum Islam.&lt;br /&gt;[sunting]Demokrasi Terpimpin&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Demokrasi Terpimpin&lt;br /&gt;Pemberontakan yang gagal di Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat dan pulau-pulau lainnya yang dimulai sejak 1958, ditambah kegagalan MPR untuk mengembangkan konstitusi baru, melemahkan sistem parlemen Indonesia. Akibatnya pada 1959 ketika Presiden Soekarno secara unilateral membangkitkan kembali konstitusi 1945 yang bersifat sementara, yang memberikan kekuatan presidensil yang besar, dia tidak menemui banyak hambatan.&lt;br /&gt;Dari 1959 hingga 1965, Presiden Soekarno berkuasa dalam rezim yang otoriter di bawah label "Demokrasi Terpimpin". Dia juga menggeser kebijakan luar negeri Indonesia menuju non-blok, kebijakan yang didukung para pemimpin penting negara-negara bekas jajahan yang menolak aliansi resmi dengan Blok Barat maupun Blok Uni Soviet. Para pemimpin tersebut berkumpul di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1955 dalam KTT Asia-Afrika untuk mendirikan fondasi yang kelak menjadi Gerakan Non-Blok.&lt;br /&gt;Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, Soekarno bergerak lebih dekat kepada negara-negara komunis Asia dan kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) di dalam negeri. Meski PKI merupakan partai komunis terbesar di dunia di luar Uni Soviet dan China, dukungan massanya tak pernah menunjukkan penurutan ideologis kepada partai komunis seperti di negara-negara lainnya.&lt;br /&gt;[sunting]Konfrontasi Indonesia-Malaysia&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Konfrontasi Indonesia-Malaysia&lt;br /&gt;Soekarno menentang pembentukan Federasi Malaysia dan menyebut bahwa hal tersebut adalah sebuah "rencana neo-kolonial" untuk mempermudah rencana komersial Inggris di wilayah tersebut. Selain itu dengan pembentukan Federasi Malaysia, hal ini dianggap akan memperluas pengaruh imperialisme negara-negara Barat di kawasan Asia dan memberikan celah kepada negara Inggris dan Australia untuk mempengaruhi perpolitikan regional Asia. Menanggapi keputusan PBB untuk mengakui kedaulatan Malaysia dan menjadikan Malaysia anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, presiden Soekarno mengumumkan pengunduran diri negara Indonesia dari keanggotaan PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mendirikan Konferensi Kekuatan Baru (CONEFO) sebagai tandingan PBB dan GANEFO sebagai tandingan Olimpiade. Pada tahun itu juga konfrontasi ini kemudian mengakibatkan pertempuran antara pasukan Indonesia dan Malaysia (yang dibantu oleh Inggris).&lt;br /&gt;[sunting]Nasib Irian Barat&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Konflik Papua Barat&lt;br /&gt;Pada saat kemerdekaan, pemerintah Belanda mempertahankan kekuasaan terhadap belahan barat pulau Nugini (Papua), dan mengizinkan langkah-langkah menuju pemerintahan-sendiri dan pendeklarasian kemerdekaan pada 1 Desember 1961.&lt;br /&gt;Negosiasi dengan Belanda mengenai penggabungan wilayah tersebut dengan Indonesia gagal, dan pasukan penerjun payung Indonesia mendarat di Irian pada 18 Desember sebelum kemudian terjadi pertempuran antara pasukan Indonesia dan Belanda pada 1961 dan 1962. Pada 1962 Amerika Serikat menekan Belanda agar setuju melakukan perbincangan rahasia dengan Indonesia yang menghasilkan Perjanjian New York pada Agustus 1962, dan Indonesia mengambil alih kekuasaan terhadap Irian Jaya pada 1 Mei 1963.&lt;br /&gt;[sunting]Gerakan 30 September&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gerakan 30 September&lt;br /&gt;Hingga 1965, PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezimnya dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk "Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini.&lt;br /&gt;Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana yang loyal kepada PKI. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto, menumpas kudeta tersebut dan berbalik melawan PKI. Soeharto lalu menggunakan situasi ini untuk mengambil alih kekuasaan. Lebih dari puluhan ribu orang-orang yang dituduh komunis kemudian dibunuh. Jumlah korban jiwa pada 1966 mencapai setidaknya 500.000; yang paling parah terjadi di Jawa dan Bali.&lt;br /&gt;[sunting]Era Orde Baru&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Orde Baru&lt;br /&gt;Setelah Soeharto menjadi Presiden, salah satu pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB", dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya.&lt;br /&gt;Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998.&lt;br /&gt;Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. Selama masa pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Dia juga memperkaya dirinya, keluarganya, dan rekan-rekat dekat melalui korupsi yang merajalela.&lt;br /&gt;[sunting]Irian Jaya&lt;br /&gt;Setelah menolak supervisi dari PBB, pemerintah Indonesia melaksanakan "Act of Free Choice" (Aksi Pilihan Bebas) di Irian Jaya pada 1969 di mana 1.025 wakil kepala-kepala daerah Irian dipilih dan kemudian diberikan latihan dalam bahasa Indonesia. Mereka secara konsensus akhirnya memilih bergabung dengan Indonesia. Sebuah resolusi Sidang Umum PBB kemudian memastikan perpindahan kekuasaan kepada Indonesia. Penolakan terhadap pemerintahan Indonesia menimbulkan aktivitas-aktivitas gerilya berskala kecil pada tahun-tahun berikutnya setelah perpindahan kekuasaan tersebut. Dalam atmosfer yang lebih terbuka setelah 1998, pernyataan-pernyataan yang lebih eksplisit yang menginginkan kemerdekaan dari Indonesia telah muncul.&lt;br /&gt;[sunting]Timor Timur&lt;br /&gt;Dari 1596 hingga 1975, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor yang dikenal sebagai Timor Portugis dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh Laut Timor. Akibat kejadian politis di Portugal, pejabat Portugal secara mendadak mundur dari Timor Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, Fretilin, sebuah partai yang dipimpin sebagian oleh orang-orang yang membawa paham Marxisme, dan UDT, menjadi partai-partai terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk mengkampanyekan kemerdekaan dari Portugal.&lt;br /&gt;Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia masuk ke Timor Timur. Indonesia, yang mempunyai dukungan material dan diplomatik, dibantu peralatan persenjataan yang disediakan Amerika Serikat dan Australia, berharap dengan memiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan cadangan minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis.&lt;br /&gt;Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (ABRI) membunuh hampir 200.000 warga Timor Timur — melalui pembunuhan, pemaksaan kelaparan dan lain-lain. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi saat Timor Timur berada dalam wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;Pada 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia dalam sebuah pemungutan suara yang diadakan PBB. Sekitar 99% penduduk yang berhak memilih turut serta; 3/4-nya memilih untuk merdeka. Segera setelah hasilnya diumumkan, dikabarkan bahwa pihak militer Indonesia melanjutkan pengrusakan di Timor Timur, seperti merusak infrastruktur di daerah tersebut.&lt;br /&gt;Pada Oktober 1999, MPR membatalkan dekrit 1976 yang mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia, dan Otorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah Timor Timur sehingga kemerdekaan penuh dicapai pada Mei 2002 sebagai negara Timor Leste.&lt;br /&gt;[sunting]Krisis ekonomi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya didampingi B.J. Habibie.&lt;br /&gt;Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia), disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Rupiah jatuh, inflasi meningkat tajam, dan perpindahan modal dipercepat. Para demonstran, yang awalnya dipimpin para mahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas, serta ribuan mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, B. J. Habibie, untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.&lt;br /&gt;[sunting]Era reformasi&lt;br /&gt;!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Reformasi&lt;br /&gt;[sunting]Pemerintahan Habibie&lt;br /&gt;Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;[sunting]Pemerintahan Wahid&lt;br /&gt;Pemilu untuk MPR, DPR, dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. PDI Perjuangan pimpinan putri Soekarno, Megawati Sukarnoputri keluar menjadi pemenang pada pemilu parlemen dengan mendapatkan 34% dari seluruh suara; Golkar (partai Soeharto - sebelumnya selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) memperoleh 22%; Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Hamzah Haz 12%; Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 10%. Pada Oktober 1999, MPR melantik Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun. Wahid membentuk kabinet pertamanya, Kabinet Persatuan Nasional pada awal November 1999 dan melakukan reshuffle kabinetnya pada Agustus 2000.&lt;br /&gt;Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan perkembangan ekonomi di bawah situasi yang menantang. Di samping ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut, pemerintahannya juga menghadapi konflik antar etnis dan antar agama, terutama di Aceh, Maluku, dan Papua. Di Timor Barat, masalah yang ditimbulkan rakyat Timor Timur yang tidak mempunyai tempat tinggal dan kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timur pro-Indonesia mengakibatkan masalah-masalah kemanusiaan dan sosial yang besar. MPR yang semakin memberikan tekanan menantang kebijakan-kebijakan Presiden Wahid, menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap.&lt;br /&gt;[sunting]Pemerintahan Megawati&lt;br /&gt;Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000, Presiden Wahid memberikan laporan pertanggung jawabannya. Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkan diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi. Di bawah tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di dalam pemerintahannya, dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan kekuasaan negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. Megawati mengambil alih jabatan presiden tak lama kemudian.&lt;br /&gt;[sunting]Pemerintahan Yudhoyono&lt;br /&gt;Pada 2004, pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai presiden baru Indonesia. Pemerintah baru ini pada awal masa kerjanya telah menerima berbagai cobaan dan tantangan besar, seperti gempa bumi besar di Aceh dan Nias pada Desember 2004 yang meluluh lantakkan sebagian dari Aceh serta gempa bumi lain pada awal 2005 yang mengguncang Sumatra.&lt;br /&gt;Pada 17 Juli 2005, sebuah kesepakatan bersejarah berhasil dicapai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan selama 30 tahun di wilayah Aceh.&lt;br /&gt;[sunting]Catatan kaki&lt;br /&gt;^ Masih diperdebatkan, apakah termasuk H. erectus atau H. sapiens&lt;br /&gt;^ Swisher et al. 1996 (cit. Capelli et al. 2001. Am. J. Hum. Genet. 68:432-443) menyebutkan hingga 25.000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;^ Roberts 1990.&lt;br /&gt;^ Musyrifah Sunanto, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, 2005, Rajawali Press, hal. 8-9; Ahmad Mansur Suryanegara, Menemukan Sejarah, 1998, cet. IV, Mizan, hal. 92-93; A. Hasymi, Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia: Kumpulan prasaran pada seminar di Aceh, 1993, cet. 3, al-Ma'arif, hal. 7; Hadi Arifin, Malikussaleh: Mutiara dari Pasai, 2005, PT. Madani Press, hal. Xvi; Ensiklopedia Tematis Dunia Islam Asia Tenggara, Kedatangan dan Penyebaran Islam oleh Dr. Uka Tjandrasasmita, 2002, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, hal 9-27. Dalam beberapa literatur lain disebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia abad ke 9. Ada juga yang menyebutkan abad ke 13. Namun, sebenarnya Islam masuk ke Indonesia abad 7M, lalu berkembang menjadi institusi politik sejak abad 9M, dan pada abad 13M kekuatan politik Islam menjadi amat kuat.&lt;br /&gt;^ Musyrifah Sunanto, op cit. hal 6&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-1358363006226505564?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/1358363006226505564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/sejarah-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1358363006226505564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/1358363006226505564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/sejarah-indonesia.html' title='sejarah indonesia'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-6929286777084043409</id><published>2009-10-21T17:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T17:46:32.929-07:00</updated><title type='text'>vitamin yang larut dlm lemak</title><content type='html'>Food-Info.net&gt; Komponen Makanan &gt; Vitamin yang larut dalam air&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Vitamin yang larut dalam lemak &lt;br /&gt;Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E dan K. Untuk beberapa hal, vitamin ini berbeda dari vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini terdapat dalam lemak dan bagian berminyak dari makanan. Vitamin ini hanya dicerna oleh empedu karena tidak larut dalam air. Bagian berikut memberikan gambaran terperinci dari setiap vitamin jenis ini. &lt;br /&gt;Vitamin A &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;Sulit untuk menentukan jumlah kebutuhan vitamin A. Vitamin ini diproduksi dari dua senyawa yang berbeda yang diubah di dalam tubuh menjadi vitamin A. Dalam sumber makanan hewani, tersedia dalam bentuk retinol; dalam sumber makanan nabati berada dalam bentuk beta-karoten, yang kurang efisien dibanding retinol untuk produksi vitamin A. Hal inilah yang mebuat jumlah vitamin A yang disarankan diberikan dalam bentuk retinol ekivalen, RE. Jumlah vitamin A yang direkomendasikan adalah 1000 mikro-gram RE perhari untuk pria dan 800 mikro-gram untuk wanita. &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan pembawa vitamin A terbanyak. Sebagian besar makanan yang mengandung vitamin A adalah yang berwarna cerah (meskipun tidak semua makanan yang berwarna cerah mengandung vitamin A). Sayuran yang kaya akan vitamin A adalah wortel, ubi, labu kuning, bayam dan melon. Susu, keju mentega dan telur juga mengandung vitamin A. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Vitamin A penting untuk pemeliharaan sel kornea dan epitel dari penglihatan. Vitamin A juga membantu pertumbuhan dan reproduksi tulang dan gigi. Selain itu vitamin A juga berperan dalam pembentukan dan pengaturan hormon serta membantu melindungi tubuh terhadap kanker. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius. Hal ini biasanya disertai kekurangan protein dan mineral seng. Vitamin A dapat disimpan didalam tubuh selama setahun. Hal ini berarti bahwa gejala kekurangan tidak tampak segera setelah berhentinya konsumsi dari vitamin ini. Bagaimanapun, jika hal ini tampak setelah waktu yang lama dari saat tidak ada konsumsi, gejalanya mungkin sangat jelas dan berat. &lt;br /&gt;Satu dari gejala pertama adalah kebutaan di malam hari. Jika kekurangan berlanjut, hal ini juga dapat berperan dalam penurunan fungsi kornea dan menyebabkan kebutaan. Kekurangan vitamin ini juga dapat mencegah pertumbuhan tulang, atau menyebabkan perubahan bentuk tulang, membentuk celah dan kerusakan pada gigi dan terhentinya pertumbuhan sel-sel pembentuk gigi. Anemia merupakan akibat yang lain. Sebagai tambahan, defisiensi ini mempengaruhi sistem tulang dan syaraf, dan dapat mengakibatkan kelumpuhan. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Keracunan vitamin A terjadi pada saat protein yang mengikatnya telah terpenuhi sehingga vitamin A yang bebas dapat menyerang sel-sel tubuh. Hal ini biasanya tidak terjadi jika vitamin berasal dari makanan sehari-hari, tetapi hal ini dapat terjadi jika seseorang menggunakan suplemen. Gejala-gejalanya adalah mual, muntah, nyeri pada perut, diare dan kehilangan berat badan. Sistem syaraf dan otot juga bisa dipengaruhi, menyebabkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, sifat mudah marah, lelah, susah tidur, gelisah, sakit kepala dan lemah otot. &lt;br /&gt;Vitamin D &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;Vitamin D mempunyai suatu karakteristik yang membedakannya dari vitamin yang lain yaitu dapat diproduksi oleh sinar matahari. Hal ini berarti bahwa vitamin D dapat diperoleh dengan penerpaan tetap sinar matahari secara teratur, dan tidak perlu tambahan konsumsi vitamin D. RDA untuk vitamin D adalah 5 mikro-gram perhari. Meskipun jumlah vitamin D yang terbentuk meningkat sepanjang kulit terkena sinar matahari, tetapi sinar matahari sendiri tidak dapat menyebabkan vitamin D sampai pada tingkat keracunan. &lt;br /&gt;Sumber-sumber Utama &lt;br /&gt;Sumber-sumber makanan dari vitamin D adalah telur, hati dan ikan, seperti halnya susu dan margarine yang diperkaya dengan vitamin D. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Vitamin D bekerja pada mineralisasi tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di dalam sistem pencernaan,sehingga kadarnya di dalam darah meningkat. Hal ini dilakukan dengan mengambil kalsium dari tulang dan dengan mendorong penyimpanannya oleh ginjal. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Penyebab kekurangan vitamin D sama dengan gejala kekurangan kalsium. Tulang tidak dapat mengeras dengan cara biasa.Tulang dapat menjadi lemah seperti halnya tulang bengkok akibat berat badan.Kekurangan vitamin D dapat juga menyebabkan kelainan bentuk dan rasa nyeri pada lengan dan tungkai, punggung, torax (rongga dada) dan panggul. Kekurangan vitamin D juga merusak sistem syaraf dan otot, yang menyebabkan kekejangan otot. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Kelebihan vitamin D menyebabkan peningkatan konsentrasi kalsium didalam darah. Kalsium dapat membentuk batu ginjal. Kadar kalsium yang tinggi di dalam darah juga dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras, yang sangat berbahaya bagi arteri pada hati dan paru-paru dan dapat berakibat fatal. Gejala tambahan dari keracunan vitamin D adalah kehilangan nafsu makan, sakit kepala, lemah, lelah, dahaga yang berlebihan, sifat lekas marah dan lesu. &lt;br /&gt;Vitamin E &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;RDA untuk vitamin E adalah 10 mg perhari untuk pria dan 8 mg perhari untuk wanita. &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Vitamin E banyak tersedia dalam sayuran dan minyak biji-bijian, yang dapat ditemukan dalam bentuk margarine, salad dressing, dan shortening. Minyak kacang dan minyak kulit gandum mempunyai konsentrasi vitamin E yang tertinggi. Tingkat selanjutnya adalah minyak jagung dan minyak biji bunga matahari. Satu sendok makan dari sumber tersebut mengandung lebih dari RDA vitamin E. Sebaliknya, lemak hewani seperti butter dan susu hampir tidak mengandung vitamin E. Hal ini karena vitamin E mudah rusak oleh pemanasan, maka akan lebih baik memperolehnya dari makanan segar. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Seperti halnya vitamin C, Vitamin E juga merupakan antioksidan. Vitamin E membantu menstabilkan membran sel, mengatur reaksi oksidasi dan melindungi vitamin A. Dalam peranannya sebagai anti oksidan, vitamin E mempunyai pengaruh besar terhadap sel, seperti sel darah merah dan sel darah putih yang melewati paru-paru. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Ketika kadar vitamin E dalam darah sangat rendah, sel darah merah dapat terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E. Kekurangan vitamin E dapat berakibat pada sistem syaraf dan otot yang menyebabkan kelemahan, kesulitan berjalan dan nyeri pada otot betis. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Keracunan dapat terjadi jika konsumsi berlebih, tetapi hal ini tidak mudah terjadi seperti pada vitamin A dan D. Gejalanya adalah sakit kepala, lemah, lelah, pusing dan penglihatan tidak normal. &lt;br /&gt;Vitamin K &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh bakteri di dalam sistem pencernaan. Sumber vitamin K dalam makanan adalah hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran sejenis kobis (kol) dan susu. &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Sistem pencernaan dari manusia mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati. Tubuh perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Vitamin K merupakan kebutuhan penting untuk sintesis beberapa protein termasuk dalam pembekuan darah. Vitamin K juga dibutuhkan untuk pembentukan tulang. &lt;br /&gt;Gejala Kekurangan &lt;br /&gt;Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku. Hal ini dapat meyebabkan penyakit hemoragik. Bagaimanapun, jarang terjadi kekurangan vitamin K: hanya bayi yang mudah mengalami hal tersebut. Hal ini karena sistem pencernaan bayi yang baru lahir masih steril dan tidak mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, air susu ibu mengandung hanya sejumlah kecil vitamin K. Untuk itu bayi diberi sejumlah vitamin K saat lahir. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Keracunan vitamin K terjadi hanya pada orang yang menerima pengganti vitamin K larut air. Gejala-gejalanya adalah hemolisis sel darah merah, penyakit kuning dan kerusakan otak. &lt;br /&gt;Klik disini untuk informasi lebih lanjut : &lt;br /&gt;Vitamin yang larut dalam air &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  European Masters Degree in Food Studies - an Educational Journey &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;  Last Update: Monday 24 August, 2009 &lt;br /&gt;  Food-Info.net is an initiative of Wageningen University, The Netherlands&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-6929286777084043409?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/6929286777084043409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/vitamin-yang-larut-dlm-lemak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/6929286777084043409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/6929286777084043409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/vitamin-yang-larut-dlm-lemak.html' title='vitamin yang larut dlm lemak'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-3837079330194914913</id><published>2009-10-21T17:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T17:38:43.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='s'/><title type='text'>vitamin yang larut dlm air</title><content type='html'>Food-Info.net&gt; Komponen Makanan &gt; Vitamin yang larut dalam air&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Vitamin yang larut dalam air &lt;br /&gt;Group ini terdiri dari vitamin B dan vitamin C. Kedua vitamin ini diberi nama berdasarkan label dari tabung-tabung percobaan pada saat vitamin tersebut ditemukan. Selanjutnya diketahui bahwa tabung percobaan dengan vitamin B ternyata mengandung lebih dari satu vitamin, yang kemudian diberi nama B1, B2 dst. Kedelapan vitamin B berperan penting dalam membantu enzim untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, dan dalam pembuatan DNA dan sel-sel baru. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Nama standar &lt;br /&gt;  Nama lain yang umum digunakan &lt;br /&gt;  Thiamin &lt;br /&gt;  Vitamin B1 &lt;br /&gt;  Riboflavin &lt;br /&gt;  Vitamin B2 &lt;br /&gt;  Niacin &lt;br /&gt;  Asam nikotinat, nicotinamida, niasinamida, vitamin B3 &lt;br /&gt;  Vitamin B6 &lt;br /&gt;  Piridoksin, piridoksal, piridoksamin &lt;br /&gt;  Folat &lt;br /&gt;  Folasin, asam folat, asam pteroilglutamat, vitamin B9 &lt;br /&gt;  Vitamin B12 &lt;br /&gt;  Kobalamin &lt;br /&gt;  Asam pantotenat &lt;br /&gt;  Vitamin B5 &lt;br /&gt;  Biotin &lt;br /&gt;  Vitamin B8 &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Thiamin (Vitamin B1) &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;RDA untuk thiamin adalah 0,5 mg/1000 kkal perhari. Diperkirakan konsumsi rata-rata makanan per hari sekitar 2000 kkal/orang, jadi RDA untuk thiamin sekitar 1 mg perhari. Makanan yang seimbang akan memberikan cukup thiamin. Orang yang berpuasa atau melakukan diet harus memastikan bahwa mereka mendapat sejumlah thiamin yang sama seperti dalam 2000 kkalori makanan. &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Daging babi merupakan sumber yang sangat baik untuk thiamin, sama seperti ragi, hati, biji bunga matahari, sejumlah padi, biji-bijian, kacang polong, semangka, tiram, oatmeal dan tepung terigu. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Thiamin merupakan bagian dari TPP, yaitu koenzim yang dibutuhkan untuk metabolisme energi. Sistem syaraf dan otot tergantung pada thiamin. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Beri-beri dapat terjadi karena kekurangan thiamin dalam jangka panjang. Penyakit ini ditemukan pertama kali di Timur Jauh saat pembuatan beras ‘poles' (polish rice) tersebar luas. Beras yang dipoles mengakibatkan pembuangan kulit yang kaya akan thiamin. Beri-beri dapat merusak sistem syaraf dan keracunan otot. Gejala kekurangan yang lain adalah irama jantung yang tidak normal, gagal jantung, kelelahan, susah berjalan, kebingungan dan kelumpuhan. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Pemakaian thiamin yang melebihi normal mempengaruhi sistem syaraf. Hal ini karena reaksi hipersensitif yang dapat berpengaruh pada kelelahan, sakit kepala, sifat lekas marah dan susah tidur. Sistem darah dapat terpengaruh, karena denyut nadi menjadi cepat. &lt;br /&gt;Riboflavin (Vitamin B2) &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;RDA untuk riboflavin adalah 0,6 mg/1000 kkal perhari. Jadi sekitar 1,2 mg perhari untuk 2000 kkal diet. Anak-anak dan wanita hamil membutuhkan tambahan riboflavin karena vitamin ini penting untuk pertumbuhan. &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Susu dan produk-produk susu, misalnya keju, merupakan sumber yang baik untuk riboflavin. Untuk itu ketersediaannya dalam makanan sehari-hari sangat penting. Hampir semua sayuran hijau dan biji-bijian mengandung riboflavin; brokoli, jamur dan bayam merupakan sumber yang baik. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Seperti halnya thiamin, riboflavin berfungsi sebagai koenzim. Riboflavin membantu enzim untuk menghasilkan energi dari nutrisi penting untuk tubuh manusia. Riboflavin berperan pada tahap akhir dari metabolisme energi nutrisi tersebut &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Tidak ada penyakit yang berhubungan dengan kekurangan riboflavin. Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan gejala seperti iritasi, kulit merah dan keretakan kulit dekat dengan sudut mata dan bibir seperti halnya sensitivitas yang berlebihan terhadap sinar (photophobia) . Hal ini dapat juga menyebabkan keretakan pada sudut mulut (cheilosis). &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Belum diketahui gejala keracunan akibat riboflavin &lt;br /&gt;Apakah anda tahu? &lt;br /&gt;Sinar dan iradiasi dapat merusak riboflavin. Hal inilah yang meyebabkan susu jarang dijual dalam gelas transparan. Di sisi lain, riboflavin stabil terhadap panas, sehingga pemanasan tidak akan merusaknya. Vitamin ini juga digunakan sebagai food additive, E101. &lt;br /&gt;Niacin (vitamin B3) &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;RDA untuk niacin adalah 6,6 mg NE (niacin equivalents)/ 1000 kkal, atau 13 mg perhari. NE merupakan jumlah niasin yang diperoleh dalam makanan, termasuk niacin yang secara teori dibuat dari prekusor asam amino triptophan. 60 mg triptophan dapat menghasilkan 1 mg niacin. &lt;br /&gt;Sumber utama &lt;br /&gt;Daging, unggas (ayam, itik dll) dan ikan merupakan sumber utama niasin, sama halnya roti dan sereal (biji-bijian) yang telah diperkaya. Jamur, asparagus dan sayuran hijau merupakan sumber yang paling baik. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Dua koenzim yang dibentuk oleh niacin, NAD dan NADP dibutuhkan untuk beberapa aktivitas metabolis, terutama metabolisme glukosa, lemak dan alkohol. Niasin memiliki keunikan diantara vitamin B karena tubuh dapat membentuknya dari asam amino triptophan. Niasin membantu kesehatan kulit, sistem syaraf dan sistem pencernaan. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Pellagra (penyakit kekurangan niacin), menunjukkan gejala seperti dermatitis, diare dan dementia . Hal ini meluas di bagian selatan US pada awal 1900. Gejala kekurangan niacin lainnya adalah kehilangan nafsu makan, lemah, pusing dan kebingungan mental. Kulit dapat menunjukkan gejala dermatitis simetrik bilateral, khususnya pada daerah yang terkena sinar matahari langsung. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Niasin dalam jumlah yang besar dapat menjadi racun pada sistem syaraf, lemak darah dan gula darah. Gejala – gejala seperti muntah, lidah membengkak dan pingsan dapat terjadi. Lebih lanjut, hal ini dapat berpengaruh pada fungsi hati dan dapat mengakibatkan tekanan darah rendah. &lt;br /&gt;Vitamin B6 (Piridoksin, piridoksal, piridoksamin) &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;Koenzim vitamin B6 berperan penting dalam metabolisme asam amino, sehingga konsumsi sehari-hari harus sebanding dengan konsumsi protein, karena protein dibuat dari asam amino. RDA untuk vitamin B6 adalah 0,16 mg/g protein. Rata-rata konsumsi adalah 2 mg/hari untuk pria dan 1,6 mg/hari untuk wanita. &lt;br /&gt;Sumber utama &lt;br /&gt;Daging, ikan dan unggas (itik, ayam dll) merupakan sumber utama vitamin B6. Sumber yang lain adalah kentang, beberapa sayuran hijau dan buah berwarna ungu. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak. Vitamin B6 membantu tubuh untuk mensintesis asam amino nonesensial. Selain itu juga berperan dalam produksi sel darah merah. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Orang yang mempunyai kadar vitamin B6 rendah, menunjukkan gejala seperti lemah, sifat lekas marah dan susah tidur. Selanjutnya gejala kegagalan pertumbuhan, kerusakan fungsi motorik dan sawan. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Dosis tinggi vitamin B6 dalam waktu yang lama menyebabkan kerusakan syaraf, yang kadang-kadang tidak dapat diperbaiki. Hal ini dimulai dengan mati rasa pada kaki; selanjutnya, perasaan hilang pada tangan dan mulut yang mungkin menjadi mati rasa. Kemudian gejala keracunan adalah kesulitan berjalan, kelelahan dan sakit kepala. Ketika konsumsi dikurangi, gejala-gejala ini berkurang, tetapi tidak selalu hilang sepenuhnya. &lt;br /&gt;Folat (folasin, asam folat, asam pteroilglutamat) &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;RDA untuk folat adalah sekitar 3 mg/kg berat badan. Untuk pria, konsumsi harian sebaiknya sekitar 200 mg perhari dan untuk wanita sekitar 180 mg perhari. Peningkatan konsumsi folat direkomendasikan selama hamil dan pada saat pertumbuhan sel. Kekurangan asam folat dapat disebabkan tidak hanya oleh konsumsi yang rendah, tetapi juga oleh berkurangnya penyerapan atau kebutuhan metabolik yang tidak biasa untuk vitamin. Orang yang mengkonsumsi banyak alkohol atau banyak mengkonsumsi makanan yang tidak berkalori juga mudah kekurangan folat. Selain itu, pada kondisi yang berhubungan dengan pertumbuhan sel, seperti kehamilan, kanker atau penyakit kerusakan kulit, seperti measles , meningkatkan kebutuhan akan folat. &lt;br /&gt;Sumber utama &lt;br /&gt;Sumber terbaik untuk folat adalah sayur-sayuran, khususnya sayuran berdaun hijau. Hati juga mengandung banyak folat. Daging, susu dan produk-produk susu mengandung sedikit folat. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Folat merupakan bagian dari dua koenzim yang penting dalam sintesa sel-sel baru. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Kekurangan folat dapat menyebabkan kekurangan darah. Gejalanya bisa meluas, seperti sel-sel darah merah tidak matang, yang menunjukkan sintesa DNA yang lambat. Hal ini disebabkan tidak hanya oleh kekurangan folat tetapi juga oleh kekurangan vitamin B12. Gejala lain dari kekurangan folat adalah rasa panas pada jantung (heartburn), diare dan sring terkena infeksi karena penekanan pada sistem kekebalan. Hal ini mempengaruhi sistem syaraf, menyebabkan depresi, kebingungan mental, kelelahan dan pingsan. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Gejala keracunan adalah diare, susah tidur dan sifat mudah marah. Folat dengan dosis tinggi dapat menutupi kekurangan vitamn B12, karena kedua vitamin ini berhubungan. &lt;br /&gt;Vitamin B12 (Kobalamin) &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;RDA untuk vitamin B12 adalah sekitar 2 mikro-gram perhari. &lt;br /&gt;Sumber utama &lt;br /&gt;Vitamin B12 hanya ditemukan di dalam daging hewan dan produk-produk hewani. Orang yang hanya makan sayuran (vegetarian) dapat melindungi diri sendiri melawan defisiensi (kekurangan) dengan menambah konsumsi susu, keju dan telur. Hal ini berarti sekitar satu cangkir susu atau satu butir telur untuk satu harinya. Untuk seorang vegetarian yang tidak memakan semua produk dari hewan dapat memperoleh sumber vitamin B12 dari susu kedelai atau ragi yang sudah ditumbuhkan dalam lingkungan yang kaya akan vitamin B12. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Vitamin B12 berperan penting pada saat pembelahan sel yang berlangsung dengan cepat. Vitamin B12 juga memelihara lapisan yang mengelilingi dan melindungi serat syaraf dan mendorong pertumbuhan normalnya. Selain itu juga berperan dalam aktifitas dan metabolisme sel-sel tulang. Vitamin B12 juga dibutuhkan untuk melepaskan folat, sehingga dapat membantu pembentukan sel-sel darah merah. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia), yang sebenarnya disebabkan oleh kekurangan folat. Tanpa vitamin B12, folat tidak dapat berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah. Gejala kekurangan lainnya adalah sel-sel darah merah menjadi belum matang (immature), yang menunjukkan sintesis DNA yang lambat. Kekurangan vitamin B12 dapat juga mempengaruhi sistem syaraf, berperan pada regenerasi syaraf peripheral, mendorong kelumpuhan. Selain itu juga dapat menyebabkan hipersensitif pada kulit. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Tidak ada gejala keracunan yang berhubungan dengan vitamin B12 &lt;br /&gt;Asam pantotenat &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;Tidak ada RDA untuk asam pantotenat. Diperkirakan konsumsi yang aman dan cukup adalah antara 4 sampai 7 mg perhari . &lt;br /&gt;Sumber utama &lt;br /&gt;Asam pantotenat umumnya ada dalam sebagian besar makanan. Daging, ikan, unggas (ayam, itik dll), semua biji-bijian dan sayuran merupakan sumber utama. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Asam pantotenat berperan dalam metabolisme sebagai bagian dari koenzim A. Koenzim ini berperan untuk membawa molekul dalam proses pemecahan glukosa, asam lemak dan metabolisme energi. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Gejala kekurangan jarang terjadi, tapi dapat menyebabkan muntah, sulit tidur dan kelelahan. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Gejala keracunan kadang-kadang menyebabkan diare dan perut kembung. &lt;br /&gt;Biotin (Vitamin B8) &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;Biotin dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, jadi tidak ada nilai RDA. Perkiraan aman dan cukup yang dapat dikonsumsi dalam makanan sehari-hari antara 30-100 mikro-gram perhari. &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Biotin ditemukan dalam sejumlah besar makanan. Umumnya defisiensi tidak terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi berbagai makanan. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Dibandingkan dengan berbagai vitamin B yang lain, sedikit sekali yang diketahui tentang fungsi biotin seperti yang ditemukan baru-baru ini. Biotin memainkan peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Kekurangan biotin jarang terjadi, tetapi dapat muncul pada pasien rumah sakit yang menggunakan infus. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, mual, depresi, kelemahan dan kelelahan. Dosis tambahan biotin diberikan pada pasien untuk mencegah defisiensi. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Keracunan biotin tidak biasa terjadi. &lt;br /&gt;Vitamin C &lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;RDA untuk vitamin C adalah 60 mg/hari, tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. Stres fisik seperti luka bakar, infeksi, keracunan logam berat, rokok, penggunaan terus-menerus obat-obatan tertentu (termasuk aspirin, obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin C. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Jeruk merupakan sumber utama vitamin C. Brokoli, sayuran berwarna hijau, kol (kobis), melon dan strawberi mengandung vitamin C bermutu tinggi. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Vitamin C mempunyai banyak fungsi. Vitamin C berperan membantu spesifik enzim dalam melakukan fungsinya. Vitamin C juga bekerja sebagai antioksidan. Perusahaan kadang–kadang menambahkan vitamin C pada produk makanannya untuk menjaga kandungan bahan tertentu. Vitamin C juga penting untuk membentuk kolagen, serat, struktur protein. Kolagen dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi dan juga untuk membentuk jaringan bekas luka. Vitamin C juga meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi dan membantu tubuh menyerap zat besi. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Gejala awal kekurangan vitamin C adalah pendarahan disekitar gigi dan merusak pembuluh darah di bawah kulit, menghasilkan pinpoint haemorrhages . Kekurangan banyak vitamin C berakibat pada sistem syaraf dan ketegangan otot. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otot seperti juga rasa nyeri, gangguan syaraf dan depresi. Gejala selanjutnya adalah anemia, sering terkena infeksi, kulit kasar dan kegagalan dalam menyembuhkan luka. Ketika seseorang mengkonsumsi sejumlah besar vitamin C dalam bentuk suplemen dalam jangka panjang, tubuh menyesuaikannya dengan menghancurkan dan mengeluarkan kelebihan vitamin C dari pada biasanya. Jika konsumsi kemudian secara tiba-tiba dikurangi, tubuh tidak akan menghentikan proses ini, sehingga menyebabkan penyakit kudisan. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Gejala keracunan vitamin C adalah mual, kejang perut, diare, sakit kepala, kelelahan dan susah tidur. Hal ini juga dapat mengganggu tes medis, atau menyebabkan buang air kecil yang berlebihan dan membentuk batu ginjal. &lt;br /&gt;Klik disini untuk informasi lebih lanjut : &lt;br /&gt;Vitamin yang larut dalam lemak &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  European Masters Degree in Food Studies - an Educational Journey &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Last Update: Monday 24 August, 2009 &lt;br /&gt;  Food-Info.net is an initiative of Wageningen University, The Netherlands&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-3837079330194914913?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/3837079330194914913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/vitamin-yang-larut-dlm-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3837079330194914913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3837079330194914913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/vitamin-yang-larut-dlm-air.html' title='vitamin yang larut dlm air'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-9060384677371186088</id><published>2009-10-20T22:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T22:35:24.781-07:00</updated><title type='text'>wali songo</title><content type='html'>Sunan Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Ampel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Giri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Bonang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Kalijaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Gunung jati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Drajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Kudus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sunan Muria&lt;br /&gt;  Sejarah Sembilan Wali / Walisongo&lt;br /&gt; "Walisongo" berarti sembilan orang wali"  Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Maulana Malik Ibrahim (1)&lt;br /&gt;  Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Ampel (2)&lt;br /&gt;  Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, diidentikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah "Mo Limo" (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk "tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Giri (3)&lt;br /&gt;   Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya--seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah "giri". Maka ia dijuluki Sunan Giri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Bonang (4)&lt;br /&gt;   Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; yang berarti "sapi betina". Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Kalijaga (5)&lt;br /&gt;   Dialah "wali" yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam ('kungkum') di sungai (kali) atau "jaga kali". Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab "qadli dzaqa" yang menunjuk statusnya sebagai "penghulu suci" kesultanan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede - Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Gunung Jati (6)&lt;br /&gt;   Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra' Mi'raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya "wali songo" yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Drajat (7)&lt;br /&gt;   Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar  Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jelog --pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah "berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang'. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Kudus (8)&lt;br /&gt;   Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti "sapi betina". Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.n &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Sunan Muria (9)&lt;br /&gt;   Ia putra Dewi Saroh --adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.n&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Link :&lt;br /&gt;  www.Pesantren.net&lt;br /&gt; http://www.eastjava.com/books/walisongo/&lt;br /&gt; http://www.petra.ac.id/eastjava/walisongo/introduction.htm&lt;br /&gt; http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo&lt;br /&gt; http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Siti_Jenar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-9060384677371186088?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/9060384677371186088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/wali-songo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/9060384677371186088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/9060384677371186088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/wali-songo.html' title='wali songo'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-4668149605534941739</id><published>2009-10-14T05:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T05:09:49.336-07:00</updated><title type='text'>Adab berdzikir menurut Alqur'an dan Sunnah</title><content type='html'>Adab Berdzikir Menurut Alqur’an dan Sunnah&lt;br /&gt; Posted on November 8, 2008 by salafytobat &lt;br /&gt;Adab Berdzikir&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;http://thoriqoh-indonesia.org/&lt;br /&gt;Adab Berdzikir   PDF   Cetak   E-mail&lt;br /&gt;  Untuk melaksanakan dzikir didalam thariqoh ada tata krama yang harus diperhatikan, yakni adab berdzikir. Semua bentuk ibadah bila tidak menggunakan tata krama atau adab, maka akan sedikit sekali faedahnya. Dalam kitab Al-Mafakhir Al-’Aliyah fi al-Ma-atsir Asy-Syadzaliyah disebutkan, pada pasal Adab adz-Dzikr, sebagaimana dituturkan oleh Asy-Sya’roni, bahwa adab berdzikir itu banyak tetapi dapat dikelompokkan menjadi 20 (dua puluh), yang terbagi menjadi tiga bagian; 5 (lima) adab dilakukan sebelum bedzikir, 12 (dua belas) adab dilakukan pada saat berdzikir, 2(dua) adab dilakukan setelah selesai berdzikir.&lt;br /&gt;Adapun 5 (lima ) adab yang harus diperhatikan sebelum berdzikir adalah;&lt;br /&gt;1.     Taubat, yang hakekatnya adalah meninggalkan semua perkara yang tidak berfaedah bagi dirinya, baik yang berupa ucapan, perbuatan, atau keinginan.&lt;br /&gt;2.     Mandi dan atau  wudlu.&lt;br /&gt;3.     Diam dan tenang. Hal ini dilakukan agar di dalam dzikir nanti dia dapat memperoleh shidq, artinya hatinya dapat terpusat pada bacaan Allah yang kemudian dibarengi dengan lisannya yang mengucapkan Lailaaha illallah.&lt;br /&gt;4.     Menyaksikan dengan hatinya ketika sedang melaksanakan dzikir  terhadap himmah syaikh atau guru mursyidnya.&lt;br /&gt;5.     Menyakini bahwa dzikir thariqoh yang didapat dari syaikhnya adalah  dzikir yang didapat  dari Rasulullah Saw, karena syaikhnya adalah naib (pengganti ) dari beliau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan 12 (dua belas) adab yang harus diperhatikan pada saat melakukan dzikir adalah;&lt;br /&gt;1.     Duduk di tempat yang suci seperti duduknya di dalam shalat..&lt;br /&gt;2.     Meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya.&lt;br /&gt;3.     Mengharumkan tempatnya untuk berdzikir dengan bau  wewangian, demikian pula dengan pakaian di badannya.&lt;br /&gt;4.     Memakai pakaian yang halal dan suci.&lt;br /&gt;5.     Memilih tempat yang gelap dan sepi jika memungkinkan.&lt;br /&gt;6.     Memejamkan kedua mata,  karena hal itu akan dapat menutup jalan indra dzahir, karena dengan tertutupnya indra dzahir akan menjadi penyebab terbukanya indra hati/bathin.&lt;br /&gt;7.     Membayangkan pribadi guru mursyidnya diantara kedua matanya. Dan ini menurut ulama thariqoh merupakan adab yang sangat penting.&lt;br /&gt;8.     Jujur dalam berdzikir. Artinya hendaknya seseorang yang berdzikir itu dapat memiliki perasaan yang sama, baik dalam keadaan sepi (sendiri) atau ramai (banyak orang).&lt;br /&gt;9.     Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari segala ketercampuran. Dengan kejujuran serta keikhlasan  seseorang yang berdzikir akan sampai derajat ash-shidiqiyah dengan syarat dia mau mengungkapkan segala yang terbesit di dalam hatinya (berupa kebaikan dan keburukan) kepada syaikhnya. Jika dia tidak mau mengungkapkan hal itu, berarti dia berkhianat dan akan terhalang dari fath (keterbukaan bathiniyah).&lt;br /&gt;10.    Memilih shighot dzikir bacaan La ilaaha illallah , karena bacaan ini memiliki  keistimewaan yang tidak  didapati pada bacaan- bacaan dzikir syar’i lainnya.&lt;br /&gt;11.    Menghadirkan makna  dzikir di dalam hatinya.&lt;br /&gt;12.    Mengosongkan hati dari segala apapun selain Allah  dengan La ilaaha illallah , agar pengaruh kata “illallah” terhujam di dalam hati  dan menjalar ke seluruh anggota tubuh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan 3 (tiga) adab setelah berdzikir adalah;&lt;br /&gt;1.     Bersikap tenang ketika telah diam (dari dzikirnya), khusyu’ dan menghadirkan hatinya untuk menunggu waridudz-dzkir. Para ulama thariqoh berkata bahwa bisa jadi waridudz-dzikr datang dan sejenak memakmurkan hati itu pengaruhnya lebih besar dari pada apa yang dihasilkan oleh riyadlah dan mujahadah tiga puluh tahun.&lt;br /&gt;2.     Mengulang-ulang pernapasannya berkali-kali. Karena hal ini – menurut ulama thariqoh- lebih cepat menyinarkan bashirah, menyingkapkan hijab-hijab dan memutus bisikan–bisikan hawa nafsu dan syetan.&lt;br /&gt;3.     Menahan minum air. Karena dzikir dapat menimbulkan hararah (rasa hangat di hati orang yang melakukannya, yang disebabkan oleh syauq (rindu) dan tahyij (gairah) kepada al-madzkur/Allah Swt  yang merupakan tujuan utama dari dzikir, sedang meminum air setelah berdzikir  akan memadamkan rasa tersebut.&lt;br /&gt;Para guru mursyid berkata: ”Orang yang berdzikir hendaknya memperhatikan  tiga tata krama ini, karena natijah (hasil) dzikirnya hanya akan muncul  dengan hal tersebut.” Wallahu a’lam. &lt;br /&gt; Filed under: Adab Berdzikir Menurut Alqur'an dan Sunnah, Tata Cara Thoriqoh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-4668149605534941739?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/4668149605534941739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/adab-berdzikir-menurut-alquran-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4668149605534941739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4668149605534941739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/10/adab-berdzikir-menurut-alquran-dan.html' title='Adab berdzikir menurut Alqur&apos;an dan Sunnah'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-6676768480544333742</id><published>2009-08-26T23:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T23:31:50.366-07:00</updated><title type='text'>ilmu tasawwuf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/SpYoKRa6QWI/AAAAAAAAAFc/zOmTHFAMD9o/s1600-h/n1212785660_30061334_2930485.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/SpYoKRa6QWI/AAAAAAAAAFc/zOmTHFAMD9o/s320/n1212785660_30061334_2930485.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374527362253341026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bab 1 : Pengenalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Ilmu Tasawwuf :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tasauf ialah ilmu yang menyuluh perjalanan seseorang mukmin di dalam membersihkan hati dengan sifat-sifat mahmudah atau sifat-sifat yang mulia dan menghindari atau menjauhkan diri daripada sifat-sifat mazmumah iaitu yang keji dan tercela . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ilmu tasawwuf bertujuan mendidik nafsu dan akal supaya sentiasa berada di dalam landasan dan peraturan hukum syariat Islam yang sebenar sehingga mencapai taraf nafsu mutmainnah . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syarat-syarat untuk mencapai taraf nafsu mutmainah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Banyak bersabar .&lt;br /&gt;b) Banyak menderita yang di alami oleh jiwa . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Imam Al-Ghazali r.a. telah menggariskan sepuluh sifat Mahmudah / terpuji di dalam kitab Arbain Fi Usuluddin iaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Taubat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Khauf ( Takut )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Zuhud &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Tawakkal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mahabbah ( Kasih Sayang )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Redha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Zikrul Maut ( Mengingati Mati ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan Imam Al-Ghazali juga telah menggariskan sepuluh sifat Mazmumah / tercela / sifat keji di dalam kitab tersebut iaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Banyak Makan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Banyak bercakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Hasad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Bakhil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Cintakan kemegahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Cintakan dunia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bangga Diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Ujub ( Hairan Diri ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Riya’ ( Menunjuk-nunjuk ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 2: Khauf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Khauf bererti takut akan Allah s.w.t., iaitu rasa gementar dan rasa gerun akan kekuatan dan kebesaran Allah s.w.t. serta takutkan kemurkaanNya dengan mengerjakan segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud : “Dan kepada Akulah ( Allah ) sahaja hendaklah kamu merasa gerun dan takut bukan kepada sesuatu yang lain”.&lt;br /&gt;( Surah Al-Baqarah – Ayat 40 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seseorang itu tidak akan merasai takut kepada Allah s.w.t. jika tidak mengenalNya. Mengenal Allah s.w.t. ialah dengan mengetahui akan sifat-sifat ketuhanan dan sifat -sifat kesempurnaan bagi zatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Seseorang itu juga hendaklah mengetahui segala perkara yang disuruh dan segala perkara yang ditegah oleh agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dengan mengenal Allah s.w.t. dan mengetahui segala perintah dan laranganNya, maka seseorang itu akan dapat merasai takut kepada Allah s.w.t. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasa takut dan gerun kepada Allah s.w.t. akan menghindarkan seseorang itu daripada melakukan perkara yang ditegah oleh Allah s.w.t. dan seterusnya patuh dan tekun mengerjakan perkara yang disuruhnya dengan hati yang khusyuk dan ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan : Tasauf di Dalam Islam – Datuk Hj.Md.Yunus bin Hj. Md. Yatim.&lt;br /&gt;( Bekas Mufti Negeri Melaka ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 3 : Sifat Redha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Sifat redha adalah daripada sifat makrifah dan mahabbah kepada Allah s.w.t. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pengertian redha ialah menerima dengan rasa senang dengan apa yang diberikan oleh Allah s.w.t. baik berupa peraturan ( hukum ) mahupun qada’ atau sesuatu ketentuan daripada Allah s.w.t. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Redha terhadap Allah s.w.t terbahagi kepada dua : &lt;br /&gt;Redha menerima peraturan ( hukum ) Allah s.w.t. yang dibebankan kepada manusia.&lt;br /&gt;Redha menerima ketentuan Allah s.w.t. tentang nasib yang mengenai diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redha Menerima hukum Allah s.w.t. : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redha menerima hukum-hukum Allah s.w.t. adalah merupakan manifestasi daripada kesempurnaan iman, kemuliaan taqwa dan kepatuhan kepada Allah s.w.t. kerana menerima peraturan-peraturan itu dengan segala senang hati dan tidak merasa terpaksa atau dipaksa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tunduk dan patuh dengan segala kelapangan dada bahkan dengan gembira dan senang menerima syariat yang digariskan oleh Allah s.w.t. dan Rasulnya adalah memancar dari mahabbah kerana cinta kepada Allah s.w.t. dan inilah tanda keimanan yang murni serta tulus ikhlas kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :&lt;br /&gt;” Tetapi tidak ! Demi Tuhanmu, mereka tidak dipandang beriman hingga mereka menjadikanmu ( Muhammad ) hakim dalam apa yang mereka perselisihkan di antara mereka, kemudian mereka tidak merasa sempit dalam hati mereka tentang apa yang engkau putuskan serta mereka menyerah dengan bersungguh – sungguh “. ( Surah An-Nisaa’ : Ayat 65 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah s.w.t yang bermaksud :&lt;br /&gt;” Dan alangkah baiknya jika mereka redha dengan apa yang Allah dan Rasulnya berikan kepada mereka sambil mereka berkata : ‘ Cukuplah Allah bagi kami , Ia dan Rasulnya akan berikan pada kami kurnianya ,Sesungguhnya pada Allah kami menuju “.&lt;br /&gt;( Surah At Taubah : Ayat 59 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya segala perintah-perintah Allah s.w.t. baik yang wajib mahupun yang Sunnah ,hendaklah dikerjakan dengan senang hati dan redha. Demikian juga dengan larangan-larangan Allah s.w.t. hendaklah dijauhi dengan lapang dada . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sifat redha dengan hukum-hukum Allah s.w.t. Redha itu bertentangan dengan sifat dan sikap orang-orang munafik atau kafir yang benci dan sempit dadanya menerima hukum-hukum Allah s.w.t. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :&lt;br /&gt;” Yang demikian itu kerana sesungguhnya mereka ( yang munafik ) berkata kepada orang-orang yang di benci terhadap apa-apa yang diturunkan oleh Allah s.w.t. ‘Kami akan tuntut kamu dalam sebahagian urusan kamu ‘,Tetapi Allah mengetahui rahsia mereka “. ( Surah Muhammad : Ayat 26 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata mereka ikut beribadah, bersedekah atau mengerjakan sembahyang maka ibadah itu mereka melakukannya dengan tidak redha dan bersifat pura-pura. Demikianlah gambaran perbandingan antara hati yang penuh redha dan yang tidak redha menerima hukum Allah s.w.t. , yang mana hati yang redha itu adalah buah daripada kemurnian iman dan yang tidak redha itu adalah gejala nifaq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redha Dengan Qada’ : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redha dengan qada’ iaitu merasa menerima ketentuan nasib yang telah ditentukan Allah s.w.t baik berupa nikmat mahupun berupa musibah ( malapetaka ). Didalam hadis diungkapkan bahawa di antara orang yang pertama memasuki syurga ialah mereka yang suka memuji Allah s.w.t. . iaitu mereka memuji Allah ( bertahmid ) baik dalam keadaan yang susah mahupun di dalam keadaan senang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan Rasulullah s.a.w. apabila memperolehi kegembiraan Baginda berkata :&lt;br /&gt;” Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya menjadi sempurnalah kebaikan “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila kedatangan perkara yang tidak menyenangkan , Baginda mengucapkan :&lt;br /&gt;” Segala puji bagi Allah atas segala perkara “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah redha menerima ketentuan nasib daripada Allah s.w.t. dijelaskan didalam hadis Baginda yang lain yang bermaksud :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan jika sesuatu kesusahan mengenaimu janganlah engkau berkata : jika aku telah berbuat begini dan begitu, begini dan begitulah jadinya. Melainkan hendakalah kamu katakan : Allah telah mentaqdirkan dan apa yang ia suka , ia perbuat ! ” Kerana sesungguhnya perkataan : andaikata… itu memberi peluang pada syaitan ” . (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap redha dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah s.w.t. Ketika mendapat kesenangan atau sesuatu yang tidak menyenangkan bersandar kepada dua pengertian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Bertitik tolak dari pengertian bahawa sesungguhnya Allah s.w.t. memastikan terjadinya hal itu sebagai yang layak bagi Dirinya kerana bagi Dialah sebaik-baik Pencipta. Dialah Yang Maha Bijaksana atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Bersandar kepada pengertian bahawa ketentuan dan pilihan Allah s.w.t. itulah yang paling baik , dibandingkan dengan pilihan dan kehendak peribadi yang berkaitan dengan diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :&lt;br /&gt;” Demi Allah yang jiwaku ditangannya !Tidaklah Allah memutuskan sesuatu ketentuan bagi seorang mukmin melainkan mengandungi kebaikan baginya. Dan tiadalah kebaikan itu kecuali bagi mukmin . Jika ia memperolehi kegembiraan dia berterima kasih bererti kebaikan baginya , dan jika ia ditimpa kesulitan dia bersabar bererti kebaikan baginya “.&lt;br /&gt;( Riwayat Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawwuf &gt; Bab 7 : Sabar&lt;br /&gt;Iaitu menahan diri daripada keluh kesah pada sesuatu yang tidak disukai.&lt;br /&gt;Sifat sabar perlu ketika menghadapi tiga perkara berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menahan diri daripada keluh kesah dan menahan diri daripada mengadu kepada yang lain daripada Allah subhanahu wata‘ala ketika berlaku sesuatu bala atau bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menahan diri dalam mengerjakan segala perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menahan diri dalam meninggalkan segala larangan Allah.&lt;br /&gt;Sifat sabar itu dipuji pada syara‘ kerana seseorang yang bersifat sabar menunjukkan ia beriman dengan sempurna kepada Allah, dan menunjukkan ia taat dan menjunjung segala perintah agama.&lt;br /&gt;Orang yang beriman kepada Allah mengetahui bahawa segala perkara yang berlaku ke atas drinya adalah kehendak Allah yang tidak dapat dielak lagi. Begitulah juga orang yang taat, tidak akan merasa susah dalam mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawwuf &gt; Bab 8 : Syukur&lt;br /&gt;Iaitu mengaku dan memuji Allah atas nikmat yang diberi dan menggunakan segala nikmat itu untuk berbuat taat kepada Allah subhanahu wata‘ala.&lt;br /&gt;Tiap-tiap nikmat yang diberi oleh Allah subhanahu wata‘ala kepada makhlukNya adalah dengan limpah kurniaNya semata-mata, seperti nikmat kesihatan, kekayaan, kepandaian dan sebagainya. Oleh yang demikian, bersyukur dan berterima kasih atas nikmat-nikmat tersebut merupakan suatu kewajipan kepada Allah subhanahu wata‘ala.&lt;br /&gt;Setiap nikmat juga hendaklah disyukuri kerana orang yang tidak berterima kasih adalah orang yang tidak mengenang budi. Oleh itu, hendaklah digunakan nikmat-nikmat Allah itu untuk menambahkan ibadah kepada Allah dan sangatlah keji dan hina menggunakan nikmat-nikmat itu untuk menderhakai Tuhan yang memberi nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawwuf &gt; Bab 9 : Tawakkal&lt;br /&gt;Iaitu menetapkan hati dan berserah kepada Allah pada segala perkara yang berlaku serta jazam (putus) pada i`tiqad bahawa Allah subhanahu wata‘ala yang mengadakan dan memerintahkan tiap-tiap sesuatu.&lt;br /&gt;Berserah kepada Allah pada segala perkara itu hendaklah disertakan dengan ikhtiar dan usaha kerana Allah menjadikan sesuatu mengikut sebab-sebabnya, seperti dijadikan pandai kerana belajar, dijadikan kaya kerana rajin berusaha atau berjimat cermat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawwuf &gt; Bab 10 : Mahabbah&lt;br /&gt;Iaitu kasihkan Allah subhanahu wata‘ala dengan mengingatiNya pada setiap masa dan keadaan.&lt;br /&gt;Kasihkan Allah ialah dengan segera melakukan segala perintahNya dan berusaha mendampingkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunat dan bersungguh-sungguh menghindari maksiat serta perkara-perkara yang membawa kemarahanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawwuf &gt; Bab 11 : Zikrulmawt&lt;br /&gt;Iaitu sentiasa mengingati mati dan sentiasa bersedia dengan amalan-amalan yang baik.&lt;br /&gt;Oleh kerana seseorang itu akan mati, maka hendaklah ia bersedia dengan amalan-amalan yang baik dan hendaklah ia memenuhkan tiap-tiap saat daripada umurnya itu dengan perkara yang berfaedah bagi akhiratnya kerana tiap-tiap perkara yang telah lalu tidak akan kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawwuf &gt; Bab 12 : Sifat-sifat Mazmumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syarrut ta‘am (banyak makan) &lt;br /&gt;Iaitu terlampau banyak makan atau minum ataupun gelojoh ketika makan atau minum.&lt;br /&gt;Makan dan minum yang berlebih-lebihan itu menyebabkan seseorang itu malas dan lemah serta membawa kepada banyak tidur. Ini menyebabkan kita lalai daripada menunaikan ibadah dan zikrullah.&lt;br /&gt;Makan dan minum yang berlebih-lebihan adalah ditegah walaupun tidak membawa kepada lali daripada menunaikan ibadah kerana termasuk di dalam amalan membazir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syarrul kalam (banyak bercakap)&lt;br /&gt;Iaitu banyak berkata-kata atau banyak bercakap.&lt;br /&gt;Banyak berkata-kata itu boleh membawa kepada banyak salah, dan banyak salah itu membawa kepada banyak dosa serta menyebabkan orang yang mendengar itu mudah merasa jemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ghadhab (pemarah)&lt;br /&gt;Ia bererti sifat pemarah, iaitu marah yang bukan pada menyeru kebaikan atau menegah daripada kejahatan.&lt;br /&gt;Sifat pemarah adalah senjata bagi menjaga hak dan kebenaran. Oleh kerana itu, seseorang yang tidak mempunyai sifat pemarah akan dizalimi dan akan dicerobohi hak-haknya.&lt;br /&gt;Sifat pemarah yang dicela ialah marah yang bukan pada tempatnya dan tidak dengan sesuatu sebab yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hasad (dengki)&lt;br /&gt;Iaitu menginginkan nikmat yang diperolehi oleh orang lain hilang atau berpindah kepadanya.&lt;br /&gt;Seseorang yang bersifat dengki tidak ingin melihat orang lain mendapat nikmat atau tidak ingin melihat orang lain menyerupai atau lebih daripadanya dalam sesuatu perkara yang baik. Orang yang bersifat demikian seolah-olah membangkang kepada Allah subhanahu wata‘ala kerana mengurniakan sesuatu nikmat kepada orang lain.&lt;br /&gt;Orang yang berperangai seperti itu juga sentiasa dalam keadaan berdukacita dan iri hati kepada orang lain yang akhirnya menimbulkan fitnah dan hasutan yang membawa kepada bencana dan kerosakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bakhil (kedekut)&lt;br /&gt;Iaitu menahan haknya daripada dibelanjakan atau digunakan kepada jalan yang dituntut oleh agama.&lt;br /&gt;Nikmat yang dikurniakan oleh Allah subhanahu wata‘ala kepada seseorang itu merupakan sebagai alat untuk membantu dirinya dan juga membantu orang lain. Oleh yang demikian, nikmat dan pemberian Allah menjadi sia-sia sekiranya tidak digunakan dan dibelanjakan sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wata‘ala.&lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi dalam perkara-perkara yang menyempurnakan agama seperti zakat, mengerjakan haji dan memberi nafkah kepada tanggungan, maka menahan hak atau harta tersebut adalah suatu kesalahan besar di sisi agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hubbul jah (kasihkan kemegahan)&lt;br /&gt;Iaitu kasihkan kemegahan, kebesaran dan pangkat.&lt;br /&gt;Perasaan inginkan kemegahan dan pangkat kebesaran menjadikan perbuatan seseorang itu tidak ikhlas kerana Allah.&lt;br /&gt;Akibat daripada sifat tersebut boleh membawa kepada tipu helah sesama manusia dan boleh menyebabkan seseorang itu membelakangkan kebenaran kerana menjaga pangkat dan kebesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hubbud dunya (kasihkan dunia)&lt;br /&gt;Ia bermaksud kasihkan dunia, iaitu mencintai perkara-perkara yang berbentuk keduniaan yang tidak membawa sebarang kebajikan di akhirat.&lt;br /&gt;Banyak perkara yang diingini oleh manusia yang terdiri daripada kesenangan dan kemewahan. Di antara perkara-perkara tersebut ada perkara-perkara yang tidak dituntut oleh agama dan tidak menjadi kebajikan di akhirat.&lt;br /&gt;Oleh yang demikian, kasihkan dunia itu adalah mengutamakan perkara-perkara tersebut sehingga membawa kepada lalai hatinya daripada menunaikan kewajipan-kewajipan kepada Allah.&lt;br /&gt;Namun begitu, menjadikan dunia sebagai jalan untuk menuju keredhaan Allah bukanlah suatu kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Takabbur (sombong)&lt;br /&gt;Iaitu membesarkan diri atau berkelakuan sombong dan bongkak.&lt;br /&gt;Orang yang takabbur itu memandang dirinya lebih mulia dan lebih tinggi pangkatnya daripada orang lain serta memandang orang lain itu hina dan rendah pangkat.&lt;br /&gt;Sifat takabbur ini tiada sebarang faedah malah membawa kepada kebencian Allah dan juga manusia dan kadangkala membawa kepada keluar daripada agama kerana enggan tunduk kepada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. ‘Ujub (bangga diri)&lt;br /&gt;Iaitu merasai atau menyangkakan dirinya lebih sempurna.&lt;br /&gt;Orang yang bersifat ‘ujub adalah orang yang timbul di dalam hatinya sangkaan bahawa dia adalah seorang yang lebih sempurna dari segi pelajarannya, amalannya, kekayaannya atau sebagainya dan ia menyangka bahawa orang lain tidak berupaya melakukan sebagaimana yang dia lakukan.&lt;br /&gt;Dengan itu, maka timbullah perasaan menghina dan memperkecil-kecilkan orang lain dan lupa bahawa tiap-tiap sesuatu itu ada kelebihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Riya’ (menunjuk-nunjuk)&lt;br /&gt;Iaitu memperlihatkan dan menunjuk-nunjuk amalan kepada orang lain.&lt;br /&gt;Setiap amalan yang dilakukan dengan tujuan menunjuk-nunjuk akan hilanglah keikhlasan dan menyimpang dari tujuan asal untuk beribadah kepada Allah semata-mata.&lt;br /&gt;Orang yang riya’ adalah sia-sia segala amalannya kerana niatnya telah menyimpang disebabkan inginkan pujian daripada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 4 : Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sifat ikhlas ialah menumpukan niat bagi setiap ibadah atau kerja yang dilakukan semata-mata kerana Allah s.w.t. dan diqasadkan ( niat ) untuk menjunjung perintah semata-mata serta membersihkan hati dari dosa riya’ , ujub atau inginkan pujian manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Firman Allah s.w.t. di dalam Al-Quran yang bermaksud :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah s.w.t. dengan mengikhlaskan ibadah kepadanya , lagi tetap teguh di atas tauhid dan supaya mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat dan yang demikian itulah agama yang benar “.&lt;br /&gt;( Surah Al-Bayyinah – Ayat 5 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setiap pekerjaan yang dilakukan hendaklah dibersihkan daripada sesuatu tujuan yang lain daripada taat kepada perintah Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hendaklah dibersihkan niat daripada sebab-sebab yang lain dari sifat-sifat yang keji ( sifat mazmumah ) seperti riya’ , ujub , inginkan kemasyhuran dan lain-lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dalam meninggalkan larangan Allah s.w.t. hendaklah diniatkan untuk taat semata-mata bukan kerana malu kepada makhluk atau sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Rujukan Kitab – Mengenal Ilmu Tasawwuf – Mohd Sulaiman bin Hj. Yasin )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 5 : Taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iaitu kembali daripada keburukan kepada kebaikan dengan beberapa syarat yang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan mohonlah ampun kepada Allah , sesungguhnya ia Maha&lt;br /&gt;Pengampun lagi Maha Mengasihani ”.&lt;br /&gt;( Surah Al – Muzammil – Ayat 20 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syarat-syarat taubat adalah seperti berikut :&lt;br /&gt;Meninggalkan maksiat atau perkara dosa tersebut.&lt;br /&gt;Menyesal atas maksiat atau dosa yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;Bercita-cita tidak akan mengulanginya lagi.&lt;br /&gt;Mengembalikan hak-hak makhluk yang dizalimi.&lt;br /&gt;Mengerjakan perkara-perkara fardhu yang telah luput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setiap manusia tidak dapat mengelakkan dirinya daripada tersalah dan terlupa, melainkan manusia yang Ma’asum ( terpelihara daripada dosa ) seperti rasul-rasul dan nabi-nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seseorang itu hendaklah bersungguh-sungguh memelihara diri daripada dosa iaitu dengan memelihara seluruh anggota daripada melakukan perkara-perkara yang ditegah oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Beberapa faedah dan hikmah taubat iaitu:&lt;br /&gt;Menghidupkan jiwa yang resah kerana dosa.&lt;br /&gt;Mendekatkan diri kepada Allah S.W.T .&lt;br /&gt;Meningkatkan ketaqwaan diri.&lt;br /&gt;Membenteras tipu-daya syaitan yang selama ini memerangkap manusia&lt;br /&gt;dengan berbuat dosa dan maksiat. &lt;br /&gt;Memperolehi kemuliaan dan anugerah Allah S.W.T. dalam hidup di dunia dan akhirat                       ( Dipetik daripada – Hidup Bertaqwa Oleh Dato’ Hj. Ismail bin Hj. Kamus  M / S 269 – 273 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filed under: Ilmu tasawwuf (sifat Mahmudah &amp; sifat mazmumah) &lt;br /&gt;« Fiqh Akhlaq / Adab Semua Ulama ahlusunnah Tolak Ajaran sesat IBNU T&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-6676768480544333742?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/6676768480544333742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/ilmu-tasawwuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/6676768480544333742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/6676768480544333742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/ilmu-tasawwuf.html' title='ilmu tasawwuf'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/SpYoKRa6QWI/AAAAAAAAAFc/zOmTHFAMD9o/s72-c/n1212785660_30061334_2930485.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-4866954324683898266</id><published>2009-08-26T22:38:00.001-07:00</published><updated>2009-08-26T22:42:49.323-07:00</updated><title type='text'>perkataan 4 imam mazhab didalam mengikuti sunnah</title><content type='html'>Category: Other&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani -rahimahullah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya sangat bermanfaat untuk disajikan di sini sedikit atau sebagian perkataan mereka, dengan harapan, semoga di dalamnya terdapat pelajaran dan peringatan bagi orang yang mengikuti mereka, bahkan bagi orang yang mengikuti selain mereka yang lebih rendah derajatnya dari taqlid buta, dan bagi orang yang berpegang teguh kepada madzab-madzab dan perkataan-perkataan mereka, sebagaimana kalau madzab-madzab dan perkataan-perkataan itu turun dari langit. Allah Subhanahu Wa Taala, berfirman artinya: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)”. (QS. Al-Araf :3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. ABU HANIFAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama-tama diantara mereka adalah Imam Abu Hanifah An-Numan bin Tsabit. Para sahabatnya telah meriwayatkan banyak perkataan dan ungkapan darinya, yang semuanya melahirkan satu kesimpulan, yaitu kewajiban untuk berpegang teguh kepada hadits dan meninggalkan pendapat para imam yang bertentangan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Apabila hadits itu shahih, maka hidits itu adalah madzhabku.” (Ibnu Abidin di dalam Al-Hasyiyah 1/63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Tidak dihalalkan bagi seseorang untuk berpegang pada perkataan kami, selagi ia tidak mengetahui dari mana kami mengambilnya”. (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Intiqau fi Fadha ilits Tsalatsatil Aimmatil FuqahaI, hal. 145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam sebuah riwayat dikatakan: “Adalah haram bagi orang yang tidak mengetahui alasanku untuk memberikan fatwa dengan perkataanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Di dalam sebuah riwayat ditambahkan: “sesungguhnya kami adalah manusia yang mengatakan perkataan pada hari ini dan meralatnya di esok hari”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Jika aku mengatakan suatu perkataan yang bertentangan dengan kitab Allah dan kabar Rasulullah salallahu alaihi Wa Sallam, maka tinggalkanlah perkataanku”. (Al-Fulani di dalam Al-Iqazh, hal. 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MALIK BIN ANAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang salah dan benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan kitab dan sunnah, ambillah dan setiap yang tidak sesuai dengan Al Kitab dan sunnah, tinggalkanlah”. (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami, 2/32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi Salallhu Alaihi Wasallam”. (Ibnu Abdil Hadi di dalam Irsyadus Salik, 1/227)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibnu Wahab berkata, “Aku mendengar bahwa Malik ditanya tentang menyelang-nyelangi jari di dalam berwudhu, lalu dia berkata, “tidak ada hal itu pada manusia. Dia berkata. Maka aku meninggalkannya hingga manusia berkurang, kemudian aku berkata kepadanya. Kami mempunyai sebuah sunnah di dalam hal itu, maka dia berkata: Apakah itu? Aku berkata: Al-Laits bin Saad dan Ibnu Lahiah dan Amr bin Al-Harits dari Yazid bin Amr Al-Maafiri dari Abi Abdirrahman Al-Habli dari Al Mustaurid bin Syidad Al-Qirasyi telah memberikan hadist kepada kami, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menunjukkan kepadaku dengan kelingkingnya apa yang ada diantara jari-jari kedua kakinya. Maka dia berkata, “sesungguhnya hadist ini adalah Hasan, Aku mendengarnya hanya satu jam. Kemudian aku mendengarnya, setelah itu ditanya, lalu ia memerintahkan untuk menyelang-nyelangi jari-jari. (Mukaddimah Al-Jarhu wat Tadil, karya Ibnu Abi Hatim, hal. 32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. ASY-SYAFII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perkataan-perkataan yang diambil dari Imam Syafii di dalam hal ini lebih banyak dan lebih baik, dan para pengikutnya pun lebih banyak mengamalkannya. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Tidak ada seorangpun, kecuali dia harus bermadzab dengan Sunnah Rasulullah dan menyendiri dengannya. Walaupun aku mengucapkan satu ucapan dan mengasalkan kepada suatu asal di dalamnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang bertentangan dengan ucapanku. Maka peganglah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Inilah ucapanku.” (Tarikhu Damsyiq karya Ibnu Asakir, 15/1/3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Kaum muslimin telah sepakat bahwa barang siapa yang telah terang baginya Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena untuk mengikuti perkataan seseorang.” (Ibnul Qayyim, 2/361, dan Al-Fulani, hal. 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Apabila kamu mendapatkan di dalam kitabku apa yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka berkatalah dengan sunnah rasulullah Salallahu alaihi Wa sallam, dan tinggalkanlah apa yang aku katakan.” Al-Harawi di dalam Dzammul Kalam, 3/47/1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Apabila Hadist itu Shahih, maka dia adalah madzhabku.” (An-Nawawi di dalam Al-Majmu, Asy-Syarani, 10/57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “kamu (Imam Ahmad) lebih tahu dari padaku tentang hadist dan orang-orangnya (Rijalu l-Hadits). Apabila hadist itu shahih, maka ajarkanlah ia kepadaku apapun ia adanya, baik ia dari kufah, Bashrah maupun dari Syam, sehingga apabila ia shahih, akan bermadzhab dengannya.” ( Al-Khathib di dalam Al-Ihtijaj bisy-SyafiI, 8/1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. “Setiap masalah yang didalamnya kabar dari Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam adalah shahih bagi ahli naqli dan bertentangan dengan apa yang aku katakan, maka aku meralatnya di dalam hidupku dan setelah aku mati.” (Al-Harawi, 47/1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. “Apabila kamu melihat aku mengatakan suatu perkataan, sedangkan hadist Nabi yang bertentangan dengannya shahih, maka ketahuilah, sesungguhnya akalku telah bermadzhab dengannya.” (Al-Mutaqa, 234/1 karya Abu Hafash Al-Muaddab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Setiap apa yang aku katakan, sedangkan dari nabi salallahu alaihi wa sallam terdapat hadist shahih yang bertentangan dengan perkataanku, maka hadits nabi adalah lebih utama. Olah karena itu, janganlah kamu mengikutiku.” (Aibnu Asakir, 15/9/2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. AHMAD BIN HAMBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad adalah salah seorang imam yang paling banyak mengumpulkan sunnah dan paling berpegang teguh kepadanya. Sehingga ia membenci penulisan buku-buku yang memuat cabang-cabang (furu) dan pendapat Oleh karena itu ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Janganlah engkau mengikuti aku dan jangan pula engkau mengikuti Malik, Syafii, Auzai dan Tsauri, Tapi ambillah dari mana mereka mengambil.” (Al- Fulani, 113 dan Ibnul Qayyim di dalam Al-Ilam, 2/302)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Pendapat AuzaI, pendapat Malik, dan pendapat Abu Hanifah semuanya adalah pendapat, dan ia bagiku adalah sama, sedangkan alasan hanyalah terdapat di dalam atsar-atsar.” (Ibnul Abdl Barr di dalam Al-Jami, 2/149)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Barang siapa yang menolak hadits Rasulullah Salallahu alaihi wa sallam, maka sesungguhnya ia telah berada di tepi kehancuran.” (Ibnul Jauzi, 182).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (An-Nisa:65), dan firman-Nya: “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (An-Nur:63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Adalah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang telah sampai kepadanya perintah Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam dan mengetahuinya untuk menerangkannya kepada umat, menasehati mereka dan memerintahkan kepada mereka untuk mengikuti perintahnya. Dan apabila hal itu bertentangan dengan pendapat orang besar diantara umat, maka sesungguhnya perintah Rasulullah salallahu alaihi wa Sallam itu lebih berhak untuk disebarkan dan diikuti dibanding pendapat orang besar manapun yang telah bertentangan dengan perintahnya di dalam sebagian perkara secara salah. Dan dari sini, para sahabat dan orang-orang setelah mereka telah menolak setiap orang yang menentang sunnah yang sahih, dan barangkali mereka telah berlaku keras dalam penolakan ini. Namun demikian, mereka tidak membencinya, bahkan dia dicintai dan diagungkan di dalam hati mereka. Akan tetapi, Rasulullah Salallahu alaihi wa Sallam adalah lebih dicintai oleh mereka dan perintahnya melebihi setiap makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, apabila perintah rasul itu bertentangan dengan perintah selainnya, maka perintah rasul adalah lebih utama untuk didahulukan dan diikuti. Hal ini tidak dihalang-halangi oleh pengagungan terhadap orang yang bertentangan dengan perintahnya, walaupun orang itu mendapat ampunan. Orang yang bertentangan itu tidak membenci apabila perintahnya itu diingkari apabila memang ternyata perintah Rasulullah itu bertentangan dengannya. Bagaimana mungkin mereka akan membenci hal itu, sedangkan mereka telah memerintahkan kepada para pengikutnya, dan mereka telah mewajibkan mereka untuk meninggalkan perkataan-perkataan yang bertentangan dengan sunnah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Di sadur dari Mukaddimah Kitab Shifatu Shalatiin Nabii SAW, karya Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani -rahimahullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi Bahasa Inggris bisa diklik disini: http://www.islamtomorrow.com/fourimam.asp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perbedaan mendasar daripada 4 Imam Mazhab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MazhabAl-Hanifiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didirikan oleh An-Nu’man bin Tsabit (80-150 H) atau lebih dikenal sebagai Imam Abu Hanifah. Beliau berasal dari Kufah dari keturunan bangsa Persia. Beliau hidup dalam dua masa, Daulah Umaiyah dan Abbasiyah. Beliau termasuk pengikut tabiin (tabi’utabiin), sebagian ahli sejarah menyebutkan, ia bahkan termasuk Tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab Al-Hanafiyah sebagaimana dipatok oleh pendirinya, sangat dikenal sebagai terdepan dalam masalah pemanfaatan akal/ logika dalam mengupas masalah fiqih. Oleh para pengamat dianalisa bahwa di antaralatar belakangnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena beliau sangat berhati-hati dalam menerima sebuah hadits. Bila beliau tidak terlalu yakin atas keshahihah suatu hadits, maka beliau lebih memlih untuk tidak menggunakannnya. Dan sebagai gantinya, beliau menemukan begitu banyak formula seperti mengqiyaskan suatu masalah dengan masalah lain yang punya dalil nash syar'i. &lt;br /&gt;Kurang tersedianya hadits yang sudah diseleksi keshahihannya di tempat di mana beliau tinggal. Sebaliknya, begitu banyak hadits palsu, lemah dan bermasalah yang beredar di masa beliau. Perlu diketahui bahwa beliau hidup di masa 100 tahun pertama semenjak wafat nabi SAW, jauh sebelum era imam Al-Bukhari dan imam Muslim yang terkenal sebagai ahli peneliti hadits. &lt;br /&gt;Di kemudian hari, metodologi yang beliau perkenalkan memang sangat berguna buat umat Islam sedunia. Apalagi mengingat Islam mengalami perluasan yang sangat jauh ke seluruh penjuru dunia. Memasuki wilayah yang jauh dari pusat sumber syariah Islam. Metodologi mazhab ini menjadi sangat menentukan dalam dunia fiqih di berbagai negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mazhab Al-Malikiyah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab ini didirikan oleh Imam Malik bin Anas bin Abi Amir Al-Ashbahi (93 – 179H).Berkembang sejak awal di kota Madinah dalam urusan fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab ini ditegakkan di atas doktrin untuk merujuk dalam segala sesuatunya kepada hadits Rasulullah SAW dan praktek penduduk Madinah. Imam Malik membangun madzhabnya dengan 20 dasar; Al-Quran, As-Sunnah (dengan lima rincian dari masing-masing Al-Quran dan As Sunnah; tekstualitas, pemahaman zhahir, lafaz umum, mafhum mukhalafah, mafhum muwafakah, tanbih alal illah), Ijma’, Qiyas, amal ahlul madinah (perbuatan penduduk Madinah), perkataan sahabat, istihsan, saddudzarai’, muraatul khilaf, istishab, maslahah mursalah, syar'u man qablana (syariat nabi terdahulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab ini adalah kebalikan dari mazhan Al-Hanafiyah. Kalau Al-Hanafiyah banyak sekali mengandalkan nalar dan logika, karena kurang tersedianya nash-nash yang valid di Kufah, mazhab Maliki justru 'kebanjiran' sumber-sumber syariah. Sebab mazhab ini tumbuh dan berkembang di kota Nabi SAW sendiri, di mana penduduknya adalah anak keturunan para shahabat. Imam Malik sangat meyakini bahwa praktek ibadah yang dikerjakan penduduk Madinah sepeninggal Rasulullah SAW bisa dijadikan dasar hukum, meski tanpa harus merujuk kepada hadits yang shahih para umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mazhab As-Syafi'iyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didirikan oleh Muhammad bin Idris Asy Syafi’i (150 – 204 H). Beliau dilahirkan di Gaza Palestina (Syam) tahun 150 H, tahun wafatnya Abu Hanifah dan wafat di Mesir tahun 203 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya (madzhab qodim). Kemudian beliu pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru (madzhab jadid). Di sana beliau wafat sebagai syuhadaul 'ilm di akhir bulan Rajab 204 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karangannya adalah “Ar-Risalah” buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al-Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Beliau mampu memadukan fiqh ahli ra'yi (Al-Hanafiyah) dan fiqh ahli hadits (Al-Malikiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar madzhabnya: Al-Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Beliau tidak mengambil perkataan sahabat karena dianggap sebagai ijtihad yang bisa salah. Beliau juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah dan perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan, ”Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat.” Penduduk Baghdad mengatakan,”Imam Syafi’i adalah nashirussunnah (pembela sunnah),”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab “Al-Hujjah” yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al-Karabisyi dari Imam Syafi’i. Sementara kitab “Al-Umm” sebagai madzhab yang baru yang diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al-Muzani, Al-Buwaithi, Ar-Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia (hadis) adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mazhab Al-Hanabilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani (164 – 241 H). Dilahirkan di Baghdad dan tumbuh besar di sana hingga meninggal pada bulan Rabiul Awal. Beliau memiliki pengalaman perjalanan mencari ilmu di pusat-pusat ilmu, seperti Kufah, Bashrah, Mekah, Madinah, Yaman, Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berguru kepada Imam Syafi’i ketika datang ke Baghdad sehingga menjadi mujtahid mutlak mustaqil. Gurunya sangat banyak hingga mencapai ratusan. Ia menguasai sebuah hadis dan menghafalnya sehingga menjadi ahli hadis di zamannya dengan berguru kepada Hasyim bin Basyir bin Abi Hazim Al-Bukhari (104 – 183 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad adalah seorang pakar hadis dan fiqh. Imam Syafi’i berkata ketika melakukan perjalanan ke Mesir,”Saya keluar dari Baghdad dan tidaklah saya tinggalkan di sana orang yang paling bertakwa dan paling faqih melebihi Ibnu Hanbal (Imam Ahmad),”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar madzhab Ahmad adalah Al-Quran, Sunnah, fatwah sahahabat, Ijam’, Qiyas, Istishab, Maslahah mursalah, saddudzarai’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad tidak mengarang satu kitab pun tentang fiqhnya. Namun pengikutnya yang membukukannya madzhabnya dari perkataan, perbuatan, jawaban atas pertanyaan dan lain-lain. Namun beliau mengarang sebuah kitab hadis “Al-Musnad” yang memuat 40.000 lebih hadis. Beliau memiliki kukuatan hafalan yang kuat. Imam Ahmad mengunakan hadis mursal dan hadis dlaif yang derajatnya meningkat kepada hasan bukan hadis batil atau munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara murid Imam Ahmad adalah Salh bin Ahmad bin Hanbal (w 266 H) anak terbesar Imam Ahmad, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal (213 – 290 H). Shalih bin Ahmad lebih menguasai fiqh dan Abdullah bin Ahmad lebih menguasai hadis. Murid yang adalah Al-Atsram dipanggil Abu Bakr dan nama aslinya; Ahmad bin Muhammad (w 273 H), Abdul Malik bin Abdul Hamid bin Mihran (w 274 H), Abu Bakr Al-Khallal (w 311 H), Abul Qasim (w 334 H) yang terakhir ini memiliki banyak karangan tentang fiqh madzhab Ahmad. Salah satu kitab fiqh madzhab Hanbali adalah “Al-Mughni” karangan Ibnu Qudamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/6118180944-perbedaan-antar-mazhab.htm?rel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu 'alam bish shawwab.&lt;br /&gt;Tags: islamic links&lt;br /&gt;Prev: Hukum Anak Hasil Zina&lt;br /&gt;Next: M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-4866954324683898266?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/4866954324683898266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/perkataan-4-imam-mazhab-didalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4866954324683898266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4866954324683898266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/perkataan-4-imam-mazhab-didalam.html' title='perkataan 4 imam mazhab didalam mengikuti sunnah'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-4477971899248803454</id><published>2009-08-23T22:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T22:49:39.617-07:00</updated><title type='text'>bab khamr</title><content type='html'>Jumhur ulama, termasuk imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, dan Ahmad rahimahumullah) berpendapat bahwa khamr adalah najis. Dan ini dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad abduh, yusuf Qardawi dan semua Ulama sunni…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam fiqh syafeiyah :&lt;br /&gt;- jika ada tempat (wadah) bekas khamr, walaupun khamr itu telah kering (menguap) maka jika untuk menggunakannya (untuk tempat makan/minum) harus mencucinya, maka jika tidak…makanan/minuman dalam wadah itu kena hukum haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- wajib menyucikan diri darinya dan wajib mencuci pakaian atau badan yang terkena khamr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk jelasnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat tentang Bab Najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam kitab “ihya ulumuddin” jilid I/458, Bab “Rahasia Bersuci”, Bagian pertama “tentang bersuci daripada najis”.&lt;br /&gt;Segi pertama : Mengenai apa yang dihilangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dihilangkan adalah najis&lt;br /&gt;Benda itu tiga : benda tidak bernyawa (jamaadat), hewan dan bahagian-bahagian daripada badan hewan.&lt;br /&gt;Adapun benda yang tidak bernyawa : maka semuanya suci selain khamr dan tiap-tiap yang berasal dari buah anggur kering yang memabukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan itu semuanya suci, selain anjing, babi dan anak dari keduanya atau salah satu dari keduanya.&lt;br /&gt;Apabila hewan itu mati, maka najis semuanya, kecuali lima : manusia, ikan, belalang, ulat buah-buahan. Dan dipandang seperti itu, tiap-tiap makanan yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiap-tiap yang tidak mempunyai darah yang mengalir, seperti lalat, lipas dan lain-lain, maka tidaklah najis air jatuhnya ke dalam air.&lt;br /&gt;(kitab “ihya ulumuddin” jilid I/458, Bab “Rahasia Bersuci”, Bagian pertama “tentang bersuci daripada najis”, pustaka nasional, singapura, 1988)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fiqh syafei, jilid I halaman 23, Bab Najis dan Tafsir Muhammad Abduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(saya ringkas karena dalil dan penjelasannya sangat banyak)….&lt;br /&gt;Najis ada tiga :&lt;br /&gt;1. Najis Mughaladhah (najis yang tebal/berat) seperti anjing, babi, anak dari keduanya&lt;br /&gt;2. Najis mukhaffafah, artinya najis yang ringan seperti kencing bayi yang belum makan (masih menyusu)&lt;br /&gt;3. Najis mutawasittah, artinya najis yang pertengahan…(khamr masuk dibagian ini…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 3. Najis mutawasittah, artinya najis yang pertengahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun najis mutawasittah terbagi menjadi dua, yaitu ainiyah (yang kelihatan mata) dan hukmiyah (yang tidak kelihatan mata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Najis hukmiyah (yang tidak kelihatan) yaitu kencing (baul) orang dewasa yang sudah kering, yang salah satu sifatnya tidak didapati lagi. Maka cara mensucikannya cukuplah dengan melakukan (menumpahkan) air keatasnya sekali sahaja, wadah khamr yang sudah kering termasuk najis hukmiyah,&lt;br /&gt;cara menghilangkannya cukup menyiramkan air satu kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang cara mensucikan najis ainiyah itu ialah dengan jalan membasuh yang menghilangkan sifat-sifat najis tersebut. Tetapi apabila keduanya bau dan warna itu masih tinggal belumlah dinamakan suci. Adapun macam-macam najis mutawasittah itu ialah :&lt;br /&gt;1. Kencing (baul) orang dewasa&lt;br /&gt;2. ghaith (tahi), juga tahi burung, ikan, belalang, tau tahi binatang yang tak berdarah mengalir.&lt;br /&gt;3. Darah&lt;br /&gt;4. nanah&lt;br /&gt;5.Muntah&lt;br /&gt;6. Mazi&lt;br /&gt;7.Madi&lt;br /&gt;8. Mayat/bangkai (selain mayat belalang, ikan dan manusia)&lt;br /&gt;9. Air luka&lt;br /&gt;10. Susu binatang yang haram dimakan dagingnya kecuali susu manusia.&lt;br /&gt;11. Daging yang dipotong selagi hidup.&lt;br /&gt;12. Khamr (arak) atau minuman yang memabukan.&lt;br /&gt;Khamr menurut imam syafei adalah najis berdasarkan ayat di bawah ini :&lt;br /&gt;“sesungguhnya arak, judi, berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan kotor (keji : rijsun), ia termasuk pekerjaan setan, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhinya”. (Al-maidah, ayat 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata imam zujaj : “Rijis pada lughat, ialah nama bagi tiap apa yang kotor (keji) dari pekerjaan maupun perbuatan. Dan sesungguhnya didalam al-qur’an disebutkan banyak ayat yang mengenai “najis” yang tidak ada tempat yang nyata padanya “kotoran menurut hissi (perasaan)”, hanya tersebut dalam firman Allah :&lt;br /&gt;“Katakanlah wahai Muhammad SAW : Tidak aku peroleh pada yang diturunkan kepadaku sesuatu makanan yang diharamkan atas orang yang memakannya, kecuali bangkai, darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya itu barang yang keji (najis : rijsun) atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. (Al- an’am ayat 145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tafsir Muhammad Abduh, juz 7 hal. 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ahli usul : memakaikan satu kalimat untuk seluruh makna adalah dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Babi maupun Khamr disebut diatas dapat diartikan “keji (rijsun)” dan dalam kata-kata keji itu termasuk najis, baik menurut maknanya maupun menurut hissi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian larangan memakan atau meminumnya, bukan hanya arak/khamr memabukan  atau mengandung cacing pita yang tidak dapat mati karena api, tetapi juga karena kedua-duanya adalah NAJIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ar-Raghib : ” Najis itu adalah sesuatu yang kotor, yang dapat ditinjau dari empat segi. Adakalanya dari segi tabiat (sifatnya), adakalanya dari segi akal, adakalanya dari segi syarat, dan adakalanya dari semua segi diatas. Seperti mayat. Maka sesungguhnya mayat itu dipandang jijik menurut tabiat, nafsu,akal dan menurut syarat. Sedang judi dan Khamr dipandang NAJIS DARI SEGI SYARAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tafsiran Muhammad Abduh,  juz 7 halaman 158 ) dan (Fiqh syafei, jilid I/26,Bab Najis,Pustaka Antara, Kuala Lumpur,1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menurut Prof Dr alQaradawi Khamr adalah Najis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga pendapat Prof Dr alQaradawi dlm Fatawa Mua\’asirat.Perbahasan ulama\’ dalam bab najis sebenarnya tertumpu pada khamar bukan alkohol (anNawawi, alMajmoo\’: 2/516).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menurut Lembaga Fatwa Al-AzharKhamr adalah Najis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Fatwa Al-Azhar berpendapat bahawa alkohol (yang hukan dari industry khamr) itu tidak najis manakala arak tetap najis. Setelah membincangkan perkara ini dengan panjang lebar maka jawatankuasa mengambil keputusan bahawa minuman ringan yang dibuat sama caranya dengan arak adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol yang terjadi sampingan dalam proses pembuatan makanan tidak najis dan boleh di makan. Ubat-ubatan dan pewangi yang ada kandungan alkohol adalah harus dan dimaafkan. Berdasarkan fatwa dari Sheikh Atiyyah Saqr, Mesir, alkohol yang terdapat dalam minyak wangi tidak menghalang dari sahnya sembahyang. Menurutnya, alkohol tersebut tidak najis kerana ia bukan digunakan untuk dijadikan minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. JAKIM – MALAYSIA DAN MUI (Majelis Ulama Indonesia) – Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khamr adalah haram dan NAJIS. Sedangkan alcohol yang bukan berasal dari industri khamr adalah suci, tetapi jika ia dimasukan dengan sengaja ke dalam suatu minuman maka minuman itu haram hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf kami sekedar membuktikan fatwa aliran wahaby bahwa khamr itu suci adalah fatwa menyesatkan…dan sengaja diperuncing untuk memecah belah barisan sunni….waspadalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hukum khamr iaitu najis mutasawittah, baru kita membahas mengenai alkohol dengan lebih berhati-hati (terutama copy paste dari situs-situs wahaby)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat sesat wahaby :&lt;br /&gt;Asy-Al-Albani, dan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin , bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat kata-kata albany :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al-Albani berkata dalam Tamamul Minnah hal. 55 dan As-shahihah (5/460)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rujuk : http://www.ikhwan_interaktif.com/islam/?pilih=news&amp;aksi=lihat&amp;id=1733&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan artikel sesat wahaby indonesia : Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://asy-syariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=311&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka menghukumi khamr adalah suci!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka mengaburkan pengertian alkohol dan khamr sehingga seolah-olah semua alkohol adalah khamr…hati-hatilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;mana alkohol yang tergolong KHamr?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ini sedikit menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa MUI Indonesia dan JAKIM Malaysia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alcohol yang bukan berasal dari industri khamr adalah suci, tetapi jika ia dimasukan dengan sengaja ke dalam suatu minuman maka minuman itu haram hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih jelasnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISEDIAKAN OLEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA: MUHAMAD AALI HANAFIAH BIN RAMELI&lt;br /&gt;NO MTATRIK : IEJ 070044&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن ابن عمر أن رسول الله صل الله عليه وسلم قال من شرب الخمر فى&lt;br /&gt;الدنيا ثم لم يتب منها حرمها فى الاخرة.&lt;br /&gt;رواه بخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Dari Abdullah Bin Umar r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : ‘Siapa yang minum minuman keras di dunia dan ia tidak bertaubat dari kesalahannya ini, Maka ia tidak akan memperoleh nya nanti di akhirat.(Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definasi Arak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Arak(al-khamr) ialah minuman yang memabukkan yang diperbuat daripada perahan buah-buahan yang diperam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Dinamakan al-khamar (tutupan) kerana ia menutup akal manusia yang waras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur Fuqaha’ tidak pula membezakan antara arak dan minuman lainØ yang memabukkan, mereka mengatakan setiap minuman tersebut adalah haram diminum sedikit atau banyaknya, dan ia adalah arak (khamar). Hukumnya sama seperti hukum manisan buah anggur dari segi pengharamanya, dan diwajibkan had terhadap peminumnya. Nabi Muhammad s.a.w bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كل مسكر خمروكل خمر حرام &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“setiap yang memabukkan adalah arak, dan setiap arak adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Khamar adalah bahan yang mengandungi alkohol yang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lain bagi arak ialah alkohol. Dari segi kimia, alkoholØ adalah satu keluarga hidrokarbon dengan formula asas R-OH. R adalah rantai hidrokarbon dan kumpulan OH bertanggungjawab membawa sifat alkohol. Alkohol dinamakan dengan sambungan “nol” dihujung perkataan. . Contoh :CH3-OH : Metanol, CH3CH2 – OH : Etanol, CH3(CH2)2-OH : Propano dan CH3(CH2)3-OH : Butanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiqh hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umumnya dalam hadis ini menjelaskan kepada kita tentangv haramnya meminum minuman keras iaitu arak. Baik meminumnya dengan kadar yang banyak ataupun sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang telah terlanjur melakukan dosa besar ini, makav wajib ke atas mereka untuk bertaubat dan tidak akan sesekali melakukannya lagi.Ini membuktikan bahawa mereka telah insaf kerana telah meminum arak sebelum ini yang telah diharamkan oleh Allah meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis tersebut, sekiranyav peminum arak yang tidak bertaubat untuk meninggalkan minuman arak, maka Allah mengharamkan sama sekali kepada mereaka meminumnya di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut satu riwayat daripada Imam Abu Hanifah yang turutv menjelaskan bahawa arak merupakan najis mughalazah yang diharamkan sama sekali bagi sesiapa yang meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh yang demikian diharamkan meminum arak walaupun sedikitv kecuali sekiranya dalam keadaan terpaksa dan juga ketika darurat. Untuk kesekian kalinya Islam tetap bersikap tegas terhadap masalah arak. Tidak lagi dipandang kadar minumannya, sedikit atau banyak. Kiranya arak telah cukup dapat menggelincirkan kaki manusia. Oleh karena itu sedikitpun tidak boleh disentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru itu pula Rasulullah s.a.w. pernah menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan, maka sedikitnya pun adalah haram.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minuman apapun kalau sebanyak furq6 itu memabukkan, maka sepenuh tapak tangan adalah haram.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya pengharaman arak itu bukan sahaja kepada orang yangv meminumnya, bahkan ia meliputi kepada apa jua bentuk pertolongan yang boleh membawa kepada peminuman arak, kerana dosa menolong kepada berlakunya peminuman arak, walaupun dia tidak meminumnya, samalah juga dosanya seperti orang yang meminum arak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. pernah melaknatnya, yaitu seperti tersebut dalam riwayat di bawah ini: “Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ayat al-Quran surah al-Maidah (90-91) itu turun, Rasulullah s.a.w. kemudian bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan arak, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan dia masih mempunyai arak walaupun sedikit, jangan minum dan jangan menjualnya.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan ini adalah jelas bahawa haram memberi pertolongan kepada penyebaran (meromosi) minuman tersebut, wamplaupun kita tidak berniat sedemikian. Hukum ini samalah juga memakai baju yang memaparkan lambang jenama minuman keras, kerana ada unsur redha dan mengajak kepada peminuman minuman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur ulamak yang empat telah sepakat menyatakan bahawa haramnyav penggunaan bahan yang memabukkan dalam perubatan dan juga tujuan yang lain sebagaimana yang telah diharamkan oleh syarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu bakar Al-Jazairi dalam kitabnya Minhajul muslim menegaskanv keharaman dari khamar baik sedikit maupun banyak, penisbatan ini berdasarkan dalil-dalil yang Qothi .Qs. Al-Maidah; 90-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat arak dan al-kohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memabukkan. Sifat yang jelas bagi arak ialah memabukkan bagiü peminumnya sama ada dengan kadar sedikit ataupun dengan kadar yang banyak. Mabuk tersebut menyebabkan hilangnya kewarasan akal untuk menimbang segala perbuatan yang baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Sangat mudah meraup kerana takat didih yang rendah. Etanol (+/- 78oC). Inijuga bergantung kepada bilangan karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Kebolehan melarut dalam air dan pelarut organik. Ini juga bergantung kepada bilangan karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takat beku rendah (ü&lt; Sangatü Kebanyakkan beracun. ü0oC). mudah terbakar, kebolehan untuk terbakar bergantung kepada bilangankarbon dalam alkohol. Lebih banyak karbon maka lebih susah untuk terbakar.Metanol dan etanol terbakar dalam nyalaan api berwarna kebiruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan minum arak dan alkohol. Alkohol bukan sahaja boleh memabukkan, tetapi juga mampu memudaratkan kesihatan diri sekiranya diamalkan berterusan. Ia umpama kombinasi dadah dan racun kepada badan kita. Malahan hampir setiap agama di dunia ini turut melarang tabiat tersebut di kalangan para penganutnya. Kesan ketagihan akibat meminum alkohol bukannya bergantung kepada jenis alkohol tetapi jumlah yang diminum pada satu-satu masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya terdapat dua kesan yang ketara pada penagih alkohol iaitu kesan jangka pendek dan jangka panjang. Kesan jangka pendek pengambilan alkohol lebih kurang satu botol besar menjadikan seseorang itu kurang daya koordinasi seperti tidak boleh berjalan dengan betul dan tidak boleh membuka pintu. Dalam masa yang singkat ini juga boleh menyebabkan hangover. Hangover lazimnya disebabkan oleh keracunan alkohol, bahan lain dalam alkohol dan tindakbalas ketagih alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda hangover alkohol termasuklah sakit kepala, loya, muntah, cirit birit, gangguan pergerakan usus dan menggeletar selama 8 – 12 jam kemudian Kesan jangka panjang akan dirasai selepas meminumnya selama beberapa bulan atau tahun. Kesan utama adalah seperti sakit jantung, hati atau penyakit dalam perut. Bila situasi ini berlaku mereka akan kurang selera makan, kekurangan vitamin, jangkitan penyakit, mati pucuk atau kekurangan haid. Kematian yang awal adalah lebih kerap pada orang yang kuat minum, terutamanya daripada sakit jantung atau hati, radang paru-paru, kanser, keracunan alkohol yang teruk, kemalangan, pembunuhan dan pembunuhan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pada otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Selepas minum, alkohol akan meresap dari usus kecil ke dalam darah. Alkohol terus dibawa ke jantung yang kemudiannya mengepam darah beralkohol tadi ke seluruh tubuh. Dari sini ia terus meresap ke dalam otak dan seterusnya ke urat saraf. Otak merupakan salah satu organ penting yang dimiliki oleh manusia kerana otaklah yang mengawal segala pergerakan dan perlakuan seseorang dan dengan kemasukan bahan asing ini ke dalamnya ia akan mempengaruhi pergerakan dan kelakuan peminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menyebabkan berlakunya penindasan kawasan-kawasan yang biasanya mengawal maruah dan disiplin diri sehingga peminum mula merasa kurang sifat malu, fikiran bercelaru, dan pergerakannya pula agak tidak terkawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kurang keupayaan dari segi belajar, membentuk idea spontan, menumpukan fikiran, dan membuat pertimbangan yang teliti. Semakin banyak jumlah alkohol yang diminum semakin kuat otak tertindas sehinggakan boleh menyebabkan tidak sedarkan diri dan seterusnya kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Setiap kali seorang peminum meminum alkohol, hati akan mengalami kecederaan (mendapat luka). Sel hati akan mati dan menjadi parut. Parut ini akan mengurangkan kemampuan hati untuk berfungsi dengan sempurna. Parut yang serius akan menyebabkan hati tidak dapat berfungsi langsung. Keadaan ini disebut sirosis hati dan boleh membawa maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bengkak hati (hepatitis) juga boleh berlaku disebabkan oleh lebihan toksik alkohol. Pada mulanya ia menyebabkan hati mengembang dan lama kelamaan saluran darah akan mengecut. Ini menyebabkan darah tidak dapat mengalir ke hati dengan sempurna dan akhirnya saluran darah akan membengkak lalu pecah. Pada peringkat kritikal, penghidap hepatitis akan mengalami muntah darah dan najis mereka akan bercampur dengan darah. Kesan pada perut Alkohol menyebabkan kerengsaan perut (gastritis) yang akhirnya boleh membawa kepada ulser. Bagi mereka yang memang menghidapi ulser perut, sakitnya akan menjadi semakin teruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pada saraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Boleh menyebabkan pelbagai jenis penyakit seperti sindrom Wernicke-Korsakoff dan kerosakan sel-sel otak, yang seterusnya membawa kepada komplikasi psikiatri. Peminum boleh mengalami halusinasi pendengaran, amnesia, paranoia, depresi dan kecenderungan membunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pada janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Peminum alkohol kronik yang sedang hamil boleh menyebabkan kandungannya mempunyai ciri-ciri kecacatan seperti kekurangan berat badan, saiz kepala yang terlalu kecil berbanding tubuh, kurang penyelarasan otot, keadaan muka yang rata, dan kelemahan sendi-sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bertindak dengan pelbagai sistem dan organ tubuh. Contohnya, kesan terhadap sistem peredaran tubuh menyebabkan darah lebih banyak dialirkan ke kulit. Ini menyebabkan kulit peminum menjadi kemerah-merahan dan perpeluhan meningkat. Pengepaman jantung juga bertambah pantas dan kuat seperti individu yang sedang melakukan senaman. Kepada penghidap penyakit jantung, mereka mempunyai kemungkinan diserang penyakit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Lebih cenderung membuang air kecil dengan kerap kerana etanol boleh merencat hormon penahan kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mungkin mengalami anemia, hipoglisemia (kekurangan gula di dalam darah), dan ketandusan vitamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Boleh meningkatkan risiko kanser sebanyak 15 kali terutamanya pada bahagian mulut dan tekak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Boleh juga menimbulkan pelbagai masalah sosial. Masalah ketagihan alkohol boleh merosakkan hubungan persahabatan, kehilangan pekerjaan, hutang, simpanan keluarga dihabiskan, masalah rumah tangga, penganiayaan, penderaan, keruntuhan moral dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol boleh didapati dari pelbagai sumber, iaitu secara semula jadi, dari proses penapaian (fermentation), dari proses pereputan bahan organik, dari proses tindak balas petro-kimia dan dari arang batu. Kebanyakan alkohol asas dalam keluarga alkohol bersifat sebagai “RACUN” kecuali etanol. Sebagai contoh, etanol boleh dimakan dalam kuantiti kecil dan tidak memudaratkan, tetapi spirit (nama kimia metanol) dalam kuantiti kecil amat toksik jika dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini sama bila kedua-dua alkohol ini bertukar menjadi asid karbosilik (R-COOH). Metanol akan menjadi asid metaniok (cuka getah) dan etanol akan menjadi asid etanoik (cuka makan). Rasanya tidak perlu dijelaskan bagaimana kesan toksik akibat cuka getah. Analisis isu semasa Makanan Halal Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi Ayam perisa arak???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUALA LUMPUR: Segelintir peniaga nasi ayam di sekitar ibu kota, dikesan sengaja mencampurkan arak atau samsu dalam resipi masakan tanpa disedari pelanggan Islam menyebabkan ramai penggemar masakan itu termakan hidangan haram. Perbuatan tidak bertanggungjawab itu dipercayai membabitkan hidangan ayam BBQ (panggang) yang diperap bersama wain hitam buatan China sebelum dipanggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah berkenaan dipercayai menambahkan kelazatan ayam panggang berkenaan selain membangkitkan aroma pada hidangan. Apa yang menyedihkan, tindakan itu jelas memperdayakan pengguna Islam, sekali gus menyebabkan mereka memakan makanan yang haram di sisi agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) berkata, ketika melakukan pemeriksaan di beberapa premis menjual nasi ayam, pihaknya pernah menemui beberapa botol arak di dapur restoran di ibu kota yang popular dengan hidangan nasi ayam panggang. Menurutnya, soal siasat dilakukan mendapati pekerja restoran mengaku mencampurkan arak atau wain daripada botol bertulisan Cina sebagai bahan perisa tambahan untuk menyedapkan masakan berkenaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami dapati arak hitam terbabit mempunyai kandungan alkohol tinggi mencecah 48 peratus. Walaupun pemilik premis tidak mengaku mencampurkan arak berkenaan, ia bercanggah dengan kenyataan diberikan pekerjanya. “Malangnya, ramai pelanggan di kalangan orang Islam memilih restoran terbabit untuk menjamu selera tanpa menyedari `rahsia’ resipi haram yang tersembunyi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, tindakan beberapa pemilik premis yang menggaji pembantu restoran di kalangan wanita asing yang memakai tudung turut menyebabkan pelanggan terpedaya kerana beranggapan hidangan restoran itu halal dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penggunaan arak atau wain dalam masakan sering dianggap satu ramuan wajib dalam tradisi masakan sesetengah masyarakat. Bagaimanapun pengusaha restoran sepatutnya peka dan tidak mencampurkan bahan haram terbabit sebagai menghormati pengguna Islam,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sumber ayam mentah yang diperoleh restoran milik pengusaha bukan Islam terbabit turut diragui kerana Jakim percaya ia bukan daripada sumber sembelihan yang halal dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malangnya tindakan undang-undang tidak boleh diambil berikutan pemilik restoran itu sememangnya tidak pernah memohon sijil atau logo halal daripada Jakim sebelum ini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pengarah Bahagian Kajian Makanan dan Barangan Gunaan Islam Jakim, Che Hassan Fahmi Che Mamat, berkata kesedaran di kalangan pengguna Islam terhadap sumber makanan yang dipilih dapat mengelakkan mereka daripada memakan makanan diragui status halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, katanya masalah timbul apabila pengguna Islam sendiri memandang remeh isu berkenaan dengan tidak mementingkan soal sama ada premis yang dipilih mereka pernah memohon atau memilik sijil halal daripada pihak berkuasa. “Jakim sememangnya tidak mempunyai kuasa untuk mengambil tindakan terhadap syarikat pengeluar makanan yang tidak memohon sijil halal walaupun ia dikesan menjual produk tidak halal di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya syarikat memiliki sijil halal Jakim yang sah atau memalsukan sijil atau logo halal Jakim boleh diambil tindakan undang-undang. “Adalah wajar setiap pengguna Islam lebih berhati-hati dalam memastikan setiap produk makanan sama ada yang sudah siap dibungkus mempunyai logo halal Jakim manakala restoran makanan pula mempamerkan sijil halal sah Jakim,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, personaliti popular dan penyampai stesen radio Era yang juga pemilik restoran nasi ayam terkenal, My Mom’s Chicken Rice (MMCR), Rozlindah Onn, 28, atau lebih dikenali sebagai Linda Onn menyifatkan perbuatan segelintir peniaga meletakkan arak sebagai ramuan tambahan disifatkannya sebagai keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sebagai penganut Islam beliau amat menitikberatkan aspek kebersihan selain memastikan punca ayam diperoleh daripada sumber halal. “Walaupun ada peniaga yang mencampurkan arak dalam resipi masakan, saya tidak sesekali berkompromi dalam soal ini yang jelas boleh mendatangkan dosa. “Sebelum ini saya mendapat tahu arak sering dicampurkan dalam masakan membabitkan hidangan daging steak di restoran atau hotel. Namun jika benar ia dicampurkan dalam nasi ayam, saya bimbang ramai pelanggan Islam teraniaya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saranan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengguna hendaklah prihatin dalam mencari makanan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tindakan yang konkrit sangat diperlukan untuk menangani masalah ini. c. Pengguna hendaklah memastikan logo halal benar-benar disahkan oleh JAKIM KESIMPULAN DAN RUMUSAN DARIPADA ANALISIS Arak tergolong dalam najis mutawassitah. Manakala bahan-bahan bukan arak yang mengandungi alkohol seperti yang terdapat dalam bahan citarasa minuman ringan ialah kerana sebagai bahan penstabilan dan untuk menahan pembiakan kuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Tanpa alkohol bahan citarasa ini akan tahan hanya antara 2 – 3 bulan sahaja. Apabila kordial dibancuhkan dalam minuman kandungan alkohol dalam minuman itu adalah lebih kurang 0.01%. Alkohol yang digunakan dalam bahan citarasa minuman ringan ini adalah daripada alkohol yang dihasilkan dari proses kimia.Menurut keputusan Fatwa Kebangsaan, kordial yang mengandungi bahan citarasa (flavour) yang dimasukkan alkohol untuk tujuan penstabilan adalah harus (boleh) digunakan untuk tujuan minuman sekiranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Alkohol itu bukan dihasilkan dari proses pembuatan arak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Bahawa kuantiti alkohol dalam citarasa (flavour) itu adalah sedikit iaitu tidak memabukkan. Menurut Fatwa Majlis Fatwa Kebangsaan: Alkohol terdiri daripada berbagai-bagai bahan bahan kimia iaitu Ethanol atau ethyl alkohol, Bothanal dan lain-lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam minuman keras ethanol, ialah bahan yang menyebabkan mabuk dan ia merupakan bahanyang terbanyak sekali dicampurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Setiap minuman arak mengandungi alkohol bukan alkohol itu dari arak. Alkohol dari proses pembuatan arak hukumnya haram dan najis, tetapi alkohol yang dibuat bukan melalui proses pembuatan arak maka hukumnya tidak najis dan tidak haram diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Minuman ringan yang dibuat sama caranya dengan arak samaada mengandungi sedikit alkohol atau alkoholnya disulingkan adalah haram diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Minuman yang dibuat bukan untuk dijadikan arak atau bukan yang memabukkan dan tidak sama caranya dengan proses arak adalah halal diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Alkohol yang terjadi sampingan dalam proses pembuatan makanan tidak najis dan halal dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Ubat-ubatan dan pewangi yang ada kandungan alkohol adalah dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penggunaan alkohol dalam bahan citarasa (Flavour) minuman ringan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Proses pembuatan minuman ringan tidak sama dengan pembuatan arak, oleh itu minuman ringan halal diminum kerana ia tidak memabukkan dan tidak memberi mudharat kepada orang yang meminumnya. Menurut kitab\”AlFiqh Al-Muzahibil ar\’baah \” dalam bab \”An najasat juzu 1, Alkohol yang dimasukkan ke dalam minyak wangi untuk menahan minyak wangi agar tahan lama atau untuk menaikkan roti adalah harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandarkan kepada kenyataan ini boleh dikiaskan kepada penggunaan alkohol dalam minuman ringan. Jawatan kuasa fatwa telah memberitahu bahawa alkohol ialah nama yang digunakan di dalam kaedah saintifik kepada sebatian yang mempunyai kumpulan (Ho).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jenis alkohol yang paling baik ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Methyl alkohol (Methanol) atau alkohol (kayu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ethily alkohol (Ethanol) atau alkohol biji-bijian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Methyl alkohol (methanol) tidak digunakan untuk minuman kerana ia merupakan racun yang kuat, manakala ethly alkohol digunakan sebagai campuran di dalam minuman keras. Penyediaan alkohol boleh dibuat melalui dua cara, iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penyediaan dalam makmal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penyediaan dalam industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol amat berguna sebagai bahan aktif dalam minuman, makanan dan ubat-ubatan dan sebagai bahan pelarut seperti untuk bawa alat solek dan minyak wangi. Pada umunnya alkohol adalah bahaya dan beracun ia ada daya pembunuh dan memabukkan serta merosakkan anggota tubuh badan. Arak adalah memabukkan dan ia adalah haram seperti sabda nabi S.A.W \”Setiap yang memabukkan itu haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap yang memabukkan arak. Setiap yang memabukkan itu arak dan setiap yang memabukkan itu haram.(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Fatwa Al-Azhar berpendapat bahawa alkohol itu tidak najis manakala arak tetap najis. Setelah membincangkan perkara ini dengan panjang lebar maka jawatankuasa mengambil keputusan bahawa minuman ringan yang dibuat sama caranya dengan arak adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol yang terjadi sampingan dalam proses pembuatan makanan tidak najis dan boleh di makan. Ubat-ubatan dan pewangi yang ada kandungan alkohol adalah harus dan dimaafkan. Berdasarkan fatwa dari Sheikh Atiyyah Saqr, Mesir, alkohol yang terdapat dalam minyak wangi tidak menghalang dari sahnya sembahyang. Menurutnya, alkohol tersebut tidak najis kerana ia bukan digunakan untuk dijadikan minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illah (sebab) yang membawa kepada najisnya alkohol ialah kerana ia digunakan untuk dijadikan minuman keras. Dalam air wangi ia bukan untuk tujuan memabukkan berbeza hukum disebabkan berbeza illah (sebab). Sekiranya alkohol tersebut dibuat daripada unsur unsur yang halal, ia dibolehkan. Sekiranya ia dihasilkan daripada unsur-unsur yang haram maka ia tidak boleh dibawa solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertimana juga hukum bagi menggunakan cuka tuak. Cuka tuak ini dihasilkan dari unsur halal, iaitu kelapa. Apabila mayang kelapa di \’sadat\’, maka terhasillah tuak. Tuak yang diperam tidak boleh diminum kerana ia memabukkan. Tetapi setelah mengalami proses penapaian, tuak itu akan bertukar menjadi cuka. Cuka itu boleh di gunakan. Bagi masalah di atas, sekiranya diyakini alkohol itu dari sumber bersih, maka ia boleh digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kaedah fiqh yang menyatakan: \’sesuatu yang kita tidak tahu, tidak perlu untuk dipersoalkan.\’ Jadi, sekiranya anda ingin menggunakan alkohol itu, dan tidak tahu akan asal usul alkohol itu, maka ia dibolehkan. Tetapi sekiranya mengetahui ia dihasilkan dari unsure- unsur yang haram, maka tidak boleh digunakan. Pendapat ulama\’ tentang kandungan alkohol di dalam aiskrim dan adakah alkohol(jenis ethanol) yang dibuat bukan dengan cara pembikinan arak boleh diambil jika proportion alkohol itu sangat rendah serta bagaimana pula alkohol di dalam ubat batuk……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beza antara arak/khamar dan alkohol:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khamar ialah apa jua yg memabukkan dan alkohol adalah antara bahan yg menjadi komponen khamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol: dihasilkan melalui dua cara: Penapaian (fermentation) dan proses industri atau chemical industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan masyarakat awam: alkohol itu khamar dan khamar itu alkohol. Sebenarnya : Khamar itu terdapat alkohol di dalamnya, manakala alkohol itu stand alone (alkohol tulin). Kedua-duanya Haram di minum. Khamar haram diminum kerana memabukkan. Alkohol tulin haram diminum kerana racunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Status makanan dan minuman yg beralkohol. Semua makanan dan minuman yg sengaja di campur alkohol untuk menambah perisa atau sebagai additives adalah haram untuk umat Islam. Manakala makanan, minuman dan ubatan yg mengandungi alkohol pada kadar yg rendah dan alkohol itu terjadi sendiri kerana proses penyediaan makanan dan minuman itu, maka ia harus di makan, kecuali proses pembikinan arak seperti fermentasi bijirin (rye, barley, gandum, tamar) yang tujuan asalnya untuk dijadikan arak, walaupun alkohol itu ujud secara proses semulajadi. Contoh alkohol yg ujud secara semulajadi tapi masih boleh dimakan/minum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proses fermentasi tapai. Walaupun alkohol ada dalam tapai, tapi kadarnya dimaafkan syara\’ kerana ia ujud secara semulajadi dan belum sampai tahap yang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Proses membuat minuman kegemaran Nabi iaitu nabidz. Ada lebih dari 10 hadis riwayat Muslim mengenai bagaimana antara minuman kegemaran Nabi saw ialah nabidz, iaitu isteri-isteri Nabi merendam kismis atau kurma kering, selama 12-36 jam, dan Nabi membuangnya atau memberi kepada khadam selepas 3 hari jika masih ada baki. Itulah kaedah yg ditetapkan oleh fuqaha. (Dr Wahbah, Fiqh Islami, 3/537; Fatwa Mufti Brunei, 1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum lozenge yg mengandungi DCBA (Dichloro benzyl alcohol) Umum manusia melihat alkohol itu khamar (arak) dan khamar itu alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar: alkohol ialah bahan2 yg terdapat dalam khamar dan dgn sebabnya ia memabukkan. Dalam khamar ada alkohol dan alkohol yg tulin adalah racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol dihasilkan melalui dua cara: fermentasi atau penapaian dan melalui proses industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: apakah alkohol (bukan dari proses pembuatan khamr/arak)  itu najis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah suci menurut Imam Ridha kerana ia adalah suatu yg tidak dikenali oleh orang sebelumnya.(Tafsir alManar: 7/58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga pendapat Prof Dr alQaradawi dlm Fatawa Mua\’asirat.Perbahasan ulama\’ dalam bab najis sebenarnya tertumpu pada khamar bukan alkohol (anNawawi, alMajmoo\’: 2/516)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Hukum Lozenge yg mengandungi DCBA kadar yg dibenarkan oleh piawaian antarabangsa ialah 1.2mg/2.6g lozenge. DCBA adalah ada unsur ubat bagi sakit kerongkong dan juga bertindak sebagai \’preservative\’ (ubat penahan kepada lozenge supaya tahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memakan lozenge yg mengandungi DCBA yg selamat pada kadar 1.2mg/2.6g adalah spt berikut: Fatwa2nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Imam Nawawi (alMajmoo\’: 9/30) harus hukumnya meminum ubat yg mengandungi sedikit racun jika ia dijamin selamat dan memang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Imam Haramain (ibid) jika seseorang merasa tiada sebarang risiko jika memakan racun yg suci, maka ia tidak diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Imam alGhazali (alIhya\’: 2/94): Di Qiaskan jika lalat atau semut yg jatuh dalam periuk dan hancur bersama masakan, maka masakan itu halal. Dalam keadaan biasa, haram memakan lalat dan semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Imam alGhazali (alWajeez: 2/181) Harus hukum menggunakan ubat2an yg ada najis dan adunan yg mengandungi khamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Imam Ibn Hazm alAndalusi (Mu\’jam Fiqh Ibn Hazm adzZahiri: 2/1012): apabila sifat-sifat sesuatu barang yg najis atau haram sudah berubah sifatnya dan namanya sudah berganti dgn nama lain, maka hukumnya menjadi suci dan halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. alQadhi abu Bakar alArabi alMaliki ( Ahkamul Qur:an: 1/59) sesuatu yg haram bia telah diolah atau dibakar hingga berubah bentuk dan sifatnya, maka hukumnya harus dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Muhammad alHasan alkasani (albada\’iy: 1.85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Imam Ibn Abidin dalam Hasyiah Ibn Abidin ma\’a Durril Mukhta: 1/326)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Fatawa alHindiyah (Fiqh Hanafi):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/45 Dan Fatawa dari Syaikhul Islam Ibn Taymiyah alHarani:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alFatawa: 21/501-502) juga membolehkan jika alkohol itu sudah menjadi sebati, hilang sifatnya dan telah menjadi suatu yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memakan lozenge yg mengandungi 1.2mg DCBA adalah harus. Namun dlm pasaran terdapat banyak lagi lozenge yg tidak mengandungi alkohol, maka disyorkan belilah lozenge yg tidak mengandungi alkohol. Bacalah label terlebih dahulu. Ini adalah langkah hadzar (berhati-hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa-fatwa Kontemporari, Syeikh Yusuf al-Qardhowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian metro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Majlis Fatwa Kebangsaan Taisir al-Allam Syarh U’mdatul al-ahkam, Syeikh Abdullah al-Bassam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JoomlaHacks.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ehoza.com/v4/forum/panduan-kesihatan/9802-kesan-alkohol-terhadap-kesihatan.html &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://members.tripod.com/ahkam_2/soaljawab/soaljawab177.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://soaljawab.wordpress.com/2008/01/16/maksud-kaedah-bila-bercampur-yang-halal-dan-yang-haram-maka-yang-haram-akan-menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://muslimsatelit.blogdrive.com/archive/cm-08_cy-2006_m-08_d-02_y-2006_o-0.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-4477971899248803454?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/4477971899248803454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/bab-khamr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4477971899248803454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/4477971899248803454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/bab-khamr.html' title='bab khamr'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-3047063606074732031</id><published>2009-08-22T23:10:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T23:15:27.867-07:00</updated><title type='text'>syariat,tarekat,hakekat dan makrifat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/SpDeeL6SyhI/AAAAAAAAAFI/uF8dSRmVFmY/s1600-h/n1212785660_30076618_2350320.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/SpDeeL6SyhI/AAAAAAAAAFI/uF8dSRmVFmY/s320/n1212785660_30076618_2350320.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373038965627734546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seseorang mempelajari syariat, serta mengamalkan hukum syariat bersungguh-sungguh dalam setiap aspek kehidupan ( atau dalam erti kata lain dia telah bersyariat dan bertarikat ). Maka Allah akan campakkan ke dalam dirinya rasa kehambaan dan rasa kesyukuran ke dalam dirinya.Mereka rasa lazat dalam beribadah dan merasa azab dalam melakukan dosa dan kemungkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : Hanyasanya orang mukin yang sebenar itu, apabila disebut sahaja nama Allah, gementarlah hati-hati mereka dan apabila dibacakan ayat-ayat Quran, bertambahlah keimanan mereka dan hanya kepada Tuhan mereka (Allah) sahajalah mereka menyerah diri.” Al Anfal : 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dinamakan HAKIKAT. Hakikat ialah gerak rasa hati yang Allah campakkan ke dalam hati hambanya yang bersungguh-sungguh bersyariat dan mengamalkan syariat ( bertarikat ). Allah akan hapuskan sifat mazmumah (sifat hati yang terkeji) dalam hatinya dan Allah gantikan dengan sifat mahmudah (sifat hati yang terpuji ). Hakikat ini bukan ilmu yang boleh dipelajari, tetapi ianya anugerah Allah ke atas hamba NYA yang bersungguh-sungguh mempelajari, memahami, meyakini ilmu syariat secara ilmiah.serta melaksanakan hukum-hakam NYA (bersyariat dan bertarikat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersesuaian dengan firman Allah : “Orang-orang yang bermujahadah pada jalan KAMI, KAMI tunjukkan jalan KAMI, Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang baik” Al Ankabut : 69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akan lahirlah manusia yang hatinya terpaut kecintaan kepada Allah. Manusia yang apabila disebut nama Allah, maka akan gementarlah seluruh jasad dan rohaninya. Akan lahirlah manusia yang memenuhi tuntutan konsep ibadah secara global yang mampu melaksanakan konsep ibadah menurut Islam yang merangkumi ibadah Asas, ibadah fadailul a’mal ( yang terkandung didalamnya amalan fardhu kifayah ) dan ibadah yang umum. Akan lahirlah manusia yang cantik dan anggun akhlaknya sebagaimana memenuhi tuntutan perutusan Rasul ke mukabumi untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin diulangi bahawa hakikat adalah perasaan rasa hati yang telah Allah campakkan kepada hamba NYA yang berusaha gigih untuk mendekatkan diri kepada NYA.Allah hapuskan sifat mazmumah dan Allah gantikan dengan sifat mahmudah. Maka lahirlah dan hiduplah manusia itu dengan keadaan yang tenang dan berkhlak mulia, Inilah buah kepada pengamalan syariat. Inilah buah kepada iman &amp; dan ibadah kepada Allah. Akhlak terpuji seperti sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ertikata lain, hakikat adalah buah dari syariat dan tarikat. Atau lebih tepat, hakikat adalah buah kepada pengabdian diri kepada Allah. Allah hapuskan sifat mazmumah dalam dirinya dan Allah gantikan dengan sifat mahmudah. Agar seseorang itu merindui saat beribadah bersama Allah. Dalam erti kata lain, hakikat adalah buah kepada ibadah. Hakikat adalah hasil seseorang beribadah kepada Allah dengan kesungguhan hati. Ianya adalah anugerah Allah SWT. Maka akan lahir rasa takut kepada Allah, rasa tawakal dengan Allah, rasa harap kepada Allah, dan setiap amal perbuatan, perkataan dan gerak hati mereka sentiasa di pautkan kepada Allah. Setiap kejadian dan penciptaan alam dihubungkaitkan dengan kekuasaan dan keagungan Allah bagi menambah keimanan kepada Allah. Setiap kejadian musibah dan bala juga dihubungkaitkan dengan kekuasaan Allah dan kelemahan manusia sebagai makhluk bagi menyuburkan sifat sabar dan redha kepada Allah. Setiap kejadian nikmat dihubungkaitkan juga dengan kekuasaan Allah dan kelemahan manusia sebagai makhluk bagi menyuburkan rasa kesyukuran dan kehambaan. Disinilah tahap keimanan seseorang telah terserlah. Dia bukan sahaja mengenal Allah dengan akal fikiran melalui ilmu tauhid, tetapi juga secara keyakinan hati. Inilah yang diistilahkan sebagai makrifat. Makrifat ialah keyakinan yang memperkuatkan keimanan kepada Allah setelah menempuh syariat dan tarikat, serta mencapai rasa hakikat. Orang yang memiliki makrifat inilah yang dinyatakan sebagai orang yang mengenal Allah dengan mata hati, ainul yakin. Orang yang sebeginilah yang diisyaratkan sebagai memiliki sifat yang disebut dalam Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Anfal : Ayat 2-3 :Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang telah menempuh syariat dan beramal dengan ilmu syariat ( bertarikat ) serta diberi hakikat, maka lahirlah sifat makrifat. Sifat makrifat kepada Allah Taala yang akan memancarkan berbagai perasaan yang baik dan dasar semangat untuk menuju ke arah perbaikan. Makrifat ini dapat pula mendidik hati untuk senantiasa menyelidiki dan meneliti mana yang salah dan tercela, malah dapat menumbuhkan kemauan untuk mencari keluhuran, kemuliaan dan ketinggian budi dan akhlak dan sebaliknya juga menyuruh seseorang supaya menghindarkan dirinya dari amal perbuatan yang hina, rendah dan tidak berharga sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang telah mencapai tingkatan makrifat , Allah ilhamkan jalan yang mampu membawanya ke arah kecemerlangan agar dia dapat menempuhnya dengan mudah. Dia juga akan Allah ilhamkan kepadanya jalan yang membawa kemusnahan agar dapat dia hindari sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu, jalan kefasiqan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang –orang yang mensucikan jiwa (nafsu) nya itu . Dan sesungguhnya merugilah ( celakalah ) orang yang mengotorinya.” As Syams : 8 – 10..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mendapat hakikat dan makrifat, dia akan merasa dirinya sebagai hamba Allah yang hina. Tidak akan terlafaz dari lidahnya bahawa dialah yang paling bertaqwa. Tidak akan terlafaz dari perbuatannya tanda-tanda riak. Tidak terlintas di hatinya bahawa dialah yang paling kuat iman dikalangan manusia dan yang paling banyak amal ibadah dia antara makhluk Allah yang hidup di dunia. Seandainya ada di kalangan manusia yang memuji akan keupayaannya beribadah kepada Allah SWT, pujian itu dianggap suatu ancaman yang bakal merosakkan hubungan antara dia dan Allah. Dia akan segera menghentikan puji-pujian tersebut demi menjaga hatinya dengan Allah. Inilah sifat orang yang benar-benar memiliki hakikat dan makrifat. Seandainya dia merasa senang dan selesa dengan pujian tersebut , serta tidak menghentikannnya, nyatalah apa yang alami bukanlah hakikat mahupun makrifat, sebaliknya adalah tipu daya syaitan dan nafsu dalam amalannya. Hancur dan binasalah amalan itu kerana ujub. Orang yang telah beroleh hakikat dan makrifat, tidak sama sekali menceritakan keseronokan bersama Allah kerana ianya adalah rahsia antra orang yang merasa kasih sayang Allah. Ianya juga disebabkan orang yang “sedang asyik bercinta” tidak ada masa untuk menceritakan rasa cinta yang dirasai kepada orang lain. Inilah cara membezakan sama ada seseorang yang pada zahirnya cantik akhlaknya, benar-benar telah memiliki hakikat dan makrifat, atau sebenarnya sedang berlakon memiliki hakikat dan makrifat. Atau dalam istilah lain, sedang ujub, atau istilah melayunya syok sendiri. Malanglah bagi mereka yang telah menempuh syariat dan tarikat, tetapi merasa ujub dan menyangka diri telah mencapai hakikat dan makrifat. Tertipu dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan penerangan ilmiah ini akan mendorong kita untuk terus mempertingkatkan amalan kita ke arah ketaqwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://drmatgig.blogspot.com/2005/06/syariat-tarikat-hakikat-ma_111969092856744391.html&lt;br /&gt;Syariat, Tarikat, Hakikat &amp; Makrifat Part 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang berusaha bersungguh-sungguh mengamalkan dan melaksanakan hukum syariat, inilah yang dinamakan TARIKAT atau disebut dalam bahasa arab ialah TAREKAH. Tarikat dari segi bahasa ialah jalan. Ingin diulang lagi agar lebih jelas. Apabila seseorang telah mempelajari, memahami dan meyakini ilmu syariat, lalu dia meLAKSANAKAN atau BERAMAL dengan ilmu syariat tersebut, maka itulah yang diertikan dengan TARIKAT. Melaksanakan atau beramal dengan syariat. Oleh itu apabila seseorang menjalankan atau melaksanakan hokum syariat dengan bersungguh-sungguh, setiap suruhan Allah sama ada yang wajib dan yang sunat dilaksanakan sungguh-sungguh. Setiap larangan Allah sama ada yang haram atau yang makruh ditinggalkan sungguh-sungguh. Maka mereka telah dikatakan telah BERTARIKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya ; Abu telah ke madrasah dan mempelajari cara sembahyang. Dia telah mempelajari rukun sembahyang, syarat wajib sembahyang, perkara yang sunat dilakukan dalam sembahyang, syarat sah sembahyang dan perkara-perkara yang membatalkan sembahyang. Setelah dia mempelajarai dan memahami ilmu tersebut, dia pun beramal dengan ilmunya untuk menunaikan sembahyang. Maka Abu telah dikatakan telah berTARIKAT di bidang sembahyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarikat pada erti kata yang pertama ini hukumnya adalah WAJIB. Inilah jalan yang dilalui oleh Rasulullah SAW dan para sahabat serta tabiin dan orang dizaman salafussoleh. Jalan inilah juga yang patut kita lalui, iaitu jalan yang menjadikan kita melaksanakan segala perintah yang disuruh Allah dan meninggalkan perintah yang dilarang oleh Allah. Inilah perkara yang wajib kita lakukan sebagai makhluk yang dicipta Allah dan mahu menjadi hamba kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Tarikat dari istilah yang kedua, ialah apabila seseorang menyusun ayat-ayat Al Quran tertentu, zikir-zikir tertentu, salawat ke atas Nabi Muhammad SAW dan diamalkan secara berjadual dalam kehidupan sehari-harian. Tarikat yang diertikan disini hokum asalnya hanyalah SUNAT. Dari sinilah lahir jemaah-jemaah zikir atau dipanggil orang sebagai jemaah tarikat. Antara jemaah zikir atau jemaah tarekat yang kita sering dengar ialah Tarikat Ahmadiah, Tarikat Naqsyabandiah, Tarikat Samaniah, Tarikat Syazaliah, Tarikat Kadiriah, Aurad Muhammadiah dan lain-lain lagi. Jadi termasuk jugalah di dalam kategori ini ialah pengamalan Al Ma’thurat. Tujuan mereka menghimpun dan beramal adalah untuk mendidik diri untuk berdisiplin dalam beramal dengan ketiga-tiga juzuk ilmu Islam iaitu Tauhid, Feqah &amp; Tasauf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tak langsung memberi kekuatan jiwa tambahan untuk beramal dengan hukum syariat secara keseluruhan, dalam kehidupan sehari-hari. Sama ada dalam diri, dalam keluarga, dalam masyarakat hingga ke peringkat negara. Sebab itu jika disingkap lembaran sejarah, tunggak perjuangan sesuatu gerakan Islam adalah disokong oleh jemaah zikir atau tarekat. Sultan Muhammad Al Fateh, sultan yang berjaya menawan Kota Konstantinopel dan pengasas Kekhalifahan Osmaniah adalah ahli zikir ( ahli tarikat ) , Begitu juga As Syahid Omar Mokhtar pejuang terakhir Gerakan Sanusi yang merupakan benteng pertahanan terakhir khalifah Osmaniah adalah pengamal Tarekat As Sanussiah. Imam Bonjol di Aceh yang menentang penjajahn Belanda adalah ahli tarekat Naqsyabandiah. Mat Kilau dan datok Bahaman yang berguru dengan Tokku Paloh adalah pengamal tarekat Naqsyabandiah. Malah As Syahid Hassan Al Banna dari Ikhwan Muslimin adalah ahli tarekat aliran Al Ma’thurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa disebut Almarhum Tok Kenali yang berguru dengan Sheikh Ahmad Al Fathani dari aliran Tarekat Syattariah dan Al Marhum Tokku Paloh dari aliran Tarekat Naqsyabandiah. Tokku Paloh yang melindungi Mat Kilau dan Datok Bahaman sewaktu diburu British. Tokku Paloh yang melarikan kedua-dua anak muridnya dan disembunyikan di Hulu Besut. Mereka ini bukan sekadar menyumbang di dalam perjuangan Islam menentang penjajah, malah mereka juga membangunkan pendidikan Islam serta menghasilkan kitab-kitab ilmu Tauhid, Feqah dan Tasauf yang menjadi sumber rujukan kepada umat Islam di nusantara. Antaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sheikh Daud bin Abdullah Al Fathani menghasilkan kitab Dhiyaul Murid fi Bayani Kalimatit Tauhid yang membicarakan ilmu tauhid dari aliran tarekat Syatariah.&lt;br /&gt;b. Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani yang menulis kitab Risalah Tauhid dan Hidayatus Salikin Fisuluki Maslakil Muttaqin kitab ilmu Tauhid dan Tasauf; adalah dari aliran tarekat Samaniah.&lt;br /&gt;c. Sheikh Ahmad Al Fathani yang menulis kitab Faridatul Faraid yang juga kitab ilmu tauhid yang memperjelaskan aqidah ahlus sunnah wal jamaah, adalah ahli tarekat&lt;br /&gt;d. Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari Pengarang Sabilal Muhtadin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malangnya, kita dizaman moden ini, telah dijauhkan dengan istilah tarekat oleh orientalis. Apatah lagi wujud fahaman Islam yang menyeleweng. Kononnya mereka adalah pejuang kemerdekaan. Sebaliknya sejarah telah JELAS membuktikan fahaman tersebut lahir untuk membantu negara kuffar menjatuhkan empayar Osmaniah yang merupakan sistem kekhalifahan Islam terakhir serta menghalang segala usaha gerakan-gerakan Islam yang cuba membangunkan semula system khalifah Islam. Fahaman inilah yang sering memomok-momokkan umat Islam, bahawa jemaah tarekat adalah bidaah dan menyesatkan, kerana disebalik amalan zikir yang membawa ketenangan hati, disitulah lahirnya rasa kehambaan dan cinta kepada Allah Yang Maha Agung. Maka terciptalah manusia-manusia yang cintakan syahid dan merindui pertemuan dengan Allah Yang Amat Dicintai, yang mampu berjuang dan berkorban demi keagungan Islam terserlah kembali. Inilah yang amat ditakuti oleh fahaman terseleweng tersebut kerana akan hilang imbuhan menjadi boneka negara kuffar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kurang juga, orang yang belajar sedikit-sedikit tentang ilmu tarikat, dan sedar kelebihan ilmu tarikat ini. Mereka mengambil kesempatan dengan memperbodohkan para pengikutnya yang sedia jahil. Bab dan persoalan ilmu syariat yang menjadi asas kepada perlaksanaan dan pengamalan Fardhu Ain dia abaikan dalam mendidik murid dan pengikutnya, agar dia boleh terus mempunyai para pengikut yang taksub buta yang jahil tentang syariat. Ini bagi memudahkan dia mempunyai kuasa dan menghimpunkan kepentingan duniawi termasuk mengaku dirinya wali Allah yang dijanjikan. Seandainya para pengikutnya arif dibidang agama khususnya ilmu asas Fardhu Ain, pastinya dia akan kehilangan pengikut. Jadi dia akan berusaha untuk menjauhkan para pengikutnya dari ilmu asas Fardhu Ain, sebaliknya dia sibuk menceritakan hal-hal kerohanian ciptaannya yang kononnya diterima dari Rasulullah dan secara langsung dari Allah. Manusia-manusia durjana sebeginilah yang mendatangkan fitnah ke atas jemaah tarikat yang haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin ditegaskan sekali lagi bahawa antara kedua pengertian tarikat yang dibentang tadi, antara keduanya, pengerian yang pertama ( mengamalkan syariat secara keseluruhan ) adalah WAJIB, sementara tarikat dari pengertian kedua ( himpunan ayat Al Quran tertentu, zikir-zikir tertentu, selawat dan diamalkan secara berjadual dalam kehisupan harian) adalah SUNAT. Antara hukum yang WAJIB dan hokum yang SUNAT, tuntutan hukum yang WAJIB adalah lebih utama. Jangan sampai kerana hendak bertarikat dengan pengertian kedua yang kedudukannya SUNAT, lantas kita mengabaikan tarikat dalam pengertian yang pertama yang kedudukannya WAJIB. Kiasannya, perlaksanaan hokum yang wajib adalah KERJA FULLTIME, sementara pengamalan hokum yang sunat adalah OVER-TIME. Kalau kerja FULL-TIME tak dibuat, layakkah pekerja buat tuntutan kerja OVER-TIME ? Pastinya tidak layak, malah pekerja tersebut layak untuk diambil tindakan tatatertib. Kerana pengabaian untuk beramal dengan syariat menurut pengertian pertama tadilah maka munculnya fitnah ke atas jemaah-jemaah tarikat yang menurut pengertian kedua. Tetapi ingin ditegaskan juga, seandainya tarekat dari pengertian pertama dan dari pengertian kedua itu dilaksanakan atau diGABUNGkan, maka akan lahirlah manusia yang ingin sentiasa bertaqarrub kepada Allah. Akan lahirlah manusia yang akan menunaikan titah perintah Allah, dalam dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan seterusnya di dalam ummahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://drmatgig.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filed under: Hakikat &amp; Makrifat, Syariat, Syariat Tarikat Hakikat &amp; Makrifat, Tarikat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-3047063606074732031?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/3047063606074732031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/syariattarekathakekat-dan-makrifat_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3047063606074732031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/3047063606074732031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/syariattarekathakekat-dan-makrifat_22.html' title='syariat,tarekat,hakekat dan makrifat'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/SpDeeL6SyhI/AAAAAAAAAFI/uF8dSRmVFmY/s72-c/n1212785660_30076618_2350320.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-8771490026319637572</id><published>2009-08-22T22:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T22:41:48.834-07:00</updated><title type='text'>syariat,tarekat,hakekat dan makrifat</title><content type='html'>Setelah seseorang mempelajari syariat, serta mengamalkan hukum syariat bersungguh-sungguh dalam setiap aspek kehidupan ( atau dalam erti kata lain dia telah bersyariat dan bertarikat ). Maka Allah akan campakkan ke dalam dirinya rasa kehambaan dan rasa kesyukuran ke dalam dirinya.Mereka rasa lazat dalam beribadah dan merasa azab dalam melakukan dosa dan kemungkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : Hanyasanya orang mukin yang sebenar itu, apabila disebut sahaja nama Allah, gementarlah hati-hati mereka dan apabila dibacakan ayat-ayat Quran, bertambahlah keimanan mereka dan hanya kepada Tuhan mereka (Allah) sahajalah mereka menyerah diri.” Al Anfal : 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dinamakan HAKIKAT. Hakikat ialah gerak rasa hati yang Allah campakkan ke dalam hati hambanya yang bersungguh-sungguh bersyariat dan mengamalkan syariat ( bertarikat ). Allah akan hapuskan sifat mazmumah (sifat hati yang terkeji) dalam hatinya dan Allah gantikan dengan sifat mahmudah (sifat hati yang terpuji ). Hakikat ini bukan ilmu yang boleh dipelajari, tetapi ianya anugerah Allah ke atas hamba NYA yang bersungguh-sungguh mempelajari, memahami, meyakini ilmu syariat secara ilmiah.serta melaksanakan hukum-hakam NYA (bersyariat dan bertarikat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersesuaian dengan firman Allah : “Orang-orang yang bermujahadah pada jalan KAMI, KAMI tunjukkan jalan KAMI, Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang baik” Al Ankabut : 69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akan lahirlah manusia yang hatinya terpaut kecintaan kepada Allah. Manusia yang apabila disebut nama Allah, maka akan gementarlah seluruh jasad dan rohaninya. Akan lahirlah manusia yang memenuhi tuntutan konsep ibadah secara global yang mampu melaksanakan konsep ibadah menurut Islam yang merangkumi ibadah Asas, ibadah fadailul a’mal ( yang terkandung didalamnya amalan fardhu kifayah ) dan ibadah yang umum. Akan lahirlah manusia yang cantik dan anggun akhlaknya sebagaimana memenuhi tuntutan perutusan Rasul ke mukabumi untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin diulangi bahawa hakikat adalah perasaan rasa hati yang telah Allah campakkan kepada hamba NYA yang berusaha gigih untuk mendekatkan diri kepada NYA.Allah hapuskan sifat mazmumah dan Allah gantikan dengan sifat mahmudah. Maka lahirlah dan hiduplah manusia itu dengan keadaan yang tenang dan berkhlak mulia, Inilah buah kepada pengamalan syariat. Inilah buah kepada iman &amp; dan ibadah kepada Allah. Akhlak terpuji seperti sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ertikata lain, hakikat adalah buah dari syariat dan tarikat. Atau lebih tepat, hakikat adalah buah kepada pengabdian diri kepada Allah. Allah hapuskan sifat mazmumah dalam dirinya dan Allah gantikan dengan sifat mahmudah. Agar seseorang itu merindui saat beribadah bersama Allah. Dalam erti kata lain, hakikat adalah buah kepada ibadah. Hakikat adalah hasil seseorang beribadah kepada Allah dengan kesungguhan hati. Ianya adalah anugerah Allah SWT. Maka akan lahir rasa takut kepada Allah, rasa tawakal dengan Allah, rasa harap kepada Allah, dan setiap amal perbuatan, perkataan dan gerak hati mereka sentiasa di pautkan kepada Allah. Setiap kejadian dan penciptaan alam dihubungkaitkan dengan kekuasaan dan keagungan Allah bagi menambah keimanan kepada Allah. Setiap kejadian musibah dan bala juga dihubungkaitkan dengan kekuasaan Allah dan kelemahan manusia sebagai makhluk bagi menyuburkan sifat sabar dan redha kepada Allah. Setiap kejadian nikmat dihubungkaitkan juga dengan kekuasaan Allah dan kelemahan manusia sebagai makhluk bagi menyuburkan rasa kesyukuran dan kehambaan. Disinilah tahap keimanan seseorang telah terserlah. Dia bukan sahaja mengenal Allah dengan akal fikiran melalui ilmu tauhid, tetapi juga secara keyakinan hati. Inilah yang diistilahkan sebagai makrifat. Makrifat ialah keyakinan yang memperkuatkan keimanan kepada Allah setelah menempuh syariat dan tarikat, serta mencapai rasa hakikat. Orang yang memiliki makrifat inilah yang dinyatakan sebagai orang yang mengenal Allah dengan mata hati, ainul yakin. Orang yang sebeginilah yang diisyaratkan sebagai memiliki sifat yang disebut dalam Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Anfal : Ayat 2-3 :Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang telah menempuh syariat dan beramal dengan ilmu syariat ( bertarikat ) serta diberi hakikat, maka lahirlah sifat makrifat. Sifat makrifat kepada Allah Taala yang akan memancarkan berbagai perasaan yang baik dan dasar semangat untuk menuju ke arah perbaikan. Makrifat ini dapat pula mendidik hati untuk senantiasa menyelidiki dan meneliti mana yang salah dan tercela, malah dapat menumbuhkan kemauan untuk mencari keluhuran, kemuliaan dan ketinggian budi dan akhlak dan sebaliknya juga menyuruh seseorang supaya menghindarkan dirinya dari amal perbuatan yang hina, rendah dan tidak berharga sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang telah mencapai tingkatan makrifat , Allah ilhamkan jalan yang mampu membawanya ke arah kecemerlangan agar dia dapat menempuhnya dengan mudah. Dia juga akan Allah ilhamkan kepadanya jalan yang membawa kemusnahan agar dapat dia hindari sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu, jalan kefasiqan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang –orang yang mensucikan jiwa (nafsu) nya itu . Dan sesungguhnya merugilah ( celakalah ) orang yang mengotorinya.” As Syams : 8 – 10..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mendapat hakikat dan makrifat, dia akan merasa dirinya sebagai hamba Allah yang hina. Tidak akan terlafaz dari lidahnya bahawa dialah yang paling bertaqwa. Tidak akan terlafaz dari perbuatannya tanda-tanda riak. Tidak terlintas di hatinya bahawa dialah yang paling kuat iman dikalangan manusia dan yang paling banyak amal ibadah dia antara makhluk Allah yang hidup di dunia. Seandainya ada di kalangan manusia yang memuji akan keupayaannya beribadah kepada Allah SWT, pujian itu dianggap suatu ancaman yang bakal merosakkan hubungan antara dia dan Allah. Dia akan segera menghentikan puji-pujian tersebut demi menjaga hatinya dengan Allah. Inilah sifat orang yang benar-benar memiliki hakikat dan makrifat. Seandainya dia merasa senang dan selesa dengan pujian tersebut , serta tidak menghentikannnya, nyatalah apa yang alami bukanlah hakikat mahupun makrifat, sebaliknya adalah tipu daya syaitan dan nafsu dalam amalannya. Hancur dan binasalah amalan itu kerana ujub. Orang yang telah beroleh hakikat dan makrifat, tidak sama sekali menceritakan keseronokan bersama Allah kerana ianya adalah rahsia antra orang yang merasa kasih sayang Allah. Ianya juga disebabkan orang yang “sedang asyik bercinta” tidak ada masa untuk menceritakan rasa cinta yang dirasai kepada orang lain. Inilah cara membezakan sama ada seseorang yang pada zahirnya cantik akhlaknya, benar-benar telah memiliki hakikat dan makrifat, atau sebenarnya sedang berlakon memiliki hakikat dan makrifat. Atau dalam istilah lain, sedang ujub, atau istilah melayunya syok sendiri. Malanglah bagi mereka yang telah menempuh syariat dan tarikat, tetapi merasa ujub dan menyangka diri telah mencapai hakikat dan makrifat. Tertipu dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan penerangan ilmiah ini akan mendorong kita untuk terus mempertingkatkan amalan kita ke arah ketaqwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://drmatgig.blogspot.com/2005/06/syariat-tarikat-hakikat-ma_111969092856744391.html&lt;br /&gt;Syariat, Tarikat, Hakikat &amp; Makrifat Part 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang berusaha bersungguh-sungguh mengamalkan dan melaksanakan hukum syariat, inilah yang dinamakan TARIKAT atau disebut dalam bahasa arab ialah TAREKAH. Tarikat dari segi bahasa ialah jalan. Ingin diulang lagi agar lebih jelas. Apabila seseorang telah mempelajari, memahami dan meyakini ilmu syariat, lalu dia meLAKSANAKAN atau BERAMAL dengan ilmu syariat tersebut, maka itulah yang diertikan dengan TARIKAT. Melaksanakan atau beramal dengan syariat. Oleh itu apabila seseorang menjalankan atau melaksanakan hokum syariat dengan bersungguh-sungguh, setiap suruhan Allah sama ada yang wajib dan yang sunat dilaksanakan sungguh-sungguh. Setiap larangan Allah sama ada yang haram atau yang makruh ditinggalkan sungguh-sungguh. Maka mereka telah dikatakan telah BERTARIKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya ; Abu telah ke madrasah dan mempelajari cara sembahyang. Dia telah mempelajari rukun sembahyang, syarat wajib sembahyang, perkara yang sunat dilakukan dalam sembahyang, syarat sah sembahyang dan perkara-perkara yang membatalkan sembahyang. Setelah dia mempelajarai dan memahami ilmu tersebut, dia pun beramal dengan ilmunya untuk menunaikan sembahyang. Maka Abu telah dikatakan telah berTARIKAT di bidang sembahyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarikat pada erti kata yang pertama ini hukumnya adalah WAJIB. Inilah jalan yang dilalui oleh Rasulullah SAW dan para sahabat serta tabiin dan orang dizaman salafussoleh. Jalan inilah juga yang patut kita lalui, iaitu jalan yang menjadikan kita melaksanakan segala perintah yang disuruh Allah dan meninggalkan perintah yang dilarang oleh Allah. Inilah perkara yang wajib kita lakukan sebagai makhluk yang dicipta Allah dan mahu menjadi hamba kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Tarikat dari istilah yang kedua, ialah apabila seseorang menyusun ayat-ayat Al Quran tertentu, zikir-zikir tertentu, salawat ke atas Nabi Muhammad SAW dan diamalkan secara berjadual dalam kehidupan sehari-harian. Tarikat yang diertikan disini hokum asalnya hanyalah SUNAT. Dari sinilah lahir jemaah-jemaah zikir atau dipanggil orang sebagai jemaah tarikat. Antara jemaah zikir atau jemaah tarekat yang kita sering dengar ialah Tarikat Ahmadiah, Tarikat Naqsyabandiah, Tarikat Samaniah, Tarikat Syazaliah, Tarikat Kadiriah, Aurad Muhammadiah dan lain-lain lagi. Jadi termasuk jugalah di dalam kategori ini ialah pengamalan Al Ma’thurat. Tujuan mereka menghimpun dan beramal adalah untuk mendidik diri untuk berdisiplin dalam beramal dengan ketiga-tiga juzuk ilmu Islam iaitu Tauhid, Feqah &amp; Tasauf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tak langsung memberi kekuatan jiwa tambahan untuk beramal dengan hukum syariat secara keseluruhan, dalam kehidupan sehari-hari. Sama ada dalam diri, dalam keluarga, dalam masyarakat hingga ke peringkat negara. Sebab itu jika disingkap lembaran sejarah, tunggak perjuangan sesuatu gerakan Islam adalah disokong oleh jemaah zikir atau tarekat. Sultan Muhammad Al Fateh, sultan yang berjaya menawan Kota Konstantinopel dan pengasas Kekhalifahan Osmaniah adalah ahli zikir ( ahli tarikat ) , Begitu juga As Syahid Omar Mokhtar pejuang terakhir Gerakan Sanusi yang merupakan benteng pertahanan terakhir khalifah Osmaniah adalah pengamal Tarekat As Sanussiah. Imam Bonjol di Aceh yang menentang penjajahn Belanda adalah ahli tarekat Naqsyabandiah. Mat Kilau dan datok Bahaman yang berguru dengan Tokku Paloh adalah pengamal tarekat Naqsyabandiah. Malah As Syahid Hassan Al Banna dari Ikhwan Muslimin adalah ahli tarekat aliran Al Ma’thurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa disebut Almarhum Tok Kenali yang berguru dengan Sheikh Ahmad Al Fathani dari aliran Tarekat Syattariah dan Al Marhum Tokku Paloh dari aliran Tarekat Naqsyabandiah. Tokku Paloh yang melindungi Mat Kilau dan Datok Bahaman sewaktu diburu British. Tokku Paloh yang melarikan kedua-dua anak muridnya dan disembunyikan di Hulu Besut. Mereka ini bukan sekadar menyumbang di dalam perjuangan Islam menentang penjajah, malah mereka juga membangunkan pendidikan Islam serta menghasilkan kitab-kitab ilmu Tauhid, Feqah dan Tasauf yang menjadi sumber rujukan kepada umat Islam di nusantara. Antaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sheikh Daud bin Abdullah Al Fathani menghasilkan kitab Dhiyaul Murid fi Bayani Kalimatit Tauhid yang membicarakan ilmu tauhid dari aliran tarekat Syatariah.&lt;br /&gt;b. Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani yang menulis kitab Risalah Tauhid dan Hidayatus Salikin Fisuluki Maslakil Muttaqin kitab ilmu Tauhid dan Tasauf; adalah dari aliran tarekat Samaniah.&lt;br /&gt;c. Sheikh Ahmad Al Fathani yang menulis kitab Faridatul Faraid yang juga kitab ilmu tauhid yang memperjelaskan aqidah ahlus sunnah wal jamaah, adalah ahli tarekat&lt;br /&gt;d. Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari Pengarang Sabilal Muhtadin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malangnya, kita dizaman moden ini, telah dijauhkan dengan istilah tarekat oleh orientalis. Apatah lagi wujud fahaman Islam yang menyeleweng. Kononnya mereka adalah pejuang kemerdekaan. Sebaliknya sejarah telah JELAS membuktikan fahaman tersebut lahir untuk membantu negara kuffar menjatuhkan empayar Osmaniah yang merupakan sistem kekhalifahan Islam terakhir serta menghalang segala usaha gerakan-gerakan Islam yang cuba membangunkan semula system khalifah Islam. Fahaman inilah yang sering memomok-momokkan umat Islam, bahawa jemaah tarekat adalah bidaah dan menyesatkan, kerana disebalik amalan zikir yang membawa ketenangan hati, disitulah lahirnya rasa kehambaan dan cinta kepada Allah Yang Maha Agung. Maka terciptalah manusia-manusia yang cintakan syahid dan merindui pertemuan dengan Allah Yang Amat Dicintai, yang mampu berjuang dan berkorban demi keagungan Islam terserlah kembali. Inilah yang amat ditakuti oleh fahaman terseleweng tersebut kerana akan hilang imbuhan menjadi boneka negara kuffar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kurang juga, orang yang belajar sedikit-sedikit tentang ilmu tarikat, dan sedar kelebihan ilmu tarikat ini. Mereka mengambil kesempatan dengan memperbodohkan para pengikutnya yang sedia jahil. Bab dan persoalan ilmu syariat yang menjadi asas kepada perlaksanaan dan pengamalan Fardhu Ain dia abaikan dalam mendidik murid dan pengikutnya, agar dia boleh terus mempunyai para pengikut yang taksub buta yang jahil tentang syariat. Ini bagi memudahkan dia mempunyai kuasa dan menghimpunkan kepentingan duniawi termasuk mengaku dirinya wali Allah yang dijanjikan. Seandainya para pengikutnya arif dibidang agama khususnya ilmu asas Fardhu Ain, pastinya dia akan kehilangan pengikut. Jadi dia akan berusaha untuk menjauhkan para pengikutnya dari ilmu asas Fardhu Ain, sebaliknya dia sibuk menceritakan hal-hal kerohanian ciptaannya yang kononnya diterima dari Rasulullah dan secara langsung dari Allah. Manusia-manusia durjana sebeginilah yang mendatangkan fitnah ke atas jemaah tarikat yang haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin ditegaskan sekali lagi bahawa antara kedua pengertian tarikat yang dibentang tadi, antara keduanya, pengerian yang pertama ( mengamalkan syariat secara keseluruhan ) adalah WAJIB, sementara tarikat dari pengertian kedua ( himpunan ayat Al Quran tertentu, zikir-zikir tertentu, selawat dan diamalkan secara berjadual dalam kehisupan harian) adalah SUNAT. Antara hukum yang WAJIB dan hokum yang SUNAT, tuntutan hukum yang WAJIB adalah lebih utama. Jangan sampai kerana hendak bertarikat dengan pengertian kedua yang kedudukannya SUNAT, lantas kita mengabaikan tarikat dalam pengertian yang pertama yang kedudukannya WAJIB. Kiasannya, perlaksanaan hokum yang wajib adalah KERJA FULLTIME, sementara pengamalan hokum yang sunat adalah OVER-TIME. Kalau kerja FULL-TIME tak dibuat, layakkah pekerja buat tuntutan kerja OVER-TIME ? Pastinya tidak layak, malah pekerja tersebut layak untuk diambil tindakan tatatertib. Kerana pengabaian untuk beramal dengan syariat menurut pengertian pertama tadilah maka munculnya fitnah ke atas jemaah-jemaah tarikat yang menurut pengertian kedua. Tetapi ingin ditegaskan juga, seandainya tarekat dari pengertian pertama dan dari pengertian kedua itu dilaksanakan atau diGABUNGkan, maka akan lahirlah manusia yang ingin sentiasa bertaqarrub kepada Allah. Akan lahirlah manusia yang akan menunaikan titah perintah Allah, dalam dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan seterusnya di dalam ummahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://drmatgig.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filed under: Hakikat &amp; Makrifat, Syariat, Syariat Tarikat Hakikat &amp; Makrifat, Tarikat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-8771490026319637572?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/8771490026319637572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/syariattarekathakekat-dan-makrifat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8771490026319637572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/8771490026319637572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/syariattarekathakekat-dan-makrifat.html' title='syariat,tarekat,hakekat dan makrifat'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-5827445026212612305</id><published>2009-08-03T05:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T05:59:14.149-07:00</updated><title type='text'>ekg jantung</title><content type='html'>Secara fisiologi, jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling vital fungsinya dibandingkan dengan organ tubuh vital lainnya. Dengan kata lain, apabila fungsi jantung mengalami gangguan maka besar pengaruhnya terhadap organ-organ tubuh lainya terutama ginjal dan otak. Karena fungsi utama jantung adalah sebagai single pompa yang memompakan darah ke seluruh tubuh untuk kepentingan metabolisme sel-sel demi kelangsungan hidup. Untuk itu, siapapun orangnya sebelum belajar EKG harus menguasai anatomi &amp; fisiologi dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam topik anatomi &amp; fisiologi jantung ini, saya akan menguraikan dengan beberapa sub-topik di bawah ini :&lt;br /&gt;1. Ukuran,Posisi atau letak Jantung&lt;br /&gt;2. Lapisan Pembungkus Jantung&lt;br /&gt;3. Lapisan Otot Jantung&lt;br /&gt;4. Katup Jantung&lt;br /&gt;5. Ruang Jantung&lt;br /&gt;6. Arteri Koroner&lt;br /&gt;7. Siklus Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.1. Ukuran,Posisi atau letak Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu berapa ukuran jantung anda? Secara anatomi ukuran jantung sangatlah variatif. Dari beberapa referensi yang saya baca, ukuran jantung manusia mendekati ukuran kepalan tangannya atau dengan ukuran panjang kira-kira 5" (12cm) dan lebar sekitar 3,5" (9cm). Jantung terletak di belakang tulang sternum, tepatnya di ruang mediastinum diantara kedua paru-paru dan bersentuhan dengan diafragma. Bagian atas jantung terletak dibagian bawah sternal notch, 1/3 dari jantung berada disebelah kanan dari midline sternum , 2/3 nya disebelah kiri dari midline sternum. Sedangkan bagian apek jantung di interkostal ke-5 atau tepatnya di bawah puting susu sebelah kiri.(lihat gb:1 &amp; 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.2. Lapisan Pembungkus Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi rekan-rekan kita yang bekerja di ruang kamar operasi bedah jantung atau thorak saya yakin sudah terbiasa melihat keberadaan jantung di mediastinum, begitu pula dengan lapisan pembungkus atau pelindung jantungnya. Jantung di bungkus oleh sebuah lapisan yang disebut lapisan perikardium, di mana lapisan perikardium ini di bagi menjadi 3 lapisan (lihat gb.3) yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lapisan fibrosa, yaitu lapisan paling luar pembungkus jantung yang melindungi jantung ketika jantung mengalami overdistention. Lapisan fibrosa bersifat sangat keras dan bersentuhan langsung dengan bagian dinding dalam sternum rongga thorax, disamping itu lapisan fibrosa ini termasuk penghubung antara jaringan, khususnya pembuluh darah besar yang menghubungkan dengan lapisan ini (exp: vena cava, aorta, pulmonal arteri dan vena pulmonal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lapisan parietal, yaitu bagian dalam dari dinding lapisan fibrosa&lt;br /&gt;• Lapisan Visceral, lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar dari otot jantung atau epikardium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara lapisan pericardium parietal dan lapisan perikardium visceral terdapat ruang atau space yang berisi pelumas atau cairan serosa atau yang disebut dengan cairan perikardium. Cairan perikardium berfungsi untuk melindungi dari gesekan-gesekan yang berlebihan saat jantung berdenyut atau berkontraksi. Banyaknya cairan perikardium ini antara 15 - 50 ml, dan tidak boleh kurang atau lebih karena akan mempengaruhi fungsi kerja jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.3. Lapisan Otot Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terlihat pada Gb.3, lapisan otot jantung terbagi menjadi 3 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Epikardium,yaitu bagian luar otot jantung atau pericardium visceral&lt;br /&gt;• Miokardium, yaitu jaringan utama otot jantung yang bertanggung jawab atas kemampuan kontraksi jantung.&lt;br /&gt;• Endokardium, yaitu lapisan tipis bagian dalam otot jantung atau lapisan tipis endotel sel yang berhubungan langsung dengan darah dan bersifat sangat licin untuk aliran darah, seperti halnya pada sel-sel endotel pada pembuluh darah lainnya. (Lihat Gb.3 atau Gb.4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.4. Katup Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup jatung terbagi menjadi 2 bagian, yaitu katup yang menghubungkan antara atrium dengan ventrikel dinamakan katup atrioventrikuler, sedangkan katup yang menghubungkan sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal dinamakan katup semilunar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup atrioventrikuler terdiri dari katup trikuspid yaitu katup yang menghubungkan antara atrium kanan dengan ventrikel kanan, katup atrioventrikuler yang lain adalah katup yang menghubungkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri yang dinamakan dengan katup mitral atau bicuspid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup semilunar terdiri dari katup pulmonal yaitu katup yang menghubungkan antara ventrikel kanan dengan pulmonal trunk, katup semilunar yang lain adalah katup yang menghubungkan antara ventrikel kiri dengan asendence aorta yaitu katup aorta. (Lihat Gb: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup berfungsi mencegah aliran darah balik ke ruang jantung sebelumnya sesaat setelah kontraksi atau sistolik dan sesaat saat relaksasi atau diastolik. Tiap bagian daun katup jantung diikat oleh chordae tendinea sehingga pada saat kontraksi daun katup tidak terdorong masuk keruang sebelumnya yang bertekanan rendah. Chordae tendinea sendiri berikatan dengan otot yang disebut muskulus papilaris. (Lihat Gb:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terlihat pada gb.5 diatas, katup trikuspid 3 daun katup&lt;br /&gt;(tri =3), katup aortadan katup pulmonal juga mempunya 3 daun katup. Sedangkan katup mitral atau biskupid hanya mempunyai 2 daun katup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.5. Ruang,Dinding &amp; Pembuluh Darah Besar Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung kita dibagi menjadi 2 bagian ruang, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Atrium (serambi)&lt;br /&gt;2. Ventrikel (bilik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena atrium hanya memompakan darah dengan jarak yang pendek, yaitu ke ventrikel. Oleh karena itu otot atrium lebih tipis dibandingkan dengan otot ventrikel.&lt;br /&gt;Ruang atrium dibagi menjadi 2, yaitu atrium kanan dan atrium kiri. Demikian halnya dengan ruang ventrikel, dibagi lagi menjadi 2 yaitu ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Jadi kita boleh mengatakan kalau jantung dibagi menjadi 2 bagian yaitu jantung bagian kanan (atrium kanan &amp; ventrikel kanan) dan jantung bagian kiri (atrium kiri &amp; ventrikel kiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua atrium memiliki bagian luar organ masing-masing yaitu auricle. Dimana kedua atrium dihubungkan dengan satu auricle yang berfungsi menampung darah apabila kedua atrium memiliki kelebihan volume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua atrium bagian dalam dibatasi oleh septal atrium. Ada bagian septal atrium yang mengalami depresi atau yang dinamakan fossa ovalis, yaitu bagian septal atrium yang mengalami depresi disebabkan karena penutupan foramen ovale saat kita lahir.&lt;br /&gt;Ada beberapa ostium atau muara pembuluh darah besar yang perlu anda ketahui yang terdapat di kedua atrium, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ostium Superior vena cava, yaitu muara atau lubang yang terdapat diruang atrium kanan yang menghubungkan vena cava superior dengan atrium kanan.&lt;br /&gt;• Ostium Inferior vena cava, yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan vena cava inferior dengan atrium kanan.&lt;br /&gt;• Ostium coronary atau sinus coronarius, yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan sistem vena jantung dengan atrium kanan.&lt;br /&gt;• Ostium vena pulmonalis, yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kiri yang menghubungkan antara vena pulmonalis dengan atrium kiri yang mempunyai 4 muara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalam kedua ruang ventrikel dibatasi oleh septal ventrikel, baik ventrikel maupun atrium dibentuk oleh kumpulan otot jantung yang mana bagian lapisan dalam dari masing-masing ruangan dilapisi oleh sel endotelium yang kontak langsung dengan darah. Bagian otot jantung di bagian dalam ventrikel yang berupa tonjolan-tonjolan yang tidak beraturan dinamakan trabecula. Kedua otot atrium dan ventrikel dihubungkan dengan jaringan penghubung yang juga membentuk katup jatung dinamakan sulcus coronary, dan 2 sulcus yang lain adalah anterior dan posterior interventrikuler yang keduanya menghubungkan dan memisahkan antara kiri dan kanan kedua ventrikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu anda ketahui bahwa tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan dengan tekanan jantung sebelah kanan, karena jantung kiri menghadapi aliran darah sistemik atau sirkulasi sistemik yang terdiri dari beberapa organ tubuh sehingga dibutuhkan tekanan yang besar dibandingkan dengan jantung kanan yang hanya bertanggung jawab pada organ paru-paru saja, sehingga otot jantung sebelah kiri khususnya otot ventrikel sebelah kiri lebih tebal dibandingkan otot ventrikel kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuluh Darah Besar Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pembuluh besar yang perlu anda ketahui, yaitu:&lt;br /&gt;• Vena cava superior, yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian atas diafragma menuju atrium kanan.&lt;br /&gt;• Vena cava inferior, yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian bawah diafragma ke atrium kanan.&lt;br /&gt;• Sinus Coronary, yaitu vena besar di jantung yang membawa darah kotor dari jantung sendiri.&lt;br /&gt;• Pulmonary Trunk,yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah kotor dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis&lt;br /&gt;• Arteri Pulmonalis, dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah kotor dari pulmonary trunk ke kedua paru-paru.&lt;br /&gt;• Vena pulmonalis, dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah bersih dari kedua paru-paru ke atrium kiri.&lt;br /&gt;• Assending Aorta, yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah bersih dari ventrikel kiri ke arkus aorta ke cabangnya yang bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian atas.&lt;br /&gt;• Desending Aorta,yaitu bagian aorta yang membawa darah bersih dan bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian bawah. (lihat Gb:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb : 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.6. Arteri Koroner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner adalah arteri yang bertanggung jawab dengan jantung sendiri,karena darah bersih yang kaya akan oksigen dan elektrolit sangat penting sekali agar jantung bisa bekerja sebagaimana fungsinya. Apabila arteri koroner mengalami pengurangan suplainya ke jantung atau yang di sebut dengan ischemia, ini akan menyebabkan terganggunya fungsi jantung sebagaimana mestinya. Apalagi arteri koroner mengalami sumbatan total atau yang disebut dengan serangan jantung mendadak atau miokardiac infarction dan bisa menyebabkan kematian. Begitupun apabila otot jantung dibiarkan dalam keadaan iskemia, ini juga akan berujung dengan serangan jantung juga atau miokardiac infarction.&lt;br /&gt;Arteri koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik, dimana muara arteri koroner berada dekat dengan katup aorta atau tepatnya di sinus valsava&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner dibagi dua,yaitu:&lt;br /&gt;1.Arteri koroner kanan&lt;br /&gt;2.Arteri koroner kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri Koroner Kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner kiri mempunyai 2 cabang yaitu LAD (Left Anterior Desenden)dan arteri sirkumflek. Kedua arteri ini melingkari jantung dalam dua lekuk anatomis eksterna, yaitu sulcus coronary atau sulcus atrioventrikuler yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel, yang kedua yaitu sulcus interventrikuler yang memisahkan kedua ventrikel. Pertemuan kedua lekuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang merupakan bagian dari jantung yang sangat penting yaitu kruks jantung. Nodus AV node berada pada titik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAD arteri bertanggung jawab untuk mensuplai darah untuk otot ventrikel kiri dan kanan, serta bagian interventrikuler septum.&lt;br /&gt;Sirkumflex arteri bertanggung jawab untuk mensuplai 45% darah untuk atrium kiri dan ventrikel kiri, 10% bertanggung jawab mensuplai SA node.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri Koroner Kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner kanan bertanggung jawab mensuplai darah ke atrium kanan, ventrikel kanan,permukaan bawah dan belakang ventrikel kiri, 90% mensuplai AV Node,dan 55% mensuplai SA Node.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.7. Siklus Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mempelajari siklus jantung secara detail, terlebih dahulu saya ingin menyegarkan ingatan anda tentang sirkulasi jantung. Saya yakin kalau anda masih mengingatnya dengan baik atau anda telah lupa?&lt;br /&gt;Anda masih ingat kalau jantung dibagi menjadi 4 ruang? Empat ruang jantung ini tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya karena ke empat ruangan ini membentuk hubungan tertutup atau bejana berhubungan yang satu sama lain berhubungan (sirkulasi sistemik, sirkulasi pulmonal dan jantung sendiri). Di mana jantung yang berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh melalui cabang-cabangnya untuk keperluan metabolisme demi kelangsungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jantung merupakan suatu bejana berhubungan, anda boleh memulai sirkulasi jantung dari mana saja. Saya akan mulai dari atrium/serambi kanan.&lt;br /&gt;Atrium kanan menerima kotor atau vena atau darah yang miskin oksigen dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Superior Vena Kava&lt;br /&gt;- Inferior Vena Kava&lt;br /&gt;- Sinus Coronarius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atrium kanan, darah akan dipompakan ke ventrikel kanan melewati katup trikuspid.&lt;br /&gt;Dari ventrikel kanan, darah dipompakan ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen melewati:&lt;br /&gt;- Katup pulmonal&lt;br /&gt;- Pulmonal Trunk&lt;br /&gt;- Empat (4) arteri pulmonalis, 2 ke paru-paru kanan dan 2 ke paru-paru kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru akan di alirkan kembali ke jantung melalui 4 vena pulmonalis (2 dari paru-paru kanan dan 2 dari paru-paru kiri)menuju atrium kiri.&lt;br /&gt;Dari atrium kiri darah akan dipompakan ke ventrikel kiri melewati katup biskupid atau katup mitral.&lt;br /&gt;Dari ventrikel kiri darah akan di pompakan ke seluruh tubuh termasuk jantung (melalui sinus valsava) sendiri melewati katup aorta. Dari seluruh tubuh,darah balik lagi ke jantung melewati vena kava superior,vena kava inferior dan sinus koronarius menuju atrium kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, siklus jantung dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:&lt;br /&gt;• Sistole atau kontraksi jantung&lt;br /&gt;• Diastole atau relaksasi atau ekspansi jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara spesific, siklus jantung dibagi menjadi 5 fase yaitu :&lt;br /&gt;1. Fase Ventrikel Filling&lt;br /&gt;2. Fase Atrial Contraction&lt;br /&gt;3. Fase Isovolumetric Contraction&lt;br /&gt;4. Fase Ejection&lt;br /&gt;5. Fase Isovolumetric Relaxation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu anda ingat bahwa siklus jantung berjalan secara bersamaan antara jantung kanan dan jantung kiri, dimana satu siklus jantung = 1 denyut jantung = 1 beat EKG (P,q,R,s,T) hanya membutuhkan waktu kurang dari 0.5 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Fase Ventrikel Filling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah kedua atrium menerima darah dari masing-masing cabangnya, dengan demikian akan menyebabkan tekanan di kedua atrium naik melebihi tekanan di kedua ventrikel. Keadaan ini akan menyebabkan terbukanya katup atrioventrikular, sehingga darah secara pasif mengalir ke kedua ventrikel secara cepat karena pada saat ini kedua ventrikel dalam keadaan relaksasi/diastolic sampai dengan aliran darah pelan seiring dengan bertambahnya tekanan di kedua ventrikel. Proses ini dinamakan dengan pengisian ventrikel atau ventrikel filling. Perlu anda ketahui bahwa 60% sampai 90 % total volume darah di kedua ventrikel berasal dari pengisian ventrikel secara pasif. Dan 10% sampai 40% berasal dari kontraksi kedua atrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fase Atrial Contraction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan aktifitas listrik jantung yang menyebabkan kontraksi kedua atrium, dimana setelah terjadi pengisian ventrikel secara pasif, disusul pengisian ventrikel secara aktif yaitu dengan adanya kontraksi atrium yang memompakan darah ke ventrikel atau yang kita kenal dengan "atrial kick". Dalam grafik EKG akan terekam gelombang P. Proses pengisian ventrikel secara keseluruhan tidak mengeluarkan suara, kecuali terjadi patologi pada jantung yaitu bunyi jantung 3 atau cardiac murmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Fase Isovolumetric Contraction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ini, tekanan di kedua ventrikel berada pada puncak tertinggi tekanan yang melebihi tekanan di kedua atrium dan sirkulasi sistemik maupun sirkulasi pulmonal. Bersamaan dengan kejadian ini, terjadi aktivitas listrik jantung di ventrikel yang terekam pada EKG yaitu komplek QRS atau depolarisasi ventrikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kedua ventrikel ini akan menyebabkan darah mengalir balik ke atrium yang menyebabkan penutupan katup atrioventrikuler untuk mencegah aliran balik darah tersebut. Penutupan katup atrioventrikuler akan mengeluarkan bunyi jantung satu (S1) atau sistolic. Periode waktu antara penutupan katup AV sampai sebelum pembukaan katup semilunar dimana volume darah di kedua ventrikel tidak berubah dan semua katup dalam keadaan tertutup, proses ini dinamakan dengan fase isovolumetrik contraction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Fase Ejection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan besarnya tekanan di ventrikel dan proses depolarisasi ventrikel akan menyebabkan kontraksi kedua ventrikel membuka katup semilunar dan memompa darah dengan cepat melalui cabangnya masing-masing. Pembukaan katup semilunar tidak mengeluarkan bunyi. Bersamaan dengan kontraksi ventrikel, kedua atrium akan di isi oleh masing-masing cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.Fase Isovolumetric Relaxation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kedua ventrikel memompakan darah, maka tekanan di kedua ventrikel menurun atau relaksasi sementara tekanan di sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal meningkat. Keadaan ini akan menyebabkan aliran darah balik ke kedua ventrikel, untuk itu katup semilunar akan menutup untuk mencegah aliran darah balik ke ventrikel. Penutupan katup semilunar akan mengeluarkan bunyi jantung dua (S2)atau diastolic. Proses relaksasi ventrikel akan terekam dalam EKG dengan gelombang T, pada saat ini juga aliran darah ke arteri koroner terjadi. Aliran balik dari sirkulasi sistemik dan pulmonal ke ventrikel juga di tandai dengan adanya "dicrotic notch".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 1. Total volume darah yang terisi setelah fase pengisian ventrikel secara pasip maupun aktif ( fase ventrikel filling dan fase atrial contraction) disebut dengan End Diastolic Volume (EDV)&lt;br /&gt;• 2. Total EDV di ventrikel kiri (LVEDV) sekitar 120ml.&lt;br /&gt;• 3. Total sisa volume darah di ventrikel kiri setelah kontraksi/sistolic disebut End SystolicVolume (ESV) sekitar 50 ml.&lt;br /&gt;• 4. Perbedaan volume darah di ventrikel kiri antara EDV dengan ESV adalah 70 ml atau yang dikenal dengan stroke volume. (EDV-ESV= Stroke volume) (120-50= 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by Abu Nazmah at 9:25 PM &lt;br /&gt;0 comments: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Post a Comment&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872909430029241498-5827445026212612305?l=ronike80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ronike80.blogspot.com/feeds/5827445026212612305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/ekg-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/5827445026212612305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872909430029241498/posts/default/5827445026212612305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ronike80.blogspot.com/2009/08/ekg-jantung.html' title='ekg jantung'/><author><name>roni_klink</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13994273535388188609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_g1OTqkVoLuo/Se1grrN6jCI/AAAAAAAAAD8/vx7sGypA7TM/S220/s1212785660_30062066_5100747.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872909430029241498.post-1062516056158272214</id><published>2009-08-03T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T02:55:13.585-07:00</updated><title type='text'>pengertian mati</title><content type='html'>Resusitasi mutakhir telah membawa perubahan-perubahan pada definisi kematian. 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mati klinis adalah henti nafas (tidak ada gerak nafas spontan) ditambah henti sirkulasi (jantung) total dengan semua aktivitas otak terhenti, tetapi tidak ireversibel. Pada masa dini kematian inilah, pemulaian resusitasi dapat diikuti dengan pemulihan semua fungsi sistem organ vital termasuk fungsi otak normal, asalkan diberi terapi optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mati biologis (kematian semua organ) selalu mengikuti mati klinis bila tidak dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau bila upaya resusitasi dihentikan. Mati biologis merupakan proses nekrotisasi semua jaringan, dimulai dengan neuron otak yang menjadi nekrotik setelah kira-kira 1 jam tanpa sirkulasi, diikuti oleh jantung, ginjal, paru dan hati yang menjadi nekrotik selama beberapa jam atau hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada kematian, seperti yang biasa terjadi pada penyakit akut atau kronik yang berat, denyut jantung dan nadi berhenti pertama kali pada suatu saat, ketika tidak hanya jantung, tetapi organisme secara keseluruhan begitu terpengaruh oleh penyakit tersebut sehingga tidak mungkin untuk tetap hidup lebih lama lagi. Upaya resusitasi pada kematian normal seperti ini tidak bertujuan dan tidak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Henti jantung (cardiac arrest) berarti penghentian tiba-tiba kerja pompa jantung pada organisme yang utuh atau hampir utuh. Henti jantung yang terus berlangsung sesudah jantung pertama kali berhenti mengakibatkan kematian dalam beberapa menit. Dengan perkataan lain, hasil akhir henti jantung yang berlangsung lebih lama adalah mati mendadak (sudden death). Diagnosis mati jantung (henti jantung ireversibel) ditegakkan bila telah ada asistol listrik membandel (intractable, garis datar pada EKG) selama paling sedikit 30 menit, walaupun telah dilakukan RJP dan terapi obat yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mati serebral (kematian korteks) adalah kerusakan ireversibel (nekrosis) serebrum, terutama neokorteks. Mati otak (MO, kematian otak total) adalah mati serebral ditambah dengan nekrosis sisa otak lainnya, termasuk serebelum, otak tengah dan batang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mati sosial (status vegetatif yang menetap, sindroma apalika) merupakan kerusakan otak berat ireversibel pada pasien yang tetap tidak sadar dan tidak responsif, tetapi mempunyai elektroensefalogram (EEG) aktif dan beberapa refleks yang utuh. Ini harus dibedakan dari mati serebral yang EEGnya tenang dan dari mati otak, dengan tambahan ketiadaan semua refleks saraf otak dan upaya nafas spontan. Pada keadaan vegetatif mungkin terdapat daur sadar-tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kapan seseorang dinyatakan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila fungsi jantung dan paru berhenti, kematian sistemik atau kematian sistem tubuh lainnya terjadi dalam beberapa menit, dan otak merupakan organ besar pertama yang menderita kehilangan fungsi yang ireversibel, karena alasan yang belum jelas. Organ-organ lain akan mati kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sesudah tahun 1960 an, dengan penggunaan ventilasi buatan dan cara-cara bantuan lain pada kasus-kasus kerusakan otak akibat trauma atau sebab lain, bila kemudian kerusakan ini terbukti ireversibel, jantung kadang-kadang dapat terus berdenyut selama 1 pekan atau lebih, atau bahkan sampai 14 hari, dengan sebagian besar otak mengalami dekomposisi. 9 Dengan kondisi seperti ini jantung dapat terus berdenyut sampai 32 hari (pada seorang anak umur 5 tahun). 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penghentian ireversibel semua fungsi otak disebut mati otak (MO). Penghentian total sirkulasi ke otak normotermik selama lebih dari 10 menit tidak kompatibel dengan kehidupan jaringan otak. 6 Jadi penghentian fungsi jantung mengakibatkan MO dalam beberapa menit, sedangkan penghentian fungsi otak mengakibatkan kehilangan fungsi jantung dalam beberapa jam atau hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kebanyakan kalangan yang berwenang dalam kedokteran dan hukum sekarang ini mendefinisikan kematian dalam pengertian MO walaupun jantung mungkin masih berdenyut dan ventilasi buatan dipertahankan. 7Akan tetapi banyak pula yang memakai konsep MBO sebagai pengganti MO dalam penentuan mati. 1,9 Menurut pernyataan IDI 1988, 4 seseorang dinyatakan mati bila a) fungsi spontan pernafasan dan jantung telah berhenti secara pasti atau b) telah terbukti terjadi MBO. Secara klasis dokter menyatakan mati berdasarkan butir a tersebut dan ini dapat dilakukan di mana saja, di dalam atau di luar rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bahwa fungsi spontan nafas dan jantung telah berhenti secara pasti, dapat diketahui setelah kita mencoba melakukan resusitasi darurat. Pada resusitasi darurat, di mana kita tidak mungkin menentukan MBO, seseorang dapat dinyatakan mati bila 1) terdapat tanda-tanda mati jantung atau 2) terdapat tanda-tanda klinis mati otak yaitu bilamana setelah dimulai resusitasi, pasien tetap tidak sadar, tidak timbul pula nafas spontan dan refleks muntah (gag reflex) serta pupil tetap dilatasi selama 15-30 menit atau lebih, kecuali kalau pasien hipotermik, di bawah pengaruh barbiturat atau anestesia umum. 3,4,11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Menurut Peraturan Pemerintah RI no 18 tahun 1981, 1 tentang bedah mayat klinis dan bedah mayat anatomis serta transplantasi alat atau jaringan tubuh manusia, meninggal dunia adalah keadaan insani yang diyakini oleh ahli-ahli kedokteran yang berwenang bahwa fungsi otak, pernafasan dan denyut jantung seseorang telah berhenti. Menurut penulis, batasan mati ini mengandung 2 kelemahan. Yang pertama, pada henti jantung (cardiac arrest) fungsi otak, nafas dan jantung telah berhenti, namun sebetulnya kita belum dapat menyatakan mati karena pasien masih mungkin hidup kembali bila dilakukan resusitasi. Yang kedua, dengan adanya kata-kata “denyut jantung telah berhenti”, maka ini justru kurang menguntungkan untuk transplantasi, karena perfusi ke organ-organ telah berhenti pula, yang tentunya akan mengurangi viabilitas jaringan/organ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diagnosis MBO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis MBO barangkali merupakan diagnosis paling penting yang pernah dibuat oleh dokter, karena bila telah dipastikan, normalnya ventilator  akan dilepaskan dari pasien dan henti jantung akan terjadi tidak lama kemudian. Jadi, diagnosis ini merupakan ramalan yang terlaksana dengan sendirinya (self-ful filling prophecy). Kebanyakan dokter yang merawat dapat membenarkan dilepaskannya ventilator dari pasien, karena meneruskan ventilasi mekanis memberikan stres bagi famili pasien dan staf perawatan. Selain itu, “terapi” yang diteruskan secara tidak langsung menyatakan bahwa pemulihan masih dimungkinkan dan memberi famili pasien harapan palsu. Namun ventilasi yang diteruskan selama periode yang singkat sesudah diagnosis MBO memungkinkan perolehan organ kualitas bagus untuk tujuan transplantasi dan seringkali dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan batang otak sebagai sumber kehidupan dan penghentian ventilasi sebagai akibat diagnosis MBO potensial sulit bagi orang awam untuk menerimanya. Tidaklah mudah untuk memberitahu famili pasien, yang berwarna merah, hangat dan kelihatannya bernafas dengan nyaman pada ventilator, mati. Bahkan lebih sulit lagi jika famili pasien melihat gerakan pasien yang dinyatakan dokter timbul pada tingkat spinal dan tidak mengindikasikan fungsi otak. Masyarakat di negara maju &lt;br /&gt;kasus kerusakan otak akibat trauma atau sebab lain, bila kemudian kerusakan ini terbukti ireversibel, jantung kadang-kadang dapat terus berdenyut selama 1 pekan atau lebih, atau bahkan sampai 14 hari, dengan sebagian besar otak mengalami dekomposisi. 9 Dengan kondisi seperti ini jantung dapat terus berdenyut sampai 32 hari (pada seorang anak umur 5 tahun). 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penghentian ireversibel semua fungsi otak disebut mati otak (MO). Penghentian total sirkulasi ke otak normotermik selama lebih dari 10 menit tidak kompatibel dengan kehidupan jaringan otak. 6 Jadi penghentian fungsi jantung mengakibatkan MO dalam beberapa menit, sedangkan penghentian fungsi otak mengakibatkan kehilangan fungsi jantung dalam beberapa jam atau hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kebanyakan kalangan yang berwenang dalam kedokteran dan hukum sekarang ini mendefinisikan kematian dalam pengertian MO walaupun jantung mungkin masih berdenyut dan ventilasi buatan dipertahankan. 7Akan tetapi banyak pula yang memakai konsep MBO sebagai pengganti MO dalam penentuan mati. 1,9 Menurut pernyataan IDI 1988, 4 seseorang dinyatakan mati bila a) fungsi spontan pernafasan dan jantung telah berhenti secara pasti atau b) telah terbukti terjadi MBO. Secara klasis dokter menyatakan mati berdasarkan butir a tersebut dan ini dapat dilakukan di mana saja, di dalam atau di luar rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bahwa fungsi spontan nafas dan jantung telah berhenti secara pasti, dapat diketahui setelah kita mencoba melakukan resusitasi darurat. Pada resusitasi darurat, di mana kita tidak mungkin menentukan MBO, seseorang dapat dinyatakan mati bila 1) terdapat tanda-tanda mati jantung atau 2) terdapat tanda-tanda klinis mati otak yaitu bilamana setelah dimulai resusitasi, pasien tetap tidak sadar, tidak timbul pula nafas spontan dan refleks muntah (gag reflex) serta pupil tetap dilatasi selama 15-30 menit atau lebih, kecuali kalau pasien hipotermik, di bawah pengaruh barbiturat atau anestesia umum. 3,4,11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Menurut Peraturan Pemerintah RI no 18 tahun 1981, 1 tentang bedah mayat klinis dan bedah mayat anatomis serta transplantasi alat atau jaringan tubuh manusia, meninggal dunia adalah keadaan insani yang diyakini oleh ahli-ahli kedokteran yang berwenang bahwa fungsi otak, pernafasan dan denyut jantung seseorang telah berhenti. Menurut penulis, batasan mati ini mengandung 2 kelemahan. Yang pertama, pada henti jantung (cardiac arrest) fungsi otak, nafas dan jantung telah berhenti, namun sebetulnya kita belum dapat menyatakan mati karena pasien masih mungkin hidup kembali bila dilakukan resusitasi. Yang kedua, dengan adanya kata-kata “denyut jantung telah berhenti”, maka ini justru kurang menguntungkan untuk transplantasi, karena perfusi ke organ-organ telah berhenti pula, yang tentunya akan mengurangi viabilitas jaringan/organ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diagnosis MBO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis MBO barangkali merupakan diagnosis paling penting yang pernah dibuat oleh dokter, karena bila telah dipastikan, normalnya ventilator  akan dilepaskan dari pasien dan henti jantung akan terjadi tidak lama kemudian. Jadi, diagnosis ini merupakan ramalan yang terlaksana dengan sendirinya (self-ful filling prophecy). Kebanyakan dokter yang merawat dapat membenarkan dilepaskannya ventilator dari pasien, karena meneruskan ventilasi mekanis memberikan stres bagi famili pasien dan staf perawatan. Selain itu, “terapi” yang diteruskan secara tidak langsung menyatakan bahwa pemulihan masih dimungkinkan dan memberi famili pasien harapan palsu. Namun ventilasi yang diteruskan selama periode yang singkat sesudah diagnosis MBO memungkinkan perolehan organ kualitas bagus untuk tujuan transplantasi dan seringkali dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan batang otak sebagai sumber kehidupan dan penghentian ventilasi sebagai akibat diagnosis MBO potensial sulit bagi orang awam untuk menerimanya. Tidaklah mudah untuk memberitahu famili pasien, yang berwarna merah, hangat dan kelihatannya bernafas dengan nyaman pada ventilator, mati. Bahkan lebih sulit lagi jika famili pasien melihat gerakan pasien yang dinyatakan dokter timbul pada tingkat spinal dan tidak mengindikasikan fungsi otak. Masyarakat di negara maju seperti Inggris 12 sangat mempercayai dokter dan biasanya tidak dijumpai kesulitan tatkala dibuat diagnosis MBO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini sudah dapat diterima bahwa batang otak, dan bukan seluruh otak, pengatur respirasi dan stabilitas kardiovaskular. Diyakini bahwa untuk mendapatkan kesadaran harus ada kontinyuitas neuronal antara sistem saraf periferal dan korteks. Bila batang otak yang menghubungkan keduanya mati, kontinyuitas sistem yang diaktifkan oleh retikular terganggu dan tidak dapat timbul kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis MBO dan petunjuknya dapat dilihat pada fatwa IDI 5 tentang MBO. Diagnosis MBO mempunyai dua komponen utama. Komponen pertama terdiri dari pemenuhan prasyarat-prasyarat dan komponen kedua adalah tes klinik fungsi batang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasyarat. Prasyarat-prasyarat dapat dilihat pada tabel 1. Pada hakekatnya sebelum melakukan tes klinis, dokter harus menetapkan tanpa keraguan bahwa pasien komatous dan bergantung pada ventilator dan mempunyai kondisi yang konsisten dengan koma ireversibel dan hilangnya fungsi batang otak. Pasien dengan MBO tidak dapat bernafas. Dokter-dokter yang tidak familiar dengan diagnosis MBO kadang-kadang menyarankan dokter seniornya untuk melakukan testing pada pasien yang tidak bergantung pada ventilator dengan cedera berat. Fenomena ini menonjolkan tiga hal. Pertama dokter-dokter yang bekerja di ICU perlu lebih dahulu mengkaji langkah-langkah untuk menegakkan diagnosis MBO sesuai fatwa IDI 5 yang memang belum tersosialisasikan dengan baik, agar jangan sampai melewatkan langkah-langkah yang harus dijalani sebelum melakukan testing arefleksia batang otak. Kedua adalah adanya kenyataan bahwa beberapa pasien menderita cedera otak berat yang akhirnya inkompatibel dengan kehidupan yang lama, namun kausa kematiannya bukanlah MBO. Beratnya cedera otak pada pasien-pasien ini dapat mengindikasikan keputusan untuk menghentikan terapi aktif atau membatasi terapi aktif. Keputusan penghentian atau limitasi terapi individual untuk tiap pasien dan sangat kontras dengan diagnosis MBO yang identik bagi semua pasien. Hal ketiga adalah perlunya tanpa keraguan memantapkan diagnosis cedera otak ireversibel yang cukup untuk menyebabkan koma apnei
